485,548 research outputs found

    PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PROJECT BASED LEARNING DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS X PADA KONSEP PENANGANAN LIMBAH

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keefektifan penerapan model pembelajaran Project Based Learning terhadap partisipasi dan hasil belajar siswa kelas X pada konsep penanganan limbah. Metode penelitian yang digunakan adalah quasi eksperimen dengan rancangan “one group pretest dan postest design”. Subjek penelitiannya adalah siswa kelas X MIA 5 tahun ajaran 2013-2014. Instrumen yang digunakan dalam penelitian berbentuk tes dan nontes, instrumen tes berupa soal objektif (pilihan ganda) 18 soal yang memenuhi kriteria hasil uji coba instrumen yaitu 16,6% mudah, 55,5% sedang dan 33,3% sukar. Instrumen tes diberikan pada saat pretest dan postest. Instrumen nontes berupa tabel skala sikap, lembar observasi psikomotor, lembar penilaian produk, angket respon siswa dan lembar observasi guru yang diberikan pada saat pembelajaran. Nilai rata-rata hasil pretest sebesar 50,98, rata-rata hasil postest 70,18 dengan peningkatan (N-gain) sebesar 0,41 dengan kriteria peningkatan sedang. Hasil penghitungan statistik untuk tes kognitif yang menggunakan uji t diperoleh thitung > ttabel yaitu 9,27 > 2,567 maka hipotesis signifikan dengan tingkat kepercayaan 99% (0,01). Nilai aktivitas belajar siswa rata-rata 79,9% memiliki kriteria baik, aspek psikomotor siswa rata-rata 88,6% memiliki kriteria sangat baik, dan penilaian produk yang dibuat oleh siswa rata-rata 74% dengan kriteria baik. Respon siswa selama proses pembelajaran memiliki rata-rata 3,93 dengan kriteria sangat baik (positif) terhadap pembelajaran, sedangkan aktivitas guru selama melaksanakan pembelajaran memiliki rata-rata 91,85% dengan kriteria sangat baik. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran Project Based Learning dapat meningkatkan partisipasi dan hasil belajar siswa pada konsep penanganan limbah dengan kriteria peningkatan sedang. Penulis menyarankan model pembelajaran Project Based Learning dapat digunakan pada materi yang lainnya, kemudia pada saat pembelajaran guru harus lebih menekankan materi pembelajaran yang bersangkutan kepada siswa, sehingga pemahaman siswa terhadap materi pembelajaran tertentu akan lebih meningkat dengan baik. Kata kunci: Project Based Learning, hasil belajar, konsep penanganan limbah

    PENGARUH PENGGUNAAN MODUL TEKNIK PENGECORAN LOGAM TERHADAP PRESTASI BELAJAR SISWA KELAS X JURUSAN TEKNIK PENGECORAN LOGAM DI SMK N 2 KLATEN

    Get PDF
    Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui prestasi belajar siswa yang tidak diberi perlakuan model pembelajaran dengan menggunakan modul pembelajaran, mengetahui prestasi belajar siswa yang diberi perlakuan model pembelajaran dengan menggunakan modul pembelajaran dan mengetahui perbedaan prestasi belajar siswa antara yang diberi perlakuan model pembelajaran dengan menggunakan modul pembelajaran dan prestasi belajar siswa yang tidak diberi perlakuan model pembelajaran dengan menggunakan modul pembelajaran. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian Quasi Experimental dengan menggunakan desain penelitian Nonequivalent Control Group Design. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X SMK N 2 Klaten. Sampel dipilih dengan cara sampling purposive yaitu 32 siswa kelas X PL-A sebagai kelas kontrol dan kelas X PL-B sebagai kelas eksperimen. Untuk mengumpulkan data dalam penelitian ini dengan teknik tes. Sebelum diberi perlakuan siswa diberi pretest. Selanjutnya siswa diberi perlakuan. Kelas kontrol diberi perlakuan model pembelajaran tanpa menggunakan modul pembelajaran sedangkan kelas eksperimen diberi perlakuan model pembelajaran dengan menggunakan modul pembelajaran. Setelah diberi perlakuan siswa diberi posttest. Metode pengujian hipotesis yang digunakan adalah Analisis Uji-t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan modul pembelajaran berdampak positif terhadap prestasi belajar siswa. Hal ini ditunjukan dengan perolehan rata-rata nilai posttest kelas ekperimen lebih tinggi dari pada perolehan rata-rata nilai posttest kelas kontrol. Kelas eksperimen memperoleh rata-rata nilai posttest sebesar 75,41 sedangkan untuk kelas kontrol sebesar 70,38. Dari hasil analisis Uji-t nilai thit = 5,716 dan tt5%(1,62) = 2,000. Besarnya thit lebih besar dari tt5%(1,54) yang berarti H_0 ditolak dan H_α diterima, sehingga ada perbedaan prestasi belajar siswa antara siswa yang diberi perlakuan model pembelajaran tanpa menggunakan modul pembelajaran dan model pembelajaran dengan menggunakan modul pembelajaran

