3 research outputs found

    CITRA TOKOH PEREMPUAN LAKON “SINTA BOYONG” SEBAGAI REPRESENTASI PEREMPUAN JAWA MASA KINI (WAYANG ORANG SRIWEDARI SURAKARTA)

    Get PDF
    Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang mengungkapan citra tokoh perempuan pewayangan karakter Dewi Sinta dan representasi karakter Dewi Sinta dengen perempuan Jawa masa kini menggunakan pendekatan studi kasus pada pertunjukan Wayang Orang Sriwedari. Salah satu lakonnya berjudul “Sinta Boyong” menggambarkan keteguhan dan kesetiaan seorang istri. Teori yang digunakan dalam penelitian ini yakni teori dari Sugihastuti mengenai citra perempuan dan teori oleh Ardian Kresna pada representasi perempuan Jawa masa kini. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode observasi dan wawancara kepada pemain wayang orang yang memerankan karakter Dewi Sinta. Selanjutnya, data di analisis menggunakan teori Milles dan Huberman meliputi reduksi data, penyajian data, dan memperoleh kesimpulan. Penyajian data menggunakan narasi atau uraian. Hasil kajian ini meliputi dua hal yakni citra tokoh perempuan pewayangan dan representi tokoh perempuan pewayangan dengan perempuan Jawa masa kini. Citra perempuan pewayangan dari aspek fisik berupa tata rias wajah pakel luruh dengan riasan wajah cantik, menggunakan kostum dengan warna-warna gelap sebagai lambang perempuan luruh yang anteb dan anteng, penggunaan suara yang pelan dan tinggi mencerminkan sikap anggun dan lemah lembut. Serta penggambaran gerak dalam antawecana dan gerak tari yang memperlihatkan ketenangan. Selanjutnya citra psikis Dewi Sinta menampilkan kesetiaan seorang perempuan sebagai seorang istri. Psikis Dewi Sinta dipermainkan ketika suaminya tidak percaya bahwa ia menjaga kesucian dirinya. Keteguhan hatinya juga diperlihatkan untuk membuktikan bahwa dirinya masih menjaga kesuciannya dan menuruti keinginan suaminya untuk dibakar. Ketulusannya dapat dilihat hingga pada akhirnya semua doa-doanya diijabah oleh Dewa yang membuktikan bahwa ia berada di jalan yang benar, sehingga hal tersebut membawa Dewi Sinta di boyong kembali ke negara Ayodhya.Sementara itu, citra sosial ditinjau dari segi sosial dalam keluarga dan masyarakat. Karakter Dewi Sinta dalam lakon Sinta Boyong berperan sebagai istri dalam keluarga dan menjaga martabatnya dan nama baik dirinya juga keluarga. Sementara itu, citra sosial dalam masyarakat memperlihatkan hubungan Dewi Sinta dalam masyarakat memperlihatkan hubungan Dewi Sinta dengan Rahwana sebagai orang yang menculiknya. Tidak pernah sekalipun ia melukai perasaan Rahwana dengan memberontak dan melawan Rahwana dengan cara yang tidak baik. Kekesalan dan kecewaannya disampaikan dengan tegas namun tetap menjaga perasaan Rahwana. Representai Dewi Sinta dengan perempuan Jawa masa kini ialah Dewi Sinta memperlihatkan sosok perempuan Jawa yang anggun, sopan santun, berwibawa tata ucapnya dan dapat menempatkan diri dengan baik dalam masyarakat.

    CITRA TOKOH PEREMPUAN LAKON “SEMBADRA LARUNG” SEBAGAI REPRESENTASI PEREMPUAN JAWA MASA KINI (WAYANG ORANG SRIWEDARI SURAKARTA)

    Get PDF
    Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang menggunakan pendekatan studi kasus pada pertunjukan Wayang Orang Sriwedari. Data berupa citra tokoh meliputi tata rias, tata busana, gerak dan tarian dan sinopsis cerita. Teori yang digunakan dalam penelitian ini yakni teori citra perempuan. Pengumpulan data menggunakan metode observasi dan wawancara kepada pemain wayang orang. Analisis data menggunakan teori Milles dan Huberman dan penyajian data menggunakan narasi atau uraian. Hasil kajian ini yakni citra tokoh perempuan pewayangan karakter Dewi Sembadra merupakan tokoh pakem luruh anteb yang memiliki karakter suara yang pelan, tinggi dan gerak mengalir dalam antawecana yang memperlihatkan ketenangan. Citra psikis Dewi Sembadra memperlihatkan tenang, tegas, sabar, setia dan lemah lembut. Citra sosial Dewi Sembadra berperan sebagai seorang istri yang setia terhadap suaminya. Sementara itu, citra sosial dalam masyarakat memperlihatkan hubungan Dewi Sembadra dengan Burisrawa yang menggodanya hingga membuat Dewi Sembadra gugur. Dewi Sembadra berani mengambil keputusan tegas untuk melukai dirinya sendiri demi mempertahankan kehormatannya ketika Burisrawa menggoda dan akan menyentuhnya. Sementara itu, Representasi Dewi Sembadra dengan perempuan Jawa masa kini ialah bentuk kesetiaan dan sikap seorang perempuan Jawa masa kini masih relevan hingga sekarang

    Strategy and Alignment of Players with Characters Played in the “Sembadra Larung” Play in the Wayang Orang Sriwedari Show

    No full text
    The Wayang orang show is a puppet show in which the actors or players are humans. Wayang orang performances have theoretical and concrete teachings and values of life by presenting the lives of the characters as role models. The problem of this research is the difficulty experienced by actors in playing a character in a theatrical performance. For this reason, this study aims to provide information about the player's strategy and the harmony between the players and the characters played by the Sriwedari Wayang Orang performers. Study and performance values as one of the efforts to revitalize the current generation through preservation and local wisdom to maintain and care for noble values. This study uses qualitative research with a case study approach to the Wayang Orang Sriwedari, Surakarta. The theory used in this study is the acting theory of Oscar G Brockett and Robert J. Ball. The technique of data collection in this study is using observation and interview methods. Furthermore, the data were analyzed using the theory of Milles and Huberman including data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results of the study can be concluded that the strategies carried out by actors or performers of Wayang Orang Sriwedari include imagination created and harmonized with the real life of the players, using clothes or costumes that match the characters, dressing up according to the characters, expressions of gestures and voice, psychological preparation and emotional by actors, looking for references by studying with seniors or looking for information on social media
    corecore