7,789 research outputs found

    Penentuan Indeks Harga Saham Menggunakan Model Termodinamika

    Get PDF
    FenomenAriefa yang terjadi dalam termodinamika analog dengan fenomena yang terjadi dalam ekonomi. Oleh karena itu, teori dan hukum termodinamika dapat diterapkan dalam ekonomi. Hukum termodinamika terdiri dari 3 hukum pokok yaitu hukum I termodinamika, hukum II termodinamika, dan hukum III termodinamika. Selain itu, juga terdapat hukum termodinamika yang terkait dengan perubahan temperatur yang dikenal dengan hukum Newton cooling. Dalam artikel ini, digunakan model termodinamika yang berlandaskan pada hukum Newton cooling dengan asumsi bahwa temperatur analog dengan indeks harga saham. Selanjutnya, dengan model tersebut akan ditentukan nilai indeks harga saham. Kata kunci : Termodinamika, ekonomi, Newton cooling, indeks harga saham

    TERMODINAMIKA LUBANG HITAM: HUKUM PERTAMA DAN KEDUA SERTA PERSAMAAN ENTROPI

    Get PDF
    ABSTRAK   Artikel ini membahas konsep termodinamika yang berlaku pada Lubang Hitam, yaitu hukum termodinamika pertama dan kedua. Hukum pertama termodinamika menghubungkan perubahan massa dengan perubahan entropi dan kerja, memungkinkan Lubang Hitam diperlakukan sebagai sistem termodinamika dengan suhu dan entropi. Hukum kedua termodinamika menyatakan bahwa entropi suatu sistem terisolasi dalam kesetimbangan termodinamika selalu meningkat atau tetap konstan, termasuk untuk Lubang Hitam. Metode penulisan yang digunakan dalam artikel ini melibatkan derivasi matematis untuk entropi Lubang Hitam, dengan menggabungkan hukum kedua termodinamika dan konsep termodinamika Lubang Hitam, di mana entropi dapat dinyatakan sebagai fungsi luas cakrawala peristiwa. Artikel ini menyoroti pentingnya konsep entropi dan termodinamika Lubang Hitam dalam memahami alam semesta, serta penerapannya di berbagai bidang sains.   Kata kunci—Lubang Hitam, Termodinamika, Entropi, Hukum pertama termodinamika, Hukum kedua termodinamika   ABSTRACT   This article delves into the concepts of thermodynamics that apply to Lubang Hitams, namely the first and second laws of thermodynamics. The first law of thermodynamics connects changes in mass with changes in entropy and work, allowing Lubang Hitams to be treated as thermodynamic systems with temperature and entropy. The second law of thermodynamics states that the entropy of an isolated system in thermodynamic equilibrium always increases or remains constant, including for Lubang Hitams. The writing approach employed in this article involves mathematical derivations for Lubang Hitam entropy, combining the second law of thermodynamics with the concept of Lubang Hitam thermodynamics, where entropy can be expressed as a function of the event horizon's surface area. This article highlights the significance of entropy and Lubang Hitam thermodynamics in understanding the universe, as well as their applications in various scientific fields.   Keywords—Lubang Hitam, Thermodynamics, Entropy, First law of thermodynamics, Second law of thermodynamic

    The Thermodynamics Application In Refrigerator

    Get PDF
    This article describes one of the tools to apply the laws of thermodynamics in daily life in the form of a refrigerator. This article aims to explore, understand, and understand the concept of thermodynamics in refrigerators. Thermodynamics is the field of physics that studies the relationship between heat and mechanical work, temperature and heat, and the kinematics theory of gases. Applying the basic concepts of thermodynamics to machines can support and facilitate human work. Refrigerators that operate according to the Clausius statement of fact (second law of thermodynamics). Coolers use electrical energy to transfer heat from the object being cooled to the hot outside air.      Artikel ini menjelaskan salah satu alat untuk menerapkan hukum termodinamika dalam kehidupan sehari-hari berupa lemari es. Artikel ini bertujuan untuk mendalami, memahami, dan memahami konsep termodinamika pada lemari es. Termodinamika adalah bidang fisika yang mempelajari hubungan antara panas dan kerja mekanik, temperatur dan panas, dan teori kinematika gas. Penerapan konsep dasar termodinamika pada mesin dapat mendukung dan memudahkan pekerjaan manusia. Lemari es yang beroperasi sesuai dengan pernyataan fakta Clausius (hukum kedua termodinamika). Pendingin menggunakan energi listrik untuk memindahkan panas dari benda yang didinginkan ke udara luar yang panas.     &nbsp

