6,887 research outputs found

    Upaya Meningkatkan Kemampuan Menjawab Pertanyaan Sederhana Melalui Metode Permainan Kartu Gambar Di Tk Pertiwi Jonggrangan Klaten Tahun 2012

    Get PDF
    Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan kemampuan menjawab pertanyaan sederhana anak TK Pertiwi Jonggrangan Klaten, tahun pelajaran 2011/2012. Kemampuan menjawab pertanyaan anak perlu ditingkatkan, oleh karena itu pembelajaran harus menyenangkan dan menarik. Salah satu cara untuk meningkatkan kemampuan menjawab anak adalah melalui permainan kartu gambar. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas. Subyek penelitian ini adalah anak didik kelompok A TK Pertiwi Jonggrangan Klaten tahun pelajaran 2011/2012. Penelitian ini bersifat kolaburatif antara peneliti, guru kelas kelompok A dan kepala sekolah. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara dan dokumentasi, keabsahan data diperiksa dengan triangulasi. Data dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada peningkatan kemampuan menjawab pertanyaan anak melalui permainan kartu gambar yakni sebelum tindakan 45,41%, siklus I mencapai 61,87%, siklus II mencapai 72,12% dan siklus III mencapai 87,91%. Kesimpulan dari penelitian ini adalah permainan kartu gambar yang sesuai dengan prosedur dapat meningkatkan kemampuan menjawab pertanyaan anak TK Pertiwi Jonggrangan Klaten

    Analisis Tingkat Pengetahuan Dan Keterampilan Siswa SD, SMP Dan Guru Dalam Kesiapsiagaan Menghadapi Bencana Banjir Di Kompleks Sekolah Desa Sewu, Kecamatan Jebres, Kota Surakarta

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) tingkat pengetahuan siswa dalam kesiapsiagaan menghadapi bencana banjir (2) tingkat keterampilan siswa dalam kesiapsiagaan menghadapi bencana banjir. Populasi dalam penelitian ini adalah siswadan guru yang terdapat pada kompleks sekolah di Desa Sewu, Kecamatan Jebres, Kota Surakarta yang meliputi SD N Karengan 124, SD N Kampung Sewu 25, dan SMP MIS Surakarta. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan menggunakan studi kasus. Teknik cuplikan menggunakan purposive dengan cara snowball. Sedangkan dalam pengumpulan data menggunakan koesioner, observasi, wawancara dan dokumentasi. Trianggulasi data atau sumber digunakan dalam tehnik validitas data, untuk Teknik analisa yang digunakan adalah model Miles dan Huberman : Pengumpulan data, Display data, Reduksi data dan Kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan: (1) Pemahaman pengetahuan siswa SDN Karengan No. 124 ratarata paham dengan pengetahuan bencana banjir. (2) siswa SDN Kampung Sewu No. 25 sudah cukup memahami tentang bencana banjir. (3) SMP MIS Sukakarta paham dalam kesiapsiagaan menghadapi bencana banjir yang sering melanda sekolah tersebut (4) Pengetahuan guru paham siapsiaga bencana tinggi sehingga mampu memberi bekat pengetahuan kepada siswa-siswa. Dan tingkat keterampilan: (1) SDN Karengan No. 124 terampil dalam kesiapsiagaan bencana banjir. (2) SDN Kampungsewu No. 25 terampil (3) SMP MIS Surakarta kurang terampil dalam kesiapsiagaan bencana banjir.(4) Keterampilan guru sangat terampil dalam siapsiaga bencana dan mampu memberikan pengarahan kepada siswa-siswi

    INTERAKSI SOSIAL, RASA TANGGUNG JAWAB DAN POLA BELAJAR SISWA PENGARUHNYA TERHADAP PRESTASI BELAJAR AKUNTANSI PADA SMA MUHAMMADIYAH 2 KLATEN DI DELANGGU

