31,536 research outputs found

    EFEKTIVITAS PENGGUNAAN RADIO VHF CHANNEL 12 KEPANDUAN DALAM OLAH GERAK KAPAL DI ALUR PELAYARAN BALIKPAPAN

    Get PDF
    ABSTRAKSI Ardianto, Bayu. 2023. NIT: 551811116519 N. “Efektivitas Penggunaan Radio VHF Channel 12 Kepanduan dalam Olah Gerak Kapal di Alur Pelayaran Balikpapan”. Skripsi. Program Diploma IV, Program Studi Nautika, Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang, Pembimbing I: Capt. Ilham Ashari, S.Si.T, M.M, M.Mar., Pembimbing II: Janny Andriani Djari, S.Si.T, M.M Radio VHF merupakan alat komunikasi dua arah antar kapal ataupun kapal dengan stasiun radio pantai guna mendapatkan informasi ketika dalam keadaan bahaya. Pentingnya sarana komunikasi menggunakan radio VHF channel 12 yang digunakan di dalam alur pelayaran Balikpapan dengan menggunakan Pandu, maka perlu adanya peningkatan efektivitas penggunaan radio VHF channel 12 di alur pelayaran Balikpapan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Sumber data meliputi sumber primer dan sekunder. Untuk mengumpulkan prosedur keabsahan data, teknik pengumpulan data seperti wawancara, observasi, dan dokumentasi digunakan dalam penelitian lapangan. Analisis tulang ikan (fishbone diagram) merupakan salah satu teknik analisis data. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa faktor yang mempengaruhi efektivitas penggunaan radio VHF channel 12 yaitu kurangnya kesadaran operator radio tentang pentingnya komunikasi secara efektif, kurang pemahaman tentang peraturan penggunaan radio VHF dalam berkomunikasi, serta keterbatasan dari radio VHF. Dampak yang ditimbulkan akibat tidak efektifnya penggunaan radio VHF channel 12 yaitu dapat menyebabkan tubrukan antar kapal, pencemaran lingkungan laut, serta kerugian pada perusahaan dan pelabuhan sebagai akibat dari terhambatnya proses bongkar muat. Upaya yang dilakukan untuk mengoptimalkan penggunaan radio VHF channel 12 yaitu melakukan familiarisasi, edukasi, dan pelatihan kepada operator radio dan kru di kapal, membaca peraturan terkait radio VHF dan peraturan daerah setempat, serta pengawasan oleh stasiun radio pantai. Saran penulis, perlunya menumbuhkan kesadaran operator radio dalam berkomunikasi secara efektif, memahami peraturan terkait, peningkatan mutu operator radio, pengawasan dalam penggunaan radio VHF channel 12, serta penerbitan sanksi bagi pelanggar ketentuan komunikasi oleh pemerintah

    PROSIDING KONFERENSI NASIONAL ADMINISTRASI NEGARA SINAGARA 2020

    Get PDF
    PROSIDING KONFERENSI NASIONAL ADMINISTRASI NEGARASINAGARA 202

    IMPLEMENTASI ISO 9001: 2015 DI INSTITUSI PENDIDIKAN

    Get PDF
    IMPLEMENTASI ISO 9001: 2015 DI INSTITUSI PENDIDIKA

    Pola Asuh Orang Tua Muda Pada Anak Usia Dini Di Desa Sukaraja Kecamatan Pedamaran Kabupaten Ogan Komering Ilir

    Get PDF
    Penelitian ini dilaksanakan karena masih ada orang tua yang belum paham Tentang Pola Asuh Orang Tua Muda Pada Anak Usia Dini Di Desa Sukaraja Kecamatan Pedamaran Kab Oki. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana Pola Asuh Orang Tua Muda Pada Anak Usia Dini Di Desa Sukaraja Kecamatan Pedamaran Kab Oki. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana Pola Asuh Orang Tua Muda Pada Anak Usia Dini Di Desa Sukaraja Kecamatan Pedamaran Kab Oki. Metode yang digunakan dalam  penelitian ini menggunakan teknik dengan pendekatan deskriptif. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan teknik triangulasi yaitu reduksi data, penyajian data, dan kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan dilapagan dapat disimpulkan bahwa Pola Asuh Orang Tua Muda Pada Anak Usia Dini Di Desa Sukaraja Kecamatan Pedamaran Kab Oki yaitu, Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa dari 3 orang tua yang mempunyai anak 0-6 tahun Desa Sukaraja Kecamatan Pedamaran Kabupaten Ogan Komering Ilir terdapat 1 orang tua yang menggunakan pola asuh demokratis, 1 orang tua menggunakan pola asuh otoriter, dan 1 orang tua menggunakan pola asuh permisif. interaksi antara orang tua dan anak  masih kurang, karena kurangnya interaksi antara orang tua dan anaknya, ada anak yang masih merasakan kurangnya perhatian dari orang tuanya. kurangnya interaksi antara anak dan orang tua serta kurangnya  pembiasaan orang tua muda dengan menanamkan nilai moral agama sikap dan perilaku yang baik terhadap anak

    PENEGAKAN HUKUM TERHADAP TERDAKWA EXTRAJUDICIAL KILLING (Studi di Pengadilan Negeri Koto Baru Kelas II Kabupaten Solok)