    A képlékenység termodinamikája

    Get PDF
    Ebben az írásban a képlékeny és a reológiai, (hibás szóhasználattal viszkoelasztoplasztikus) anyagmodellek kapcsolatát tárgyaljuk a nemegyensúlyi termodinamika alapján. Annak érdekében, hogy mondanivalónk könnyebben érthető és áttekinthetőbb legyen röviden összefoglaljuk a legfontosabb fogalmakat a klasszikus rugalmasságtanból, illetve a klasszikus és a hagyományos termodinamikai hátterű képlékenységtanból. A termodinamikai képlékenységet teljesen a nemegyensúlyi termodinamika fogalomrendszerén belül tárgyaljuk, eltérően a szokott, a mechanikában kialakult fogalmakra alapozott tárgyalástól. A nemegyensúlyi termodinamika a képlékeny alakváltozásokkal járó folyamatok időbeli lefolyásának leírását teszi lehetővé. A képlékeny és a rugalmas deformáció időbeli változása kúszási és feszültségrelaxációs jelenségekkel együtt leírható. Homogén testek példáján—közönséges diferenciálegyenletek megoldásával—mutatjuk meg a disszipatív hatások numerikus regularizáló hatását

    Pengembangan Alat Praktikum Termodinamika Berbasis Problem Based Learning Bagi Peserta Didik Sma/ma Kelas XI

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan 1) Mengembangkan alat praktikum termodinamika berbasis problem based learning bagi peserta didik SMA/MA kelas XI 2) Mengetahui kualitas alat praktikum termodinamika berbasis problem based learning berdasarkan penilaian ahli materi, ahli media, danpendidik fisika SMA/MA 3) Mengetahui respon peserta didik dan keterlaksanaan alat praktikumtermodinamika berbasis problem based learning bagi peserta didik SMA/MA kelas XI. Penelitian ini merupakan penelitian R&D dengan model prosedural yang mengadaptasi prosedur penelitian pengembangan menurut Borg and Gall yaitu (1) studi pendahuluan, (2) merencanakan penelitian, (3) pengembangan desain, (4) uji lapangan terbatas, (5) revisi hasil uji lapangan terbatas, (6) uji lapangan lebih luas, (7) revisi hasil uji lapangan lebih luas, (8) uji kelayakan, (9) revisi hasil uji kelayakan, dan (10) diseminasi dan implementasi. Penelitian ini dilakukan sampai pada tahap ke-7, yaitu revisi hasil uji lapangan lebih luas. Instrumen penelitian berupa lembar penilaian kualitas alat praktikum termodinamika berbasis problem based learning untuk ahli materi, ahli media, dan pendidik Fisika SMA/MA menggunakan skala Likert yang dibuat dalam bentuk checklist. Instrumen untuk peserta didik berupa skala respon peserta didik menggunakan skala Likert yang dibuat dalam bentuk checklist. Instrumen keterlaksanaan alat praktikum berupa deskripsi keterlaksanaan alat praktikum saat dilakukan uji coba produk kepada peserta didik. Data hasil penilaian diubah menjadi rerata skor kemudian dibandingkan dengan tabel klasifikasi kriteria kualitatif penilaian produk dan respon peserta didik. Hasil penelitian yang telah dikembangkan berupa alat praktikum termodinamika berbasis problem based learning bagi peserta didik SMA/MA kelas XI berdasarkan karakteristik Problem Based Learning. Kualitas alat praktikum termodinamika yang dikembangkan menurut penilaian ahli materi, ahli media, dan pendidik Fisika SMA/MA adalah sangat baik (SB). Respon peserta didik terhadap alat praktikum termodinamika pada uji coba produk adalah sangat setuju (SS), sedangkan hambatan pada keterlaksanaan alat praktikum yaitu pada kerjasama kelompok, percobaan hukum ke-0, rangkaian alat praktikum, dan waktu pengamatan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa alat praktikum termodinamika yang dikembangkan dapat digunakan sebagai salah satu media pembelajaran bagi peserta didik kelas XI SMA/MA

    Penentuan Variabel Ekstensif Ekonomi Melalui Model Termodinamika Dengan Simulasi Statistika Fuzzy (1,1)