    Model-model Pembelajaran Inovatif

    Full text link
    Seorang guru yang profesional harus memiliki minimal empat kompetensi, yaitu kompetensi kepribadian, kompetensi sosial, kompetensi pedagogik, dan kompetensi profesional. Salah satu kompetensi yang harus dikuasai guru adalah pedagogik. Dalam kompetensi ini guru harus mengetahui berbagai teori tentang belajar dan pembelajaran, sebab teori inilah yang sering memberikan landasan bagi pendekatan dan metodologi mengajar. Dengan kata lain, pendidik adalah agen pembelajaran (learning agent) yang berperan sebagai fasilitator, motivator, pemacu, dan perekayasa pembelajaran. Untuk itu pendidik harus mampu mengaplikasikan berbagai pendekatan, metode, dan teknik pembelajaran yang inovatif untuk menunjang tercapainya tujuan pembelajaran yang maksimal

    PENGARUH MODEL GROUP INVESTIGATION TERHADAP PRESTASI BELAJAR TEKNIK LAS BUSUR DASAR BAHASAN CACAT LAS DI SMK NEGERI 1 PURWOREJO TAHUN AJARAN 2011/2012

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prestasi belajar siswa pada pembelajaran las busur dasar yang menggunakan model pembelajaran group investigation, untuk mengetahui perbedaan prestasi belajar kelas kontrol dan kelas eksperimental dengan model pembelajaran group investigation pada pembelajaran las busur dasar bahasan cacat las, untuk mengetahui dinamika pembelajaran pada kelas yang menggunakan model pembelajaran group investigation. Metode yang digunakan dalam penelitian ini merupakan metode penelitian experiment yang pelaksanaannya menggunakan jenis quasi experiment dengan desain nonequivalent control group design. Penelitian dilakukan di SMK Negeri 1 Purworejo dengan kelas XI Teknik Pemesinan B (XI TPB) sebagai kelas eksperimental dan kelas XI Teknik Pemesinan A (XI TPA) sebagai kelas kontrol. Kelas XI TPB sebagai kelas eksperimental mengalami perlakuan dengan menggunakan model pembelajaran group investigation dalam kegiatan belajar mengajarnya, sedangkan kelas XI TPA sebagai kelas kontrol tetap menggunakan model pembelajaran konvensional dalam kegiatan belajar mengajarnya. Prestasi belajar pada kelas eksperimental yang menggunakan model pembelajaran group investigation memperoleh hasil baik. Prestasi belajar tersebut dapat ditunjukkan dengan perolehan nilai rata-rata kelas 77,5. Nilai terbanyak yang diperoleh adalah pada nilai 78. Nilai tengah dari data tersebut adalah pada nilai 78. Nilai tertinggi 84, sedangkan nilai terendahnya 72. Terdapat perbedaan yang signifikan antara hasil belajar kelas eksperimen yang menggunakan model pembelajaran group investigation dengan kelas kontrol yang menggunakan model pembelajaran konvensional. Perbedaan prestasi belajar pada kedua kelas tersebut dilihat dari pencapaian nilai rata-rata kelas pada kelas eksperimen lebih tinggi dari nilai rata-rata kelas pada kelas kontrol. Pembelajaran dengan model group investigation terlihat lebih dinamis, hal dapat dilihat pada saat kegiatan presentasi. Dinamika berkelompok siswa dapat berinteraksi satu sama lain, melaksanakan kegiatan bersama-sama, membangun kebiasaan untuk meningkatkan mutu pribadinya dalam kerja sama, membangun kesepakatan, membangun kemandirian untuk mengembangkan konsep, menyempurnakan konsep melalui interaksi pikiran sehingga perbaikan mutu berposes dalam kondisi dinamis saling bergantung pada kekuatan pikiran bersama

