9 research outputs found

    Effects of difference C/N ratio on water quality of white leg shrimp (Litopenaeus vannamei) cultivation

    Get PDF
    Biotechnology is used to apply technology to the C/N ratio by stimulating the activities of heterotrophic microorganisms, which derive food from carbon and nitrogen substrates in a certain ratio. The goal of this research was to see how the optimal carbon-nitrogen ratio affected water quality and floc volume in white leg shrimp (Litopenaeus vannamei) farming. This study took place in the UPT Integrated Laboratory Unkhair in Ternate City in July and August 2021. A fully randomized design (CRD) with four treatments and three replications was used in this investigation. Different C/N ratios had an effect on ammonia, nitrite, nitrate, floc volume, and feed conversion ratio, according to the research. The water quality parameters are still suitable for white leg shrimp cultivation. In white leg shrimp culture, the addition of C-organic molasses (different C/N ratios) was able to reduce the concentrations of (NH3), (NO2), and (NO3), and also greatly increase the flock volume and streamline the feed conversion ratio. Keywords: C/N Ratio Vannamei Wastewater Bioflo

    Teknik Kultur Maggot (Hermetia illucens) pada Kelompok Budidaya Ikan di Kelurahan Kastela

    Get PDF
    Maggot atau larva dari lalat black soldier fly (Hermetia illucens) merupakan salah satu alternatif pakan yang memenuhi persyaratan sebagai sumber protein. Bahan makanan yang mengandung protein kasar lebih dari 19%, digolongkan sebagai bahan makanan sumber protein. Maggot merupakan salah satu jenis pakan alami yang memiliki protein tinggi. Maggot mengandung 41-42% protein kasar, 31-35% ekstrak eter, 14-15% abu, 4,8-5,1% kalsium, dan 0,6-0,63% fosfor dalam bentuk kering. Larva lalat Black soldier dapat digunakan untuk mengkonversi limbah seperti limbah industri pertanian, peternakan, ataupun kotoran manusia. Untuk membudidayakan pakan alami ini selain relatif mudah, biaya yang dikeluarkan juga tidak terlalu besar. Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) dilaksanakan di Kelurahan Kastela pada Bulan Juli 2020 dimana Kelurahan Kastela merupakan lokasi Laboratorium yang dimiliki oleh Fakultas Perikanan dan Kelautan Unkhair dan merupakan lokasi penelitian sekaligus pengabdian masyarakat. Tujuan dari dilaksanakan pengabdian masyarakat ini yaitu; Memberi informasi kepada masyarakat bagaimana membuat pakan ikan yang murah, mudah dan ramah lingkungan sehingga masyarakat tidak kesulitan untuk mendapatkan pakan ikan. Kesimpulan dari kegiatan PKM ini adalah menambah keterampilan masyarakat teknik kultur maggot (Hermetia illucens) pengganti pellet sebagai pakan ikan

    ANALISIS KELAYAKAN LOKASI BUDIDAYA IKAN KERAPU BEBEK (Cromileptis altivelis) DI PERAIRAN PULAU MAITARA KOTA TIDORE KEPULAUAN

    No full text
    Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kondisi perairan Pulau Maitara, Kota Tidore Kepulauan, mengetahui kelayakan lokasi untuk pengembangan budidaya Ikan Kerapu Bebek (Cromileptis altivelis) di perairan Pulau Maitara, Kota Tidore Kepulauan. Metode yang digunaka dalam penelitian ini adalah metode survei lapangan dimana data yang didapatkan dibahas secara deskriptif dan diseuaikan dengan standar baku mutu kualitas air ikan kerapu bebek (Cromileptis altivelis). Kualitas air yang di teliti yakni terdiri atas dua parameter yaitu Fisika dan Kimia, untuk parameter fisika terdiri dari kedalaman, suhu, kecepatan arus dan kecerahan, sedangkan untuk parameter kimia yaitu salinitas, derajat keasaman (pH), oksigen terlarut (DO), nitrat dan fosfat. Hasil analisis kelayakan lokasi pada satasiun I dan stasiun II menunjukan nilai total skor sebesar 66 dimana nilai tersebut menunjukan nilai yang layak marginal (S3) sebagai lokasi budidaya ika kerapu bebek.Kata Kunci: Kerapu bebek, kelayakan lokasi, kualitas perairan, pulau maitara, evaluasi perairan

