48 research outputs found

    Peran Sosial Politik Kyai di Indonesia

    Get PDF
    The social and political behavior differences among the Kyais (Islamic religious leaders) have been very much influenced by two main factors: their social position and personal capability. The former factor relates with their social position with which they drive the social changes. They function as a'cultural broker' becouse they can communicate with various social groups and accommodate each social group's interest. The latter factor deals with their capability, based on their understanding about Islamic teachings, in guiding their local Islamic believers to make their political decisions

    PENGARUH KECEPATAN PEMOTONGAN TERHADAP INTEGRITAS PERMUKAAN DENGAN PAHAT END MILL 4 SLOT PADA BAHAN ALUMINIUM

    Get PDF
    Proses milling merupakan salah satu proses pemesinan yang banyak digunakan untuk pembuatan suatu komponen. Pada pengujian ini proses pemotongan di lakukan pada mesin milling dengan jenis pemotongan up cut dan down cut menggunakan pahat end mill. Dari hasil pengujian pada pemotongan up cut di peroleh nilai kekasaran permukaan yang terbaik adalah 0,19 ?m pada kecepatan potong 80 m/min, pemakanan 100 mm/min dan kedalaman potong 0,2 mm. Pada pemotongan down cut kekasaran permukaan terbaik adalah 0,16 ?m pada kecepatan potong 80 m/min, pemakanan 100 mm/min dan kedalaman potong 0,2 mm. Secara umum kekasaran permukaan yang di peroleh dengan pemotongan down cut hasilnya lebih halus dibandingkan pemotongan up cut. Gaya maksimal arah up cut terjadi pada sumbu y (aksial) kecepatan potong 80 m/min, pemakanan 100 mm/min dan kedalaman potong 0,2 mm adalah 9,799 N. Sedangkan gaya maksimal arah down cut terjadi pada sumbu z (radial) kecepatan potong 80 m/min, pemakanan 100 mm/min dan kedalaman potong 0,2 mm adalah 39,64 N. Secara umum gaya potong arah up cut didapat nilai gaya lebih rendah dari pada gaya potong arah down cut. Oleh karna itu, semakin tinggi kecepatan potong maka semakin halus permukaan yang di hasilkan.Kata kunci : Arah pemotongan, kekasaran permukaan, dan gaya potong

    THE EFFECT OF USING FOLKTALE MOVIE ON STUDENTS’ABILITY IN WRITING NARRATIVE TEXTAT THE SECOND YEAROF STATE ISLAMIC SENIOR HIGH SCHOOL TEMBILAHAN INDRAGIRI HILIR REGENCY

    Get PDF
    Based on School Based Curriculum (KTSP), writing, as one of the language skills, should be taught and learned in Senior High School. State Islamic Senior High School (MAN) Tembilahan is one of the Schools in Tembilahan using it as the guidance in teaching and learning process. After doing preliminary observation at MAN Tembilahan, most of the students at the second year had low ability in writing. Their writing ability was still very far from the expectation of the basic competence of School Based Curriculum. Thus, the writer was interested in conducting the research entitled “The Effect of Using Folktale Movie on Students’ Ability in Writing Narrative Text at the Second Year of State Islamic Senior High School Tembilahan Indragiri Hilir Regency”. This research had 3 formulations of the problems that how students’ ability in writing narrative text at the second year of man tembilahan by using folktale movie is; how students’ ability in writing narrative text at the second year of MAN tembilahan without using folktale movie is; and whether or not there Is there any significant difference students’ ability in writing narrative text between the students who were taught by using folktale movie and those who were taught without using folktale movie. The type of the research was quasi-experimental research. The subject of this research was the second year students of MAN Tembilahan. In this research, the writer took two classes by using clustering sample randomly based on groups; experimental and control class. There were 68 students as the sample of this research from 366 students of population. In collecting the data, the writer used test and observation list. The test used was written test. In analyzing the data, the writer used t-Test formula. Finally, the writer found that the significant different was T0 3.54<Tt 2.66(1%). Based on the significant result above, Ha is accepted and Ho is rejected. Besides, after using folktale movie as media to teach students’ ability in writing narrative text has increasing from good to very good. while in control,after using conventional strategy (three-phased technique) to teach students’ ability in writing narrative text does not increase or still in good category.In conclusion, there is significant difference students’ ability in writing narrative text between the students who were taught by using folktale movie and those who were taught without folktale movie at the second year students of state Islamic senior high school Tembilahan