    Gabungan Model-Model Pembelajaran Kooperatif Berpotensi Memberdayakan Hasil Belajar Bakteriologi Mahasiswa

    Full text link
    A quasi-experimental research has been done in the city of Samarinda. The study applied combined of Cooperative Script (CS) and Think-Pair-Share (TPS) learning models on students who took a course Bacteriology. Two classes are used, one class for applied the combined CS- TPS learning model, in another class for applied to conventional learning, during the even semester of the 2015/2016 academic year. Research focuses on knowing the effect of the combined application of CPS-TPS learning model in empowering the cognitive learning and critical thinking skills. Sample was taken by purposive sampling based on the value of protists student, and obtained a total of 32 pairs of students. Retrieving data using assay, conducted on pre-test and post-test. Analysis of the data using the t test for paired samples with significance level of 5% (p˂0,05). The results of data analysis showed that the t value for the cognitive learning is 2.21; and critical thinking skills is 2.10. T table (df = 32 + 32-2, α = 0.05) is 2.00. The application of combined of CPS-TPS learning model empowering influential in bacteriological student learning outcomes. Keep in similar studies in the future to obtain more information.Key Word : Cooperative Script, Think-Pair-Share, Cognitive Learning Outcomes, Critical Thinking Skills, Bacteriolog

    Pemanfaatan Model-model Pembelajaran Matematika Sekolah Sebagai Konsekuensi Logis Otonomi Daerah Bidang Pendidikan

    Full text link
    Pelaksanaan otonomi daerah bidang pendidikan didasarkan atas pasal 11 ayat (2) UU No. 22/1999 tentang Pemerintahan Daerah dan diikuti oleh PP No. 25/2000 Pasal 2 ayat (11) yang antara lain menuliskan tentang kewenangan pusat untuk mengatur penetapa kurikulum nasional dan evaluasinya, serta penetapan standar materi pelajaran pokok. Sedangkan guru memiliki kewenangan untuk menyelenggarakan proses pembelajaran secara otonomi. Konsekuensi logisnya, guru dapat mengembangkan kreativitasnya dalam menerapka model-model pembelajaran. Model pembelajaran adalah pola pembelajaran yang diterapkan/dipilih guru dalam menyampaikan materi bahan ajar, sehingga tujuan pembelajaran dapat dicapai sesuai dengan yang dikehendaki guru. Dalam menerapkan/memanfaatkan suatu model pembelajaran matematika, diasumsikan bahwa guru dianggap telah menguasai materi bahan ajar dan dapat menyajikannya dengari baik, hangat, dan penuh keantusiasan. Model-model pembelajaran yang dapat diterapkan guru banyak sekali ragamnya. Di antaranya, (1) model pembelajaran Ekspositori., yakni guru mengajarkan materi diselingi dengan latihan-latihan soal, (2) model pembelajaran Quantum Teaching, yang mencoba menciptakan suasana pembelajaran matematika menjadi menyenangkan, menakjubkan dan setiap keberhasilan perlu dirayakan. (3) model pembelajaran Konstruktivis, yakni meminta kepada para siswa untuk mempelajari dahulu materi yang akan diajarkan, (4) model pembelajaran Realistic Mathematics Education (RME), yang dalam hal ini guru harus menyiapkan soal tentang kehidupan sehari-hari yang harus dipecahkan dengan materi pelajaran yang akan diterangkan kemudian, (5) model pembelajaran Problem Posing, yang mengharuskan siswa mengajukan soal dan solusinya, serta (6) model pembelajaran Pengajaran Berbalik (Reciprocal Teaching), yakni meminta siswa untuk menyajikan materi yang dipilih guru, di depan kelas. Diharapkan, dengan adanya otonomi daerah bidang pendidikan ini, dapat dijadikan wahana bagi guru untuk mengembangkan kreativitasnya di bidang penyajian materi bahan ajar

    PENGARUH METODE JIGSAW TERHADAP PRESTASI BELAJAR LAS DASAR PADA KOMPETENSI DASAR PEMILIHAN, PENGESETAN MESIN LAS DAN ELEKTRODA DI SMK N 2 KLATEN