    Pengaruh pemberian dosis tepung Maggot (Hermetia illucens) berbeda terhadap pertumbuhan Udang Vaname (Litopenaeus vannamei) dalam wadah terkontrol

    No full text
    Udang merupakan salah satu komoditas perikanan di Indonesia yang berkontribusi cukup besar bagi ekonomi perikanan nasional. Pakan merupakan salah satu komponen strategis yang sangat penting dalam menentukan keberhasilan usaha budidaya di tambak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian dosis tepung maggot (H. illucens) yang berbeda terhadap pertumbuhan udang vaname (L. vannamei). Penelitian ini dilaksanakan selama 60 hari di UPT Laboratorium Terpadu Unkhair Kelurahan Sasa Kota Ternate. Rancangan acak lengkap (RAL) digunakan dalam eksperimen yang terdiri dari empat perlakuan dan tiga kali ulangan. Perlakuan yang diberikan yaitu dosis maggot 40%, dosis maggot 45%, dosis maggot 50% dan tanpa dosis maggot (kontrol). Penambahan dosis tepung maggot memperlihatkan bahwa laju pertumbuhan spesifik udang Vaname sebesar 0,04 gr/hari, pertumbuhan berat mutlak 1,62 gr, kelangsungan hidup 90%, dan FCR 0,83, sedangkan kualitas air selama penelitian masih berada pada kirasan optimal yaitu DO 6,73-4,84 ppm, suhu 25,95–26,040C, salinitas 15 70-17 42 ppt dan pH 8,14-8,30. Pemberian pakan maggot dengan dosis berbeda tidak berpegaruh terhadap kinerja pertumbuhan dan FCR, akan tetapi berpengaruh nyata pada kelangsungan hidup (SR) udang vaname. Kata kunci: maggot, pertumbuhan, kelangsungan hidup, FCR, udang vanam

    Analisis Kelayakan Lokasi Budidaya Teripang Pasir (Holothuria scabra). Berdasarkan Parameter Kualiatas Air Di Perairan Desa Foya Kecamatan Gane Timur Kabupaten Halmahera Selatan

    No full text
    Perairan Desa Foya Kecematan Gane Timur memiliki sumberdaya perikanan yang cukup baik untuk budidaya khususnya teripang pasir, salah satu komoditi perikanan yang bernilai ekonomia tinggi adalah teripang pasir (Holothuria scabra) baik di pasar lokal maupun pasar internasional jenis biota ini dikenal dengan nama teat fisth. Kehidupan teripang pasir di alam dipengaruhi oleh faktor fisika-kimia perairan, substrat dan aktifitas penangkapan. Mengantisipasi kegiatan penangkapan yang berlebihan (overfising) di alam, perlu diadakan pengalihan kegiatan, dimana kegiatan penangkapan dialihkan pada kegiatan budidaya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui tingkat kesesuaian perairan Desa Foya Kecamatan Gane Timur untuk budidaya teripang pasir berdasarkan parameter kualitas air. Penelitian ini dilakukan di perairan Desa Foya Kecamatan Gane Timur yang dilakukan pada bulan September-Oktober 2021 di tiga titik stasiun. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survey. Analisis data parameter kualitas air menggunakan metode pembobotan/skorring untuk setiap stasiun, dasar perairan dan faktor kerlindungan dilakukan secara in situ. Hasil penelitian menunjukan bahwa tingkat kesesuaian untuk budidaya teripang pasir di perairan Desa Foya cukup sesuai, dengan total skor pada setiap stasiun adalah (A) 77,78-100= Sesuai (S1), (B) 55,55-77,77= cukup sesuai (S2), dan (C) <55,54= tidak sesuai (S3), ini menunjukan bahwa perairan Desa Foya merupakan daerah potensial untuk bididaya teripang pasir. namun bila dilihat dari data parameter kualitas diperlukan penelitian lanjutan terkait beberapa parameter yang tidak diukur pada lokasi penelitian seperti nitrat, nitrit, fosfat.Kata kunci : Kesesuaian lokasi, parameter kualitas air, teripang pasi