    Get PDF
    ABSTRAK Pengadilan Negeri Koto Baru Kelas II Kabupaten Solok (selanjutnya disebut sebagai PN Koto Baru) berwenang mengadili segala perkara mengenai tindak pidana yang terjadi di daerah hukumnya, sebagaimana diatur didalam Pasal 84 ayat (1) Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1981 tentang Hukum Acara Pidana. Salah satu perkara pidana yang telah diputus oleh PN Koto Baru, adalah kasus pembunuhan diluar hukum atau juga dikenal sebagai Extrajudicial Killing yang dilakukan oleh Brigadir Kamsep Rianto terhadap tersangka sekaligus Daftar Pencarian Orang kasus judi bernama Deki Susanto. Menurut data dari Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia, tercatat telah terjadi 151 kasus Extrajudicial Killing dengan 181 korban jiwa sepanjang tahun 2018 sampai dengan tahun 2020. Namun, masih sedikit sekali informasi mengenai kelanjutan serta penegakan hukum atas kasus-kasus tersebut. Atas dasar itu penulis berfokus terhadap proses penegakan hukum terhadap terdakwa Extrajudicial Killing yang terjadi di Kabupaten Solok Selatan dengan menggunakan teori faktor-faktor yang mempengaruhi penegakan hukum oleh Soerjono Soekanto. Adapun yang menjadi rumusan masalah: 1. Bagaimana pelaksanaan penegakan hukum dalam kasus Extrajudicial Killing di Indonesia? 2. Bagaimana kendala yang dihadapi penegak hukum dalam kasus Extrajudicial Killing di Indonesia? Dalam penelitian ini menggunakan pendekatan yuridis sosiologis (empiris) dengan sifat penelitian deskriptif, jenis datanya dari data primer (data penelitian lapangan) dan data sekunder (studi kepustakaan). Hasil penelitian dan pembahasan menunjukan bahwa pelaksanaan penegakan hukum dalam kasus Extrajudicial Killing di Indonesia pada saat ini masih sama seperti penegakan hukum untuk tindak pidana biasa dikarenakan memang tidak ada aturan khusus yang mengatur tentang tindak pidana ini, serta terdapat berbagai macam fakta penulis temukan dari penegakan hukum dalam kasus Extrajudicial Killing ini yang dibahas dengan teori Soerjono Soekanto. Kendala-kendala dalam penegakan hukum dari kasus ini adalah rumitnya proses pembuktian berdasarkan keterangan saksi dari kedua belah pihak, penggunaan teori-teori dari KUHP lama, serta keadaan masyarakat yang tidak percaya dengan aparat penegak hukum akibat dari berbagai macam penyebab. Kata Kunci: Extrajudicial Killing, Penegak Hukum, Penegakan Huku

    Manajemen humas dalam mengefektifkan paguyuban sekolah untuk meningkatkan keberhasilan program akademik: Studi kasus di Sekolah Menengah Pertama Brawijaya Smart School Malang

