2,495 research outputs found

    Nashville Radio

    Get PDF

    SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS PERKEBUNAN DAN KEHUTANAN KABUPATEN SUMBAWA

    Get PDF
    Sistem informasi geografis merupakan sebuah sistem atau teknologi berbasis komputer yang dibangun dengan tujuan untuk mengumpulkan, menyimpan, mengolah dan menganalisa serta menyajikan data dan informasi dari suatu objek atau fenomena yang berkaitan dengan letak atau keberadaannya di permukaan bumi. Pada dasarnya SIG dapat dirinci menjadi beberapa subsistem yang saling berkaitan yang mencakup input data, manajemen data, pemrosesan atau analisis data, pelaporan dan hasil analisa. Sistem Informasi Geografis Perkebunan dan Kehutanan "ini bertujuan untuk mengetahui jumlah produksi Perkebunan dan Kehutanan,Luas Tanam yang ada di Kabupaten Sumbawa, yang jumlahnya kan dibagi kesetiap desa dan hasil yang akan diperoleh yaitu berbentuk webgis. Tahapan dalam penelitian ini terdiri dari: tahap analisis,  tahap perancangan, dan  tahap  Implementas

    Deadwood in logged-over Dipterocarp forests of Borneo

    Full text link
    Deadwood is an important stock of carbon in logged-over Dipterocarp forests but still remains poorly studied. Here we present the study of deadwood in logged-over Dipterocarp forests using two common approaches: plot-based approach and line-intersect-based approach. We conducted our research in three sites which are forest logged in 2003, 2007, and 2010 within Hutansanggam Labanan Lestari (HLL) forest, a certified forest concessionaire in Indonesia. We established 1,500 m of transect line (broken down in 50 m section) for each site. As a reference, we established 47 10 m x 10 m subplot for three sites. All fallen deadwood with diameter > 10 cm were recorded. Our results shows that the mass of fallen deadwood resulted by line-intersect-based method was much higher in compare to plotbased method. The mass of fallen deadwood in plot-based study (44.563 ± 9.155 Mg/ha) was significantly different with the mass of fallen deadwood in line-intersect-based study (69.587 ± 8.079 Mg/ha). Furthermore, for the variability of deadwood, both methods show consistence results which is the variability in 2003 was lower than that in 2007 and 2010. Based on our data, in order to get coefficient of variation of 10%, we recommend the use of minimum 40 plots of 20 m x 20 m to estimate deadwood in logged-over Dipterocarp forests. (Texte intégral

    Automated screening of propulsion system test data by neural networks, phase 1

    Get PDF
    The evaluation of propulsion system test and flight performance data involves reviewing an extremely large volume of sensor data generated by each test. An automated system that screens large volumes of data and identifies propulsion system parameters which appear unusual or anomalous will increase the productivity of data analysis. Data analysts may then focus on a smaller subset of anomalous data for further evaluation of propulsion system tests. Such an automated data screening system would give NASA the benefit of a reduction in the manpower and time required to complete a propulsion system data evaluation. A phase 1 effort to develop a prototype data screening system is reported. Neural networks will detect anomalies based on nominal propulsion system data only. It appears that a reasonable goal for an operational system would be to screen out 95 pct. of the nominal data, leaving less than 5 pct. needing further analysis by human experts

    Narrativa emergente contra a indústria extractiva em Tete : renegociando instituições através de protestos populares?

    Get PDF
    O presente artigo discute a interacção de cinco variáveis fundamentais, nomeadamente protestos populares, responsabilidade social empresarial (RSE), arranjos institucionais, desenvolvimento local e inclusão social. Esta análise foi desenvolvida com recurso ao Structural Equation Modeling (SEM), concretamente na modalidade da Análise Factorial Confirmatória (AFC). Os resultados mostram forte relação de causalidade entre protestos populares e arranjos institucionais. Contudo, os reajustamentos dos dispositivos legais do sector mineiro não se têm traduzido na melhoria das condições de vida das famílias afectadas pela actividade mineira em Tete.O presente artigo resulta de uma pesquisa financiada pela Fundação Calouste Gulbenkian com o apoio da FCTinfo:eu-repo/semantics/publishedVersio

    PENERAPAN MODEL CONTEXTUAL TEACHING LEARNING (CTL) UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS IV SDN SEKELIMUS

