4,829 research outputs found

### THE COMPARATIVE STUDY ON THE STUDENTSâ SCORES OF THE MULTIPLE-CHOICE AND THE COMPLETION TESTS IN SIMPLE PRESENT TENSE AT SMK I TULUNGAGUNG

Teachers have the responsibility to assess or evaluate after teaching learning process. They cannot fail to note that some students learn more easily and rapidly than others. Teacher must follow the studentsâ progress; therefore they should adopt some appropriate technique of evaluation or testing. Some types of evaluation are the multiple choice test and the completion test. The multiple- choice test is test provided an option, and the completion test is a test without provided an option and the students study to use their own idea to answer the test. The purpose of this study is to know the result of the multiple-choice and the completion tests and to measure the difference between mean scores of the multiple-choice and the completion tests measuring the studentsâ ability in using simple present tense.The research design in this study is comparative study. The population of the study is the 1st year students of SMK 1 Tulungagung. It consists of six classes, they are A, B, C, D, E and F. The total population is 215 students. In this study the writer used cluster sampling because all the 1st year students of SMK 1 Tulungagung share the equal characteristics. The sample of this study is class C and D. They are 67 students as the sample of the study. The instrument used by the writer in this study is the multiple-choice test and the completion test. To analyze the data, the writer uses the t-test formula.Based on the analysis of the data, the mean of the multiple-choice test is higher than the completion test (78.43>72.40). The computation of t-test, t-value is 2.169 and the value of the t-table for .05 level of significance is 2.00. Since t-value is higher than t-table, it can be concluded that there is significant difference between the mean scores of the multiple-choice and the completion tests measuring the studentsâ ability by using simple present tense

### PENGARUH RETURN ON ASSETS, DEBT TO EQUITY, RETENSION RATE TERHADAP PERTUMBUHAN MODAL SENDIRI (Studi Kasus Pada Perusahaan Manufaktur Jenis Perusahaan Food and Beverages)

Populasi pada penelitian ini adalah perusahaan manufaktur yang terdapat di Bursa Efek Jakarta yang masuk dalam kelompok perusahaan makanan dan minuman (Food & Beverages). Periode penelitian adalah tahun 2002-2005. Data diambil dari Indonesia Capital Market Directory (ICMD). Alat analisis yang digunakan adalah analisis regresi berganda, uji t dan uji F. Serta dilakukan pengujian asumsi klasik, meliputi uji normalitas, multikolinearitas, heteroskedastisitas dan uji autokorelasi. Hasil analisis data menyimpulkan bahwa berdasarkan hasil uji t menunjukkan bahwa nilai probabilitas variabel ROA dan Retention Rate berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan modal sendiri. Hal ini ditunjukkan oleh nilai probabilitas t (p-value) lebih kecil 0,05 yaitu ROA (0,000) dan retention rate (0,000). Sedangkan untuk DER tidak berpengaruh signifikan karena nilai probabilitasnya lebih besar dari 0,05 (0,445). Hasil uji Fdiperoleh nilai F hitung sebesar 14,211 dengan probabilitas sebesar 0,000. Oleh karena nilai probabilitas F hitung (0,000) < 0,05, maka dapat disimpulkan bahwa ROA, DER dan Retention Rate secara serentak berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan modal sendiri. Hasil koefisien determinasi diperoleh nilai koefisien determinasi (Adjusted R2 ) sebesar 0,517. Hal ini berarti bahwa 51,7% dari variasi pertumbuhan modal sendiri dijelaskan variabel ROA, DER dan Retention Rate, sedangkan sisanya 48,3% (100%-51,7%) dijelaskan oleh sebab-sebab lain diluar model. Hasil uji asumsi klasik menunjukkan bahwa tidak ada masalah normalitas, multikolinearitas, heteroskedastisitas dan autokorelasi, sehingga persamaan regresi linear pada penelitian memenuhi unsur BLUE (best linear unbiased estimate) atau estimasi hasil penelitian ini tidak bias, sehingga hasil regresi dapat dipakai sebagai kesimpulan hasil penelitian

### IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE MAKE A MATCH PADA PEMBELAJARAN MATEMATIKA DI KELAS X ADMINISTRASI PERKANTORAN SMKN 1 BANJARMASIN TAHUN PELAJARAN 2011/2012

