11 research outputs found

    Peningkatan Hasil Belajar Peserta Didik dalam Pembeajaran Tematik Terpadu Menggunakan Model Cooperative Learning Tipe Talking Stick di kelas V SD

    Get PDF
    Penelitian ini dilatar belakangi oleh rendahnya hasil belajar peserta didik dalam pembelajaran tematik terpadu. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peningkatan hasil belajar peserta didik pada pembelajaran tematik terpadu dengan menggunakan model Cooperative Learning Tipe Talking Stick di kelas V SDN 10 Puhun Pintu Kabun Kota Bukittinggi.Penelitian ini dilaksanakan di SDN 10 Puhun Pintu Kabun Kota Bukittinggi dengan subjek penelitiannya adalah guru beserta siswa di kelas V. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dan kuantitatif dengan jenis penelitiannya Penelitian Tindakan Kelas(PTK). Penelitian ini dilaksanakan dalam 2 siklus yaitu siklus I dilaksanakan 2 pertemuan dan siklus II dilaksankan 1 pertemuan.Hasil penelitian dilihat dari aspek Rencana Pelaksanaan Pembelajaran di siklus I diperoleh rata-rata 86,10%(B) dan pada siklus II meningkat menjadi 94,44%(A). Pelaksanaan pembelajaran pada aspek guru siklus I diperoleh rata-rata yaitu 77,5%(C), dan pada siklus II meningkat menjadi 97,5%(A). Aspek peserta didik pada siklus I diperoleh rata-rata 76,25%(C), dan pada siklus II meningkat menjadi 97,5%(A). Hasil belajar peserta didik pada siklus I diperoleh rata-rata 78,25 dan pada siklus II meningkat menjadi 90,47.Dengan demikian model Cooperative Learning Tipe Talking Stick dapat meningkatkan hasil belajar pada pembelajaran tematik terpadu di sekolah dasar

    Peningkatan Hasil belajar Tematik terpadu Menggunakan Model Cooperative Learning Tipe Course Review Horay di Kelas V SDN 04 Garegeh Mandiangin Kota Selayan Kota Bukittinggi

    Get PDF
    Rendahnya hasil belajar siswa pada pembelajaran tema terpadu menjadi pendorong dilakukannya penelitian ini. Tujuan penelitian adalah untuk memberikan penjelasan atas kenaikan hasil belajar siswa. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dan kuantitatif dalam penelitian tindakan kelas. Subjek kajian ini adalah 20 instruktur dan siswa kelas 5 SDN 04 Garegeh, Bukittinggi. Data pelaksanaan, hasil belajar, dan data penilaian RPP. Teknik pengumpulan data melalui observasi, tes, dan metode lain selain tes. Pada siklus I rata-rata peningkatan RPP sebesar 86,36 persen, sedangkan pada siklus II sebesar 95,45 persen. Aktivitas siswa dalam menyelesaikan Siklus I rata-rata 84,08%, sedangkan aktivitas siswa dalam menyelesaikan Siklus II rata-rata 93,18%. Hasil belajar siswa pada siklus I rata-rata 77,35, sedangkan hasil belajar guru rata-rata 88,55. Model pembelajaran kooperatif CRH mungkin dapat mendongkrak prestasi belajar siswa

    Penggunaan Model Problem-Based Learning (PBL) Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Pada Pembelajaran Tematik Terpadu Kelas V SD

    Get PDF
    This study was inspired by field data that do not conform to ideal conditions, so there is still little impact on student learning outcomes. In general, this study aims to describe how integrated thematic learning in grade V SD using the Problem Based Learning (PBL) model improved student learning outcomes. Classroom action research, also known as CAR, employs both qualitative and quantitative methods. The study was carried out during the second semester of the academic year 2022–2023. The outcomes showed that in arranging cycle I acquired a normal of 87.45% then expanded in cycle II to 97.2%, execution of learning on the educator viewpoint, cycle I got a normal of 82.1% and encountered an expansion in cycle II to 92.8% and on the understudy perspective, cycle I got a typical score of 82.1% then expanded in cycle II to 92.8%, understudy learning results in cycle I got a typical score of 76.81 then expanded in cycle II to 89.73 . The Problem-Based Learning (PBL) model has the potential to enhance student learning outcomes in class V SD thematic learnin