    Get PDF
    Termodinamika dan ekonomi merupakan dua fenomena yang analog. Oleh karena itu, teori dan hukum dalam termodinamika dapat diterapkan dalam ekonomi. Hal tersebut berakibat variabel di dalam ekonomi juga dibedakan menjadi dua yaitu variabel ekstensif dan variabel intensif. Selanjutnya, model termodinamika yang diterapkan dalam ekonomi adalah fungsi partisi kanonik lengkap (FPKL). FPKL yang bersifat ekstensif dan uniter memenuhi kriteria statistika fuzzy. FPKL dalam statistika fuzzy digunakan untuk menentukan nilai variabel ekstensif ekonomi berdasarkan nilai variabel intensif ekonomi. Penentuan variabel ekstensif tersebut dilakukan dengan simulasi statistika fuzzy (1,1). Hasil dari penelitian ini adalah termodinamika dan ekonomi mempunyai hubungan yang bersifat analog. FPKL diterapkan dalam ekonomi. FPKL bersifat ekstensif dan uniter sehingga memenuhi kriteria statistika fuzzy. Dari hasil simulasi FPKL dalam ekonomi menggunakan statistika fuzzy (1,1) diperoleh bahwa nilai jumlah penawaran uang, utility, dan entropi berada pada kondisi tidak stabil pada saat laju peredaran uang lebih besar dari 1.8. Suku bunga lebih dari 0.6 mengakibatkan nilai jumlah penawaran uang berada pada kondisi tidak stabil, sedangkan utility, dan entropi berada dalam keadaan tersebut ketika suku bunga lebih dari 0.77. Nilai jumlah penawaran uang dan entropi akan bernilai konstan untuk PDB per kapita lebih besar dari 80 juta per jiwa. Kata kunci : Ekonomi, termodinamika, fungsi partisi kanonik lengkap, statistika fuzzy

    ANALISIS PEMAHAMAN KONSEP TERMODINAMIKA DENGAN CRI BERBANTUAN CBT SISWA SMA NEGERI 21 PALEMBANG

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemahaman konsep termodinamika siswa SMA Negeri 21 Palembang. Penelitian dilaksanakan pada 35 siswa kelas XI IPA 4. Pengambilan data dalam bentuk tes menggunakan instrumen Thermodynamic Concept Survey (TCS) berupa 35 butir soal pilihan ganda beralasan terbuka yang dilengkapi dengan CRI berbantuan CBT. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif. Diperoleh hasil rata-rata pemahaman konsep siswa SMA Negeri 21 Palembang pada kategori paham konsep sebesar 36,28% siswa, paham konsep tapi kurang yakin sebesar 3,75%, siswa yang mengalami miskonsepsi sebesar 37,7% dan siswa tidak tahu konsep sebesar 22,27%. Persentase kategori paham konsep tertinggi berada pada pokok bahasan suhu dan perpindahan panas, kategori miskonsepsi tertinggi berada pada pokok bahasan hukum gas ideal, kategori paham konsep tapi kurang yakin dan tidak tahu konsep tertinggi berada pada pokok bahasan hukum 1 termodinamika. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi mengenai pemahaman konsep termodinamika siswa SMA Negeri 21 palembang.Kata kunci: Pemahaman konsep, termodinamika, Certainty of Response Index (CRI)

    Analisis Perencanaan Pengembangan Instrumen Evaluasi Berbasis Higher Order Thinking Skills (Hots) Materi Hukum Termodinamika

    Get PDF
    AbstrakSalah stau cabang ilmu fisika yang mempelajari tentang kalor dan usaha adalah termodinamika. Materi hukum termodinamika dianggap cukup sulit oleh sebagian besar peserta didik sehingga hasil belajar pada materi hukum termodinamika masih rendah. Oleh karena itu, perlu adanya instrumen evaluasi yang mendukung proses pembelajaran yang baik dan efektif untuk pendidik maupun peserta didik. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui seberapa besar kebutuhan sekolah (para pendidik) terhadap instrumen evaluasi berbasis HOTS di SMA/MA se Kota Semarang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Studi literasi dari berbagai penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa instrumen evaluasi berbasis HOTS sangat efektif digunakan para pendidik untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik. Sedangkan, hasil dari data kuesioner yang dibagikan kepada para pendidik dari 11 sekolah menunjukkan selama ini 81,8% pendidik hanya menggunakan soal evaluasi dengan kategori C1-C3. Berdasarkan wawancara dari beberapa pendidik belum menggunakan soal berbasis HOTS karena belum terlalu menguasai model tersebut. Sebanyak 72,7% pendidik menyatakan perlu menggunakan instrumen evaluasi berbasis HOTS untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik pada materi termodinamik. Untuk itu, dapat disimpulkan bahwa penggunaan instrumen evaluasi berbasis HOTS dibutuhkan sebagai alternatif untuk mengetahui hasil belajar peserta didik materi hukum termodinamika. 

