32 research outputs found

    Peningkatan Kemampuan Membaca Pemahaman Dengan Menggunakan Strategi Drta Pada Siswa Kelas IV SDN 12 Sungai Lareh Kota Padang

    Get PDF
    Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan pemahaman membaca menggunakan strategi DRTA pada siswa kelas IV SDN 12 Sungai Lareh Kota Padang. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya pemahaman membaca siswa, yang merupakan hasil dari strategi yang kurang optimal yang digunakan oleh guru. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan penelitian tindakan kelas dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Subyek penelitian ini adalah 24 siswa Kelas IV SDN 12 Sungai Lareh Kota Padang, 14 siswa laki-laki dan 10 siswa perempuan. Data dikumpulkan dengan menggunakan teknik observasi. Hasil penelitian ini dapat meningkatkan pemahaman membaca siswa kelas IV SDN 12 Sungai Lareh dengan menerapkan strategi DRTA pada prabaca dan pascabaca. Hasil belajar yang dicapai siswa pada Siklus I dengan rata-rata pada setiap tingkatan adalah (1) sebelum membaca 58,6, (2) selama membaca 54,6, (3) setelah membaca 54,59 dan yang dicapai siswa pada Siklus II. . Nilai untuk setiap level adalah (1) 83,31, (2) 94,83 dalam membaca, (3) 90,8 setelah membaca. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa penggunaan strategi DRTA dapat meningkatkan kemampuan membaca siswa kelas IV SDN 12 Sungai Lareh Kota Padan

    STRATEGI PENGEMBANGAN USAHA KERAMBA JARING APUNG DI KOPERASI BONTANG “ETA MARITIM” KOTA BONTANG (Business Development Strategy For Floating Net Cages At The Bontang Eta Maritim Cooperative, Bontang City)

    Get PDF
    The purpose of this study was to analyze the business development strategy for floating net cages at the Bontang Eta Maritim Cooperative, Bontang City. Floating net cages are modern fish farming containers and are commonly found in Indonesian waters. This study used a purposive sampling method, collecting primary data using interview and questionnaire techniques. Secondary data was obtained from library sources related to research. Data analysis used descriptive analysis Analytical Hierarchy Process (AHP). Using the AHP method, the priority proposals for marine development strategies for Bontang Eta Maritim cooperatives were obtained by strengthening facilities and infrastructure (0.43), with the alternative provision of seeds (0.60), The second priority that must be strengthened is institutional (0.35), with the alternative of providing technical guidance (0.30), and the last thing that must be strengthened is the priority of human resources (0.22) with the alternative of providing cultivation training (0.55)

    KESERASIAN SOSIAL DAN POLITIK DALAM MASYARAKAT “BERBILANG KAUM” DI KOTA SIBOLGA

    Get PDF
    Tujuan penelitian ini untuk melihat sejauh mana implementasi konstruksi keragaman masyarakat Indonesia di Kota Sibolga yang dikenal sebagai “Negeri Berbilang Kaum”.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah jenis penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan, bahasa pesisir sebagai bahasa pemersatu diantara etnis yang berbeda, sehingga keberadaan bahasa pesisir tersebut dapat mendukung terciptanya masyarakat yang serasi dan rukun. Kondisi keserasian sosial ini juga terlihat dari adanya Adat Sumando sebagai adat pemersatu dalam setiap perkawinan yang dilakukan. Adat Sumando adalah pertambahan atau percampuran satu keluarga dengan keluarga lain yang seagama, yang diikat dengan tali pernikahan menurut hukum Islam dan disahkan dengan suatu acara adat Pesisir. Adat ini merupakan campuran dari hukum Islam, adat Minangkabau, dan adat Batak. Keberadaan Adat Sumando inilah yang membuat kota ini menjadi lebih unik, dimana ketika etnis Batak yang sudah masuk ke dalam Adat Sumando yang notabene beragama Islam, maka marga yang ada tetap dipakai. Hal inilah membuat masyarakat yang bermarga Batak tetapi beretnis Pesisir. Dari hasil penelitian ini juga menunjukan bahwa ada beberapa faktor pendukung terciptanya keserasian sosial dalam masyarakat multi etnis di Kota Sibolga sebagai berikut: Pertama; faktor historis, dimana sejak berdirinya kota ini telah ramai di kunjungi oleh pendatang dari berbagai daerah dan beragam etnis yang terjalin dalam interaksi sosial yang harmonis sehingga menjadikan kota ini sebagai kota yang dinamis dan terbuka serta menjadi kota yang mapan dalam mengelola masyarakat yang harmonis dalam keberagaman (harmony in diversity). Kedua; faktor adaptasi, dimana kemampuan masyarakat yang tinggal di kota ini dalam menguasai bahasa Pesisir dalam berinteraksi sehari-hari, sehingga kemampuan adaptif inilah yang membuat masyarakat hidup serasi dan rukun. Ketiga; faktor demografi dan pola pemukiman, dimana dengan kepadatan penduduk yang cukup tinggi di kota ini mengakibatkan pola pemukiman membaur yang cenderung meniadakan garis pemisah (border line) atau mereduksi komunikasi yang terbatas, sehingga dapat meningkatkan interaksi dan kontak sosial yang semakin intens