    Get PDF
    ABSTRAK Manajemen humas merupakan proses pengelolaan komunikasi antara lembaga pendidikan dan masyarakat mulai dari kegiatan perencanaan sampai pada evaluasi terhadap proses dan hasil kegiatan sekolah. Sehingga dibutuhkan suatu kerjasama yang baik untuk mencapai keberhasilan dari tujuan manajemen humas, yaitu membangun hubungan yang harmonis antara sekolah dan orang tua peserta didik. Keterlibatan orang tua sangat penting bagi lembaga pendidikan dalam melaraskan pemahaman, baik sekolah dan orang tua harus belajar memahami maksud dan tujuan masing-masing. Oleh karena itu, sekolah membentuk paguyuban sebagai upaya untuk membangun komunikasi yang baik dengan orang tua peserta didik dan memberikan ruang kontribusi dalam setiap kegiatan sekolah. Namun, sejauh mana paguyuban ini menjadi langkah yang efektif untuk membantu sekolah dalam meningkatkan program akademiknya. Penelitian ini bertujuan untuk, (1) Mendeskripsikan langkah-langkah manajemen humas dalam mengefektifkan paguyuban sekolah, (2) Mendeskripsikan bentuk keberhasilan program akademik melalui manajemen humas dalam mengefektifkan paguyuban sekolah, (3) Mendeskripsikan implikasi manajemen humas dalam mengefektifkan paguyuban sekolah untuk meningkatkan keberhasilan program akademik di Sekolah Menengah Pertama Brawijaya Smart School Malang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, jenis studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi, wawancara terstruktur, dan dokumentasi. Data dianalisis dengan metode diagram fishbone Ishikawa. Pengecekan keabsahan data menggunakan credibility (keterpercayaan) dengan menggunakan triangulasi teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, (1) Langkah-langkah manajemen humas dalam mengefektifkan paguyuban sekolah yaitu Perencanaan, Pengorganisasian, Pelaksanaan, Pengawasan dan Penilaian (2) Bentuk keberhasilan program akademik melalui manajemen humas dalam mengefektifkan paguyuban sekolah yaitu, program unggulan, prestasi siswa bidang akademik dan animo masyarakat tinggi (3) Implikasi manajemen humas dalam mengefektifkan paguyuban sekolah untuk meningkatkan keberhasilan program akademik di Sekolah Menengah Pertama Brawijaya Smart School Malang yaitu, pengelolaan transparan, kepercayaan masyarakat tinggi dan image positive. ABSTRACT Public relations management is the process of managing communication between educational institutions and the community, starting from planning to evaluating the process and results of school activities. So that a good cooperation is needed to achieve the success of the public relations management objectives, which is a collaboration between schools and parents of students. Parental involvement is significant for educational institutions in harmonizing understanding, where schools and parents must learn to understand each other's intentions and objectives. Therefore, the school established the association as an effort to build good communication with the parents of students and provide room for contribution in every school activity. However, to what extent has this association been an effective measure to assist the school in improving its academic program. This research aims to, (1) Describe the steps of public relations management in making school associations effective, (2) Describe the form of academic program success through public relations management in making school associations effective, (3) Describe the implications of public relations management in making school associations effective to increase the success of academic programs at Junior High School Brawijaya Smart School Malang. This research uses a qualitative approach with a case study research type. The data collection techniques used were observation, structured interviews and documentation. Data were analyzed using the Ishikawa Fishbone diagram method. Checking the validity of the data using credibility by using technical triangulation. The research results show that, (1) The steps of public relations management in making school associations effective, namely planning, organizing, actuating, controlling, dan evaluating, (2) The forms of academic program success through public relations management in making school associations effective, namely flagship program, academic achievement of students and high public interest (3) The implications of public relations management in making school associations effective to increase the success of academic programs at Junior High School Brawijaya Smart School Malang, namely transparent management, high public trust and image positive. مستخلص البحث إدارة العلاقات العامة هي عملية ترتيب الاتصال بين المؤسسات التعليمية والمجتمع ، بدءًا من تخطيط الأنشطة إلى تقييم عمليات ونتائج الأنشطة المدرسية. لذلك فإن التعاون الجيد مطلوب لتحقيق نجاح أهداف إدارة العلاقات العامة ، وهي بناء علاقة جيدة بين المدرسة والوالدين. تعد مشاركة الوالدين مهمة جدًا للمؤسسات التعليمية في تنسيق الفهم ، ويجب على كل المدارس والوالدين أن يفهم المراد والأهداف لكل منهما. لذلك ، جعلت المدارس كجمعية لبناء التعامل الجيد مع الوالدين وتعطي الفرصة في كل نشاط مدرسي. ولكن ، إلى أي مدى يعتبر هذا الارتباط خطوة جيدة لمساعدة المدارس في تحسين برامجها الأكاديمية. تهدف هذه الدراسة إلى الكشف عن إدارة العلاقات العامة في تبسيط الجمعيات المدرسية لزيادة نجاح البرامج الأكاديمية في المدرسة المتوسطة الأولى براويجايا سمارت سكول مالانج، مع محاور فرعية، وهي: (1) وصف خطوات إدارة العلاقات العامة في جعل الجمعيات المدرسية ، (2) وصف شكل نجاح البرامج الأكاديمية من خلال إدارة العلاقات العامة في جعل الجمعيات المدرسية ، (3) وصف الآثار المترتبة على العلاقات العامة الإدارة في جعل الجمعيات المدرسية في زيادة نجاح البرامج الأكاديمية في في المدرسة المتوسطة الأولى براويجايا سمارت سكول مالانج يستخدم هذا البحث المنهج النوعي ، نوع دراسة الحالة. تم تنفيذ تقنيات جمع البيانات عن طريق الملاحظة والمقابلات المنظمة والتوثيق. تم تحليل البيانات باستخدام طريقة مخطط إيشيكاوا لعظم السمكة. التحقق من صحة البيانات باستخدام المصداقية باستخدام تقنيات التثليث. أظهرت النتائج أن (1) خطوات إدارة العلاقات العامة في جعل المجتمع المدرسي هي التخطيط، التنظيم، التشغيل، التحكم، التقييم (2) أشكال نجاح البرنامج الإدارة الأكاديمية من خلال إدارة العلاقات العامة في نجاح الجمعيات المدرسية، وهي البرامج الممتاز، وتحصيل الطلاب في الأكاديميين والمصلحة العامة العالية (3) آثار إدارة العلاقات العامة في جعل الجمعيات المدرسية لزيادة نجاح البرامج الأكاديمية في المدرسة المتوسطة الأولى براويجايا سمارت سكول مالانج، وهي الإدارة الشفافة والثقة بالمجتمع العالى والصورة الحسنة

    Peran badan pengawas pemilu dalam mewujudkan pemilihan umum yang berintegritas berdasarkan undang-undang nomor 7 tahun 2017