    THE PARADIGMOF SCIENCE-RELIGION INTERCONNECTION IN THE STUDY OF LANGUAGE: THE CASE OF ORIGINS OF LANGUAGE

    Get PDF
    Language is the most important single characteristic that distinguishes human beings from other animal species. Human language appears to be a unique phenomenon.The ability of  human to communicate with one another in intelligent, symbolic, often abstract speech and writing is considered as a complete mystery to evolutionists. Even, they are unable to elucidate how language origanated. The linguists, then, propose various theories on the origins of language. Unfortunately, there is also insufficient theory which explains not only how human speech came about, but also why there are many different languages which have been developed in the world. In the paradigm of science-religion interconnection, such case can be connected to the exploration of verses of Qur’an which discusses human’s language. As a permanent miracle which was revealed by God the prophet Muhammad (peace and blessings of God upon him) during twenty-two years of Muhammad’s messengership, the Holy Qur’an profoundly speaks about human linguistic communication. This discusses the theory of origins of human language based on perspective of Qur’an and science. The evidence conclusively implies that God creates humans with the unique ability in oral and written communication, and even teach them to speak

    BUILDING TEACHERS’ INTERCULTURAL COMMUNICATION COMPETENCE IN THE DIGITAL ERA

    Get PDF
    This paper discusses the concept of intercultural communication competence and intercultural communication in education settings. The digital era which is indicated by the explosion of communication technologies has tremendous implication for intercultural communication. Intercultural communication is a transactional and symbolic process involving the attribution of meaning between people from different culture. It may occur not only in virtual environment in which people interact through communication technology media, but also in non-virtual settings. The ultimate terminal of intercultural communication skill is the ability to interact appropriately and effectively with those from other cultural background. Thus, teachers should master the intercultural communication competence, as learners and teachers come from a variety of cultural backgrounds and bring a variety of expectations to the interaction

    Peningkatan Keterampilan Berbicara Berbicara Menggunakan Model Cooperative Learning Tipe Artikulasi di Kelas IV Sekolah Dasar

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah penerapan model cooperative learning tipe artikulasi memberikan pengaruh yang signifikan terhadap pengingkatan hasil belajar peserta didik yang berhubungan dengan keterampilan berbicara pada kelas IV di Sekolah Dasar (SD), penelitian ini dilaksanakan pada materi pembelajaran Bahasa Indonesia khususnya materi puisi. Metode penelitian yang digunakan merupakan metode quasi experiment. Penelitian ini dilaksanakan di kenagarian Koto lamo khususnya di UPTD SDN 01 Koto Lamo dan UPTD SDN 02 Koto Lamo. Dalam penelitian terdapat dua kelompok sampel yaitu kelompok eksperimen dan kelompok kontrol, yang mana kedua kelompok sampel ini berjumlah sebanyak 25 peserta didik tiap masing – masing kelompoknya. Untuk kelompok eksperimen di laksanakan pembelajaran menggunakan model cooperative learning tipe artikulasi sedangkan untuk kelas kontrol menggunakan model pembelajaran konvensional. Berdasarkan perhitungan analisis uji- t yang telah dilakukan oleh peneliti untuk menguji hipotesis diperoleh nilai thitung sebesar 8,3745 dan ttabel  sebesar 1,708, sehingga didapatkanlah pernyataan thitung > ttabel. Dengan begitu dapat disimpulkan bahwa model cooperative learning tipe artikulasi memberikan pengaruh yang signifikan terhadap peningkatan  hasil belajar yang berkaitan dengan keterampilan berbicara peserta didik kelas IV sekolah dasar

    Pengaruh Media Pembelajaran Digital ( Kamus Digital) Terhadap Hasil Belajar Bahasa Indonesia Siswa kelas IV SD

    No full text
    The purpose of this study was to find out whether there was a significant difference between the learning outcomes of fourth grade Indonesian elementary school students who used digital teaching materials (digital dictionary) and those who used traditional teaching materials. The method used is an experimental strategy using a post-test only control group design. This research tool uses a test and non-test methodology. To test the data, descriptive and inferential statistics were used. The results showed that the t count exceeds the t table by 6.168 based on the results of the t test analysis. This shows that there is a significant difference between the learning outcomes of Indonesians who use digital teaching materials (such as digital dictionaries) and Indonesians who use traditional teaching materials.    Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan yang cukup berarti antara hasil belajar bahasa Indonesia siswa kelas IV SD yang menggunakan bahan ajar digital (kamus digital) dengan yang menggunakan bahan ajar tradisional.  Metode yang digunakan adalah strategi eksperimen dengan menggunakan post-test only control group design. Alat penelitian ini menggunakan metodologi tes dan nontes. Untuk menguji data, statistik deskriptif dan inferensial digunakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa t hitung melebihi t tabel sebesar 6,168 berdasarkan hasil analisis uji t. Hal ini menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara hasil belajar orang Indonesia yang menggunakan bahan ajar digital (seperti kamus digital) dengan orang Indonesia yang menggunakan bahan ajar tradisiona