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk; (1) mengetahui pengaruh metode jigsaw terhadap keaktifan belajar dan prestasi belajar pelajaran las dasar pada kompetensi dasar pemilihan, pengesetan mesin las dan elektroda dengan menggunakan metode kooperatif model jigsaw di SMK Negeri 2 Klaten; (2) Mengetahui keaktifan siswa pembelajaran pengelasan dasar dengan menggunakan motode pembelajaran kooperatif model jigsaw;dan (3) Mengetahui perbedaan hasil belajar kelompok kontrol dan kelompok eksperimental dengan model pembelajaran jigsaw pada mata pelajaran pengelasan dasar. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian eksperimen jenis quasi experiment. Penelitian dilakukan di SMK Negeri 2 Klaten dengan Kelas 2 Teknik Mesin (2MA) sebagai kelompok eksperimen dan Kelas 2 Teknik Mesin 2 (2MB) sebagai kelompok kontrol. Kelas 2MA sebagai kelompok eksperimen mengalami perlakuan dengan menggunakan metode pembelajaran cooperative learning model jigsaw dalam kegiatan belajar mengajarnya. Pelaksanaan metode jigsaw di kelas eksperimen dibagi menjadi kelompok asal dan kelompok ahli pada proses pembelajaran. Kelas 2MB sebagai kelompok kontrol tetap menggunakan metode pembelajaran ceramah dan tanya jawab dalam kegiatan belajar mengajarnya. Instrumen yang digunakan adalah soal pilihan ganda dan lembar observasi. Analisis data yang digunakan adalah perhitungan mean, modus, median dan uji komparasi dengan uji t. Hasil penelitian ini adalah: (1) Keaktifan siswa kelas eksperimen model jigsaw 90% siswa sangat aktif dalam proses kegiatan pembelajaran. (2) Hasil belajar pada kelompok eksperimen yang menggunakan pembelajaran model jigsaw memperoleh nilai rata-rata 87,7. Nilai terbanyak yang diperoleh adalah pada pada skor/nilai 88. Nilai tengah dari data tersebut adalah pada skor/nilai 88. Nilai tertinggi 98, sedangkan nilai terendahnya 78; dan, (3) Perbedaan hasil belajar dihitung dengan uji beda t yang menghasilkan thitung < ttabel = 0.15616 < 1,990, jadi perhitungan menyatakan bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara hasil belajar kelompok eksperimental dengan menggunakan pembelajaran model jigsaw dan kelompok kontrol dengan menggunakan pembelajaran ceramah konvensional

    PENGARUH PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN JIGSAW TERHADAP PRESTASI BELAJAR KOMPETENSI DASAR TRANSMISI OTOMATIS SISWA KELAS XI PROGRAM STUDI TEKNIK OTOMOTIF SMK NEGERI 2 KEBUMEN

    Get PDF
    Model pembelajaran jigsaw merupakan sebuah teknik yang dipakai secara luas yang memiliki kesamaan dengan teknik pertukaran dari kelompok kelompok dengan setiap peserta didik mengajarkans esuatu. Penerapan model pembelajaran jigsaw di dalam kelas diharapkan akan berpengaruh terhadap prestasi belajar kompetensi dasar memelihara transmisi otomatis siswa kelas XI Program Studi Teknik Otomotif SMK Negeri 2 Kebumen. Tujuan penelitian ini adalah (1) untuk mengetahui prestasi belajar pada penerapan model pembelajaran jigsaw pada peserta didik kompetensi dasar memelihara transmisi otomatis Program Studi Teknik Otomotif SMK Negeri 2 Kebumen; dan (2) untuk mengetahui bagaimana prestasi belajar kompetensi dasar memelihara transmisi otomatis siswa pada kelas dengan penerapan model pembelajaran jigsaw (kelas eksperimen) dibandingkan dengan kelas pada penerapan pembelajaran ceramah (kelas kontrol). Populasi penelitian ini adalah siswa kelas XI program Studi Teknik Otomotif SMK Negeri 2 Kebumen tahun ajaran 2010/2011 sebanyak 144 siswa yang terbagi menjadi 4 kelas dan setiap kelas terdiri dari 36 siswa. Sampel penelitian diambil dengan teknik random sampling dengan jumlah sampel sebanyak 2 kelas. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian inia dalah dengan menggunakan tes.Validasi instrumen penelitian ini melalui pendapat ahli (expert judgement) dan analisis butir soal untuk kelas uji coba.Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimen dengan dengan jenis kuasi eksperimen dengan desain non equivalent control group design.Teknik analisis data yang digunakan untuk menganalisis data hasil penelitian adalah uji-t satu pihak yaitu pihak kanan dengan taraf kesalahan yang ditentukansebesar 5%. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan prestasi belajar kelas yang diberikan model pembelajaran jigsaw (kelas eksperimen) lebih tinggi dibandingkan kelas yang diberikan model pembelajaran ceramah (kelas kontrol). Hal tersebut dibuktikan dengan hasil t hitung> t tabelyaitu 15,086 > 1,69. Prestasi belajar siswa kelas yang diajar menggunakan model pembelajaran jigsaw lebihtinggi 10,08% dibandingkan dengan kelas yang diajar menggunakan model pembelajaran ceramah