    Get PDF
    ABSTRAK: Lembaga bawaslu adalah suatu ciri khas dari negara indonesia dimana Badan Pengawas Pemilihan Umum dibentuk untuk mengawasi pelaksanaan tahapan Pemilihan Umum, menerima pengaduan, serta menangani permasalahan- permasalahan pelanggaran administrasi dan pelanggaran pidana pemilu yang telah diatur dalam Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum . Oleh karena itu, fokus penelitian ini: 1) Standart komponen Pemilu yang berintegritas 2) Peran Bawaslu dalam Penyelenggaraan Pemilihan Umum yang berintegritas menurut Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017. Sesuai dengan Judul dan permasalahan yang akan dibahas dalam penelitian ini dan agar mendapatkan hasil yang bermanfaat maka penelitian ini dilakukan dengan penelitian yurindis normatif. Dengan mengunakandua pendekatan, yakni statute approuch dan conceptual approuch. bahan hukum dari penelitian ini terdiri dari hukum primer, sekunder, tersier. Dengan menggunakan metode pengumpulan bahan hukum melalui kajian kepustakaan. Hasil serta temuan dari penelitian ini dalam melaksanakan perannya, Badan Pengawas Pemilu harus mengacu pada teori kepastian hukum yang memiliki suatu prinsip hukum yang menjamin adanya kepastian dan kejelasan dalam pelaksanaan hukum serta menjamin perlindungan hak-hak rakyat. Berdasarkan teori kepastian hukum, peran Badan Pengawas Pemiludalam menyelenggarakan pemilihan umum yang berintegritas sangat penting. Hal ini akan memastikan keadilan dan kepercayaan publik terhadap hasil pemilihan umum. ABSTRACT: The Election Supervisory Agency is a characteristic of the Indonesian state where the General Election Supervisory Agency was formed to oversee the implementation of the General Election stages, receive complaints, and deal with issues of administrative violations and criminal violations of elections that have been regulated in Law Number 7 of 2017 concerning General Elections Bawaslu's duties have the authority to supervise the implementation of elections from the administrative stage to recapitulation. Therefore, the focus of this research: 1) Standard components of elections with integrity 2) Bawaslu's role in organizing elections with integrity according to Law Number 7 of 2017. In accordance with the title and problems to be discussed in this study and in order to obtain useful results, this research was conducted with normative juristic research. By using two approaches, namely status approach and conceptual approach. legal material from this research consists of primary, secondary, tertiary law. By using the method of collecting legal materials through literature review. The results and findings of this study in carrying out its role, the Election Supervisory Body must refer to the theory of legal certainty which has a legal principle that guarantees certainty and clarity in the implementation of the law and guarantees the protection of people's rights. Based on the theory of legal certainty, the role of the Election Supervisory Body in organizing elections with integrity is very important. This will ensure fairness and public trust in the results of elections. Conversely, if Bawaslu does not carry out its duties and authorities properly, the integrity of the general election can be questioned and can lead to public distrust of the electoral process. Thus, the role of Bawaslu in organizing elections with integrity is very important and must be carried out properly. مستخلص البحث: النتخابية. وبالتالي، فإن دور باواسلو في إجراء النتخابات بنزاهة مهم للغاية ويجب تنفيذه بشكل صحيح. صحيح ، فقد يتم التشكيك في النتخابات بسبب نزاهتها وقد تؤدي إلى عدم ثقة الجمهور في العملية النزاهة وثقة الجمهور في نتائج النتخابات. من ناحية أخرى ، إذا لم يؤد باواسلو واجباته وسلطته بشكل القانوني، فإن دور مجلس الشراف على النتخابات في إجراء النتخابات بنزاهة مهم جدا. وسيضمن ذلك مبدأ قانوني يضمن اليقين والوضوح في تنفيذ القانون ويضمن حماية حقوق الناس. استنادا إلى نظرية اليقين يجب على وكالة الشراف على النتخابات في قيامها بدورها الرجوع إلى نظرية اليقين القانوني التي لها بشكل جيد ونزيه ونزيه وشفاف. 7 لعام 2017 في كونه مؤسسة مسؤولة عن الشراف والرقابة على تنفيذ النتخابات حتى تتمكن من سيرها هذا البحث من خلل البحث المعياري. يتمثل دور جهاز الشراف على النتخابات بنزاهة وفقا للقانون رقم وفقا للعنوان والمشاكل التي سيتم مناقشتها في هذه الدراسة ومن أجل الحصول على نتائج مفيدة ، يتم إجراء ومهمة باواسلو لديها سلطة الشراف على تنفيذ النتخابات بدءا من المرحلة الدارية إلى التلخيص. والمخالفات الجنائية للنتخابات التي تم تنظيمها في القانون رقم 7 لعام 2017 بشأن النتخابات العامة ، للشراف على تنفيذ مراحل النتخابات العامة وتلقي الشكاوى ومعالجة مشاكل المخالفات الدارية مؤسسة باواسلو هي سمة من سمات الدولة الندونيسية حيث تم إنشاء وكالة الشراف على النتخابات العامة تسجيل الناخبين ستبدأ وتحل بعد أن يؤدي المرشحون المنتخبون في النتخابات العامة اليمين الدستورية. مجلس الشراف على النتخابات هي مؤسسة تم تشكيلها قبل مرحلة النتخابات العامة ، والتي في مرحلة الكلمات المفتاحية : باواسلو ، الدور ، النتخابات ، النزاه

    Pengaruh Self-Direction in Learning dalam pembelajaran jarak jauh terhadap karakter tanggung jawab dan disiplin siswa kelas VI di Madrasah Ibtidaiyah Kecamatan Klojen

