33 research outputs found

    Pengaruh Volume Usaha, Modal Sendiri Terhadap Rentabilitas Modal Sendiri Yang Dimoderasi Oleh JumlahAnggota Koperasi Wanita

    Get PDF
    Jawa timur adalah salah satu propinsi yang memiliki tingkat pertumbuhan ekonomi yang tinggi di Indonesia. Salah satu sektor yang menyumbang pertumbuhan ekonorni adalah koperasi dan UMKM. Data tahun 2015 menyebutkan bahwa UMKM dan Koperasi menyumbang 20% dari Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Jawa Timur atau sekitar Rp 1.690 triliun. Pada 2015, jumlah angkatan kerja Jawa Timur 20 juta orang, sedangkan yang bekerja 19 juta orang. Dari 19 juta orang yang bekerja di Jawa Timur 11 juta bekerja di sektor UMKM dan Koperasi (www.Jatimprov.go.id). Kontribusi yang besar dari UMKM dan Koperasi di Jawa timur merupakan prestasi yang perlu dipertahankan dan ditingkatkan lagi sejalan dengan persaingan usaha yang semakin ketat dan tantangan menghadapi pasar bebas ASEAN (MEA). Salah satu program pemerintah propinsi Jawa Timur terhadap peningkatan kontribusi koperasi dalam perekonomian adalah membentuk koperasi wanita. Salah alasan program ini adalah pemerintah propinsi Jawa Timur ingin meningkatkan peran perempuan dalam pemberdayaan perekonomian keluarga. Selanjutnya melalui perekonomian keluarga yang kuat akan membawa dampak positif terhadap perekonomian lingkungan sekitar. Hal ini memang tidak salah karena diberbagai daerah perempuan memegang peran yang cukup vital dalam perekonomian keluarga, teruma di daerah pedesaan. Selain itu, di luar negeri model pemberdayaan perekonomian yang melibatkan peran serta perempuan telah banyak dilakukan. pemberian hadiah nobel perdamaian 2006 bagi Prof Mohammad Yunus dan Grameen Bank dari Bangladesh memberi pelajaran berharga bagi pengelolaan ekonomi negaranegara di dunia. Salah satu pembelajaran menarik adalah lineamya eksistensi Grameen Bank dengan kenyataan sebagian besar nasabah yang dilayaninya adalah kaum perempuan

    Improving Learning Berbasis Pengalaman Diri Sebagai Model Pembelajaran Dalam Membentuk Jiwa Kewirausahaan Anak Putus SekolahDi Kabupaten Blitar

    Get PDF
                 Kewirausahaan merupakan kegjatan yang terns ditumbuh kembangkan di Indonesia. Saat ini mulai bennunculan para wirausahawan dari berbagai kalangan, seperti dari kalangan ibu-ibu rumah tangga, mahasiswa, karyawan, dan lain sebagainya. Pertumbuhan wirausaha di Indonesia lebih berpusat di daerah perkotaan. Daerah perkotaan yang radat menjadikan peluang bisnis yang besar bagj peluang usaha. Hal ini menyebabkan terjadinya ketimpangan ekonomi antara daerah perkotaan dan pedesaan. Pada awalnya kewirausahaan sering dijmnpai dalarn dunia bisnis, namun akhir-akhir ini berkembang dari berbagai aspek kehidupan. Pelaku kewirausahaan tidak hanya dimiliki olch para wiraswasta atau usahawan kaya, namun kepada setiap orang yang mempunyai kemauan keras dan memiliki optimis serta kreatititas misalnya, petani, karyawan, guru, mahasiswa, anak jalanan, dan lain sebagainya. Pendidikan kewirausahaan dapat menjadi media proses pembentukan agen perubahan yang luar biasa di segala sektor. Tidak semua orang harus menjadi wirausahawan untuk merasakan keuntu gan pendidikan kewirausahaan, tetapi semua orang perlu menjadi lebih berjiwa wirausaha. Pendidikan kewirausahaan adalah pendidikan yang menerapkan prinsip-prinsip dan metodologi ke arah internalisasi kewirausahaan nilai-nilai kewirausahaan pada peserta didiknya melalui kurikulum yang terintegrasi. Hansemark (I998) menegaskan bahvva tujuan utama pendidikan kewirausahaan adalah untuk membangun kemampuan, pengetahuan, dan pembetukan karakter yang penting bagi aktivitas kewirausahaan. Dengan demikian pendidikan kewirausahaaan seharusnya mampu membentuk wirausaha dengan meningkatkan pengetahuan tentang bisnis dan membentuk atribut psikologi seperti kepercayaan diri, penghargaan terhadap diri sendiri dan efikasi diri.             Anak putus sekolah cenderung pasif dalam berpikir, karena mereka berpikir bahwa dengan usaha maupun tidak hidup mereka akan sama saja. Hal inilah yang menyebabkan anak putus sekolah sulit berkembang. Pola pikir inilah yang harus dirubah untuk memberikan kesempatan kepada anak putus sekolah menjalankan kehidupan yang sama dengan kita. Dalam hal ini penulis ingin melakukan penelitian tentang pengembangan model pembelajaran Improving Learning berbasis pengembangan diri untuk membentukjiwa kewirausahaan bagi anak putus sekolah