Salah satu jenis pendidikan pada tingkat menengah atas dalam ruang lingkup pembangunan nasional di bidang pendidikan adalah Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Matematika di SMK sangat penting, karena kemampuan penguasaan matematika di SMK menjadi landasan penting dalam mempelajari matematika ke jenjang yang lebih tinggi maupun untuk diaplikasikan langsung dalam kehidupan sehari-hari. Guru matematika kelas X Administrai Perkantoran SMKN 1 Banjarmasin mengatakan bahwa materi pembelajaran cenderung diajarkan dengan pengajaran langsung. Hal ini dapat menimbulkan kebosanan pada siswa. Banyak siswa yang menyenangi suatu pelajaran karena berawal dari rasa senang terhadap cara yang dilakukan guru dalam menyampaikan pelajaran, sehingga merasa termotivasi untuk mengikuti pelajaran yang akhirnya akan berpengaruh pada hasil belajar. Salah satu strategi atau pendekatan yang dapat digunakan agar pembelajaran dapat dipahami dan disenangi serta menjadi lebih bermakna bagi siswa adalah dengan menggunakan model pembelajaran. Salah satu model pembelajaran yang dapat digunakan adalah model pembelajaran kooperatif tipe make a match. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas siswa, hasil belajar siswa, dan respon siswa terhadap penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe Make A Match pada pembelajaran matematika. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Deskriptif. Subjek penelitian adalah siswa kelas X Administrasi Perkantoran SMKN 1 Banjarmasin tahun pelajaran 2011/2012. Instrumen penelitian yang digunakan adalah lembar observasi, tes hasil belajar, dan angket. Teknik analisis data menggunakan statistika deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas siswa dalam pembelajaran matematika menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Make A Match tinggi, namun pada beberapa aspek masih kurang tinggi. Hasil belajar siswa termasuk dalam kualifikasi baik. Siswa juga memberikan respon positif terhadap pembelajaran matematika menggunakan model ini. Kata kunci: model pembelajaran kooperatif tipe make a match, aktivitas, hasil belajar, respo

### Pengembangan Perangkat Pembelajaran Biologi Berbasis Model Pembelajaran Langsung pada Konsep Klasifikasi Makhluk Hidup

Penelitian ini adalah penelitian pengembangan (Research and Development) yang bertujuan untuk mengembangkan perangkat pembelajaran berbasis Model Pembelajaran Langsung pada konsep Klasifikasi Makhluk Hidup yang valid, praktis dan efektif bagi siswa kelas VII SMP Negeri 2 Wonomulyo,Kabupaten Polewali Mandar Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VII.a SMP Negeri 2 Wonomulyo ,sebanyak 28 orang terdiri dari 10 laki-laki dan 18 perempuan. Prosedur pengembangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Model Thiagarajan atau Model 4-D yang terdiri atas empat tahap yaitu tahap pendefenisian (define), tahap perancangan (design), tahap pengembangan (develop), dan tahap penyebaran (disseminate). Perangkat pembelajaran berbasis model Pembelajaran langsung yang dikembangkan telah divalidasi oleh pakar dan praktisi serta telah mengalami revisi sehingga didapatkan hasil yang layak digunakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perangkat pembelajaran berbasis Model Pembelajaran Langsung bersifat valid, praktis, dan efektif. Perangkat pembelajaran dikatakan telah memenuhi kriteria kevalidan meliputi RPP, Buku Peserta Didik dan LKPD masing-masing berada pada kategori "Sangat Valid", dikatakan praktis karena perangkat pembelajaran ini memiliki derajat keterlaksanaan dengan kategori terlaksana seluruhnya dan nilai reliabilitasnya kategori âreliabelâ. Selanjutnya, dikatakan efektif karena telah memenuhi kriteria keefektifan, dengan hasil: Pertama, pencapaian ketuntasan belajar secara klasikal dengan persentase ketuntasan 92,9 %. Kedua, aktivitas siswa dikategorikan efektif karena siswa aktif melibatkan diri untuk setiap aktivitas sesuai toleransi waktu ideal yang ditetapkan. Ketiga, Pada umumnya siswa memberikan respon yang positif terhadap perangkat pembelajaran yang digunakan. Keempat, kemampuan guru dalam mengelola pembelajaran untuk setiap aspeknya dalam kategori sangat tinggi. Kata Kunci: Pengembangan, Model Pembelajaran langsung, Klasifikasi Makhluk Hidu

### PENGARUH DIVIDEN DAN EARNING PER SHARE TERHADAP HARGA SAHAM PADA PERUSAHAAN OTOMOTIF YANG GO PUBLIK DI BURSA EFEK INDONESIA

