29 research outputs found

    The Socio-Economic Impacts of the Porong Mud Volcano on the Shrimp Fisheries Sector in Sidoarjo District, East Java Province, Indonesia

    Get PDF
    This thesis analyses the socioeconomic impact of the Sidoarjo mud volcano on shrimp fisheries’ production. It adapts the sustainable livelihoods framework in order to investigate how local livelihood assets are utilised to maintain and adapt livelihood strategies in response to river pollution in the context of a local and globalised aquaculture industry

    Religious Activities and Empowerment : Sustainable Livelihood Framework Approach In Enhancing The Desa Luworo Potencies

    Get PDF
    The marginality and governmental alignments are the two main issues in community development. The role of Tengkulak Rentenir, and Pengijon are significant in Luworo Village. Not only as a financial provider, they also play as connector among the peasant farmer and market. As a result the farmer receipts their selling agricultural productions below market prices. In order to support and giving additional value to their agricultural products an assistance program involving a female Islamic study group of Masjid Al-Hidayah conducted. The assistance activities conducted through SLF approach. The five phases of SLF are: identifying vulnerability; mapping the livelihood assets owned by the community; observing transforming structures and processes; and identifying livelihood strategies and formulating livelihood outcomes.Marjinalitas dan keberpihakan pemerintah adalah dua isu utama dalam pengembangan masyarakat.Peran Tengkulak, Rentenir, dan Pengijon di Desa Luworo.signifikan. Tidak hanya sebagai penyedia pembiayaan, mereka juga berperan sebagai penghubung antara petani dan pasar. Akibatnya, petani menerima penjualan hasil pertanian mereka di bawah harga pasar. Untuk mendukung dan memberi nilai tambah pada produk pertanian, program bantuan dilakukan dengan melibatkan kelompok Pengajian Masjid Al-Hidayah. Kegiatan yang melibatkan kelompok pengajian ini dilakukan melalui pendekatan SLF. Lima fase SLF adalah: mengidentifikasi kerentanan; memetakan aset mata pencaharian; mengamati transformasi struktur dan proses; dan mengidentifikasi strategi mata pencaharian dan merumuskan hasil mata pencaharian

    Supply Chain Risk Management in Shrimp Industry before and during Mud Volcano Disaster: An Initial Concept

    Get PDF
    AbstractThe aim of this paper is to analyse the function of supply chain risk management in supporting shrimp industry before and during mud volcano disaster in Sidoarjo (Indonesia). Articles related to supply chain risk management are identified and analysed. Theories and concepts are outlined in order to develop a supply chain risk management. Future research may explore the model with a qualitative research to identify and analyse the application of supply chain risk management in shrimp industry. Supply chain risk management can help this sector to sustain their business. There has been little investigation in shrimp industry so that further study in this sector is needed. This study can be used by academicians and professionals who wish to address supply chain risk management practice in shrimp supply chain. Investigating the role of supply chain risk management in shrimp sector will enable the farmer, small traders, manager in depots and processing plants to prevent risks to their business. This paper recognizes that supply chain risk management requires further study in different method and sectors to enrich the understanding of key constructs

    PROSPECT OF SUKUK IN FINANCING DISASTER MITIGATION DEVELOPMENT PROGRAM : AN INITIAL CONSEPTS OF INFRASTRUCTURE APPROACH IN PROVIDING SOLUTION TOWARD SHRIMP FARMER AFFECTED BY PORONG MUD VOLCANO

    Get PDF
    A major environmental and social disaster has begun on May 29, 2006. A hot hazardous mud and gases has erupted in Porong Sidoarjo in East Java. The disaster not only destroyed infrastructures and buried approximately 600 hectares of land and housing but also the industries within vicinity. The Indonesian Supreme Audit Board (2007) (BPK-Badan Pemeriksa Keuangan) calculated the losses of local infrastructure and buried areas at around Rp 32.895.970 million. Appropriate and adequate relief are needs to be conducted. So far, government just concentrated in mitigating the physical effort such as embanked the mud or relocate the public infrastructures. What it’s more when the government rebuild the new public infrastructure occur, another problem such as the land owner that their land is proposed as the location of the new infrastructure rejected. The rejection is due to the inappropriate compensation that is offered. Another problem is that the socio economic problems such as disturbed small medium enterprises because of the mud, or the occurring huge number of new unemployment or annoying education process for school age victims