    KEPUTUSAN INVESTASI, DIVIDEN DAN PENDANAAN EKSTERNAL: SINERGISITAS DALAM MENINGKATKAN NILAI PERUSAHAAN

    Get PDF
    Keputusan investasi sangat penting dalam suatu perusahaan karena investasi  merupakan indikator eksistensi suatu perusahaan. Para pemegang saham akan menganggap perusahaan tidak memiliki prospek positif jika tidak ada investasi baru. Di sisi lain, perusahaan harus membagikan dividen disebabkan dividen juga dapat digunakan oleh manajer sebagai isyarat tunggal tentang prospek perusahaan di masa depan. Adanya penurunan jumlah dividen yang dibayarkan (dividen cut) dianggap pemegang saham sebagai gejala penurunan tingkat kesehatan perusahaan. Akhirnya, manajer perlu membuat keputusan tentang pendanaan baik pendanaan internal maupun pendanaan eksternal untuk menjaga tingkat dividen yang konstan atau tingkat investasi tertentu agar tidak memunculkan kesan negatif terhadap prospek perusahaan. Jadi, kombinasi yang serasi terhadap ketiga bentuk keputusan dividen, investasi dan pendanaan eksternal dalam suatu perusahaan akan sangat mempengaruhi keberadaan perusahaan dan diharapkan dapat meningkatkan kekayaan perusahaan dan kekayaan para pemegang sahamnya yang tercermin dalam harga saha

    The Competitive Advantage of Batik as A Cultural Heritage of Indonesia in International Markets (Case Study of PT. Batik Danar Hadi Surakarta)

    Get PDF
    Batik as a national cultural heritage is seen as a form of traditional knowledge and traditional cultural expression from the local society of Indonesia. Since, batik has a variety of exclusive product; it produces a high demand and potential to the world. For this, PT. Batik Danar Hadi owns many opportunities to expand the export of batik to the whole world. However, some obstacles are may existed and experienced by the export division of PT. Batik Danar Hadi. PT. Batik Danar Hadi is not able to produce the products in great quantities in a short production time, which means this company is not able yet to fulfill the costumer’s demand in maximum. This could be a threat for the company to compete with other exporters. Therefore, this research aims to analyze the competence of competitive quality of Indonesian batik products of PT. Batik Danar Hadi Surakarta in international market domain. The method of data collection and analysis exerted in this research is descriptive qualitative method in the type of case study. The instrument used to analyze the competence of competitive quality of products is Berlian Porter’s theory. From the analysis result exerting the theory of Berlian Porter shows that there is interrelatedness between main and supporting components. It indicates that batik owns the competitive quality and high competence in the international markets, yet it needs a strategy to strengthen the competitiveness. To know the expanding strategy, this research uses SWOT analysis. Due to the strategy analysis, it needs to expand the market by the strategy of owned positioning brand, to develop other products that have been produced by employing qualified human resources, to make an invention of a new technology of sunlight supplementary as a solution to speed up the production process, to raise market share, to add the production space to the buyers to fix the scale of costumer priorities. Keywords: Competitiveness, Batik, International Market