    Get PDF
    Penelitianinidilaksanakan di SDN Sekelimus Kecamatan Bandung Kidul K ota Bandung dengansubjek penelitian siswakelas IV denganjumlah 2 5 orang .P enelitianinididasariolehkondisipembelajaran IPS yang kurangefektifdanbermakna. Berdasarkanobservasiawal yang dilakukansebelumnyabahwa proses pembelajaran IPS yang terjadi di kelastidakbanyakmelibatkansiswa dalam pembelajaran sehingga siswa kurang termotivasi dalam mengikuti pembelajaran, serta guru masih yang masih menggunakan model pembelajaran yang konvensional sehingga hasil belajar tidak sesuai dengan yang diharapkan. Faktor lain yang runtutmenyumbangko ndisiiniadalahkemampuanprofesionalguru yangmasihkurang, sehing gahasilbelajar IPS materi masalah - masalah sosial masihrendah. Desainpenelitianinimenggunakan model PenelitianTindakanKelas (PTK) yang terdiridari 2 siklusde nganketentuansatusiklusada 2 kali pertem uan.Setiapsiklusnyameliputitahapperencanaan, pelaksanaantindakan, observasidanrefleksi.Hasilpenelitianmenunjukanbahwaadanyapeningkatan yang berarti proses pelaksanaanpembelajaran CTL, maupunhasilbelajarsiswa. Kesimpulan yang dapatdiambildaripenelitianiniad alahpenggunaan model CTL di kelas IV pa dapelajaran IPS di SDN Sekelimus terbuktiefektifdalammeningkatkanmotivasidanhasilbelajarsiswadandapa tmenanamkansikapkerjasamadalam proses pembelajaran. Sedangkanhasilbelajarsi swapadasiklus I rata - rata 70,2 denganpresent ase yang mencapai KKM 44 %, danpadasiklus II nila i rata - rata 87,4 denganp resentase yang mencapai KKM 92 %. Serta hasilresponsiswaterhadap proses tindakanpembelajaran CTL “HampirSeluruhnya” setujumeresponterhadapindikatorpembelajaran CTL. Hal tersebutmembuktik anbahwapenerapan model Contextual Teaching Learning dapatmeningkatkanmotivasidanhasilbelajarsisw

    FEMINISME PADA NOVEL CINTA SUCI ZAHRANA KARYA HABIBURRAHMAN EL SHIRAZY

    Get PDF
    ABSTRAK Karya sastra memang menjadi wadah bagi para penulis untuk mencurahkan pandangan, pendapat, kritikan, dan hal lainnya dalam bentuk sebuah karya sastra. Karya sastra memiliki gaya penulisan dan pandangan masing-masing salah satunya Feminisme. Feminisme memang menjadi kajian yang menarik oleh berbagai kalangan. Penelitian ini membahas tentang ide feminisme pada novel Cinta Suci Zahrana karya Habiburrahman El Shirazy. Metode penelitian kualitatif dengan studi pustaka jadi tidak terikat oleh tempat penelitian. Hasilnya ditemukan ide feminisme di dalam novel Cinta Suci Zahrana, dibuktikan dengan menuntut kesamaan derajat antara laki-laki dengan perempuan. Salah satu bukti autentik di dalam novel ketika Zahrana ingin sekolah tinggi karena dengan sekolah yang tinggi maka perempuan dapat menyetarakan kedudukan laki-laki, sehingga Zahrana lupa dengan usia yang sudah lanjut sewajarnya usia 35 tahun itu perempuan sudah menikah dan menjadi seorang Ibu. Kata kunci: sastra, novel, ide feminism

    Hope in the Room

    Get PDF
    The most powerful moment of the learning exchange for me was a discussion that Haifa and Boston leaders had about violence and post-traumatic stress syndrome during my second trip to Haifa. Quite a bit of relational work had already been done that allowed this discussion to occur. This was no theoretical discussion, but rather a deep sharing of personal experience

    Crony capitalism in Mozambique : evidence from networks of politicians and businessmen

    Get PDF
    This paper discusses crony capitalism in Mozambique, by analysing the social networks that exist among political and economic players, using the SNA – Social Networks Analysis method. The variables are selected to identify cliques and the covariates that explain this network relationship are taken into account, namely military, ethnicity, family, politics, business, entrepreneurship, political party and gender. Policy implications are derived
    • …
    corecore