3,821 research outputs found

    Komunikasi Pembangunan Pemerintahan Gampong dalam Perencanaan Pengelolaan Dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Gampong (APBG)

    Get PDF
    Penelitian ini dilator belakangi oleh komunikasi pembangunan yang dijalankan oleh pemerintah gampong belum maksimal dan belum transparan dalam mengkomunikasikan tentang perencanaan dan pengelolaan dana anggaran pendapatan dan belanja gampong sehingga ini menghambat tercapainya tujuan komunikasi pembangunan yang efektif. Penelitian ini bertujuan adalah untuk mengetahui komunikasi pembangunan yang dijalankan pemerintah gampong dan hambatan komunikasi apa yang dihadapi pemerintah gampong dalam menjalankan komunikasi pembangunan tentang perencanaan pengelolaan dana APBG. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif bersifat deskriptif. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa komunikasi pembangunan yang dijalankan oleh pemerintah gampong adalah komunikasi yang dijalankan secara langsung seperti musyawarah dusun, musyawarah gampang, rapat-rapat internal dan komunikasi menggunakan media seperti spanduk, baliho, dan papan proyek. Selain itu hambatan komunikasi pembangunan yang dihadapi pemerintah gampong  Pelita Sagoup Jaya,  berupa kepentingan, prasangka, dan motivas

    Komunikasi Pembangunan dan Pemberdayaan : Kasus pada Peternakan Rakyat

    Full text link
    Tulisan ini berusaha mengkaji pendekatan-pendekatan program pemberdayaan peternak rakyat di Indonesia selama ini ditinjau dari perspektif Komunikasi Pembangunan serta mengkaji peluang dan tatangan yang mungkin dihadapi dalam penerapan pendekatan yang disebut dengan istilah Komunikasi Pembangunan Partisipatif dalam pemberdayaan peternak rakyat. Hasil kajian ini menunjukkan bahwa pemberdayaan peternak rakyat melalui pendekatan teknis dan terpadu yang pernah diterapkan, dari perspektif Komunikasi Pembangunan, masih dilakukan secara sentralistis dan merupakan proses yang bersifat top-down. Hal ini terlihat dalam penerapannya melalui pendekatan penyuluhan yang berakar pada model difusi-inovasi dan model program paket. Pendekatan ini cenderung lebih berorientasi pada produksi daripada pemberdayaan peternak, sehingga komunikasi hanya dipandang sebagai pendukung atau pelengkap dalam pelaksanaan program. Pendekatan ini juga mengakibatkan partisipasi peternak yang semu, keberlanjutannya kurang terjamin, kesenjangan yang semakin melebar, dan ketergantungan. Salah satu solusi alternatif di masa depan adalah mengintegrasikan pendekatan komunikasi pembangunan yang lebih partisipatif dengan pendekatan agribisnis berbasis komunitas dalam rangka pemberdayaan peternak rakyat di pedesaan. Meskipun demikian penerapan pendekatan ini dimungkinkan masih menghadapi beberapa kendala, antara lain belum populernya konsep, strategi dan pendekatan komunikasi pembangunan partisipatif dan dampak yang dihasilkannya baru dapat dirasakan dalam jangka waktu yang lebih lama

    Komunikasi Pembangunan Partisipatif: sebuah Pengenalan Awal

    Full text link
    Istilah Komunikasi Pembangunan Partisipatif (Kombangpar) mungkin masih terasa asing, bahkan di kalangan akademisi dan praktisi komunikasi pembangunan sendiri di Indonesia. Sebab sekalipun konsep, model, dan penerapannya sudah dikembangkan beberapa dekade lalu namun wacana tentang Kombangpar masih belum dilakukan secara meluas dan intens sampai saat ini. Momentum setengah abad embrio lahirnya Komunikasi Pembangunan, sejak pertama kali Daniel Lerner mempublikasikan hasil penelitiannya pada tahun 1958 (The Passing of Traditional Society: Modernizing the Middle East) dapat pula dijadikan sebagai tonggak penting untuk mulai memahami, mengkaji dan mencari relevansinya bagi pembangunan dan pemberdayaan masyarakat Indonesia yang sampai saat ini masih belum beruntung karena struktur sosial dan sistem yang kurang berpihak kepada mereka

    Tingkat Keberdayaan Kelompok Tani pada Pengelolaan Usahatani Padi di Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Tengah