    PENINGKATAN KEAKTIFAN DAN PRESTASI BELAJAR SISWA PADA PEMBELAJARAN KEWIRAUSAHAAN DENGAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE NHT (Numbered Heads Together) DI SMK NEGERI 8 PURWOREJO

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk: 1) Mengetahui proses pembelajaran pada pembelajaran kewirausahaan di SMK Negeri 8 Purworejo dengan model pembelajaran kooperatif tipe NHT; 2) Mengetahui peningkatan keaktifan siswa pada pembelajaran kewirausahaan di SMK Negeri 8 Purworejo dengan model pembelajaran kooperatif tipe NHT; 3) Mengetahui peningkatan prestasi belajar siswa pada pembelajaran kewirausahaan di SMK Negeri 8 Purworejo dengan model pembelajaran kooperatif tipe NHT. Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang terdiri dari dua siklus dengan desain penelitian model Kemmis dan Taggart. Alur penelitian tindakan kelas terdiri dari “Perencanaan-Tindakan- Pengamatan-Refleksi”. Subyek penelitian 25 siswa kelas XI busana butik. Teknik pengumpulan data menggunakan lembar observasi proses pembelajaran, lembar observasi keaktifan siswa, soal uraian, dan tes pilihan ganda. Uji validitas instrumen lembar observasi dan soal uraian menggunakan Judgment Experts dan tes pilihan ganda menggunakan Point Biserial dengan hasil 0,275. Uji coba instrumen diujikan pada 23 siswa kelas XI busana butik I di SMK Negeri 6 Purworejo. Hasil uji validitas dari 70 butir soal tes pilihan ganda terdapat 2 butir soal yang gugur, yaitu nomor 56 dan 66. Reliabilitas lembar observasi proses pembelajaran, lembar observasi keaktifan siswa dan soal uraian menggunakan Antar- Rater dengan hasil 0,726 dan 0,734 dan tes pilihan ganda menggunakan KR-20 dengan hasil 0,953. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan teknik analisis deskriptif kuantitatif dengan presentase yaitu menghitung keaktifan siswa dan nilai ketuntasan belajar tiap siswa. Hasil penelitian menunjukkan: 1) Proses pembelajaran kewirausahaan di SMK Negeri 8 Purworejo dengan model pembelajaran kooperatif tipe NHT dilaksanakan melalui perencanaan siklus I, meningkatkan keaktifan dan prestasi belajar siswa dengan model pembelajaran kooperatif tipe NHT. Tindakan, fase 1, guru membentuk beberapa kelompok belajar yang tiap kelompoknya dengan kemampuan yang berbeda-beda berdasarkan presensi siswa, terdiri dari 5 siswa. Fase 2, guru memberikan pertanyaan kepada siswa dalam bentuk soal uraian. Fase 3, siswa mengerjakan tugas mereka, tiap-tiap kelompok menyatukan kepala “Heads Together” berdiskusi memikirkan jawaban atas pertanyaan guru dan meyakinkan tiap anggota dalam kelompoknya mengetahui jawaban itu. Fase 4, guru memanggil salah satu nomor tertentu yang ada dalam kelompok untuk mewakili dalam menjawab pertanyaan dan mempresentasikan hasil diskusinya secara bergantian. Pengamatan, sebagaian siswa belum melakukan fase 1dan fase 3 dengan baik. Refleksi, keaktifan dan prestasi sudah baik tetapi perlu untuk ditingkatkan sehingga dilaksanakan siklus II. Siklus II, perencanaan, meningkatkan keaktifan dan prestasi belajar siswa dengan model pembelajaran kooperatif tipe NHT. Tindakan, guru menambah motivasi dan bimbingan dalam tiap fasenya. Pengamatan, keaktifan dan prestasi belajar siswa meningkat. Refleksi, model pembelajaran kooperatif tipe NHT dapat diterapkan dengan baik pada pembelajaran kewirausahaan, keaktifan dalam kategori tinggi dan prestasi belajar siswa sudah tuntas sesuai nilai KKM sehingga dihentikan pada siklus II; 2) Peningkatan keaktifan ratarata siswa dalam pembelajaran kooperatif tipe NHT pra tindakan 27,2% yaitu dalam kategori rendah, meningkat 29,8% menjadi 62,5% pada siklus I yaitu dalam kategori sedang, meningkat 23,7% menjadi 77,3% siklus II yaitu dalam kategori tinggi; 3) Peningkatan prestasi belajar rata-rata siswa pada pembelajaran kooperatif tipe NHT pra tindakan 70,8 meningkat 13,2% menjadi 81,9 pada siklus I dan meningkat 10,1% menjadi 90,1 pada siklus II. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa dengan model pembelajaran kooperatif tipe NHT dapat meningkatkan keaktifan dan prestasi belajar siswa pada pembelajaran kewirausahaan pada kelas XI busana butik di SMK Negeri 8 Purworejo