    Perilaku Sosial Politik Kiai di Tengah Masyarakat Transisi Kasus di Wilayah Cirebon dan Bandung

    Full text link
    Fenomena perbedaan perilaku sosial politik di kalangan kiai, dalam banyak hal, dipengaruhi oleh sekurang-kurangnya dua faktor. Pertama, faktor posisi sosial kiai, yang menurut studi-studi terdahulu, memperlihatkan adanya suatu kekuatan penggerak Perubahan masyarakat. Kedua, faktor kekuatan personal yang diwarnai pemikiran teologis yang menjadi dasar perilaku yang diperankannya. Hubungan kausalitas antara kedua faktor inilah yang kemudian dielaborasi secara kritis dalam tulisan ini. Dalam masyarakat Islam, kiai merupakan salah satu elit yang mempunyai kedudukan sangat terhormat dan berpengaruh besar pada perkembangan masyarakat tersebut. Kiai menjadi salah satu elit strategis dalam masyarakat karena ketokohannya sebagai figur yang memiliki pengetahuan luas dan mendalam mengenai ajaran Islam. Lebih dari itu, secara teologis ia juga dipandang sebagai sosok pewaris Nabi (waratsat al-anbiya).Secara spesifik, masalah pokok studi ini difokuskan pada deskripsi peran sosial politik kiai dalam medan sosial politik yang tumbuh dan berkembang,, khususnya pada masyarakat transisi. Dari beberapa kasus yang diamati berkenaan dengan peran sosial politik kiai di wilayah Cirebon dan Bandung diperoleh kesimpulan, ada hubungan antara persepsi teologis dengan perilaku sosial politik kiai. Perbedaan persepsi teologis para kiai memperlihatkan adanya perbedaan perilaku sosial politik yang diperankannya. Persepsi teologis serta perilaku sosial politik kiai tertentu tidak secara otomatis menghasilkan peran pengubah pada masyarakat sekitarnya

    Perilaku Sosial Politik Kiai di Tengah Masyarakat Transisi Kasus di Wilayah Cirebon dan Bandung

    Full text link
    Fenomena perbedaan perilaku sosial politik di kalangan kiai, dalam banyak hal, dipengaruhi oleh sekurang-kurangnya dua faktor. Pertama, faktor posisi sosial kiai, yang menurut studi-studi terdahulu, memperlihatkan adanya suatu kekuatan penggerak Perubahan masyarakat. Kedua, faktor kekuatan personal yang diwarnai pemikiran teologis yang menjadi dasar perilaku yang diperankannya. Hubungan kausalitas antara kedua faktor inilah yang kemudian dielaborasi secara kritis dalam tulisan ini. Dalam masyarakat Islam, kiai merupakan salah satu elit yang mempunyai kedudukan sangat terhormat dan berpengaruh besar pada perkembangan masyarakat tersebut. Kiai menjadi salah satu elit strategis dalam masyarakat karena ketokohannya sebagai figur yang memiliki pengetahuan luas dan mendalam mengenai ajaran Islam. Lebih dari itu, secara teologis ia juga dipandang sebagai sosok pewaris Nabi (waratsat al-anbiya).Secara spesifik, masalah pokok studi ini difokuskan pada deskripsi peran sosial politik kiai dalam medan sosial politik yang tumbuh dan berkembang,, khususnya pada masyarakat transisi. Dari beberapa kasus yang diamati berkenaan dengan peran sosial politik kiai di wilayah Cirebon dan Bandung diperoleh kesimpulan, ada hubungan antara persepsi teologis dengan perilaku sosial politik kiai. Perbedaan persepsi teologis para kiai memperlihatkan adanya perbedaan perilaku sosial politik yang diperankannya. Persepsi teologis serta perilaku sosial politik kiai tertentu tidak secara otomatis menghasilkan peran pengubah pada masyarakat sekitarnya

