30 research outputs found

    ANALISIS KEBUTUHAN RUANG TERBUKA HIJAU KECAMATAN KOTA TENGAH KOTA GORONTALO

    Get PDF
    ABSTRAK Ketersediaan Ruang Terbuka Hijau khususnya pada wilayah perkotaan sangat penting mengingat besarnya manfaat yang diperoleh dari keberadaan RTH tersebut. Kawasan Ruang Terbuka Hijau ini juga merupakan tempat interaksi sosial bagi masyarakat yang dapat mengurangi tingkat stress akibat beban kerja dan menjadi tempat rekreasi keluarga bagi masyarakat perkotaan. Penelitian ini bertujuan untuk menghitung luas Ruang Terbuka Hijau berdasarkan jumlah penduduk di Kecamatan Kota Tengah saat ini dan proyeksi jumlah penduduk hingga 10 tahun mendatang. Melalui penelitian ini juga dilakukan identifikasi Ruang Terbuka Hijau yang telah ada di wilayah tersebut. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif yang bertujuan untuk menggambarkan kebutuhan akan ruang terbuka hijau pada Kecamatan Kota Tengah melalui perhitungan rumus matematis sederhana dan proyeksi jumlah penduduk. Hasil analisis tersebut akan menjadi dasar kajian dalam menentukan luas area yang dibutuhkan untuk penyediaan Ruang Terbuka Hijau pada lokasi penelitian dengan membandingkan pada luas RTH yang telah tersedia.   Hasil penelitian menunjukkan bahwa Ruang Terbuka Hijau (RTH) pada wilayah Kecamatan Kota Tengah Kota Gorontalo yang ada saat ini adalah seluas 4,37 hektar atau sekitar 0,91 persen dari total luas wilayah kecamatan. Sedangkan kebutuhan Ruang Terbuka Hijau jika didasarkan pada persentase luas wilayah berdasarkan Undang-undang penataan ruang yaitu sebesar 30% atau 144,39 ha. Berdasarkan jumlah penduduk tahun 2012 adalah sebesar 0,85 hektar atau sebesar 0,18 persen luas wilayah dan tahun 2022 berdasarkan proyeksi jumlah penduduk, seluas 1.484 hektar atau sekitar 0,31 persen.   Kata kunci: Kebutuhan, Ruang Terbuka Hijau (RTH), Pendudu

    IMPLEMENTASI SDGs MELALUI PELATIHAN PENGELOLAAN SAMPAH ‎ANORGANIK

    Get PDF
    Sampah anorganik merupakan limbah padat yang sulit terurai oleh alam. Sampah anorganik yang tertimbun di tanah dapat menyebabkan pencemaran tanah karena sampah anorganik tergolong zat yang sulit terurai dan sampah itu akan tertimbun dalam tanah dalam waktu lama, ini menyebabkan rusaknya lapisan tanah. Pengelolaan sampah menggunakan konsep 3R (reuse, reduce dan recycle) selain memiliki manfaat secara ekonomi juga bermanfaat terhadap lingkungan dengan mengurangi timbulan sampah yang terbuang. Pengelolaan sampah anorganik dilakukan melalui pengembangan Bank Sampah Iloheluma yang berperan dalam sosialisasi pengurangan sampah dari sumbernya dan memanfaatkan kembali sampah plastik melalui proses daur ulang pada industri pengolahan serta pemanfaatan sampah anorganik menjadi bahan kerajinan. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat khususnya generasi muda agar lebih peduli terhadap kualitas lingkungan hidup sekitarnya dengan mengolah dan mengelola sampah anorganik. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan pada generasi muda dalam membuat kerajinan dari sampah anorganik serta membentuk kelompok pengelola bank sampah. Metode yang diterapkan adalah sosialisasi, pelatihan, serta praktik dan pendampingan. Luaran dari kegiatan ini akan memberikan dampak secara ekonomi bagi kelompok pengelola bank sampah serta mengurangi sampah anorganik yang terbuang ke Tempat Pembuangan Akhir Sampah. Kegiatan pelatihan pengelolaan sampah anorganik dapat mendukung pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan khususnya pada pilar lingkungan tujuan ke 11 kota dan permukiman berkelanjutan, tujuan ke 12 konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab; tujuan ke 13 penanganan perubahan iklim; tujuan ke 14 ekosistem lautan dan tujuan ke 15 ekosistem daratan