    Get PDF
    Keberdayaan kelompok tani merupakan out put dari proses pemberdayaan yang dilakukan terhadap para pelaku usahatani padi, proses pemberdayaan dilakukan dengan melalui penerapan komunikasi pembangunan partisipatif pada pengelolaan usahatani padi. Penelitian ini bertujuan menganalisis tingkat keberdayaan kelompok tani padiserta menganalisis faktor yang berpengaruh terhadap tingkat keberdayaan kelompok tani padi.Penelitian ini menggunakan paradigma positivistik dengan menggunakan metode survey.Penelitian kuatitatif dilaksanakan di Kabupaten Kulon Progo dan Sleman dan yang menjadi obyek penelitian atau unit analisis adalah kelompok tani dengan mengambil sampel 170 kelompok tani. Data hasil penelitian dianalisis secara deskriptif  dan eksplanatif dengan menggunakan SEM (Structural Equation Modeling) analisis. Hasil Penelitian adalah : (a) Kelompok tani secara keseluruhan kurang mampu meningkatkan keberdayaannya terkait usahatani padi ; (b)  Pelaksanaan komunikasi pembangunan partisipatif berpengaruh langsung terhadap tingkat keberdayaan kelompok tani ; (c) Pemanfaatan modal sosial berpengaruh tidak langsung terhadap tingkat keberdayaan kelompoktanimelalui pelaksanaan komunikasi pembangunan partisipatif sebagai peubah mediasi. Kata kunci: Keberdayaan, komunikasi pembangunan partisipatif, modal sosial, usahatani, kelompok tan

    Kajian Komunikasi Pembangunan Dinas Pekerjaan Umum dalam Meningkatkan Perbaikan Infrastruktur Kota Manado

    Full text link
    Berdasarkan latar belakang masalah penelitian ini maka dirumusan masalah sebagai berikut: ‚ÄúBagaimana Komunikasi Pembangunan Dinas Pekerjaan Umum Dalam Meningkatkan Perbaikan Infrastruktur Kota Manado‚ÄĚ. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif, dimana subjek/informan penelitian merupakan sumber data utama dalam penelitian, dengan memanfaatkan Teknik pengumpulan data interview langsung. Menggunakan Teori Komunikasi Dua Tahap (Two Step Flow), mendapatkan hasil penelitian : Penyuluh sebagai sumber dalam proses komunikasi pembangunan. Inovasi sebagai pesan dalam Komunikasi Pembangunan berupa program-program Dinas Pekerjaaan Umum dan Penataan Ruang dalam meningkatkan perbaikan infrastruktur di Kota Manado yang direncanakan berupa Program Bidang Penataan Ruang. Saluran Komunikasi Pembangunan yang dipakai melalui saluran komunikasi media massa seperti website www.manadokota.com, manadosmartcity atau bisa diakses di LPSE.manadokota.go.id dan juga menggunakan koran elektronik seperti TribunManado.co.id, ManadoKota.com dan BeritaManado.com juga media cetak Indopos dan Tribun Manado. Sasaran Komunikasi Pembangunan yang dimaksudkan adalah dari pemerintah setempat di lingkungan atau daerah tertentu seperti camat, lurah, hukum tua sampai pada masyarakat. Efek yang ditimbulkan seperti respons dan reaksi yang terjadi dalam masyarakat untuk dapat menerima sebuah inovasi atau program-program pembangunan Dinas Pekerjaan Umum Kota Manado, mulai dari kesadaran masyarakat sudah sangat bagus dalam hal memberikan masukan mulai dari tahap perencanaan program dan sudah sama ikut melihat kondisi infrastruktur yang rusak dan tingkat partisipasi masyarakat juga sudah cukup tinggi dimana ketika pemerintah turun lapangan, dalam artian saat kami kerja, mereka juga langsung ikut untuk sama-sama membantu, entah itu mereka turun langsung untuk kerja atau menyiapkan hal-hal yang mungkin seperti makanan dan minuman

    Komunikasi Pembangunan Berbasis Kearifan Lokal dalam Penanggulangan Stunting oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Batubara