    SINYAL YANG DITIMBULKAN OLEH INFORMASI ARUS KAS, LABA DAN NILAI TAMBAH PASAR DALAM MENDONGKRAK HARGA SAHAM PERUSAHAAN CONSUMER GOODS DI INDONESIA

    Get PDF
    Abstract: The main purpose of corporation is to increas firm value that repflected by stock prices. This research aims to describe relationship betwen cash flow from operastion, accounting income and market value added and stock prices of consumer goods company in Indonesia.. The population used in this research are consumer goods companies which are registered in Bursa Efek Indonesia 2011-2014 as many as 38 companies which will be chosen randomly using lottery to get 10 companies. The data analyzing technique used is multiple regression analysis. The result of this research shows that cash flow of operating activities, accounting income, and MVA significantly influence the stock prices. This result  proving that cash flow of operating activities, accounting income, and MVA have a positif information content about prospect corporation in the future. Keyword: cash flow of operating activities, accounting income, market value added, stock prices Abstrak: Tujuan utama korporasi adalah meningkatkan nilai perusahaan yang tercermin dari harga sahamnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Arus Kas Operasi, Laba Akuntansi dan Market Value Added (MVA) terhadap Harga Saham perusahaan-perusahaan consumer goods di Indonesia. Populasi dalam penelitian ini adalah perusahaan consumer goods yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2011-2014 sebanyak 38 perusahaan. Sampel dipilih secara acak dengan teknik simple random sampling dengan cara lotere menetapkan  sebanyak 10 perusahaan. Dengan menggunakan teknik analisis regresi berganda, diperoleh hasil  bahwa arus kas aktivitas operasi, laba akuntansi, dan MVA berpengaruh signifikan terhadap harga saham. Hasil ini membuktikan bahwa arus kas aktivitas operasi, laba akuntasi dan market value added memiliki kandungan informasi positif atas prospek perusahaan di masa datang. Kata Kunci: arus kas aktivitas operasi, laba akuntansi, market value added, harga saha

    Pengaruh Struktur Modal dan Ukuran Perusahaan Terhadap Profitabilitas Perusahaan Indonesia (Studi Pada Perusahaan Sektor Properti dan Real Estate yang Listing di BEI Periode 2012-2014)

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi struktur modal, firm size dan profitabilitas pada perusahaan sektor properti dan real estate yang listing di BEI periode 2012-2014. Serta untuk mengetahui pengaruh struktur modal terhadap profitabilitas yang dimoderasi oleh firm size. Populasi penelitian ini ialah 45 perusahaan sektor properti dan real estate yang listing di BEI 2012-2014. Sampel yang diambil sebanyak 36 perusahaan dengan teknik pengambilan sampel purposive sampling. Teknik analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah regresi linear sederhana dan regresi moderasi menggunakan uji interaksi. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa struktur modal berpengaruh positif signifikan terhadap profitabilitas dan firm size tidak memoderasi pengaruh struktur modal terhadap profitabilitas