    Szilárd anyagok rugalmas, hőtágulási, képlékeny és reológiai folyamatainak termomechanikája – elmélet és kísérlet

    Get PDF
    Szilárd anyagok rugalmas, hőtágulási, képlékeny és reológiai jelenségeinek egy termodinamika-alapú elméletét mutatjuk be. Megközelítésünk egyrészről az érintett kinematikai mennyiségek egy újszerű definícióján alapul. Eszerint a rugalmas deformáltság a test pillanatnyi metrikájának a relaxált metrikájától való eltérését fejezi ki,a hőtágulás a relaxált metrika egy hőmérsékletfüggő változása, míg a képlékenyedés egy tartós változása. Tárgyalásmódunk másik pillére a nemegyensúlyi termodinamika. A konstitutív egyenleteket úgy választjuk meg, hogy tiszteljék a termodinamikai konzisztenciát, és a második főtételt konstruktív, kvantitatív módon használjuk ki. A képlékenyedés szokásosan elvárt tulajdonságai természetes módon illeszkednek az elméletbe. A reológiát az irreverzibilis termodinamika belső változós módszertanával vezetjük be. A különböző jellegzetes viselkedéseket kísérleti eredményeken illusztráljuk, mely kísérletekben megnyújtott műanyag minták rugalmas, hőtágulási, képlékeny és reológiai változásokon mennek keresztül. A mért adatokból meghatározzuk a reológiai együtthatókat. A mechanikai mennyiségek mellett a hőmérséklet változásait is nyomon követjük, és az elmélettel is számot adunk róluk

    Pengaruh Kadar Karbon pada Proses Gasifikasi

    Get PDF
    Investigasi proses gasifikasi dilakukan dengan pemodelan termodinamik. Kuantifikasi unjuk kerja proses gasifikasi dinyatakan dengan kadar H2 dan kadar CO dalam gas produser, temperatur dan efisiensi termal. Investigasi pengaruh kadar karbon terhadap unjuk kerja proses gasifikasi dilakukan dengan simulasi menggunakan batubara: lignit, bituminus dan antrasit. Ketiga jenis batubara diharapkan mewakili tingkatan kadar karbon. Kajian termodinamika digunakan sebagai piranti prediksi kinerja gasifikasi dan dapat melihat efek berbagai faktor secara cepat. Penyimpangan kinerja gasifier aktual terhadap hasil prediksi termodinamika sering ditemui dan biasanya dianggap sebagai akibat faktor-faktor teknis yang berhubungan dengan laju proses, misalnya pengontakan partikel dengan medium gasifikasi. Pada makalah ini, kajian termodinamika disempurnakan dengan melibatkan pemodelan dekomposisi batubara yang sangat tergantung pada jenis batubara dalam hal ini mewakili kadar karbon. Harapannya, pengabungan model dekomposisi batubara yang diusulkan dalam penelitian ini dan model kesetimbangan reaksi konvensional menghasilkan kajian termodinamika yang lebih rasional. Hasil dari kajian termodinamika digunakan sebagai piranti prediksi kinerja gasifikasi dengan mempertimbangkan kadar karbon batubara. Fraksi mol gas hidrogen maksimum yang dihasilkan lignit lebih tinggi daripada antrasit dan bituminus, berturut-turut 0,43 dan 0,25. Fraksi mol maksimum gas hidrogen dari lignit berada pada laju udara/batubara sekitar 1,2 kg/kg sedangkan antrasit dan bituminus berada pada sekitar 3 kg/kg. Temperatur proses gasifikasi, seperti diduga sangat dipengaruhi oleh jenis batubara. Sesuai dengan kadar H2, temperatur gasifikasi sebaiknya dijaga sekitar 1000 oC (Ru = 2,4 dan 4 berturut-turut untuk batubara lignit, antrasit dan bituminus). Keuntungan pada temperatur sekitar 1000 oC, tar secara praktis sudah terdekomposisi lebih lanjut, sehingga gas produser hanya sedikit mengandung tar
    • …
    corecore