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh interaksi sosial, rasa tanggung jawab dan pola belajar terhadap prestasi belajar akuntansi baik secara parsial maupun serentak pada SMA Muhammadiyah 2 Klaten di Delanggu. Penelitian ini menggunakan metode asosiatif dengan 3 variabel bebas yaitu interaksi sosial (X1), rasa tanggung jawab (X2) dan pola balajar siswa (X3) serta prestasi belajar akuntansi sebagai variabel terikat (Y). Populasi dalam penelitian ini adalah semua siswa kelas XI semester ganjil SMA Muhammadiyah 2 Klaten di Delanggu yang berjumlah 68 siswa. Sampel yang digunakan adalah 58 orang. Metode pengumpulan data menggunakan metode angket dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan analisis regresi berganda, uji t, uji F dan Koefisien Determinasi (R2). Dari hasil analisis regresi sederhana diperoleh bahwa (1) Terdapat pengaruh antara interaksi sosial dengan prestasi belajar akuntansi, terbukti dari hasil perhitungan diperoleh nilai thitung (5,515) > ttabel (1,960) dengan sumbangan efektif sebesar 46,30 %; (2) Terdapat pengaruh antara rasa tanggung jawab dengan prestasi belajar akuntansi, terbukti dari hasil perhitungan diperoleh nilai thitung (4,147) > ttabel (1,960) dengan sumbangan efektif sebesar 31,66 %; (3) Tidak terdapat pengaruh antara pola belajar siswa dengan prestasi belajar akuntansi, terbukti dari hasil perhitungan diperoleh nilai thitung (1,525) Ftabel (2,78) dengan kontribusi sebesar 97,7%

    IDENTIFIKASI STANDAR KOMPETENSI GURU MATA PELAJARAN BIOLOGI SMP SE-KECAMATAN KEBAKKRAMAT KABUPATEN KARANGANYAR TAHUN PELAJARAN 2006 / 2007

    Get PDF
    Kualitas pendidikan dipengaruhi oleh kualitas guru yang dapat dilihat dari hasil pencapaian standar kompetensi guru yang dikuasai oleh guru. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui standar kompetensi guru mata pelajaran Biologi SMP se-Kecamatan Kebakkramat Kabupaten Karanganyar tahun pelajaran 2006 / 2007. Penelitian ini dilaksanakan di SMP se-Kecamatan Kebakkramat Kabupaten Karanganyar Tahun pelajaran 2006/ 2007. Sampel diambil dari populasi sebanyak 9 orang guru yaitu 1 guru dari SMP N 1 Kebakkramat, 2 guru dari SMP N 2 Kebakkramat, 3 guru dari SMP N 3 Kebakkramat, 1 guru dari SMP Muhammadiyah 8 Kebakkramat, dan 2 guru dari SMP PGRI 8 Kebakkramat. Data dikumpulkan dengan angket. Analisis data menggunakan deskriptif kualitatif. Hasil penelitian skor rata-rata standar kompetensi guru mata pelajaran Biologi SMP se-Kecamatan Kebakkramat Kabupaten Karanganyar tahun pelajaran 2006 / 2007 terhadap; 1) Penguasaan bidang studi berkategori baik (3,47); 2) Pemahaman tentang peserta didik berkategori baik(3, 56); 3) Penguasaan pembelajaran yang mendidik berkategori baik (3, 42); dan 4) Pengembangan kepribadian dan keprofesionalan berkategori baik (3, 51). Standar kompetensi guru yang dapat dicapai oleh guru dipengaruhi oleh sikap dan tingkah laku dalam menguasai penguasaan materi bahan ajar, pengelolaan proses belajar mengajar dan siswa serta latar belakang pendidikan guru. Dari hasil yang diperoleh guru hendaknya meningkatkan setiap aspek standar kompetensi guru, menerapkan setiap aspek standar kompetensi guru yang telah dikuasai saat proses belajar mengajar kepada siswa, Kepala Sekolah selalu memotivasi guru untuk meningkatkan kompetensi guru, selain evaluasi dari segi standar kompetensi guru, ada evaluasi dari segi kemampuan siswa, dan ada penelitian semacam ini selain mata pelajaran Biolog

    Peningkatan Kemampuan Sains Melalui Permainan Pencampuran Warna Pada Anak Kelompok B TK ABA I Gedung Sierad Klaten

