93,187 research outputs found

    Keterbacaan Buku Teks Bahasa Indonesia Kurikulum 2013 Kelas VII Dengan Grafik Raygor

    Full text link
    Buku teks merupakan salah satu faktor penunjang untuk tercapainya tujuan pembelajaran. Salah satu syarat buku teks yang baik adalah kesesuaian tingkat keterbacaannya dengan tingkat perkembangan kognisi peserta didik pengguna buku teks tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat keterbacaan buku teks bahasa Indonesia Kurikulum 2013 tingkat SMP kelas VII. Keterbacaan buku teks diukur dengan menggunakan grafik Raygor. Metode yang digunakan adalah deskriftif analisis dengan grafik Raygor. Teknik pengumpulan data adalah dokumentasi. Sampel dari penelitian ini adalah delapan teks dari buku bahasa Indonesia Kurikulum 2013 kelas VII. Setiap satu bab diambil satu teks. Hasil penelitian menunjukkan bahwa untuk buku teks bahasa Indonesia kelas VII, dari delapan teks yang dianalisis, empat teks sesuai tingkat keterbacaanya (50%), tiga teks tidak sesuai (37,5%), dan satu teks invalid (12,75%). Secara keseluruhan dapat disimpulkan bahwa keterbacaaan buku teks bahasa Indonesia Kurikulum 2013 tingkat SMP Kelas VII menggunakan grafik Raygor kurang sesuai dengan peserta didik sasaran

    Deskripsi Nilai Penguatan Pendidikan Karakter Pada Buku Teks Kelas V Sd/Mi Tema 8 Lingkungan Sahabat Kita

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan nilai penguatan pendidikan karakter pada buku teks kelas V SD/MI tema 8 Lingkungan Sahabat Kita dan mendeskripsikan kesesuaian nilai penguatan pendidikan karakter pada buku teks guru dan buku teks siswa. Penelitian ini merupakan penelitian metode deskriptif dengan menggunakan analisis konten dengan pendekatan kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini adalah buku teks guru dan buku teks siswa kelas V SD/MI tema 8. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan model Miles dan Hubermen yang meliputi empat tahap yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan kesimpulan data. Hasil penelitian menunjukkan pada buku teks guru dan buku teks siswa kelas V SD/MI tema 8 Lingkungan Sahabat Kita termuat 5 nilai utama penguatan pendidikan karakter yaitu nilai karakter religius, nasionalis, mandiri, gotong royong, dan integritas. Nilai penguatan pendidikan karakter pada buku teks guru dan buku teks siswa masih belum sesuai dikarenakan dalam beberapa pembelajaran di masing-masing subtema terdapat nilai penguatan pendidikan karakter yang belum sesuai pada buku teks guru dan buku teks siswa.

    ANALISIS WACANA PEMBELAJARAN BUKU TEKS IPA TERPADU SMP KELAS VII BERDASARKAN KURIKULUM 2013 SUB POKOK BAHASAN ORGANISASI KEHIDUPAN

    Get PDF
    Ade Arofah : Bahan ajar merupakan seperangkat informasi teks dan gambar yang diperlukan guru untuk membantu perencanaan dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar dikelas. Buku teks memiliki peran penting untuk meningkatkan prestasi belajar siswa dalam pelaksanaan kurikulum sekolah sehingga buku teks menjadi salah satu bahan ajar siswa di sekolah sebagai tempat yang sangat menunjang kegiatan proses belajar mengajar. Permasalahan dalam buku teks yang biasa terjadi konsepnya kurang sesuai dengan tingkatan pendidik dan permasalahannya terletak pada isi materi didalam buku teks tersebut kurang relevan dengan indikator-indikatornya. Serta cara penyajian motif tingkat kedalaman struktur pengetahuan materi subjek sering kali tidak mendalam dan uraian materinya sering kali hanya menginformasikan saja tanpa adanya siswa tahu bagaimana informasi itu dirumuskan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis ketepatan konsep dari isi buku pelajaran IPA Terpadu dengan textbook biologi, mengetahui Pengembangan struktur wacana materi subjek dengan menggunakan model representasi teks berdasrkan motif yang diterapkan, mengetahui Tingkat relevansi dengan indikator, mengetahui Perbandingan relevansi indikator isi buku teks IPA Terpadu dari Penerbit Erlangga dan Penerbit Platinum Kurikulum 2013 kelas VII semester I dengan indikator, mengetahui Perbandingan kesesuaian isi buku teks IPA Terpadu SMP kelas VII penerbit Erlangga dan Platinum ditinjau dari aspek wacana Pembelajaran. Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan maka hasil perbandingan analisis perhitungan presentase kesesuaian isi buku teks yang kualitasnya baik dilihat berdasarkan tingkat relevansi indikator yaitu terdapat pada buku teks terbitan Erlangga karena dalam hal ini indikatornya memiliki tingkat yang tidak terakomodasi paling kecil yaitu 12,5%. Hasil rekapitulasi analisis perbandingan pada buku terbitan Platinum dan Erlangga yang terdiri dari 20 sampai 27 konsep didapatkan kualitas buku teks yang yang baik memenuhi indikator adalah pada buku Platinum berdasarkan konsep memadai yang paling banyak adalah 78,9% dan konsep yang tidak ada dalam buku paling sedikit adalah 5,2%. Hasil rekapitulasi perbandingan antara buku teks terbitan Platinum dan Erlangga dalam analisis tingkat kompleksitas wacana Pembelajaran berdasarkan representasi teks menyajikan konsep makro dan mikro yang berbeda. Buku terbitan platinum menguraikan konsep makro sebanyak 3 konsep dan konsep mikro dengan jumlah keseluruhan yaitu 67 konsep mikro serta jumlah unit level paling banyak yaitu 5 level sedangkan buku teks terbitan erlangga menguraikan konsep makro sebanyak 8 konsep dan konsep mikro dengan jumlah keseluruhan 162 serta jumlah unit level paling banyak yaitu 7 level. Hasil perhitungan perbandingan presentase penyajian motif dapat diketahui baha dalam penyajian motif materi yang paling baik adalah terdapat pada buku teks terbitan Erlangga karena dalam penyampaian materinya menyajikan motif paling banyak dilihat dari motif informing, 70,02%, motif directing 45%, dan motif boundary marking yaitu 3,10%. Hasil penyajian gambar yang banyak di sajikan ialah pada buku terbitan erlangga dengan rincian penyajian motif informing yaitu sebanyak 15 gambar motif informing dan 2 gambar penyajian motif eliciting. Kata Kunci : Buku Teks, Analisis Ketepatan Konsep, WacanaPembelajara
    corecore