177 research outputs found

    PENINGKATAN SUBJECTIVE WELL-BEING MELALUI PENGUATAN KEBERSYUKURAN SISWA DALAM INTERAKSI SOSIAL

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas penguatan kebersyukuran melalui intervensi menulis surat syukur terhadap peningkatan subjective well being siswa dalam interaksi sosial. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dan desain penelitian eksperimen. Subjek penelitian ini adalah 20 siswa SD, masing-masing adalah 10 siswa untuk kelompok eksperimen dan 10 siswa untuk kelompok kontrol. Kelompok eksperimen diberikan perlakuan menulis surat syukur. Pengumpulan data menggunakan skala Satisfaction with Life Scale (SWLS) dan Positive Affect and Negative Affect Scale (PANAS) untuk mengukur subjective well-being, sementara Gratitude, Resentment Appréciation Test-Short Form (GRAT-Short Form) digunakan untuk mengukur kebersyukuran siswa. Teknik analisis data menggunakan paired sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan penguatan kebersyukuran melalui intervensi menulis surat syukur memberikan bukti dapat meningkatkan subjective well-being siswa khususnya dalam dua komponen utama subjective well-being (kepuasan hidup dan afek positif). Siswa yang mendapatkan intervensi menulis surat syukur menunjukkan perbedaan yang signifikan pada tingkat subjective well-being daripada siswa yang tidak menulis surat syukur

    ANALISIS NOMINAL GROUP EXPERIENTIAL PADA STRUKTUR KALIMAT BAHASA INGGRIS: KAJIAN TATA BAHASA FUNGSIONAL

    Get PDF
    Artikel berjudul “Analisis Nominal Group Experiential Pada Struktur Kalimat Bahasa Inggris†membahas masalah functional components bentuk Nominal Group. Nominal Group memiliki variasi yang dapat meliputi beberapa bentuk kelas kata yang diklasifikasi kedalam fungsional strukturnya dibanding group lainnya. Tujuan dari artikel ini adalah untuk mendeskripsikan, menjelaskan Nominal Group apa yang terdapat pada data dalam artikel berita bisnis BBC dan memunculkan jenis Experiential Roles apa yang terdapat pada Nominal Group tersebut. Teori Nominal Group digunakan untuk menganalisis data dari Halliday (1984), dan Bloor dan Bloor (2004). Metode yang digunakan di artikel ini adalah metode deskriptif dengan menganalisis dan memaparkan data yang diambil dari artikel berita bisnis BBC. Berdasarkan analisis yang dilakukan, dapat disimpulkan bahwa klasifikasi nominal group yang terdiri dari premodifier dan Head, premodifier tersebut meliputi beberapa unit konstituen seperti: determiner, epithet, deictic, qualifier, numeral, classifier, specifier, dan quantifier, diklasifikasikan ke dalam jenis elemen berbeda sesuai dengan kelas kata yang membentuk premodifier

    Self Love Training for Orphanage Youth

    Get PDF
    Adolescence is a period of transition from children to adults. The problems that are most often experienced are lack of self-confidence, low optimism and a sense of insecurity, especially for teenagers who live in orphanages. The training was held on August 22, 2021, the participants of teenagers from the Aisyiyah Gombong Orphanage, aged from elementary to high school. With self-love training, it is hoped that orphanage youth will become honest individuals about their own shortcomings, and can find positive strengths they have, so that they become teenagers who have a positive, optimistic, confident self-concept and are physically mentally healthy. The implemen-tation method is divided into 3 stages, namely the stage of preparation, implementation and evalu-ation. In the implementation stage, the activit is were carried out using a lecture method on the meaning and importance of self-love, educational games (games) life mapping and discussions. The following is one of the opinions of the participants after receiving the training, "It is a pleasure to be able to participate in this training. Previously, they were insecure, but now it has decreased"

    Pendekatan Episode dalam Pengembangan Program Pendidlkan Sejarah Perjuangan Bangsa

    Full text link
    Dalam rangka mengembangkan semangat cinta tanah air sebagai tercantum dalam Tujuan Pendidikan Nasional (GBHN - 1983), maka mulai tahun akademik 1984/1985 akan dilaksanakan progam Pendidikan Sejarah Perjuangan Bangsa. Program Pendidikan Sejarah Perjuangan Bangsa dikembangkan dari Sejarah Nasional. Titik berat program pendidikan ini adalah pada matra afektif (pendidikan nilai) dengan tujuan untuk menanamkan, meresapkan, mengembangkan, dan meneruskan jiwa, semangat dan nilai-nilai1945 kepada generasi muda. Status program Pendidikau Sejarah Perjuangau Bangsa adalah sebagai bidang studi yang berdiri sendiri dan masuk pada kelompok Program Pendidikan Umum sejajar dengan Pendidikan agama, PMP, Pendidikan Olah Rga dan Kesehatan serta Pendidikan Kesenian. Pendektan yang dipergunakan dalam Pendidikan Sejarah perjuangan Bangsa adalah pendekatan episode. Yang dimaksud episode adalah tonggak-tonggak sejarah yang memiliki nilai-nilai perjuangan penting, yang mengandung jiwa, semangat danb nilai-nilai perjuangan yang luhur dan hakeki dari suatu bangsa. Makna dan nilai-nilai yang dikandung didalamnya inilah yang menentukan peranan penting episode sebagai wahana dan pendekatan dalam pengembangan program PendidikanSejarah Perjuangan Bangsa