    Peran Sosial Politik Kiai di Indonesia

    Full text link
    Kiai merupakan suatu elit yang mempunyai kedudukan sangat terhormat dan berpengaruh besar terhadap perkembangan masyarakat Islam. Kiai menjadi salah satu elit strategis dan merupakan figur yang memiliki pengetahuan luas dan mendalam tentang ajaran Islam. Tidak mengherankan jika kiai kemudian menjadi sumber legimitasi dari berbagai persoalan yang dihadapi masyarakatnya. Pada titik inilah dapat dilihat peran-peran strategis kiai khususnya dalam aspek kehidupan sosial politik di Indonesia. Berdasarkan studi, ditemukan bahwa pertama, kiai terbukti melakukan sejumlah penafisiran ulang demi kepentingan kondisi sosial yang dihadapinya, walaupun tetap menggunakan corak pemikiran abad pertengahan. Kedua, pada umumnya kiai memusatkan perhatiannya pada dunia pendidikan, urusan sosial politik cenderung diterlantarkan, sehingga ketika arus reformasi muncul, banyak kiai yang tampak gagap menanggapinya. Berkaitan dengan peran sosial politik kiai, diindikasikan ada hubungan antara persepsi teologis dengan perilaku sosial politik kiai. Secara spesifik, perbedaan perilaku sosial politik kiai terlihat pula pada kelenturan sikap politik yang diperankannya. Kiai dengan latar sosioreligius kelompok modernis memiliki sikap cenderung tertutup, sedangkan kiai dengan latar belakang sosioreligius kelompok tradisional memiliki sikap yang cenderung lentur dan terbuka. Dengan fenomena ini maka dapat dikemukakan dua model kiai, Pertama, model yang memilih diam, ketika menghadapi berbagai Perubahan sosial politik mereka biasanya lebih memperhatikan lembaga pendidikan (dakwah). Kedua, model yang cepat tanggap terhadap berbagai Perubahan sosial politik, cenderung agresif dan ikut terlibat membidani kelahiran partai-partai

    Peran Wanita Karir dalam pemenuhan nafkah keluarga pada warga Kecamatan Jatiluhur Kabupaten Purwakarta : Analisis Gender dan perspektif Hukum Islam

    Get PDF
    Kewajiban pokok mencari nafkah adalah suami. Namun sesuai perkembangan zaman saat ini banyak wanita yang bekerja ingin mengembangkan karir dan membentu suami memenuhi nafkah keluarga. Dampak dari wanita bekerja anak terbengkalaiai pengawasan, pendidikan di rumah selama istri bekerja, dan menimbulkan masalah baru jika pendapatan istri lebih besar di banding suami..Peran bimbingan perkawinan di perlukan untuk mengatasi wanita karir dalam memenuhi nafkah keluaga. Penelitian ini untuk mngetahui: analisis peran ganda perempuan sebagai istri, ibu dan wanita yang bekerja diluar rumah, Untuk analisis gender terhadap wanita karir yang berperan dalam memenuhi nafkah keluarga., Untuk analisis Persfektif Hukum Islam terhadap wanita karir yang berperan dalam memenuhi nafkah keluarga di masyarakat Kecamatan Jaitluhur Kabupaten Purwakarta Penelitian ini menggunakan metode Analisis Deskriptif di mana data di paparkan secara narasi bukan statistik. Informasi data di dapat melalui observasi. wawancara kepada wanita karir, suami dilengkapi dikomentasi. Uji keabsahan data dilakukan melalui observasi, catatan lapangan hasil pengamatan. wawancara dan dokumentasi kemudia dikonsultasikan kepada ahli, dan disimpulkan.Hasil penelitian menunjukan bahwa peran wanita karir dalam memenuhi kebutuhan keluraga menurut pesrfektf hukum Islam bahwa peran wanita karir memenuhi kebutuhan keluarga dapat dipenuhi secara maksimal, kebutuhan sandang, pangan, papan, pakaian, pendidikan kesehatan dan lain- lain.Tentang hukum islam wanita karir memenuhi kebutuhan keluarga dan sesuai hukum keluarga tentang wanita karir menanamkan keyakinan beragama ,adab dan norma. fisik. dan mental intelektual. psikologis sehingga membentuk keperibadian yang baik bagi diri anak dapat dilaksanakan dengan baik. Peran wanita karir sebagai seorang ibu dan istri untuk suaminya, sebagai wanita karir dapat dilaknakan dengan baik. Faktor pendukung dari suami dan keluarga. Membagi tugas dan kewajiban secara adil. Dan faktor penghambat sulit nya membagi waktu, saling percaya dan mendukung antara suami. istri dan keluarga. Hasil dari peran wanita karir adalah terbantu kebutuhan nafkah keluarga dan peran bimbingan perkawinan dalam memberi bimbingan rumah tangga sakinah mawaddah warohmah kepada wanita kari