    Desain Agro Park Ruang Terbuka Hijau Kecamatan Tomilito

    Get PDF
    ABSTRACT.Green open space (GOS) as the lungs of the city is one aspect of the ongoing recycling function between carbon dioxide (CO2) and oxygen (O2) gases. Other functions of green open space include aesthetic functions, recreation and space for social interaction between communities. The Green Open Space Agro Park in Tomilito District, North Gorontalo Regency aims to create a more quality, beautiful, comfortable, organized, healthy and sustainable urban space. The method in designing green open space with the theme of Agro Park is the method of the glass block design process with the following stages: data collection, analysis, synthesis, concept formulation and pre-design. Based on the results of data processing, analysis and synthesis, the basic ideas of development are: 1Integrating Green Open Spaces with functions and activities around the park, 2Maximizing the ecological functions of Green Open Spaces. Agro park is a theme that is determined as a response to the existing environmental conditions of the site which is located between community plantations and close to the Agricultural Extension Center Office so that it will become an integrated part to create an agricultural and plantation area for the people around it. Zonning Agro Park is divided into 1Zone for main, companion and supporting plants and 2Zones for social activities and entertainment. The functions that are accommodated are: ecological, social/cultural, educational and aesthetic. Circulation consists of the concept and design of circulation of the garden with the surrounding environment and the concept and design of circulation between zones within the Park. Types of vegetation based on the criteria for environmental parks and city parks according to the theme are the main plants consisting of: vegetables, bean plants, family medicinal plants, spice plants, and supporting plants consisting of: Flower and Leaf Plants, Shade Plants, Surface Cover Plants, plants barrier.Keywords: Agro Park, Green Open Space; North Gorontalo ABSTRAKRuang terbuka hijau (RTH) sebagai paru-paru kota merupakan salah satu aspek berlangsungnya fungsi daur ulang antara gas karbondioksida (CO2) dan oksigen (O2). Fungsi lain RTH diantaranya fungsi estetika, rekreasi dan ruang interaksi sosial antar masyarakat. Agro Park RTH di Kecamatan Tomilito Kabupaten Gorontalo Utara bertujuan untuk mewujudkan ruang kota yang lebih berkualitas, indah, nyaman, tertata, sehat dan berkelanjutan. Metode dalam mendesain RTH dengan tema Agro Park adalah metode proses desain glass block dengan tahapan: Pendataan, Analisis, sisntesis, rumusan konsep dan pra design. Berdasarkan hasil pengolahan data, analisis dan sintesis maka ide dasar pengembangan adalah: 1Mengintegrasikan Ruang Terbuka Hijau dengan fungsi dan aktifitas disekitar taman, 2Memaksimalkan fungsi ekologi Ruang Tebuka Hijau. Agro park adalah tema yang ditentukan sebagai respon terhadap kondisi eksisting lingkungan site yang berada di antara perkebunan masyarakat dan dekat dengan Kantor Balai Penyuluh Pertanian sehingga akan menjadi bagian yang saling terintegrasi untuk mewujudkan sebuah kawasan pertanian dan perkebunan bagi rakyat di sekitarnya. Zonning Agro Park terbagi atas 1Zona untuk tanaman utama, pendamping dan pendukung dan 2Zona untuk aktifitas sosial dan hiburan. Fungsi yang diwadahi adalah: ekologis, sosial/budaya, edukatif dan estetika. Sirkulasi terdiri dari konsep dan desain sirkulasi taman dengan lingkungan sekitar dan konsep dan desain sirkulasi antar zona di dalam Taman. Jenis vegetasi berdasarkan kriteria taman lingkungan dan taman kota sesuai tema adalah tanaman utama yang terdiri dari: sayuran, tanaman kacang, tanaman obat keluarga, tanaman rempah, dan Tanaman Pendukung yang terdiri dari: Tanaman Bunga dan Daun, Tanaman Peneduh, tanaman Penutup Permukaan, tanaman Pembatas.Kata kunci: Agro Park, Ruang Terbuka Hijau; Gorontalo Utar

    ANALISIS PERUBAHAN FUNGSI LAHAN SAWAH DI KOTA GORONTALO

    Get PDF
    The use of paddy fields is an activity where a land is functioned as wet agricultural land or more commonly known as rice fields. The change in land use which was previously used as rice fields to other uses, especially in urban areas, has experienced a fairly high increase. This study aims to analyze the changes in the function of paddy fields in Gorontalo City in the last 10 years. The method used in this research is spatial analysis using a Geographic Information System (GIS) using historical imagery data from Google Earth. The results showed that there was a change in the function of paddy fields in Gorontalo City in a period of 10 years from 2010 to 2020. Changes in the function of paddy fields are in the form of built-up areas and dominated by settlements.. Keywords: changed, land, paddy field, functio