    Get PDF
    Penelitian ini membahas tentang konsep, program visi dan misi (semuanya masuk ke dalam prinsip komunikasi inter-aktif puskesmas Kabupaten Batubara dan puskesmas Kecamatan Tanjung Tiram) dalam melakukan komunikasi persuasif dan komunikasi preventif, serta mengulas program atau strategi khusus yang dilakukan oleh puskesmas di bawah dinas kesehatan Kabupaten Batubara dalam upaya menanggulangi stunting anak di Pesisir Kabupaten Batubara khususnya di 10 kelurahan/desa Kecamatan Tanjung Tiram melalui penguatan komunikasi berbasis kearifan lokal terutama di objek penelitian yakni di Kecamatan Tanjung tiram. Analisis data yang digunakan peneliti disini adalah non-statistik dengan menggunakan reduksi data, display data, dan penarikan kesimpulan. Konsep dan Program yang dikembangkan dalam pelaksanaan penguatan komunikasi pembangunan berbasis kearifan lokal dalam penanggulangan stunting oleh dinas kesehatan di Kecamatan Tanjung Tiram Kabupaten Batubara. Konsepnya ada dua yakni konsep penguatan komunikasi pembangunan berbasis edukasi, dan komunikasi pembangunan berbasis komunitas, sementara itu berkenaan dengan program yang dikembangkan dalam pelaksanaan penguatan komunikasi pembangunan berbasis kearifan lokal terdapat lima, yakni; berbasikan pada budaya bidang mediator, bidang penyuluhan, bimbingan dan konseling, bidang kesehatan gizi, bidang pemberdayaan perempuan, dan bidang pembinaan

    Tingkat Keberdayaan Kelompok Tani pada Pengelolaan Usahatani Padi di Daerah Istimewa YOGYAKARTA, Jawa Tengah

    Full text link
    Keberdayaan kelompok tani merupakan out put dari proses pemberdayaan yang dilakukan terhadap para pelaku USAhatani padi, proses pemberdayaan dilakukan dengan melalui penerapan komunikasi pembangunan partisipatif pada pengelolaan USAhatani padi. Penelitian ini bertujuan menganalisis tingkat keberdayaan kelompok tani padiserta menganalisis faktor yang berpengaruh terhadap tingkat keberdayaan kelompok tani padi.Penelitian ini menggunakan paradigma positivistik dengan menggunakan metode survey.Penelitian kuatitatif dilaksanakan di Kabupaten Kulon Progo dan Sleman dan yang menjadi obyek penelitian atau unit analisis adalah kelompok tani dengan mengambil sampel 170 kelompok tani. Data hasil penelitian dianalisis secara deskriptif dan eksplanatif dengan menggunakan SEM (Structural Equation Modeling) analisis. Hasil Penelitian adalah : (a) Kelompok tani secara keseluruhan kurang mampu meningkatkan keberdayaannya terkait USAhatani padi ; (b) Pelaksanaan komunikasi pembangunan partisipatif berpengaruh langsung terhadap tingkat keberdayaan kelompok tani ; (c) Pemanfaatan modal sosial berpengaruh tidak langsung terhadap tingkat keberdayaan kelompoktanimelalui pelaksanaan komunikasi pembangunan partisipatif sebagai peubah mediasi

    Komunikasi Pembangunan Dalam Pengembangan Inovasi Good Agricultural Practices

    Get PDF
    Inovasi teknologi pertanian menjadi kebutuhan penting dalam mendorong produktivitas pertanian. Besarnya potensi sektor pertanian di Sumatera Utara mendorong kebutuan inovasi menjadi kebutuhan mendesak. Melalui model Good Agricultural Practices (GAP) inovasi tersebut menjadi salah satu upaya dalam meningkatkan keamanan pertanian meski penerapannya masih terbatas. Melalui komunikasi pembangunan yang menyampaikan pesan inovasi menjadi kebutuhan penting dilakukan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bagaimana pendekatan komunikasi pembangunan dalam pengembangan inovasi GAP di Sumatera Utara. Metode penelitian digunakan deskriptif kualitatif dengan menggumpulkan literatur yang kemudian dianalisis. Hasil menunjukan, inovasi berbasis GAP di Sumatera Utara membutukan pendekatan komunikasi pembangunan yang lebih luas. Pendekatan berbasis budaya lokal, dan meningkatkan interakasi pengembangan. Media masa dan komunikasi langsung menjadi upaya penting dilakukan. Inovasi berbasis GAP dapat meningkatkan kesejateraan petani dan keamanan. GAP dapat mendorong pertanian berkelanjutan. Partisipasi menyeluruh antar pemangku kepentingan dapat mempercepat penerapan GAP