    Get PDF
    ABSTRAK Penelitian ini membahas tentang Pengaruh Pembelajaran Jarak Jauh terhadap Karakter Tanggung Jawab dan Disiplin Kelas VI di Madrasah Ibtidaiyah Kecamatan Klojen. Latar belakang dari penelitian ini adalah pembelajaran jarak jauh dalam masa pandemi (covid 19) dimana guru harus tetap dituntut untuk memberikan materi dan pembelajaran kepada siswa, untuk itu karakter tanggung jawab dan disiplin setiap individu dibutuhkan agar kegiatan pembelajaran jarak jauh dapat berjalan dengan baik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis: 1) Kondisi Pembelajaran Jarak Jauh terhadap karakter tanggung jawab dan disiplin. 2) Pengaruh Pembelajaran Jarak jauh terhadap karakter tanggung jawab 3) Pengaruh pembelajaran jarak jauh terhadap karakter disiplin siswa kelas VI di Madrasah Ibtidaiyah Kecamatan Klojen. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan menggunakan regresi linear sederhana. Populasi pada penelitian ini yaitu berjumlah 38 siswa. Instrumen yang digunakan pada penelitian ini menggunakan kuesioner. Dan teknik analasis data menggunakan uji instrument penelitian, uji asumsi klasik, uji analasis linear sederhana, dan uji hipotesis parsial (t). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa praktek pembelajaran dengan jarak jauh sudah diterapkan dan berpengaruh terhadap karakter tanggung jawab dan disiplin siswa. Karena Timbulnya rasa tanggung jawab dan disiplin oleh siswa untuk menuntaskan hasil belajar mereka. Terbukti dengan adanya pengaruh yang signifikan antara Pembelajaran jarak jauh terhadap karakter tanggung jawab dimana t hitung > t tabel (4,436> 1,688). Ada pengaruh yang signifikan dari pembelajaran jarak jauh terhadap karakter disiplin dimana t hitung > t tabel (3,714> 1,688). ABSTRACT This research discusses about the Effect of Distance Learning on the Character of Responsibility and Discipline of Class VI Madrasah Ibtidaiyah Klojen District. The background of this research is distance learning during the pandemic (covid 19) where teachers must still be required to provide material and learning to students, for this reason a character of responsibility and discipline is needed for each individual so that distance learning activities can run well. The purpose of this research is to analyze: 1) Conditions of Distance Learning on the character of responsibility and discipline. 2) The effect of distance learning on the character of responsibility 3) The effect of distance learning on the disciplinary character of class VI Madrasah Ibtidaiyah Klojen District. This research uses quantitative research methods with simple linear regression. The population in this research are 38 students. The instrument used in this research uses a questionnaire. And data analysis techniques using research instrument test, classic assumption test, simple linear analysis test, and partial hypothesis test (t). The results of this research indicate that distance learning practices have been implemented and affect the character of student responsibility and discipline. Due to the emergence of a sense of responsibility and discipline by students to complete their learning outcomes. Evidenced by the existence of a significant influence between distance learning on the character of responsibility where t count > t table (4,436 > 1,688). There is a significant effect of distance learning on the character of discipline where t count > t table (3,714 > 1,688). مستخلص البحث هذا البحث يبحث عن أثر التعليم عن بعد على شخصية المسؤولية والانضباط للصف السادس في المدرسة الابتدائية بمنطقة كلوجين. خلفية هذا البحث هي التعليم عن بعد أثناء جائحة كوفد 19 حيث يُطلَب من المعلمين توفير المواد والتعلم للطلاب، لذلك، هناك حاجة إلى شخصية المسؤولية والانضباط لكل فرد لتكون أنشطة التعليم عن بعد تسير بشكل جيد. الهدف من هذا البحث هو تحليل: 1) حالة التعليم عن بعد نحو شخصية المسؤولية والانضباط. 2) تأثير التعليم عن بعد على شخصية المسؤولية 3) تأثير التعليم عن بعد على شخصية الانضباط لطلاب الصف السادس في المدرسة الابتدائية بمنطقة كلوجين. يستخدم هذا البحث منهج البحث الكمي باستخدام الانحدار الخطي البسيط. كان مجتمع البحث في هذا البحث 38 طالبا. الأدوات المستخدمة في هذا البحث هي استبانة. وتقنية تحليل البيانات المستخدمة هي اختبارات أدوات البحث، واختبارات الافتراض الكلاسيكي، واختبارات التحليل الخطي البسيط، واختبارات الفرضيات الجزئية (t). تدل نتائج هذا البحث على أن ممارسة التعليم عن بعد قد تم تنفيذها وتؤثر على شخصية مسؤولية الطالب وانضباطه. بسبب ظهور شعور بالمسؤولية والانضباط من قبل الطلاب لإكمال حاصل التعليم لهم. ويدل على ذلك وجود التأثير الكبير بين التعليم عن بعد على شخصية المسؤولية حيث تم احتساب t > جدول t (4,436 > 1,688). هناك تأثير كبير للتعليم عن بعد على شخصية الانضباط حيث تم حساب t > جدول t (3,714 > 1,688)

    Peran dosen Pendidikan Agama Islam dalam menanamkan nilai-nilai pendidikan karakter mahasiswa Pendidikan Agama Islam generasi Z di UIN Maulana Malik Ibrahim