    Pengaruh PGPR dan Dosis Pupuk Kandang Kambing terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Terung Gelatik (Solanum melongena L.) Varietas Kenari

    Get PDF
    Terung (Solanum melongena L.) merupakan komoditas sayuran penting sebagian besar masyarakat Indonesia. Pemberian pupuk kandang kambing sebagai bahan organik dapat menyediakan nutrisi pada bakteri yang terkandung di dalam PGPR. Penelitian bertujuan mendapatkan dosis pupuk kandang kambing dan konsentrasi PGPR yang sesuai untuk meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman terung gelatik. Penelitian telah dilaksanakan pada bulan April - Agustus 2018, di kebun percobaan Universitas Brawijaya Desa Jatikerto, Kecamatan Kromengan Kabupaten Malang. Penelitian menggunakan rancangan petak terbagi (RPT). Petak utama, berbagai dosis pupuk kandang kambing (K) terdiri: 10 ton/ha (K1), 20 ton/ha (K2), dan 30 ton/ha (K3). Anak petak, berbagai konsentrasi PGPR (V) terdiri: tanpa pemberian PGPR (V0), 5 ml/liter (V1), 10 ml/liter (V2), 20 ml/liter (V3). Hasil menunjukkan interaksi perlakuan dosis pupuk kandang kambing 30 ton/ha dengan kombinasi konsentrasi PGPR 20 ml/liter menghasilkan jumlah daun dan jumlah cabang lebih besar dan berbeda nyata dibandingkan dengan perlakuan yang lainnya. Pupuk kandang kambing dosis 20 ton/ha nyata meningkatkan jumlah buah per tanaman, bobot segar buah per tanaman sebesar (477,4 g/tanaman), bobot segar buah per hektar (15,28 ton/ hektar). Konsentrasi PGPR 10 ml/liter nyata mampu meningkatkan jumlah buah dan berat kering tanaman terung gelatik.  Berdasarkan aspek usahatani, secara terpisah perlakuan pupuk kandang kambing dosis 30 ton/ha memberikan keuntungan yang tinggi dengan nilai R/C ratio sebesar 1,57% dan konsentrasi PGPR 20 ml/liter memberikan keuntungan yang tinggi dengan nilai R/C ratio sebesar 1,67 %. Sedangkan, kombinasi perlakuan dosis pupuk kandang kambing 10 ton/ha dengan konsentrasi PGPR 20 ml/liter memberikan keuntungan yang tinggi dengan nilai R/C ratio 1,80%

    RELASI BONDING DALAM MASYARAKAT BINAAN CSR (Studi Deskriptif Interpretif Relasi Sosial Masyarakat Binaan CSR PT Pertamina RU II Sungai Pakning di Kabupaten Bengkalis)