    Aktivitas Volume Perdagangan Abnormal

    Get PDF
    Information content test that aims to see the market reaction to an event only focuses on the presence or the absence of abnormal return. Therefore, it is necessary to test the information content based on trading volume as an alternative to the existing method. This research tried to test information content of bonus share announcements in Indonesia Stock Exchange (BEI). The objectives of this study are to describe the abnormal trading volume activity, test the market reaction to the bonus shares announcements, and determine whether there are differences between ATVA before and after the bonus shares announcements. This research used ATVA analysis method. The sample size used in this research was 33 bonus shares announcement events in BEI in 2006-2017. There was a downtrend of bonus share distribution, and this is because the company considered not to distribute bonus shares at a certain time. Market reacted to bonus share announcement as shown by ATVA in t-1 with significance value of 0,048. This reaction indicates a possibility of information leakage regarding bonus share distribution. There is significant difference of ATVA between before and after bonus share announcements with significance value 0,069. There was a decrease in ATVA after the bonus shares announcements. The decrease in ATVA happened due to the investors’ strategy to hold their shares until the cum-date period ended.Keywords: abnormal trading volume activity, bonus shares, market reaction, BEIAbstrak: Pengujian kandungan informasi yang bertujuan untuk melihat reaksi pasar atas suatu peristiwa selama ini hanya berfokus pada ada atau tidaknya abnormal return. Untuk itu diperlukan pengujian kandungan informasi berdasarkan volume perdagangan sebagai alternatif dari metode yang sudah ada. Penelitian ini menguji kandungan informasi dari pengumuman saham bonus di Bursa Efek Indonesia (BEI). Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan abnormal trading volume activity, menguji reaksi pasar terhadap pengumuman saham bonus, serta untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan ATVA sebelum dan sesudah pengumuman saham bonus. Penelitian ini menggunakan analisis ATVA. Besaran sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebesar 33 peristiwa pembagian saham bonus di BEI pada periode 2006-2017. Terjadi kecenderungan penurunan jumlah peristiwa pembagian saham bonus, hal ini disebabkan karena perusahaan menganggap tidak perlu membagikan saham bonusnya pada waktu tertentu. Pasar bereaksi pada pengumuman pembagian saham bonus, hal ini ditandai dengan adanya ATVA di t-1 dengan nilai signifikansi sebesar 0,048. Reaksi ini timbul dari adanya kebocoran informasi mengenai pembagian saham bonus. Terdapat perbedaan ATVA yang signifikan antara sebelum dan sesudah pengumuman saham bonus dengan nilai signifikansi sebesar 0,069. Dimana nilai ATVA di periode setelah pengumuman saham bonus lebih rendah, penurunan ini terjadi karena strategi investor untuk menahan saham yang sudah dimiliki sampai periode cum date berakhir.Kata kunci: abnormal trading volume activity, saham bonus, reaksi pasar, BE

    Accrual-based vs cash-based accounting in affecting underpricing phenomenon: Evidence from emerging country

    Get PDF
    Until now, more than 80 percent of shares are underpriced at every IPO event around the world, making it a phenomenon and a big unsolved puzzle, so it is still interesting and relevant to research, especially in emerging countries. This study aims to reveal the impact of profitability information based on accrual and cash on the phenomenon of underpricing on the Indonesia Stock Exchange (IDX). The sample used was firms that conducted IPOs on the IDX from 1994-2020 that had met the sample criteria of 475 firms using the purposive sampling method. Furthermore, the collected cross-section data were analyzed using ordinary least square (OLS) regression. The study concluded that only accrual-based profitability information consistently affects underpricing. These results also support the argument that the use of the accrual-based is better than the cash-based to predict underpricing. This study implies that IPO firms to pay more attention to, strengthen, and maintain their 'earnings' so that investors are more confident regarding the firm's future business continuity. In addition, investors are more detailed in using information from the prospectuses of large firms.Until now, more than 80 percent of shares are underpriced at every IPO event around the world, making it a phenomenon and a big unsolved puzzle, so it is still interesting and relevant to research, especially in emerging countries. This study aims to reveal the impact of profitability information based on accrual and cash on the phenomenon of underpricing on the Indonesia Stock Exchange (IDX). The sample used was firms that conducted IPOs on the IDX from 1994-2020 that had met the sample criteria of 475 firms using the purposive sampling method. Furthermore, the collected cross-section data were analyzed using ordinary least square (OLS) regression. The study concluded that only accrual-based profitability information consistently affects underpricing. These results also support the argument that the use of the accrual-based is better than the cash-based to predict underpricing. This study implies that IPO firms to pay more attention to, strengthen, and maintain their 'earnings' so that investors are more confident regarding the firm's future business continuity. In addition, investors are more detailed in using information from the prospectuses of large firms