    Get PDF
    INDONESIA: Pendidikan Karakter merupakan penanaman nilai-nilai karakter dalam pembentukan kepribadian seorang manusia untuk menjadi lebih baik. Di era sekarang, pendidikan karakter sudah dirilis oleh pemerintah dalam dunia pendidikan. Karena sekarang berada di tengah kemajuan ilmu pendidikan dan teknologi yang semakin pesat, generasi juga perlu adanya pegangan agar tidak tergerus akhlak dan moralnya. Pasalnya di jaman sekarang sudah mulai mengalami kemerosotan akhlak atau karakter pada diri seseorang. Sebagai contoh dalam lingkungan kampus masih banyak mahasiswa yang kurang disiplin, tidak jujur saat mengerjakan tugas, sering berangkat terlambat, kurangnya rasa hormat kepada sesama atau yang lebih tua. Dengan adanya kemerosotan tersebut, maka sangat penting adanya pendidikan karakter ditengah-tengah pesatnya perkembangan jaman. Dalam dunia pendidikan tersebut, erat kaitannya juga dengan peran dari seorang Dosen yang tidak hanya mentransferkan ilmu pengetahuan saja tetapi juga harus mampu menanamkan nilai pendidikan karakter kepada mahasiswa. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk (1) mengetahui peran Dosen Pendidikan Agama Islam dalam menanamkan nilai-nilai pendidikan karakter mahasiswa Pendidikan Agama Islam generasi Z di UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. (2) mengetahui faktor pendorong dan penghambat yang mempengaruhi penanaman nilai pendidikan karakter mahasiswa Pendidikan Agama Islam generasi Z di UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Penelitian dilaksanakan di UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Kemudian data yang diperoleh akan dianalisis menggunakan model Milles dan Huberman yang menyatakan ada tiga tahapan yaitu reduksi data, penyajian, dan kesimpulan. Hasil dari penelitian ini menjelaskan bahwa: (1) Dosen Pendidikan Agama Islam (PAI) di UIN Maulana Malik Ibrahim Malang sudah berperan sesuai dengan peran pendidik yang tidak hanya sebagai pengajar saja tetapi juga sebagai pembimbing, motivator, fasilitator, dan evaluator. Dosen PAI juga memiliki cara sendiri untuk menanamkan nilai pendidikan karakter kepada mahasiswa, seperti memberikan motivasi, menceritakan peristiwa yang terjadi, memerintahkan untuk jujur dalam mengerjakan tugas, mencontohkan kepada mahasiswa dengan selalu berangkat tepat waktu dan melakukan perilaku yang baik, membiasakan mahasiswa untuk selalu berdoa sebelum pembelajaran, dan memberi arahan jika ada mahasiswa yang salah atau melenceng dari perintah. (2) faktor pendorong yang mempengaruhi penanaman nilai pendidikan karakter seperti dalam diri mahasiswa sendiri yang merasa bersemangat dalam menerima materi, memiliki ilmu yang mumpuni untuk menangkap hal yang disampaikan, fasilitas yang memadahi, serta lingkungan yang mendukung dan solid. Selain itu juga ada faktor penghambatnya yaitu rasa malas dalam diri mahasiswa, kurangnya minat belajar, terlalu sibuk karena banyak mengikuti kegiatan diluar perkuliahan sehingga waktunya kurang untuk belajar yang cukup, fasilitas yang kurang memadahi, dan lingkungan yang kurang kondusif. ENGLISH: Character Education is the introduction of character values in the formation of a human personality to be better. In this era, character education has been released by the education government. Because it is now in the midst of increasingly rapid advances in education and technology, the generation also needs a handle so as not to be eroded morals. Because today has begun to experience a decline in morals or character in a person. For example, in a campus environment there are still many students who lack discipline, are not honest when doing assignments, often leave late, lack of respect for others or elders. With this decline, it is essential to have character education in the midst of the rapid development of the times. In the world of education, it is also closely related to the role of a lecturer who not only transfers knowledge but also must be able to introduce the value of character education to students. The purpose of this study is to (1) find out the role of Islamic Education Lecturers in introduction character education values of generation Z Islamic Education students at UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. (2) to find