    Pengaruh Work From Home (WFH) terhadap Kinerja Karyawan Pada Masa Pandemi COVID-19

    Get PDF
    Covid-19 mempengaruhi berbagai sektor terutama sistem ketenagakerjaan perusahaan. Pelaksanaan sistem kerja dari rumah menggunakan konsep kerja secara online dengan pengawasan atasan perusahaan. Karyawan melakukan kegiatan kerja melalui aplikasi media online, seperti: whatsapp, telegram, zoom, meet google, dan web resmi perusahaan. Penelitian ini bertujuan sebagai sarana informasi terkait pengaruh kerja dari rumah terhadap kinerja karyawan pada masa Covid-19. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif. Dalam proses pengumpulan data penelitian kualitatif, peneliti menggunakan metode trianggulasi data dan analisa data induktif. Peneliti menggunakan tujuh narasumber, yaitu: manajemen general affair, manajemen workshop, tiga karyawan workshop, dan dua karyawan technical publication pada badan usaha milik negara wilayah Juanda Sidoarjo. Hasil penelitian membuktikan, bahwa kerja dari rumah (work from home) memberikan pengaruh yang signifikan terhadap kinerja karyawan pada masa Covid-19. Karyawan merasakan tidak ada kebebasan seperti kerja dari kantor dan kurangnya efektivitas penerapan kerja dari rumah. Karyawan menggantungkan hasil kerja pada mesin perusahaan. Kinerja karyawan mengalami hambatan. Karyawan tidak bisa menyelesaikan pekerjaan secara cepat

    PENERAPAN TRANSIT-ORIENTED DEVELOPMENT KOTA SURABAYA MENUJU GREEN DAN SUSTAINABLE CITY

    Get PDF
    Sustainable urban development requires serious attention to the relationship between urban transportation and green open spaces. The concept of Transit Oriented Development (TOD) has emerged as a practical approach to integrating these aspects. Surabaya faces challenges in addressing transportation issues while maintaining the sustainability of green open spaces. This research uses the TOD concept to study the relationship between urban transportation and green open spaces in Surabaya. A qualitative research approach is employed, supported by available secondary data. The research analysis results indicate that the TOD concept can enhance the relationship between urban transportation and green open spaces. Reducing the use of private vehicles can help mitigate adverse environmental impacts and improve access to green open spaces through better integrating public transport with the local environment. Critical elements in ensuring the sustainability of green open spaces include community involvement. Stakeholder involvement is crucial in designing and implementing the TOD concept to achieve the goals of sustainable urban development in Surabaya. ABSTRAK Pembangunan kota berkelanjutan memerlukan perhatian serius terhadap hubungan antara transportasi perkotaan dan ruang terbuka hijau. Konsep Transit-Oriented Development (TOD) telah muncul sebagai pendekatan yang efektif untuk mengintegrasikan hal tersebut. Kota Surabaya menghadapi tantangan dalam mengatasi masalah transportasi dan menjaga keberlanjutan ruang terbuka hijau. Penelitian ini dilakukan untuk melakukan kajian dengan menggunakan konsep TOD, hubungan antara transportasi perkotaan dan ruang terbuka hijau di Surabaya. Penelitian kualitatif dilakukan dengan ditunjang oleh data sekunder yang tersedia. Hasil analisis penelitian memperlihatkan bahwa gagasan TOD dapat meningkatkan hubungan antara transportasi perkotaan dan kawasan terbuka hijau. Pengurangan penggunaan kendaraan pribadi dapat membantu mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan dan meningkatkan aksesibilitas ke ruang terbuka hijau, melalui integrasi angkutan umum yang lebih baik dengan lingkungan setempat. Elemen kunci dalam memastikan kelangsungan kawasan terbuka hijau adalah keterlibatan masyarakat. Dalam upaya pemenuhan tujuan pembangunan kota berkelanjutan di Surabaya, dibutuhkan keterlibatan para pemangku kepentingan dalam perancangan dan implementasi konsep TOD