    Kinerja Keuangan Perusahaan Asuransi Jiwa Konvensional di Indonesia Periode 2015-2018

    Get PDF
    This research aims to analyze the effect of financial indicator such as premium income, investment returns, volume of capital, loss ratio, operating expenses and risk based capital on the profitability (ROA) of conventional life insurance companies during the first quarter of 2015 until the third quarter of 2018. This research uses premium income, investment returns, volume of capital, loss ratio, operating expenses and risk based capital as independent variables and the dependent variable is Return On Assets, and joint venture alliance strategies as a control variable. The population of data is conventional life insurance companies in Indonesia during 2015 until 2018. This research used a purposive sampling technique, it was found that 14 companies met the sample criteria. The analysis model uses regression analysis. The research results show that premium income has a positive significant effect on ROA, the volume of capital has a positive significant effect on ROA and operating expenses have a negative significant effect on ROA. While investment returns, loss ratios and risk based capital, and joint venture alliance strategies do not have a significant effect on ROA. Meanwhile, a joint venture alliance strategies are not significant in influencing the relationship of independent variables to ROA. Further research is recommended to conduct a different test of the financial performance of insurance companies, national life insurance companies and joint venture life insurance companies.  Riset ini bertujuan menganalisis pengaruh indikator keuangan perusahaan asuransi yang terdiri atas pendapatan premi, hasil investasi, volume of capital, loss ratio, beban operasional dan risk based capital terhadap profitabilitas (ROA) di perusahaan asuransi jiwa konvensional periode triwulan I 2015 - triwulan III 2018. Riset ini menggunakan pendapatan premi, hasil investasi, volume of capital, loss ratio, beban operasional dan risk based capital sebagai variabel bebas dan variabel terikatnya Return On Assets, serta menggunakan strategi aliansi joint venture sebagai variabel kontrol. Populasi adalah perusahaan asuransi jiwa konvensional di Indonesia selama periode 2015-2018, teknik sampling purposive sampling didapatkan 14 perusahaan yang memenuhi kriteria sampel. Model analisis menggunakan analisis regresi. Hasil riset menunjukan bahwa pendapatan premi dan volume of capital berpengaruh positif signifikan terhadap ROA. Beban operasional berpengaruh negatif signifikan terhadap ROA. Hasil investasi, loss ratio dan risk based capital, dan strategi alansi joint venture tidak berpengaruh signifikan pada ROA. Sementara itu, strategi aliansi joint venture tidak mempengaruhi hubungan variabel bebas terhadap ROA. Penelitian selanjutnya disarankan untuk melakukan uji beda kinerja keuangan perusahaan asuransi national life insurance company dan joint venture life insurance company

    PengaruhReturn on Equity,Debt to Equity Ratiodan UmurPerusahaan Terhadap Kebijakan Dividen (Studi Pada PerusahaanManufaktur Yang Terdaftar Di BEI Tahun 2014)

    Get PDF
    : The purpose of this research is to find out the partial effect of Return On Equity(ROE)and Debt to Equity Ratio(DER) on dividend policy and the company's age as variables thatmoderating the influence ROE and DER against dividend policy. The populations are142manufacturing companies that listed at Indonesia Stock Exchange (IDX) in 2014. Purposivesampling technique that used result in 45 companies. The data is analyzed using multipleregression analysis and moderation analysis using residual test.The results of multiple regressionanalysis shows that the ROE does not have a significant effect on dividend policy, DER hassignificant negative effect on dividend policy, while the result of moderation analysis usingresidual test shows that the age of the companies does not moderate the influence of ROE towardsdividend policy and the influence of DER towards dividend policy as well
    corecore