out the support and inhibiting factors that affect the cultivation of character education values of generation Z Islamic Education students at UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. This research uses a qualitative type of research with a case study approach. The research was conducted at UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Data collection techniques in this study used observation, interviews, and documentation. Then the data obtained will be analyzed using the Milles and Huberman model which states there are three stages, namely data reduction, presentation, and conclusion. The results of this study explain that: (1) Lecturer of Islamic Religious Education (PAI) at UIN Maulana Malik Ibrahim Malang has played a role in accordance with the role of educators who are not only teachers but also as guides, motivators, facilitators, and evaluators. PAI lecturers also have their own ways to introduce the value of character education in students, such as providing motivation, telling events that occur, ordering to be honest in doing assignments, modeling students by always leaving on time and doing good behavior, getting students to always pray before learning, and giving directions if there are students who are wrong or deviate from orders. (2) The support factors that influence the introduce of character education values such as in students themselves who feel enthusiastic in receiving material, have qualified knowledge to capture what is conveyed, facilities that exist, and a supportive and solid environment. In addition, there are also inhibiting factors, namely laziness in students, lack of interest in learning, being too busy because they participate in many activities outside lectures so that the time is less for enough study, facilities that are less crowded, and an environment that is less conducive. ARABIC: تربية الشخصية هي تثقيف قيم الشخصية في تكوين شخصية الإنسان ليكون أفضل. في العصر الحالي، تم إصدار تربية الشخصية من قبل الحكومة في عالم التعليم. ولأنها الآن في خضم التطورات السريعة المتزايدة في التعليم والتكنولوجيا، تحتاج الأجيال أيضًا إلى قبضة حتى لا تقوض أخلاقهم وأدبهم. والسبب هو أنه في هذا العصر بدأت تجربة تدهور الأخلاق أو الأدب في الشخص. على سبيل المثال، في بيئة الجامعي، لا يزال هناك العديد من الطلاب الذين يفتقرون إلى الانضباط، ويكونون غير أمانة في عمل الواجبات، وغالبًا ما يغادرون متأخرين، ويفتقرون إلى الاحترام للآخرين أو لكبار السن. مع هذا التدهور، من المهم جدًا أن يكون لديك تربية الشخصية في خضم التطور السريع للعصر. في عالم التعليم، يرتبط ارتباطًا وثيقًا بدور المحاضر الذي لا ينقل المعرفة فحسب، بل يجب أن يكون أيضًا قادرًا على تثقيف قيمة تربية الشخصية للطلاب. الغرض من هذا البحث هو (١) معرفة دور محاضري التربية الإسلامية في تثقيف قيم تربية الشخصية لطلاب التربية الإسلامية من الجيل زد في جامعة مولانا مالك إبراهيم الإسلامية الحكومية مالانج. (٢) لمعرفة العوامل الدافعة والمثبطة التي تؤثر على تثقيف قيم تربية الشخصية لطلاب التربية الإسلامية من الجيل زد في جامعة مولانا مالك إبراهيم الإسلامية الحكومية مالانج. يستخدم هذا البحث البحث النوعي مع نهج دراسة الحالة. تم إجراء البحث في جامعة مولانا مالك إبراهيم الإسلامية الحكومية مالانج. تقنيات جمع البيانات في هذا البحث هي الملاحظة والمقابلات والتوثيق. ثم سيتم تحليل البيانات التي تم الحصول عليها باستخدام نموذج مايلز وهوبرمان الذي ينص على وجود ثلاث مراحل، وهي تقليل البيانات وعرض البيانات والاستنتاج. يوضح نتائج هذا اليحث أن: (١) محاضري التربية الإسلامية في جامعة مولانا مالك إبراهيم الإسلامية الحكومية مالانج لعبوا دورًا وفقًا لدور المعلمين الذين لا يقومون فقط بتدريس المواد، ولكن أيضًا يقومون. لدى محاضري التربية الإسلامية أيضًا طرقهم الخاصة لتثقيف قيمة تربية الشخصية للطلاب، مثل توفير الحافز، وإخبار الأحداث التي تحدث، والأمر بأن نكون صادقين في عمل الواجبات، ونمذجة للطلاب من خلال المغادرة دائمًا في الوقت المحدد والقيام بسلوك جيد، وتعويد الطلاب للدعاء قبل التعلم، وإعطاء التوجيهات إذا كان هناك طلاب مخطئون أو منحرفون عن الأوامر. (٢) تشمل العوامل المشجعة التي تؤثر على تثقيف قيم تربية الشخصية حماس الطلاب في تلقي المواد، ولديهم معرفة مؤهلة لالتقاط ما يتم نقله، والمرافق الكافية، وبيئة داعمة وصلبة. بالإضافة إلى ذلك، هناك أيضًا عوامل مثبطة، وهي الكسل لدى الطلاب، وقلة الاهتمام بالتعلم، والانشغال الشديد لأنهم يشاركون في العديد من الأنشطة خارج المحاضرات بحيث يكون لديهم وقت أقل للدراسة بشكل كافٍ، والمرافق غير كافية، و البيئة غير داعمة