    Time-Frequency Analysis Of Heart Sounds Using Windowed And Smooth Windowed Wigner-Ville Distribution

    Get PDF
    Heart sounds and murmurs are time-varying signals that would best be analyzed using time-frequency analysis. Windowed Wigner-Ville distribution (WWVD) and smooth windowed Wigner-Ville distribution (SWWVD) are used to obtain the timefiequency representation (TFR) of the signal. Determination of parameter setting of WWVD and SWWVD will eliminate the cross-terms and improve TFR. The accuracy of TFR will be determined based on the maiulohe width and signal-to-interference ratio. It is found that the most accurate TFR can be achieved using SWWVD

    Strategi Perilaku Guru Dalam Membantu Siswa Yang Mengalami Kesulitan Belajar Matematika

    Get PDF
    Rendahnya hasil belajar matematika siswa ini tentunya dipengaruhi oleh beberapa hal, salah satunya adalah proses pembelajaran yang tidak tepat. Dalam prosedur umum pelaksanaan pembelajaran sebagai berikut : kegiatan pra-pembelajaran, penyajian informasi, partisipasi siswa, evaluasi dan tindak lanjut yang sesuai dengan KKM. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui perilaku guru dalam membantu siswa yang mengalami kesulitan belajar matematika. Metode yang digunakan adalah wawancara, observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis induktif dan deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa prosedur umum pembelajaran yang meliputi kegiatan pra pembelajaran meliputi persiapan yang dilakukan sebelum mengajar meliputi media dan metode. Dari persiapan yang dilakukan menurutnya efektif dan bisa membantu dalam proses pembelajaran, dan dari kendalanya subjek tidak mengalami. Sedangkan dari penyajian informasi, usaha yang diberikan meliputi latihan dan permainan. Untuk kendala tidak begitu mengalami kesulitan, dalam proses pembelajaran subjek berusaha memberikan contoh disetiap pembelajaran. Dari partisipasi siswa subjek menggunakan latihan, permaian, respon yang muncul pun siswa merasa senang. Evaluasi sendiri subjek memberikan sebuah latihan, dari latihan yang diberikan menurutnya efektif karena dengan memberikan latihan subjek dapat mengetahui kualitas siswanya. Dari evaluasi yang diberikan dalam proses penilaian dengan cara subjek memberikan latihan dan latihan tersebut diperiksa apabila hasilnya jelek maka akan diberi latihan lagi serta diberi bimbingan. Dari tindak lanjut yang diberikan berupa mereview dan memberikan tambahan jam pelajaran. Kendalanya bagaimana cara siswa itu tertarik dan mau datang saat diberikan les

    Perbedaan Keterampilan Sosial Siswa Akselerasi Dengan Reguler

    Get PDF
    Penyelenggaraan program akselerasi atau percepatan belajar selain memberikan manfaat dan keuntungan bagi siswa berbakat akademik ternyata juga berpeluang menimbulkan permasalahan dan potensi negatif di bidang akademis yakni siswa mengalamai hambatan dalam mengembangkan keterampilan sosialnya dibandingkan siswa kelas reguler. Tujuan penelitian untuk mengetahui:1) Perbedaan keterampilan sosial siswa akselerasi dan reguler;2) Tingkat keterampilan sosial siswa akselerasi dan reguler. Hipotesis yang diajukan ada perbedaan keterampilan sosial antara siswa akselerasi dan reguler. Siswa reguler memiliki keterampilan sosial lebih tinggi dibandingkan dengan siswa akselerasi. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas XI program akselerasi dan siswa program reguler SMA N 1 Sukoharjo. Jumlah siswa program akselerasi sebanyak 47 siswa, sedangkan jumlah siswa kelas reguler diambil 40 siswa. Alat ukur menggunakan skala keterampilan sosial. Analisis data menggunakan uji t. Berdasarkan hasil analisis) diperoleh nilai t = 2,659; p=0,009 (p<0,01). Hasil ini berarti ada perbedaan yang sangat signifikan keterampilan sosial antara siswa kelas reguler dengan siswa kelas akselerasi. Nilai rata-rata keterampilan sosial siswa kelas reguler sebesar 106,200, dan nilai rata rata siswa kelas akselerasi sebesar 95,660; dengan demikian keterampilan sosial siswa kelas reguler lebih tinggi dibandingkan siswa kelas akselerasi. Nilai R2 = 0,077, menunjukkan sumbangan efektif perbedaan program akselerasi dan regular terhadap keterampilan sosial sebesar (7,7%). Nilai rerata empirik (RE) keterampilan sosial pada siswa kelas reguler =106,200 dan kelas akselerasi =95,660 dengan nilai rerata hipotetik (RH) = 107,5. Perbandingan nilai rerata empirik dan hipotetik tersebut menunjukkan keterampilan sosial pada siswa reguler dan siswa akselerasi tergolong sedang, namun kategori keterampilan social siswa kelas reguler sedang mengarah ke tinggi, adapun siswa kelas akselerasi keterampilan sosialnya mengarah ke kategori rendah
    corecore