    Between values and power: ideological orientation of santri-based parties in Indonesia

    Get PDF
    Political parties in Indonesia have evolved from time to time, including santri-based political parties. The management board changes, constituent demands, and the impact of power relation are the factors that influence the political parties' changes. The aim of this study is to analyze the relationship between values and power in the santri-based parties, in relation with the consistency of the parties and the politicians in a struggle for supporting ideology practices. The methods of this study are literature review and participant observation by using content analysis, discourse analysis and self-reflective. The findings indicate that the santri-based parties face a dilemma and burden in practicing Islamic values when they had been elected for house representative or executive position. As a result, the elected politicians often act pragmatically beyond the platform of the party. This study classifies the santri-based parties into two groups: out-of-the-law party and disorientation party. The former means that the party neglecting and not comply with the principles, values, and norm that stated in the party constitution in obtaining power. PKB, PAN and PKS are examples. While the latter means the party actions and program has developed beyond the party goals and constitution. PPP is an example. The major cause is the internal vulnerable condition the party encountering that triggered by conflict in gaining mass basis support. Furthermore, the Islamic parties also experience external competition with nationalist religious party in gaining votes. However, even though the Islamic parties have internal and external challenges, santri-based parties remain acknowledged as a significant political force. This is because the Islamic party has significant and real social support from Muslim voters and strong bargaining power in the political arena in Indonesia

    PENDEKATAN SUSTAINABLE LIVELIHOOD FRAMEWORK DALAM RANGKA MEMBONGKAR DOMINASI TENGKULAK MELALUI KEGIATAN KEAGAMAAN: Study Kasus pada Pendampingan Kuliah Kerja Nyata PAR 2012 di Desa Luworo Kecamatan Pilang Kenceng Kabupaten Madiun

    Get PDF
    Kondisi masyarakat yang terpasung oleh kondisi geografis dan kebijakan pemerintah dalam penyediaan infrastruktur transportasi menyebabkan distribusi produksi pertanian terhambat. Masyarakat mengandalkan jasa tengkulak dan peng-Ijon dalam menjual produk pertanian. Kesempatan untuk bisa mendapatkan nilai jual hasil pertanian tinggi menjadi sulit. Apa dan bagaimana potensi, kerentanan dan proses dukungan kebijakan di Desa Luworo bisa mengurangi ketergantungan terhadap tengkulak dan ijon melalui kegiatan berbasis keagamaan?Untuk mengetahui persoalan tersebut kami menggunakan pendekatan SLF dengan empat variable analisis yaitu : analisis potensi dan akses sumber daya, analisa kerentanan dan kapasitas, analisa kebijakan, kelembagaan dan proses, serta melihat sejauh mana pengaruh global/pasar terhadap kerentanan masyarakat. Dari pendekatan Sustainable livelihood framework yang dikombinasi dengan pemberdayaan masyarakat yang berbasis budaya mendapatkan hasil yang sangat positif. Pendekatan keagaman mampu meningkatkan pemberdayaan masyarakat dan sebaliknya pemberdayaan masyarakat mampu meningkatkan kehidupan beragama masyarakat desa Luworo

    ANALISIS TREN PERDAGANGAN PADA ORGANISASI REGIONAL DALAM PEREKONOMIAN APEC DITINJAU DARI INDEKS REVEALED COMPARATIF ADVANTAGE (SUATU STUDI KASUS PADA ASEAN-5, JEPANG, DAN KOREA TAHUN 1990-1999)