    Strategi pembelajaran menyenangkan dengan humor/ Darmasyah

    No full text
    xiii, 204 hal.: ill.; 21 cm

    Strategi pembelajaran menyenangkan dengan humor/ Darmasyah

    No full text
    xiii, 204 hal.: ill.; 21 cm

    Strategi pembelajaran menyenangkan dengan humor/ Darmasyah

    No full text
    xiii, 204 hal.: ill.; 21 cm

    Strategi pembelajaran menyenangkan dengan humor/ Darmasyah

    No full text
    xiii, 204 hal.: ill.; 21 cm

    Strategi pembelajaran menyenangkan dengan humor/ Darmasyah

    No full text
    xiii, 204 hal.: ill.; 21 cm

    ANALISIS DESKRIPTIF PERSEPSI KONSUMEN TERHADAP PENERAPAN VISUAL MERCHANDISING DALAM MENDORONG TERJADINYA IMPULSE BUYING (KASUS PADA RITEL HYPERMART KOTA BENGKULU)

    No full text
    Menghadapi kehidupan yang lebih maju, setiap pengusaha ritel perlu mempersiapkan untuk kemajuan perusahaannya demi mendapatkan laba yang lebih besar dari konsumen. Salah satu faktor yang dapat membuat konsumen tertarik pada produk mereka yaitu perusahaan ritel menggunakan aplikasi yang disebut visual merchandising sehingga mendorong konsumen untuk melakukan impulse buying. Aplikasi ini merupakan salah satu aplikasi yang bertujuan untuk mempresentasikan barang dagangan kepada konsumen. Pada penelitian diharapkan mendapatkan manfaat : memberikan upaya untuk meningkatkan penggunaan aplikasi visual merchandising pada Hypermart, serta sebagai bahan bagi penelitian berikutnya. Indikasi-indikasi dalam visual merchandising adalah warna (colour), tampilan produk (product display), musik (music), pencahayaan (lighting), tampilan toko (store display), kebersihan (cleanlines).Tujuan penelitian ini adalah menganalisis secara deskriptif persepsi konsumen terhadap penerapan visual merchandising dalam mendorong terjadinya impulse buying (kasus pada ritel Hypermart). Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif, dengan pengumpulan data yang dilakukan pada penelitian ini menggunakan kuesioner, serta metode yang digunakan dalam pengambilan sample yaitu accidental sampling. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh konsumen yang pernah berbelanja di Hypermart provinsi Bengkulu sebanyak 100 orang. Hasil penelitian yang diperoleh secara umum menggambarkan bahwa dimensi cleanlines menjadi dimensi tertinggi pada indikasi visual merchandising dengan nilai 4.38 dengan kualifikasi sangat baik, dan dimensi terendah didapatkan oleh colour dengan nilai 4.01 namun masih berada kategori cukup baik. Kesimpulan dari penelitian ini menyatakan bahwa penggunaan aplikasi visual merchandising dalam mendorong terjadinya impulse buying pada ritel Hypermart provinsi Bengkulu dalam kondisi sangat baik. Maka sebagai tindak lanjut atau saran pihak perusahaan harus mempertahankan dan meningkatkan penerapan aplikasi visual merchandising

    Strategi pembelajaran menyenangkan dengan humor/ Darmasyah

    No full text
    xiii, 204 hal.: ill.; 21 cm
    corecore