Pertimbangan mengenai dividend payout ratio ini diduga sangat berkaitan dengan kinerja keuangan perusahaan. Bila kinerja keuangan perusahaan bagus maka perusahaan tersebut akan mampu menetapkan besarnya dividend payout ratio sesuai dengan harapan pemegang saham dan tentu saja tanpa mengabaikan kepentingan perusahaan untuk tetap sehat dan tumbuh. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh Earning Per Share dan Dividen terhadap Harga Saham pada Perusahaan Otomotif Yang Go Public di Bursa Efek Indonesia si dalam penelitian ini adalah seluruh perusahaan Otomotif yang go public di PT. Bursa Efek Indonesia. Teknik penentuan sampel yang dipergunakan dalam penelitian adalah purposive sampling, yaitu penentuan sampel dengan kriteria tertentu dengan jumlah 15 perusahaan. Model yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji regresi linier berganda. Setelah mengetahui permasalahan, meneliti dan membahas hasil penelitian tentang pengaruh Earning Per Share, Dividen terhadap Harga Saham maka dapat diambil beberapa kesimpulan sebagai berikut : variabel Earning Per Share memberikan kontribusi terhadap Harga Saham. Variabel Dividen memberikan kontribusi terhadap terhadap Harga Saham. Keywords : earning per share, dividen dan harga saha

### PENINGKATAN MINAT BELAJAR SISWA DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA MELALUI PENDEKATAN RESOURCE BASED LEARNING ( PTK di Kelas VII SMP Negeri 2 Colomadu Tahun Ajaran 2010 / 2011 )

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan minat belajar siswa dalam pembelajaran matematika melalui pendekatan resource based learning. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas bersifat kolaboratif antara peneliti, guru matematika, dan kepala sekolah SMP Negeri 2 Colomadu. Sebagai subjek penerima tindakan adalah siswa kelas VII C yang berjumlah 35 siswa, dan subjek pelaksanaan tindakan adalah peneliti dan guru matematika kelas VII C. Data dikumpulkan melalui metode observasi, catatan lapangan dan dokumentasi. Data dianalisis secara diskriptif kualitatif dengan analisis interaktif yang terdiri dari reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini mennunjukkan bahwa pembelajaran matematika dengan pendekatan Resource Based Learning dapat meningkatkan minat belajar siswa. Hal ini dilihat dari aspek â aspek berikut : 1) Antusias Siswa dalam mengikuti pelajaran matematika sebelum tindakan 34.3% meningkat sebanyak 37.1% pada akhir tindakan; 2) Siswa yang memberi tanggapan kepada guru atau siswa lain sebelum tindakan 8.6% meningkat sebanyak 34.3% pada akhir tindakan; 3) Siswa yang menjawab pertanyaan dari guru atau siswa lain sebelum tindakan 14.3% meningkat sebanyak 40% pada akhir tindakan; 4) Siswa menanyakan materi yang belum jelas sebelum tindakan 17.1% meningkat sebanyak 37.2% pada akhir tindakan. Kesimpulan penelitian ini adalah pembelajaran matematika dengan pendekatan resource based learning dapat meningkatkan minat belajar siswa

### Mengembangkan Kemampuan Motorik Halus Melalui Kegiatan Kolase Di Kelompok B2 Taman Kanak-Kanak Kemala Bhayangkari 01 Kecamatan Ujung Pandang Kota Makassar. Pengembangan Pembelajaran

ABSTRAK Rumusan masalah dalam pengembangan pembelajaran ini adalah apakah kegiatan kolase dapat mengembangkan motorik halus anak. Sedangkan tujuan pengembangan pembelajaran ini adalah untuk mengembangkan kemampuan motorik halus melalui kegiatan kolase di kelompok B2 Taman kanak-kanak kemala Bhayangkari 01 Kecamatan Ujung Pandang Kota Makassar. Pendekatan pengembangan pembelajaran ini adalah deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Instrumen pada pengembangan penelitian ini menggunakan observasi anak dengan memberikan nilai Berkembang sangat baik (BSB), Berkembang sesuai harapan(BSH), Mulai berkembang(MB), Belum berkembang(BB).subjek penelitian ini adalah anak-anak kelompok B2 berjumalh 19 anak di antaranya 11 anak laki-laki dan 8 anak perempuan.tehnik pengumpulan data menggunakan observasi dan dokumentasi. Hasil pengembangan pembelajaran menunjukkan bahwa kemampuan motorik halus anak melalui kegiatan kolase sudah berkembang sesuai harapan dengan hasil yang bagus sesuai yang di harapkan oleh guru