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan sains melalui permainan pencampuran warna pada anak kelompok B1 TK ABA I Gedung Sierad Klaten Tahun Ajaran 2011/2012. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas. Penelitian dilakukan berkolaborasi dengan guru. Subjek penelitian ini adalah anak kelompok B TK ABA I Gedung Sierad Klaten yang berjumlah 20 anak. Objek penelitiannya adalah peningkatan kemampuan sains melalui permainan pencampuran warna pada anak kelompok B TK ABA I Gedung Sierad Klaten 2011/2012. Penelitian dilaksanakan dalam dua siklus. Masing-masing siklus terdiri dari tiga pertemuan. Pada setiap siklus ada empat tahap yaitu perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah obsevasi anak dan kegiatan peneliti atau guru saat melakukan proses pembelajaran dikumpulkan melalui pedoman observasi guru, adapun wawancara dan dokumentasi hanya digunakan sebagai pendukung. Validitas data menggunakan teknik triangulasi. Data dianalisis dengan menggunakan tabulasi skor kemampuan sains anak dan menghitung persentase pencapaian kemampuan sains anak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa permainan pencampuran warna dapat meningkatkan kemampuan sains pada anak kelompok B TK ABA I Gedung Sierad Klaten Tahun Ajaran 2011/2012. Hal ini dapat di lihat peningkatan kemampuan sains pada siklus I sebesar 16% (kondisi awal 44,75% menjadi 50,25%) dan peningkatan pada siklus II sebesar 27% (siklus I 50,25% menjadi 80,13%)

    Hubungan Antara Lamanya Kemoterapi Dengan Body Image Pasien Leukemia Limfosit Akut Pada Anak Pra Sekolah Di Rsud Dr. Moewardi Di Surakarta

    Get PDF
    Kemoterapi mempunyai efek samping diantaranya nafsu makan menurun, mual muntah, penurunan berat badan, dan rambut rontok. Salah satu diantaranya menimbulkan gangguan body image. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara lamanya kemoterapi dengan body image pasien leukemia limfosit akut pada anak pra sekolah di RSUD dr. Moewardi di Surakarta. Jenis penelitian adalah penelitian kuantitatif, metode penelitian deskriptif korelasi, dan rancangan penelitian cross sectional. Sampel penelitian sebanyak 15 anak dengan teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Kriteria sampel yaitu anak leukemia limfosit akut usia 3-6 tahun yang menjalani perawatan di RSUD Dr. Moewardi Surakarta. Instrument penelitian variabel lamanya kemoterapi menggunakan metode wawancara dengan keluarga dan data di Rekam Medik seberapa lama anak mendapatkan kemoterapi, sementara body image menggunakan kuesioner dengan instrument penelitian menggunakan Multidimensional Body Self Relation Questionnaire. Pengujian hipotesis menggunakan uji Spearman Rho. Hasil menunjukkan nilai koefisien korelasi (τ) sebesar 0,005 dengan nilai signifikansi (p-value) -0,680. Simpulan : (1) Mayoritas anak leukemia limfosit akut usia pra sekolah mendapatkan kemoterapi kategori lama 47%, sedang 33%, dan baru 20% (2) Mayoritas anak leukemia limfosit akut usia pra sekolah mengalami body imge baik yaitu sebesar 60%, sedangkan yang memiliki body image baik 40%. (3) Terdapat hubungan signifikan antara lamanya kemoterapi dengan body image pasien leukemia limfosit akut pada anak pra sekolah di RSUD dr. Moewardi di Surakarta

    THE EFFECTIVENESS OF USING CAROUSEL BRAINSTORMING TECHNIQUE TO TEACH WRITING VIEWED FROM STUDENTS’ SELF-ACTUALIZATION

    Get PDF
    Abstract: This research offers carousel brainstorming technique as a way in teaching writing. Carousel Brainstorm is a technique to activate prior knowledge or reviewing newly acquired information, this organizer allows them to identify and study subtopics within a larger topic (Mc Knight, 2010:10). The objective of this research was to find out the effectiveness of using carousel brainstorming paired with mind mapping technique in teaching writing viewed from students’ self-actualization. The research was conducted for second semester students of English Department IKIP PGRI Madiun in the academic year of 2013/2014. This research method was an experimental study. The researcher used cluster random sampling to get the sample. The instruments of collecting data are writing test and questionnaire. The data were analyzed by using multifactor analysis of variance 2x2. Then, it was analyzed by using Tukey test. The research findings show that: (1) Carousel braintorm technique is more effective than mind mapping technique; (2) The students having high selfactualization have better writing skill than those having low self-actualization; and (3) There is an interaction between teaching techniques and students’ self-actualization in teaching writing. Therefore, using carousel brainstorming technique is recommended and effective to build students’ enthusiasm in learning English, particularly to enhance their writing ability. Keywords: Carousel Brainstorming Technique, Mind Mapping technique, Self-Actualization, Experimental Research, Writin