    RUMAH SAKIT JIWA DI KOTA GORONTALO DENGAN PENDEKATAN ARSITEKTUR BEHAVIOUR

    Get PDF
    Proyeksi pasien gangguan jiwa di Gorontalo dari tahun 2019 hingga 2028 meningkat dari angka 868 jiwa menjadi 969. Sementara untuk persyaratan rumah sakit jiwa jika telah mecapai angka (±) 500 jiwa maka daerah tersebut sudah harus mendirikan rumah sakit type A. Di Provinsi Gorontalo sendiri hingga saat ini belum memiliki rumah sakit jiwa yang layak untuk menampung pasien kejiwaan yang tersebar di wilayah Gorontalo. Rancangan jurnal ini di buat dengan maksud dapat diterapkannya proyeksi rumah sakit jiwa untuk menampung pasien hingga 10 tahun kedepan berdasarkan konsep arsitektur behavior dengan menggunakan medtode studi literatur dan metode survey lapangan. Berdasarkan konsep arsitektur behavior, maka dihasilkan sebuah desain rumah sakit jiwa yang sesuai dengan kebutuhan pasien akan fungsi kenyamanan dan fungsi pelayanan Kesehatan kejiwaan di Gorontal

    ANALISIS PERFORMA MODEL ECO-COOLER SEBAGAI ALTERNATIF BUKAAN ALAMI

    Get PDF
    Abstrak_ Konsumsi nergi listrik nasional terus mengalami peningkatan. Pada 2015 konsumsi listrik sebesar 910 kilowat jam (kWh) per kapita, kemudian meningkat menjadi 1.084 kWh/kapita pada 2019. Di Indonesia, Hermanto,dkk (2005) menyebut sekitar 60% konsumsi listrik hotel di Jakarta digunakan untuk memasok energi mesin AC. Oleh karena itu, usaha penghematan energi yang berkaitan dengan pendinginan ruangan akan berdampak signifikan terhadap usaha penghematan energi di dunia. Salah satu contohnya  yakni penggunaan Eco-Cooler.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisa performa dari model Eco-Coolersebagai alternative bukaan alami. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode eksperimen dengan tahapan pengukuran kemudian disimulasikan dengan menggunakan aplikasi Ansysdan dianalisis secara analisis statistik deskriptif. Hasilpengukuran menujukkan bahwa semakin besar perbandingan inletterhadapoutlet maka distribusi kecepatan aliran angin lebih baik. Sementara untuk simulasi bisa ditarik kesimpulan bahwa model C, merupakan model yang lebih baik dibanding model A dan B. Model C mampu membuat jangkauan angin terpanjang yaitu sekitar 2,77 meter dan memiliki kecepatan angin minimum paling besar  berkisar 0,499 m/s dan posisi Eco-Cooler denganketinggian 100 cm memilikijangkauanangin yang lebih baik daripada yang lainnya.Berdasarkan hasil tersebut dapat dilakukan penelitian lebih lanjut untuk membandingkan antara model tersebut dengan jendela yang dipakai pada umumnya. Kedepannya, Eco-Cooler diharapkan mampu menjadi alternative bukaan alami.Kata kunci: Eco-Cooler; Ansys; Angin, Energi Terbarukan. Abstract_ National electricity consumption continues to increase. In 2015, electricity consumption was 910-kilowatt hours (kWh) per capita, then has risen to 1,084 kWh / capita in 2019. In Indonesia, Hermanto et al. (2005) stated that around 60% of hotel electricity consumption in Jakarta had been used to supply AC engine energy. Therefore, energy-saving efforts related to room cooling will significantly impact energy-saving measures in the world. One example is the use of the Eco-Cooler. This research aims to analyze the performance of the Eco-Cooler model as an alternative to natural openings. This research is a quantitative research using experimental methods with measurement stages then simulated using the Ansys application and analyzed by descriptive statistical analysis. The measurement results show that the greater the inlet to outlet ratio, the better the wind speed distribution. As for the simulation, it can be concluded that model C is a better model than models A and B. Model C can make the most extended wind range, which is about 2.77 meters and has the greatest minimum wind speed of 0.499 m / s, and the Eco- position. Coolers with a height of 100 cm have better wind coverage than others. Based on these results, further research can be conducted to compare the model with the windows used in general. In the future, the Eco-Cooler is expected to be an alternative to natural openings.Keywords: Eco-Cooler; Ansys; Wind; Renewable Energy

    PERUBAHAN INDEX HIJAU DI KELURAHAN MOODU KECAMATAN KOTA TIMUR KOTA GORONTALO (Change Of Green Index In Kelurahan Moodu Kecamatan Kota Timur Of Gorontalo City)