    Penggunaan Video Animasi untuk Meningkatkan Keterampilan Menyimak dan Hasil Belajar Peserta Didik pada Pembelajaran Tematik Sekolah Dasar

    No full text
    Tujuan penelitian ini adalah untuk melakukan analisis penggunaan video animasi untuk meningkatkan keterampilan menyimak dan hasil belajar peserta didik pada pembelajaran Tematik di kelas 5 Sekolah Dasar kabupaten Aceh Barat Daya. Pada penelitian ini peneliti menggunakan penelitian eksperimen yang berhubungan dengan angka-angka yang dihitung secara sistematis. Hasil penelitian menunjukan keterampilan menyimak peserta didik selama mengikuti proses pembelajaran dengan penggunaan video animasi pada pembelajaran Tematik di kelas V mengalami peningkatan. Hal ini dibuktikan dengan menganalisis nilai pre-test dan post-test belajar pada peserta didik SDN 10 Tangan-Tangan dengan rata-rata nilai pre-test 60 dan post-test 80,22. Sedangkan hasil belajar peserta didik setelah penggunaan video animasi pada proses pembelajaran di kelas V SDN 10 Tangan-Tangan. Hal ini dibuktikan dengan menganalisis data menggunakan rumus statistik uji t pada taraf ɑ = 0,05, diperoleh hasil t-tabel = 1,68 sedangkan t-test = 2,04 sehingga t-test ≥ t-tabel. Kesimpulan penelitian ini ialah dengan penggunaan video animasi dapat meningkatkan keterampilan menyimak dan hasil belajar peserta didik. , maka bisa diambil kesimpulan bahwasanya keterampilan menyimak siswa selama mengikuti kegiatan belajar dengan penerapan video animasi dalam pembelajaran tematik kelas V mengalami peningkatan

    Pengembangan Lembaran Kerja Peserta Didik Berbasis Pendekatan Realistic Mathematics Education di Kelas V Sekolah Dasar

    No full text
    Pengolahan data merupakan materi yang sangat berat bagi siswa. pembelajaran penanganan informasi di sekolah dasar umumnya akan diperkenalkan secara robitik dan belum menggerakkan siswa untuk membangun informasi untuk menangani masalah penanganan informasi. Eksplorasi ini merupakan pengemabngan dari konsekuensi uji legitimasi LKPD pada mata pelajaran penanganan informasi yang telah dibuat dengan memanfaatkan pendekatan pendidikan matematika realistik untuk sekolah dasar. Penelitian ini bertujuan untuk melihat kewajaran LKPD terhadap kemampuan berpikir kritis numerik siswa. Perbaikan LKPD menggunakan model plomp yang terdiri dari starter, prototyping, dan evaluasi.  Pada penelitian sebelumnya, validitas LKPD diuji menggunakan skala Likert, dan pada penelitian ini kepraktisan LKPD didapat melalui wawancara dan angket. Serta demikian, dapat disimpulkan bahwa LKPD topik pengolahan data berbasis pendekatan Realistic Mathematics Education yang dikembangkan praktikalitas untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematis peserta didik sekolah dasar

    Pengaruh Media Pembelajaran Digital ( Kamus Digital) Terhadap Hasil Belajar Bahasa Indonesia Siswa kelas IV SD

    No full text
    The purpose of this study was to find out whether there was a significant difference between the learning outcomes of fourth grade Indonesian elementary school students who used digital teaching materials (digital dictionary) and those who used traditional teaching materials. The method used is an experimental strategy using a post-test only control group design. This research tool uses a test and non-test methodology. To test the data, descriptive and inferential statistics were used. The results showed that the t count exceeds the t table by 6.168 based on the results of the t test analysis. This shows that there is a significant difference between the learning outcomes of Indonesians who use digital teaching materials (such as digital dictionaries) and Indonesians who use traditional teaching materials.    Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan yang cukup berarti antara hasil belajar bahasa Indonesia siswa kelas IV SD yang menggunakan bahan ajar digital (kamus digital) dengan yang menggunakan bahan ajar tradisional.  Metode yang digunakan adalah strategi eksperimen dengan menggunakan post-test only control group design. Alat penelitian ini menggunakan metodologi tes dan nontes. Untuk menguji data, statistik deskriptif dan inferensial digunakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa t hitung melebihi t tabel sebesar 6,168 berdasarkan hasil analisis uji t. Hal ini menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara hasil belajar orang Indonesia yang menggunakan bahan ajar digital (seperti kamus digital) dengan orang Indonesia yang menggunakan bahan ajar tradisiona
    corecore