    STRATEGI PEMASARAN SEKOLAH DI SMA BATIK 1 SURAKARTA

    Get PDF
    This research is focused on “How is the Marketing Strategy in High School Batik 1 Surakarta” The focus is described into two parts : 1) What are internal and external factors which become the base of the school marketing strategy? ; 2) How is the school marketing strategy according to SWOT matrices analysis? The purposes of this research are : 1) General Purposes : to describe the marketing strategy in High School Batik 1 Surakarta ; 2) Specific purposes : a) to describe the internal and external factors which become the base in the school marketing strategy ; b) to describe the implementation of service marketing diffusion concept 7P in High School Batik 1 Surakarta according to SWOT matrices analysis model. This research is qualitative. The researcher’s presence is treated as the research instrument. Primary and secondary data are obtained using data collecting technique of participative observation, depth interview and documentation. The data analysis technique is using interactive model. The analysis process includes three activity, they are data reduction, data service, and drawing conclusion. The results of this research according are as follows : 1) SO strategy is increasing market’s segment with promotion, 2) ST strategy is making the human sources to make different product, price, and promotion from the rivals 3) WO strategy is optimizing the use of area for IT-based and characterized learning activities so that it will have loyal customers 4) WT strategy is optimizing the role of human sources to increase the service quality towards the customers. According to the SWOT matrices supported by Reseact and Development data so the most effective school marketing strategy in High School Batik 1 Surakarta is promotion using presentation by the alumnus Junior High School

    Penggunaan Metode Group Investigation (GI) Untuk Meningkatkan Kemampuan Menyelesaikan Soal Cerita Matematika Siswa Kelas V SD Negeri 03 Ngargoyoso Karanganyar

    Get PDF
    Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam menyelesaikan soal cerita matematika di kelas V SD Negeri 03 Ngargoyoso, Karanganyar dengan metode group investigation (GI). Bentuk penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas sebanyak 2 siklus. Tiap siklus terdiri dari 4 tahapan, yaitu: perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Sebagai subyek penelitian adalah guru dan siswa kelas V SD Negeri 03 Ngargoyoso, Karanganyar yang berjumlah 25 anak. Teknik pengumpulan data digunakan teknik observasi, tes, dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah model analisis interaktif yag mempunyai tiga buah komponen yaitu reduksi data, sajian data, dan penarikan kesimpulan atau verifikasi. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pembelajaran matematika melalui metode Group Investigation (GI) efektif meningkatkan kemampuan siswa menyelesaikan soal cerita matematika pada siswa kelas V SD Negeri 03 Ngargoyoso, Karanganyar. Hal ini terbukti pada kondisi awal sebelum dilaksanakan tindakan nilai rata-rata siswa 61,8 dengan persentase ketuntasan klasikal sebesar 56% siklus I nilai rata-rata kelas 66,16% dengan persentasi ketuntasan kalsikal 76% dan siklus II nilai rata-rata kelas meningkat menjadi 71,96 dengan persentasi ketuntasan klasikal sebesar 84%. Dengan demikian, dapat disajikan suatu rekomendasi bahwa pembelajaran matematika dengan menggunakan metode group investigation (GI) dapat meningkatkan kemampuan siswa menyelesaikan soal cerita matematika kelas V SD Negeri 03 Ngargoyoso, Karanganyar

    Perbedaan Tingkat Dehidrasi Dan Kelelahan Pada Karyawan Terpapar Iklim Kerja Melebihi NAB (Stock Yard) Dengan Sesuai NAB (Produksi Jalur 2)Di PT. Wijaya Karya Beton TBK PPB Majalengka

    Get PDF
    Industrial workers constitute the most fequent physical activity in hot work environments for a long time. Work climate that exceeds the threshold value can lead to health problems in workers such as dehydration and fatigue from loss of fluid through sweat and breathing. The purpose of this study was to determine differences in the level of dehydration and fatigue in employees exposed to the working climate >NAB with ≤NAB. This research method using observational analytic with cross sectional approach. The sampling technique used purposive sampling with a sample of 30 respondents. Analysis of data using statistical test Mann Whitney test and independent sample t-test with a significant level α = 0.05. The results showed that there are significant differences in the level of dehydration working climate>NAB with ≤NAB (p = 0.002). While the measurement of fatigue obtained results are not significantly different levels of fatigue at both location (p = 0.221). It can be concluded that the climate is hot work exceeds the NAB affect the incidence of dehydration, but has no effect on the occurrence of fatigue in workers
    corecore