    Kesiapan guru dalam mengimplementasikan kurikulum merdeka di Sekolah Dasar Islam (SDI) Surya Buana Kota Malang

    Get PDF
    INDONESIA: Guru memiliki peran yang sangat penting dalam pendidikan yakni mendidik, mengajar, membimbing, melatih, mengevaluasi dan mengawasi peserta didik. Selain itu, guru juga berperan penting sebagai pengembang kurikulum yakni menetapkan arah dan sasaran pelajaran yang disampaikan, serta strategi dalam mengembangkan, mengevaluasi dan menyusun kurikulum sesuai dengan karakteristik dan pengalaman belajar yang dibutuhkan peserta didik. Sehingga peran penting tersebut menjadikan guru harus memiliki kesiapan dalam mengimplementasikan kurikulum merdeka. Tujuan penelitian ini adalah untuk 1) mengetahui tingkat kesiapan kognitif guru, 2) mengetahui tingkat kesiapan fisik guru, 3) mengatahui tingkat kesiapan psikologis guru dan 4) mengetahui tingkat kesiapan finansial sebagai indicator kesiapan guru dalam mengimplementasikan kurikulum merdeka di SDI Surya Buana Kota Malang. Peneliti menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Penelitian dilakukan dengan objek Guru kelas 1 dan 4, Kepala Sekolah, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum, Wakil Kepala Sekolah Bidang Sarana dan Prasarana serta Siswa kelas 1 dan 4 dengan menggunakan teknik pengumpulan data berupa wawancara, observasi dan dokumentasi. Selanjutnya data dianalisis dengan langkah sebagai berikut yaitu: 1) Pengumpulan data, yakni mengumpulkan semua informasi yang didapatkan melalui wawancara, observasi dan dokumentasi, 2) Reduksi data, yakni memilah data yang didapat untuk dirangkum dan disusun secara sistematis, 3) Penyajian data, yakni memaparkan data yang telah diperoleh di lapangan, 4) Penarikan kesimpulan, yakni merangkum hasil penelitian untuk menjawab rumusan masalah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru SDI Surya Buana Kota Malang telah siap dalam mengimplementasikan kurikulum merdeka yang dilihat dari 4 indikator kesiapan yakni 1) kesiapan kognitif, guru telah memahami kurikulum merdeka, mampu menyusun modul ajar dan penilaian serta menjalankan pembelajaran sesuai dengan karakteristik kurikulum merdeka, 2) kesiapan fisik, semua guru memiliki riwayat kesehatan yang baik sehingga tidak mengganggu kinerja guru, 3) kesiapan psikologis, semua guru memiliki minat dan motivasi dalam mengimplementasikan kurikulum merdeka. dan 4) kesiapan finansial, sekolah memiliki sarana dan prasarana yang telah lengkap dan mendukung pengimplementasian kurikulum merdeka. ENGLISH: The teacher plays a crucial role in education, which includes educating, instructing, guiding, training, evaluating, and supervising learners. In addition, teachers also play a significant role as curriculum developers. They establish the direction and objectives of the lessons delivered, as well as the strategies for developing, evaluating, and designing a curriculum that aligns with the characteristics and learning experiences needed by the learners. As a result, these important roles require teachers to be prepared in implementing the independent curriculum. The objectives of this research are as follows: 1) to determine the level of cognitive readiness of teachers, 2) to determine the level of physical readiness of teachers, 3) to determine the level of psychological readiness of teachers, and 4) to determine the level of financial readiness as an indicator of teachers' Preparedness in implementing the independent curriculum at SDI Surya Buana in Malang. The researcher employed a qualitative approach using a case study research design. The study was conducted with the participants consisting of 1st and 4th-grade teachers, the School Principal, the Vice Principal for Curriculum, the Vice Principal for Facilities and Infrastructure, as well as 1st and 4th-grade students. Data collection techniques included interviews, observations, and documentation. Next, the data were analyzed following the steps below: 1) Data collection, which involved gathering all the information obtained through interviews, observations, and documentation, 2) Data reduction, which involved sorting the acquired data to be summarized and systematically organized, 3) Data presentation, which involved presenting the gathered data obtained in the field, 4) Drawing conclusions, which involved summarizing the research findings to address the research questions. The research findings indicate that the teachers at SDI Surya Buana in Malang are prepared to implement the independent curriculum, as evidenced by the readiness indicators, which are as follows: 1) In terms of cognitive readiness, teachers have understood the independent curriculum, are capable of developing teaching modules and assessments, and are able to conduct learning activities in accordance with the characteristics of the independent curriculum, 2) Physical readiness: All teachers possess a good health record, thereby not impeding the teachers' performance, 3) Psychological readiness: All teachers have an interest and motivation to implement the independent curriculum. and 4) Financial readiness: The school has complete facilities and infrastructure that support the implementation of the independent curriculum. ARABIC: والإشراف مالانج عليهم.بالإضافة إلى ذلك ، يلعب المعلم أيضًا دورًا مهمًا كمطور للمناهج الدراسية ، أي تحديد اتجاه وأهداف الدروس المقدمة ، وكذلك استراتيجيات تطوير وتقييم وتجميع المناهج وفقًا للخصائص وخبرات التعلم التي يحتاجها الطلاب.حتى أن هذا الدور المهم يجب أن يكون لدى المعلم الاستعداد في تطبيق المنهج المستقل.هدفت هذه الدراسة إلى: 1) تحديد مستوى الجاهزية المعرفية للمعلمين ، 2) تحديد مستوى الجاهزية الجسدية للمعلمين ، 3) تحديد مستوى الجاهزية النفسية للمعلمين ، 4) تحديد مستوى الجاهزية المالية باعتبارها مؤشر على استعداد المعلم لتطبيق المنهج المستقل في المدرسة الإسلامية الابتدائية سوريا بوانا استخدم الباحثون نهجًا نوعيًا لنوع بحث دراسة الحالة. تم إجراء البحث بهدف معلمي الصف الأول والرابع ومديري المدارس ونائب رئيس المدرسة للمناهج ونائب رئيس المدرسة للمرافق والبنية التحتية وطلاب الصف الأول والرابع باستخدام تقنيات جمع البيانات في شكل مقابلات وملاحظة و توثيق. ثم تم تحليل البيانات باتباع الخطوات التالية: 1) جمع البيانات ، أي جمع كافة المعلومات التي تم الحصول عليها من خلال المقابلات والملاحظة والتوثيق ، 2) تقليل البيانات ، أي فرز البيانات التي تم الحصول عليها لتلخيصها وترتيبها بشكل منهجي ، 3) عرض البيانات ، وتحديداً عرض البيانات التي تم الحصول عليها في الميدان ، 4) استخلاص النتائج ، أي تلخيص نتائج البحث للإجابة على صياغة المشكلة ظهرت النتائج أن معلمي مدرسة سوريا بوانا الابتدائية الإسلامية في مدينة مالانج كانوا مستعدين لتطبيق المنهج المستقل كما يتضح من مؤشرات الجاهزية الأربعة ، وهي:1) الاستعداد المعرفي ، لقد فهم المعلمون المنهج المستقل ، وقادرون على تجميع وحدات التدريس والتقييم وتنفيذ التعلم وفقًا لخصائص المنهج المستقل ، 2) الاستعداد البدني ، جميع المعلمين لديهم تاريخ طبي جيد بحيث لا تتداخل مع أداء المعلم ، 3) الاستعداد النفسي ، فجميع المعلمين لديهم اهتمام ودافع في تطبيق المنهج المستقل. 4) الجاهزية المالية ، المدارس لديها مرافق كاملة وبنية تحتية تدعم تنفيذ المنهج المستق
    corecore