    PENGARUH PENGGUNAAN MODEL PEMBELAJARAN MODUL TERHADAP PRESTASI BELAJAR SISWAPADA MATA DIKLAT PENGAPIAN SEPEDA MOTOR DI SMK MUHAMADIYAH 1 BAMBANGLIPURO BANTUL

    Get PDF
    Salah satu penyebab rendahnya prestasi belajar siswa adalah kurang tepatnya penerapan penggunaan model pembelajaran yang sesuai dengan materi pembelajaran yang diajarkan. Oleh sebab itu dibutuhkan suatu alternatif untuk mengembangkan pembelajaran. Alternatif itu diantaranya adalah pembelajaran dengan model pembelajaran modul. Tujuan dari penelititan ini adalah untuk mengetahui peningkatan prestasi belajar dengan penggunaan model pembelajaran modul pada mata diklat pengapian sepeda motor pada Program Studi Teknik Sepeda Motor di SMK Muhamadiyah 1 Bambanglipuro Bantul. Jenis penelitian ini adalah penelitian experimen dengan menggunakan desain penelitian Quasi Eksperiment Control Group. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI SMK Muhamadiyah 1 Bambanglipuro, dengan jumlah siswa 111. Sampel penelitian ini diambil dengan teknik Aksidental Sampling. Jumlah sampel sebanyak 40 siswa yang terbagi dalam 2 kelompok yaitu kelas XI Motor A sebagai kelompok eksperimen dan kelas XI Motor B sebagai kelompok kontrol dengan jumlah masing-masing kelompok sebanyak 20 siswa. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan tes. Validitas instrumen ini melalui pendapat para ahli (judgement expert) dan análisis butir instrumen. Reliabilitas instrumen diuji dengan menggunakan rumus KR 20. Berdasarkan hasil análisis data penelitian dapat disimpulkan bahwa ada peningkatan prestasi belajar yang signifikan antara siswa kelas yang diberikan model pembelajaran modul (kelas eksperimen) dengan kelas yang diberi model pembelajaran ceramah (kelas kontrol). Hal tersebut dibuktikan dengan hasil analisis data uji beda (t-test) dengan bantuan komputer program Microsoft office Excel 2007 yaitu, thitung lebih besar dari ttabel uji satu pihak yaitu sebesar 1,859 > 1,729 dengan perolehan rerata kelas eksperimen lebih tinggi dari kelas kontrol yaitu sebesar 72,75 > 69,12. Dengan demikian penggunaan model pembelajaran modul memberikan pengaruh positif terhadap prestasi belajar siswa
    • …
    corecore