    Get PDF
    Abstrak. Penelitian ini beranjak dari terbatasnya kajian CSR (Corporate Social Responsibility) yang berorientasi pada masyarakat penerima manfaat yang ada di Indonesia. Teori yang diadaptasi dalam penelitian ini adalah teori modal sosial yang dikemukakan oleh Woolcock & Narayan. Metode penelitian dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif interpretif model Neuman. Penelitian ini menelaah bentuk modal sosial dalam bentuk relasi sosial bonding yang ada di masyarakat. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa relasi bonding terdapat dalam pola-pola relasi dalam masyarakat binaan yang menunjukkan bahwa ikatan intra kelompok penting untuk diperhatikan guna menjaga kekompakan kelompok. Hasil ini menunjukkan bahwa bentuk relasi sosial bonding memiliki dampak yang penting terhadap pelaksanaan CSR di suatu perusahaan. Relasi ini penting untuk dijaga melalui kegiatan komunikasi dialogis yang bertujuan untuk pembangunan yang dilakukan melalui cara-cara yang lebih intensif, terbuka dan partisipatif guna melahirkan relasi sosial yang sehat dan berkelanjutan. Kata kunci:   CSR; komunikasi pembangunan; modal sosial; relasi bondingAbstract. This research moved from the limited study of CSR (Corporate Social Responsibility) oriented to beneficiary communities in Indonesia. The theory adapted in this study is the theory of social capital proposed by Woolcock & Narayan. The research method in this study was qualitative with the interpretive descriptive approach of the Neuman model. This research examines forms of social capital in form of social relations that exist in society. The results of this study indicate that there are form of social relations that exist in society, namely bonding relations. Bonding relations show that intra-group bonds are important to consider in order to maintain group cohesiveness. These results indicate that the form of social relations have an important impact on the implementation of CSR in a company. This relation is important to be maintained through communication activities aimed at development carried out through more intensive, open and participatory ways in order to create Health and sustainable Social relations.  Keywords: CSR; Development Communication; Social Capital; Bonding Relations

    CORRELATION BETWEEN STUDENTS` VOCABULARY MASTERY AND THEIR READING COMPREHENSION OF NARRATIVE TEXT

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui korelasi antara penguasaan kosa kata dalam membaca teks narasi. Penelitian ini menggunakan desain co-relational pada ex post facto. Data sampel dipilih dengan menggunakan sistem acak. Pengambilan sampel diambil dari siswa kelas 9 SMP N 1 Tegineneng pesawaran kelas IX D yang terdiri dari 30 siswa. Pengumpulan data dengan menggunakan test dan dianalisa dengan menggunakan SPSS pada level significant 0,05 .Hasil menunjukan ada korelasi signifikan antara kemampuan penguasaan kosa kata siswa dan kemampuan narati teksnya, dengan rxy adalah 0.729 dengan N berjumlah 30, derajad kebebasan pada level 0,05 sementara r table 0.370 yang berarti korelasi signifikan. Oleh karena itu hipotesis penelitian h1 diterima dan hipotesis h0 ditolak.The objective of this research is to find out the correlation between students` vocabulary mastery and their reading focus on narrative text. This. The research design used a corelational design of ex post facto design. The samples of the research were selected by using simple random sampling from the students of the third year of SMP N 1 Tegineneng, Pesawaran. Class IX.D was taken as the sample class of this research which consists of 30 students. The data were collected by means of test and were analyzed by using SPSS at the significant level 0.05, the result showed that there was a significant correlation between students` vocabulary mastery and their reading comprehesion in of narrative text. The result showed that is 0.729 with N 30, Degree of freedom (df) N-2 to the real level = 0.05 while is 0.370. Thus, ; meaning the correlation is significant. Therefore, the research hypothesis ( ) was accepted and the null hypothesis ( ) was rejected.Keywords: narrative text, students, vocabular
    corecore