    Get PDF
    Abstract - Increased development in urban areas has resulted in a decrease in the quality of the environment so it is necessary to study the green per capita index to find out the number of green space requirements and analyze changes in green area within 5 years. This research is quantitative by using the ArcGIS Application through the Geographic Information System to calculate the green area and calculate the green index (green index) using mathematical formulas. The results showed that the green index per capita in 2013 was 15.30 m2 which increased in 2018 by 16.22 m2. Nevertheless, this condition is not in accordance with the studies that have been carried out previously, namely the green index standard of 20 m2 per capita. Keywords: green index, green area, environment, cities Abstrak – Peningkatan pembangunan pada wilayah perkotaan mengakibatkan terjadinya penurunan kualitas lingkungan sehingga perlu dilakukan kajian tentang index hijau per kapita untuk mengetahui jumlah kebutuhan ruang hijau serta menganalisis perubahan luas area hijau dalam kurun waktu 5 tahun. Penelitian ini bersifat kuantitatif dengan menggunakan Aplikasi ArcGIS melalui Sistem Informasi Geografis untuk menghitung luas area hijau serta menghitung index hijau (green index) menggunakan rumus matematika. Hasil penelitian menunjukkan bahwa green index per kapita pada tahun 2013 adalah 15,30 m2 mengalami peningkatan pada tahun 2018 sebesar 16,22 m2. Meskipun demikian, kondisi ini belum sesuai dengan kajian yang telah dilakukan sebelumnya yaitu standar green index 20 m2 per kapita. Kata kunci: index hijau, area hijau, lingkungan, perkotaa

    ANALISIS SPASIAL PERUBAHAN AREA TERBANGUN KOTA GORONTALO (Spatial Analysis Of Gorontalo City Building Area Changes)

    Get PDF
    Abstract - Development in urban areas growth accompanied by increasing population. This increase has an impact on the increasing need for urban space. This causes the area to be built in urban areas to increase and the reduction of open space so as to encourage the use of rice fields as residential areas and offices. Therefore it is necessary to do a study or evaluation through spatial analysis to determine changes in the use of paddy fields in Gorontalo City in a certain period of time. This study is one of the references in the direction of environmentally sound development for the future. This study aims to analyze changes in land use as a built area within 5 years from 2008 to 2013. The method used in this study is spatial analysis consisting of image data and digital maps as supporting data. The analysis was carried out by overlaying the land use map technique with different periods of time from the interpretation of digital satellite images. The results showed that there were two types of changes in the built-up area in Gorontalo City within a period of 5 years, namely the change in open area to a built area and the area built into an open area. Keywords: changed, land, built area, gorontalo Abstrak – Pembangunan di wilayah perkotaan terus berkembang yang disertai dengan meningkatnya jumlah penduduk. Peningkatan ini berdampak pada semakin tingginya kebutuhan akan ruang kota. Hal ini menyebabkan kawasan terbangun di wilayah perkotaan semakin meningkat dan berkurangnya ruang terbuka sehingga mendorong penggunaan lahan sawah sebagai area permukiman dan perkantoran. Oleh karena itu perlu dilakukan kajian atau evaluasi melalui analisis spasial untuk mengetahui perubahan pemanfaatan lahan sawah yang ada di Kota Gorontalo dalam kurun waktu tertentu. Kajian ini merupakan salah satu acuan dalam arahan pembangunan yang berwawasan lingkungan untuk masa mendatang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perubahan pemanfaatan lahan sebagai area terbangun dalam kurun waktu 5 tahun dari tahun 2008 hingga 2013 . Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis spasial terdiri dari data citra dan peta digital sebagai data pendukung. Analisis dilakukan dengan teknik overlay peta penggunaan lahan dengan kurun waktu berbeda hasil interpretasi citra satelit digital. Hasil penelitian menunjukkan terdapat dua jenis perubahan area terbangun di Kota Gorontalo dalam kurun waktu 5 tahun yaitu perubahan area terbuka menjadi area terbangun dan area terbangun menjadi area terbuka. Kata kunci: perubahan, lahan, area terbangun, gorontal

    REDESAIN PONDOK PESANTREN HUBULO

    Get PDF
    Pondok Pesantren Hubulo adalah kawasan pendidikan yang menyelenggarakan pendidikan formal berupa Madrasah Tsanawiyah dan Madrasah Aliyah serta pendidikan non formal. Pondok Pesantren Hubulo ini terletak di Desa Kramat, Kecamatan Tapa, Kabupaten Bone Bolango. Sejak berdiri pada tanggal 12 September tahun 1987, Pesantren Hubulo terus mengalami peningkatan jumlah siswa sehingga kebutuhan ruang juga semakin besar. Selain itu sirkulasi dalam site belum tertata dengan baik antara jalur pemisah santri putra dan santri putri yang mengakibatkan permasalahan yang bertolak belakang dengan prinsip dasar keislaman. Berdasarkan data dari Pondok Pesantren Hubulo menyebutkan kebutuhan mendesak saat ini yaitu berupa hunian, yang terdiri dari asrama dan rumah dinas guru dan ustadz, ruang kelas, laboratorium, gedung serbaguna, dan gudang arsip. Redesain Pondok Pesantren Hubulo menerapkan konsep Arsitektur Islam sebagaimana ditentukan oleh hukum syariah, tanpa batasan terhadap fungsi dan tempat, namun pada karakter Islami dalam hubungannya dengan desain bentuk serta dekorasi
    corecore