    Kelimpahan plankton pada budidaya udang vaname (Litopenaeusvannamei) dengan kepadatan berbeda di tambak lahan pasir

    No full text
    Penelitian ini bertujuan mengestimasi kelimpahan dan kestabilan perairan tambak melalui pengukuran indek sbiologi (keanekaragaman, keseragaman dan dominansi plankton) di tambak intensif dengan kepadatan berbeda. Percobaan telah dilakukan menggunakan 9 petak tambak dengan ukuran 3x4m2(12m2). Percobaan dirancang dalam 3 perlakuan padat tebar berbeda(100, 200 dan 300 m2) yang diulangi sebanyak 3 kali. Periode pemeliharaan udang selama 75 hari dengan mengukur indeks biologi plankton (keragaman, keseragaman dan dominansi). Pengamatan dilakukan di laboratorium terhadap kelimpahan jenis plankton dan parameter fisika-kimia air dilakukan terhadap suhu, kecerahan, pH, salinitas dan DO setiap hari. Sedangkan nitrite, nitrat, amonia dan BOT diamati setiap dua minggu. Analisis dilakukan terhadap indeks keragaman, indeks keseragaman dan indeks dominansi plankton di tambak. Ditemukan 5 genera dan 18 spesies pada tambak lahan pasir. Kelimpahan terbanyak didapatkan pada genera Chlorophyta dan Bacillariophyta. Indeks keragaman plankton relative sama pada ketiga perlakuan (0,11-0,35), indeks keseragaman sebesar 0,04-0,12 dan indeks dominansi sebesar 0,85-0,97. Indeks keragaman dan keseragaman relative rendah, meskipun demikian, indeks dominansi plankton relative stabil.Kata kunci : Indeksbiologi, kelimpahan, plankton, tambak, vanam

    The trials of seaweed Caulerpa racemosa cultivation using the off-bottom culture at The Kastela Waters, Ternate Island Districht, Ternate City

    No full text
    Seaweed of Caulerpa racemosa  has bright prospects for cultivation. In North Maluku province in general, the cultivation of seaweed Caulerpa sp has never been developed, even though the waters of North Maluku have enormous potential, because this type of seaweed is scattered in various marine waters in North Maluku. One of the efforts that needs to be done is to carry out this type of seaweed cultivation in an optimal and sustainable manner.The seaweed Caulerpa racemosa cultivation unit used in this study was the off-bottom method measuring 5 m x 10 m. This size can contain 5 stretch ropes/risers with a length of 10 m and a distance of 1 m between the stretch ropes/risers. Each stretch / riser line contains about 45 seed clump points with a distance between clumps of 15 cm. The observation procedure for the growth of Caulerpa racemosa seaweed was carried out by weighing the seaweed seeds in each stretch/riser rope. The weight of seed that is weighed is the weight of seeds at the time of planting and the weight of seaweed at harvest.The results showed that the average growth rate of  seaweed Caulerpa racemosa was varied for each rope. In ris 1 rope, the average absolute weight growth reached 100.88 grams, ropes 113.33 grams, ris rope 3, 88.00 grams, rope ris 4, 116.00 grams, and rope ris 5, amounting to 113, 33 grams. In general, the highest growth in absolute weight was found in the fourth rope, which was 116.00 grams
    corecore