32 research outputs found

    Mengamankan Transaksi di Internet: suatu Tinjauan terhadap Justifikasi dan Metode

    Full text link
    Securing internet transaction has become more crucial considering the rise of cyber crime. Although many business owners have become aware of this, the implementation of security technology especially in developing countries is still somewhat slow and this is not apart from the fact that securing electronic transaction is costly. Improper consulting practice has also resulted in an overspending of budget for security projects. This article tries to shed some light to its readers and business owners on the proper practice of evaluating a security investment, selecting an appropriate security solution as well as introducing major methods of securing an electronic transaction

    Analisa Perubahan Ionosfer Akibat Gempa Bumi Sumatra Barat Tanggal 2 Maret 2016

    Get PDF
    Pada saat gempa bumi terjadi, ada tiga jenis gelombang yang dihasilkan, yaitu : (1) Gelombang Acoustic (kecepatan 1 km/s)  yang dihasilkan dekat dari pusat gempa bumi, gelombang tersebut menyebar dan naik hingga ketinggian lapisan F di ionosfer dalam waktu 10 menit atau lebih. (2) Gelombang gravity (kecepatan 0.3 km/s) yang dihasilkan dari gelombang tsunami akibat dari gempa bumi yang besar, dan (3) Gelombang Rayleigh (kecepatan 4 km/s) yang dihasilkan dari gelombang permukaan dan merambat menjauh mengelilingi bumi dari pusat gempa bumi. Gelombang Acoustic yang dihasilkan secara tegak lurus dari kerak bumi selama gempa merambat ke ionosfer,  lalu membuat penyimpangan kerapatan elektron. Fenomena ini terdeteksi sebagai CIDs (Coseismic Ionosphere Disturbances), yaitu fluktuasi TEC yang terjadi 15 menit hingga 1 jam setelah gempa terjadi. Akibat dari penyimpangan tersebut , gelombang elektromagnetik yang dipancarkan oleh satelit GNSS akan mengalami delay ketika melewati ionsfer kira-kira 300km dari permukaan bumi. Variasi ionosfer diamati pada saat time-delay ini berdasarkan kuantitas Total Electron Content (TEC). Nilai TEC dinyatakan dalam TECU, dimana 1 TECU sama dengan 1016 elektron/m2. Nilai anomali TEC tersebut akan menggambarkan besaran gangguan akibat adanya gempa. Indonesia sebagai negara yang sering terjadi gempa, perlu dilakukan pemantauan untuk mengetahui perubahan atmosfer akibat gempa, salah satunya yaitu dengan analisa TEC pada lapisan ionosfer. Dalam penelitian ini dilakukan pengamatan perubahan TEC dua hari sebelum, saat, dan dua hari sesudah terjadinya gempa bumi di Sumatra Barat pada tanggal 2 Maret 2016 dengan metode pengolahan data GNSS dari stasiun CORS milik Badan Informasi Geospasial (BIG) yang berada di daerah Sumatra, yaitu stasiun CAIR, CBKT, CPAR, CPDG, dan CSEL. Hasil dari pengolahan data menunjukkan anomali TEC muncul pada waktu 11 – 15 menit setelah gempa dengan besar anomali 1,5 – 3,5 TECU yang direkam oleh satelit GPS nomor 17 dan 0,5 – 1,7 TECU yang direkam oleh satelit Glonass nomor 14

    Kajian Pustaka: Komparasi Metode Deteksi Mastitis Subklinis

    Get PDF
    Mastitis subklinis merupakan radang pada kelenjar susu yang menyerang ternak penghasil susu. Ambing ternak yang terinfeksi akan tampak normal, namun ternak akan mengalami penurunan produksi serta kualitas susu. Deteksi dini mastitis subklinis penting bagi peternak untuk mengurangi kerugian ekonomi. Berbagai macam metode deteksi untuk mendiagnosis mastitis subklinis telah tersedia. Studi komparasi ini dilakukan untuk mengetahui sensitivitas, spesifisitas, kelebihan, dan kekurangan dari metode-metode deteksi mastitis subklinis yang dapat dilakukan di lapangan seperti California Mastitis Test (CMT), Surf Field Mastitis Test (SFMT), Milk Electrical Conductivity (EC), Infrared Thermography (IRT), pH Detector, White Side Test (WST), dan Somatic Cell Counted (SCC). Jenis penelitian yang digunakan yaitu kajian pustaka dari literatur yang dikumpulkan sesuai dengan topik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa CMT memiliki sensitivitas dan spesifisitas yang tinggi dan dapat digunakan sebagai metode alternatif dalam mendiagnosis mastitis subklinis. Waktu deteksi yang singkat, penggunaannya yang praktis, dan ketersediaan CMT di berbagai tempat dapat digunakan sebagai alternatif metode tes skrining dalam mendiagnosis mastitis subklinis