    Efektivitas Kegiatan PNPM Mandiri Perdesaan (Studi evaluasi CIPP Efektivitas Komunikasi Pembangunan Unit Pengelolaan Kegiatan PNPM Mandiri Perdesaan di Kecamatan Matesih Kabupaten Karanganyar Jawa Tengah)

    Get PDF
    Kegiatan PNPM Mandiri Perdesaan di Kecamatan Matesih sudah berdiri sejak 2007 dengan fungsi untuk membuat masyarakat lebih mandiri dan mampu mengembangkan potensi diri dan daerah sehingga evaluasi sangat penting dilakukan untuk melihat bagaimana efektivitas kegiatan-kegiatan yang sudah selama ini di lakukan. Penelitian ini bertujuan adalah untuk mengetahui efektivitas komunikasi pembangunan dalam kegiatan PNPM Mandiri Perdesaan di Kecamatan Matesih. Sehingga dapat digunakan sebagai acuan untuk kegiatan selanjutnya dan menjadi evaluasi bagi pihak UPK selaku pelaku kegiatan. Pengumpulan data dilakukan menggunakan metode wawancara, Observasi non partisipant, dokumentasi dan studi pustaka dengan metode analisis CIPP ( Contekst,Input, Proses, Product). Dari analisis tersebut dapat disimpulkan bahwa di Kecamatan Matesih komunikasi pembangunan sudah efektif walaupun belum maksimal itu dapat dilihat dari tingkat pendidikan fasilitator yang sudah mumpuni karena sudah sarjana, tingkat partisipasi kegiatan komunikasi pembangunan yang selalu meningkat setiap tahun, banyak permintaanan kelompok usaha baru yang belum terlayani karena kurangnya sarana dan prsarana. Selain itu melalui kegiatan komunikasi informal banyak masyrakat yang tertarik untuk berpartisipasi dalam kegiatan PNPM Mandiri Perdesaan di Kecamatan Matesih

    Communication of Kemiren Village Development, Banyuwangi Regency as a Cultural Tourism Village

    Get PDF
    Penelitian ini dilakukan untuk mendeskripsikan mengenai Komunikasi Pembangunan Desa Kemiren Kabupaten Banyuwangi sebagai Desa Wisata Budaya (Studi di Desa Wisata Kemiren, Kecamatan Glagah, Kabupaten Banyuwangi) yang meliputi pemerintah pusat, daerah, dan desa. Penelitian ini juga menggambarkan bagaimana komunikasi yang dibangun sebagai upaya pemerintah dengan masyarakat dalam melakukan komunikasi pembangunan yang bertujuan untuk mengembangkan Desa Wisata Adat Kemiren. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan cara pendekatan kualitatif untuk mencari data dari sumber data primer dan sekunder yang dilakukan melalui observasi dan wawancara secara mendalam kepada warga Desa Kemiren. Dalam komunikasi pembangunan Desa Kemiren Kabupaten Banyuwangi sebagai Desa Wisata Budaya, terdapat 3 bentuk konsep upaya komunikasi pembangunan yang terbentuk diantaranya: (1) Strategi CBT (Community Based Tourism) dalam upaya pembangunan desa wisata; (2) Komunikasi dua arah dalam upaya pembangunan partisipatif; (3) Komunikasi antarpersona Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) dengan masyarakat desa. Dengan terbentuknya komunikasi pembangunan Desa Kemiren, dapat disimpulkan bahwa pola komunikasi antara pemerintah dan masyarakat.This study was conducted to describe the development communication of Kemiren Village, Banyuwangi Regency as a Cultural Tourism Village (Study in Kemiren Tourism Village, Glagah District, Banyuwangi Regency) which includes the Central, Regional, and Village Governments. This study also described how communication was built in the Governments’ efforts with the community in carrying out development communication to develop the Kemiren Traditional Tourism Village. This study used qualitative approach that seeks data through primary and secondary data sources by conducting observation and in-depth interviews with Kemiren villagers. In the communication of Kemiren Village Development, Banyuwangi Regency as a Cultural Tourism Village there were 3 forms of the concept of development communication efforts that are formed including: (1). CBT (Community Based Tourism) Strategy in Tourism Village Development Efforts (2). Two-way communication in participatory development efforts (3). Interpersonal communication between Pokdarwis and village communities. With the formation of the development communication of the kemiren village, it can be concluded that the pattern of communication between the Government and the Community
    • ‚Ķ
    corecore