### PENGARUH MODAL KERJA TERHADAP RENTABILITAS MODAL SENDIRI PADA KOPERASI PEGAWAI REPUBLIK INDONESIA DKI JAKARTA

ERNAWATI. The Influence Working Capital To Profitability On The Indonesian Republic Employee Cooperation Of DKI Jakarta. Skripsi. Jakarta. Economic Education Study Program, Concentration in Accounting Education, Departement of Economics and Administration, Faculty of Economics, State University of Jakarta, 2013. This study aims to determine whether there is any influence working capital to profitability of Employee Cooperative Republic of Indonesia. Working capital in this study originated from the current assets. This Research was conducted at the Center for Employee Cooperative Republic of Indonesia which is located at Jl. Gunung Sahari Raya No 18 Jakarta. The method used in this research is survey method with the correlation approach and use the data ex post facto. The population covered in this study was 35 Employee Cooperatives Republic of Indonesia, members of PKP-RI in 2010 and samples used are 32 cooperatives with using simple random technique. Analysis using simple linear regression equation and the result is Ć¶ = 11,35 + 1,532X. To test the data analysis requirements of normality test error astimate of Y on X regression test was obtained L 4 o < L (0,134 < 0,157). This means that the normal distribution of data. In the linearity test result obtained regression Fo < Ft is 3,49 < 4,53 that can be concluded that the linear form of regression model. As for the significance tests obtained Fo > Ft is 6,38 > 4,17, indicating that the regression equation means (significance). Correlation coefficient test result using the Pearson Product Moment value obtained r t = 0,419, this means there is a positive relationship between working capital to profitability. From t-test caculations obtained t o > t t is 2,53 > 1,70 indicating a significant relationship (significance) between the variables X (working capital) with a variable Y (profitability). And this result of calculation of coefficient of determination values obtained 17,54%, which shows the amount of working capital contribution to profitability. From the results of this research has shown that there are positive and significant relationship (significance) between working capital with profitability

### KEEFEKTIFAN MEDIA AUDIO VISUAL DALAM MENGIDENTIFIKASI ALUR CERITA DAN KONFLIK DRAMA PADA SISWA KELAS XI SMA NEGERI 1 MAJENE

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan Keefektifan media audio visual dalam mengidentifikasi alur dan konflik drama siswa kelas XI SMA Negeri 1 Majene. Desain penelitian yang digunakan adalah desain deskriptif kuantitatif. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas XI SMA Negeri 1 Majene, yang jumlah siswa sebanyak 187 orang yang terdiri atas 86 siswa dan 101 siswi. Sampel pada penelitian ini terbagi menjadi dua kelompok, yaitu siswa kelas kontrol dan kelas eksperimen sebagai kelompok kontrol yang berjumlah 28 orang dan siswa kelas eksperimen berjumlah 28 orang. Penarikan sampel pada penelitian ini menggunakan teknik Sampel acak sederhana. Teknik yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah tes tertulis. Penelitian ini membandingkan hasil perlakuan kelompok eksperimen yang menggunakan media audio visual maupun kelompok control yang menggunakan media audio dengan menggunakan uji t. Berdasarkan hasil penelitian, dapat dinyatakan bahwa kelompok yang menggunakan media audio visual memperoleh hasil yang lebih baik dibandingkan dengan kelompok yang menggunakan media audio. Hasil analisis dengan uji t terbukti bahwa media audio visual efektif digunakan dalam mengidentifikasi alur dan konflik drama pada siswa kelas XI SMA Negeri 1 Majene, Hal ini dibuktikan dari hasil perhitungan yang menunjukan bahwa terhitung sebesar 67.87% yang mencapai Standandar KKM dari kelas control dan kelas eksperimen mencapai Standandar KKM 100%. maka ada perbedaan signifikan antara kelas yang menggunakan media audio dengan kelas yang menggunakan media audio visual. Hal ini membuktikan bahwa media audio visual efektif diterapkan dalam pembelajaran mengidentifikasi alur dan konflik drama pada siswa kelas XI SMA Negeri 1 Majene, Kabupaten Majene. Sesuai dengan hasil penelitian ini disarankan kepada guru mata pelajaran bahasa Indonesia di SMA Negeri 1 Majene Kabupaten Majene untuk menerapkan media audio visual pada pembelajaran menulis khususnya mengidentifikasi alur dan konflik drama. Kata Kunci : Keefektifan, Media, Audio Visual, Pembelajaran Dram

### HELENâS STRUGGLE FOR CARING CHILDREN REFLECTED IN GARRY MARSHALLâS RAISING HELEN (2004): AN INDIVIDUAL PSYCHOLOGICAL APPROACH

This research paper elaborates the struggle for caring children in Garry Marshallâs Raising Helen movie that is analyzed through in individual psychological approach. The objectives of the research are to analyze the structural elements of the movie and to analyze the movie based on individual psychological approach. This research belongs to a descriptive qualitative research. The data of the research is the movie entitled Raising Helen whereas the data source comes from both primary data source which is in the form of the script of the movie being researched and secondary data source related to the research as some books of individual psychological theories, internet and other relevant information. Based on the analysis, the researcher comes to the following conclusions: Garry Marshall presents the main character of Helen that is drawn as a young woman who has carefree life style that suddenly has to responsible for caring three children after the death of her sister. During the flow of the story Helen experiences obstacle that take maturation for her
• âŠ