    SISTEM E-VOTING BERBASIS WEB (STUDI KASUS PADA PEMILIHAN PRESMA POLITEKNIK PRAKTISI BANDUNG)

    Get PDF
    Pemilihan Presiden Mahasiswa (Presma) merupakan bagian yang tidakterpisahkan dari suatu Perguruan Tinggi yang memiliki Badan EksekutifMahasiswa. Kondisi saat ini proses pemilihan Presiden Mahasiswa di PoliteknikPraktisi Bandung masih dilakukan secara konvensional yaitu menggunakanmedia kertas dan perhitungan suara secara manual. Electronic Voting atau biasadisebut e-voting adalah alat proses demokrasi pada masa depan untukmelakukan proses pemilihan Presma dengan memanfaatkan teknologi informasi.Dengan e-voting ini pemungutan suara tidak lagi menggunakan kertas, tetapidengan media elektronik seperti personal computer (PC) sebagai mediapemilihan Presma. Pembuatan model e-voting pada penelitian ini difokuskanpada sistem berbasis web karena sistem tersebut mudah dalam hal akses dan segikeamanan. Dari segi model pemilih dapat memilih kandidat denganmenggunakan media elektronik dan melihat hasil pemilihan. Sistem E-VotingBerbasis Web dari studi kasus pemilihan Presma Politeknk Praktisi Bandungyang diharapkan dapat membantu perhitungan suara dan proses pemilihan suarasecara cepat.Kata Kunci: Pemilihan Presiden Mahasiswa, Electronic Voting, Web, Politeknik Praktisi Bandun

    Pelatihan Strategi Peningkatan Pemasaran, Penjualan dan Pelaporan Akuntansi melalui Pembuatan Website di Yayasan Duta Bangsa Indonesia di Cikarang

    Get PDF
    Duta Bangsa College of Technology was established on March 3, 2007 in accordance with the Decree of the Minister of Education and Culture Number.34/D/0/2007 concerning the establishment of STT.Duta Bangsa. STT.Duta Bangsa is located in Kp. Pulokapuk RT 01 RW 05 Mekar Mukti Village Kec. North Cikarang Kab. Bekasi. Tel/Fax number: (021) 29082747. Permit of Higher Education: Minister of Education Decree No.2740/D/T/K-IV/2010. Minister of Education Decree No.2741/D/T/K-IV/2010. Decree of Minister of National Education No.2742/D/T/K-IV/2010. The problem faced by the Indonesian ambasadors foundation is the marketing problem, where they have to compete in fighting over a limited market niche with more and more competitors. Moreover, the market share to fight over the students who are nota bene is the X generation who are literate in the world of Information Technology, which certainly requires marketing to hit their hearts. Starting from this, we from the Faculty of Economics at Bhayangkara University offered to provide training for Marketing Persons at the Duta Bangsa Foundation so that they could win a large market share of students in Bekasi, especially in the Cikarang area, in creating a web site

    Increased Iron in Pediatric β-Thalassaemia Major Associates with CD3+, Not γδ Lymphocytes

    Get PDF
    Iron in β-thalassaemia major can act as a double-edged sword. Inefficient erythropoiesis and repeated blood transfusion therapy undertaken by these patients contribute to accumulation of iron, where at the cellular level may cause danger since the rising rate of iron in its free form was very toxic to the cells and tissues. Severe infectious disease is the 2nd major cause of death in children with this genetic inheritance disease. Such a complication can be happened when impaired immune cells, burdened with siderophilic bacterial infection which still prevalence in Indonesia, can make β-thalassaemia major susceptible to the pathogen invasion. The γδ T cells and their Vδ2+ subset functioned as innate and adaptive immune also specifically recognizes pathogen. The purpose of this study was to characterize γδ T cells and Vδ2+ subset also investigate the correlation between iron level and percentage of lymphocyte, CD3+ T cells, γδ T cells, and Vδ2+ subset then expression of T-cell receptors, they are CD3 and γδ in pediatric β-thalassaemia major. Flow cytometry was used to characterized and measure the cells parameters. Cross sectional study was done involving 51 pediatric β-Thalassaemia major patients who visit thalassemia clinic. Respectively, there was significant positive correlation between increased serum iron and ferritin level and number of lymphocyte (r = 0.15, P = 0.005) also between number of CD3+ T cells subset and ferritin level (r = 0.42, P = 0.002). In conclusion, iron overload is related to alteration of lymphocyte population and CD3+ T cells subset in pediatric β-thalassaemia major patients.Keywords: Iron, lymphocyte, γδ T cell, Vδ2+ T cell, thalassemi
    corecore