    Get PDF
    Penulisan Skripsi ini melihat pembentukan blok perdagangan dari kaca mata competitive advantage dengan alat indeks Revealed Comparatif Advantage pada perekonomonian negara negara anggota APEC , mengapa APEC ?, karena kelompok negara ini merupakan kekuatan terbesar ekonomi dunia dan ini dapat dilihat dari eksponen anggota APEC yang berasal dari berbagai kerjasama regional yang ada. Dengan potensi yang dimiliki oleh masing masing negara, Penelitian ini memfokuskan pada Studi kasus ASEAN-5 (Indonesia, Malaysia, Philipina, Singapura,Thailand) dengan Jepang dan Korea Sebagai pembanding dengan range waktu Tahun 1990-1999, yang mengunakan komoditi yang berkode 3 digit dari ISIC (The International Standard Industrial Classification). Perkembangan ekonomi dari negara APEC memberi karakteristik tersendiri jika ditinjau dari geografis dan competitive advantage yang dimiliki sehingga dapat diprediksi adanya polarisasi pergerakan APEC menjadi beberapa blok perdagangan tersendiri dalam APEC sejalan dengan perekonomian yang berhasil diraih oleh masing-masing negara, terlebih dengan adanya titik pertumbuhan ekonomi yang signifikan dikawasan tertentu, sehingga secara sederhana akan muncul enam magnet yaitu: Di Asia Selatan ada Jepang dan Korea, Asia tenggara ada ASEAN dengan AFTA, Kawasan China dengan RRC, Hongkong dan Taiwan, Amerika Utara ada Canada , Amerika Serikat, Mexico dengan NAFTA, Pasifik Selatan terdapat, Australia, New Zealand, Papua New Guinea (Persemakmuran Inggris di Pasifik), dan Rusia, dengan perkembangan di masing-masing kawasan akan lebih menyulitkan untuk merumuskan secara kongkrit kebijakan bersama yang menyatukan regional Asia dan sekitar wilayah pasifik dalam satu bentuk kerja sarna yang ideal. Pengamatan dilakukan dengan terlebih dahulu mengklasifikasikan negara negara APEC dalam beberapa kelompok regional berdasar kerjasama regional yang ada. Negara anggota APEC ada yang berhimpun diri dalam ASEAN (Association of South East Asian Nations), CAFTA (the Negotiation of the Canadian-American Free Trade Area) atau NAFTA (North American Free Trade Area), dan atau bentuk kerja sama bilateral seperti The Closer Economic Relations (CER) antara Australia dengan New Zealand, dengan tujuan awal dari masing-masing kerjasama ini untuk memajukan wilayah regionalnya akan membawa akibat adanya sentrisisme masing-masing kawasan dan pengklasifikasian ini diperbandingkan dengan seluruh potensi ekonomi anggota APEC dan dari sini akan terlihat kecenderung polarisasi perdagangan ada apa tidak. Kemudian pengamatan difokuskan pada satu kawasan yaitu Asia Tenggara dengan ASEAN-5 (Indonesia, Malaysia, Philipina, Singapura,Thailand) di bandingkan dengan Jepang dan Korea dengan alat indeks Revealed Comparative Advantage dibantu dengan Rasio Perdagangan internasional serta tarif untuk komoditi dengan kode ISIC 3 digit selama 10 tahun dari tahun 1990-1999

    Perilaku Panic Buying dan Resiliensi dalam Menghadapi Krisis Pandemi Covid-19

    Get PDF
    Tulisan ini bertujuan untuk menganalisis strategi bisnis yang dijalankan pelaku usaha dalam memenuhi kebutuhan masyarakat selama masa pandemi covid 19 berdasarkan keterkaitan antara perubahan perilaku masyarakat dengan fenomena panic buying. Jenis pendekatan pada penelitian ini adalah pendekatan mix method dengan pengumpulan data menggunakan kuesioner dan wawancara terstruktur kepada 32 responden terpilih. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan pembatasan sosial mempengaruhi eksistensi pedagang kecil di pasar tradisional, dimana pendapatan para pedagang menurun drastis karena perubahan perilaku masyarakat yang bersikap selektif dalam memilih produk. Di sisi lain, beberapa individu maupun kelompok masyarakat memilih untuk membeli barang dengan jumlah yang sangat besar sehingga mengakibatkan terganggunya rantai pasokan. Dengan demikian, respon masyarakat yang beragam memiliki korelasi kuat dengan teori resiliensi, yakni sebagai wujud upaya adaptasi untuk mengatasi berbagai tekanan akibat pandemi Covid-19. Hasil penelitian ini berimplikasi pada sebuah rekomendasi tentang strategi bertahan hidup masyarakat dalam mencegah timbulnya kepanikan, serta strategi UMKM untuk pulih dari kemerosotan perekonomian
    corecore