3 research outputs found

    Peran Pupuk Hayati Cair Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Kedelai Hitam (Glycine soja L.) Varietas Detam 4 Prida

    No full text
    Kedelai hitam (Glycine soja L.) merupakan bahan baku pembuatan kecap yang mengandung vitamin E, asam amino, antosianin dan antioksidan cukup tinggi. Pertumbuhan dan hasil tanaman kedelai hitam dapat ditingkatkan melalui ketersediaan unsur hara yang cukup. Pengaplikasian pupuk hayati cair (PHC) mampu mengikat unsur hara sehingga dapat terserap dengan baik oleh akar tanaman. Tujuan penelitian ini untuk mempelajari interaksi antara konsentrasi PHC dengan dosis nitrogen pada pertumbuhan dan hasil tanaman kedelai hitam. Penelitian dilaksanakan pada bulan Mei hingga Agustus 2023 di Kelurahan Dadaprejo, Kec. Junrejo, Kota Batu. Penelitian ini merupakan percobaan faktorial dengan Rancangan Acak Kelompok (RAK). Faktor pertama yaitu konsentrasi PHC, terdiri dari 3 taraf yakni P1: 10 ml L-1, P2: 15 ml L-1 dan P3: 20 ml L-1. Faktor kedua, yaitu dosis nitrogen, terdiri dari empat taraf yakni N1: 50 kg ha-1, N2: 100 kg ha-1, N3: 150 kg ha-1, dan N4: 200 kg ha-1. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat interaksi pada parameter jumlah daun pada umur 42 HST. Pengaplikasian konsentrasi PHC 20 ml L-1 mampu meningkatkan jumlah daun dan bobot 100 biji. Pemberian dosis N 100 dan 150 kg ha-1 mampu meningkatkan tinggi tanaman, jumlah polong per tanaman dan bobot biji per tanaman

    Pengaruh Dosis Nitrogen dan Konsentrasi Pupuk Hayati Cair terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Kedelai Hitam (Glycine soja L.) Varietas Detam 4 Prida.

    No full text
    Kedelai hitam merupakan bahan baku pembuatan kecap yang mengandung vitamin E, asam amino, antosianin dan antioksidan cukup tinggi. Pertumbuhan dan hasil tanaman kedelai hitam dapat ditingkatkan melalui pemupukan. Kebutuhan unsur N dapat dipenuhi dengan pengaplikasian pupuk urea 46% N. Selain itu, pengaplikasian pupuk hayati cair (PHC) mampu mengikat unsur hara sehingga terserap dengan baik oleh akar tanaman. Tujuan dari penelitian ini untuk mempelajari interaksi antara dosis nitrogen dengan konsentrasi PHC pada pertumbuhan dan hasil tanaman kedelai hitam varietas Detam 4 Prida. Hipotesis dari penelitian ini yakni terdapat interaksi antara dosis nitrogen dengan konsentrasi PHC dan terdapat dosis N serta konsentrasi PHC yang tepat untuk pertumbuhan dan hasil tanaman kedelai hitam varietas Detam 4 Prida. Penelitian telah dilaksanakan pada bulan Mei hingga Agustus 2023 di Desa Dadaprejo, Kecamatan Junrejo, Kota Batu dengan ketinggian 739 mdpl, rata-rata suhu udara yaitu 18-32°C dan kelembapan rata-rata yaitu 79-86%. Alat yang digunakan terdiri dari alat tulis, gayung, alvaboard, meteran, Leaf Area Meter (LAM), timbangan digital, oven, dan kamera ponsel. Sedangkan bahan terdiri dari benih kedelai hitam varietas Detam 4 Prida, pupuk urea, pupuk hayati cair, pestisida dan kertas HVS. Penelitian ini merupakan percobaan faktorial dengan Rancangan Acak Kelompok (RAK) terdiri dari 3 ulangan dengan 2 faktor. Faktor pertama, dosis N terdiri dari 4 taraf yakni 50 kg, 100 kg, 150 dan 200 kg N ha-1. Faktor kedua, konsentrasi pupuk hayati cair terdiri dari 3 taraf yakni 10, 15 dan 20 ml L-1. Terdapat 12 kombinasi perlakuan sehingga didapatkan 36 satuan kombinasi perlakuan. Setiap perlakuan terdiri dari 10 tanaman, sehingga total terdapat 360 tanaman. Analisis data menggunakan analisis ragam dengan uji F taraf 5% dan diuji lanjut dengan BNJ 5% jika terdapat pengaruh nyata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat interaksi antara dosis N dengan konsentrasi PHC pada pertumbuhan jumlah daun saat 42 HST. Pemberian dosis N 100 kg ha-1 dan 150 kg ha-1 meningkatkan pertumbuhan dan hasil yaitu pada tinggi tanaman, luas daun, jumlah cabang produktif, jumlah bunga, jumlah polong per tanaman, bobot polong per tanaman, jumlah biji per tanaman, bobot biji per tanaman bobot segar total tanaman, dan bobot kering tanaman masing-masing sebesar 44 cm tan-1; 1939,77 cm2; 3,96 tangkai tan-1; 122,81 kuntum tan-1; 70,31 polong tan-1; 33,23 g tan-1; 136,06 biji tan-1; 21,26 g tan-1; 57,19 g tan-1; dan 12,13 g tan-1. Pemberian konsentrasi PHC sebesar 20 ml L-1 dapat meningkatkan pertumbuhan dan hasil yaitu pada jumlah daun, luas daun, jumlah cabang produktif, bobot 100 biji, dan bobot 1000 biji masing-masing yaitu 23,83 helai tan-1; 1679,48 cm2; 4,01 tangkai tan-1; 18,27 g tan-1; dan 168,06 g tan-1

    Tipologi Aplikasi Infrastruktur Hijau Skala Komunitas pada Kampung Kota di Indonesia

    Get PDF
    This paper addresses one of the knowledge gaps that exists in green infrastructure (GI) discourses, that is the lack of understanding on the application of GI at community scale. GI was first introduced as an alternative to address problems caused by rapid urbanisation. Recently, GI has become a crucial part of strategies to achieve sustainable development and therefore has been widely advocated for its environmental, social, and economic benefits. Although the concepts and benefits of green infrastructure have been widely discussed and recognized in the literature, much of the discussions on GI tend to revolve around its applications at the city and regional scales, while the application of small scale GI at the community level has not been much explored, despite the importance of multiscale principle in the application of GI. To address that issue, this study focuses on the application of small-scale GI at the community level. It employed a systematic review to analyse publications, including articles published in scientific journals and news on reliable mass media on the internet, regarding the application of small-scale GI in 23 Indonesian urban kampung. The study shows that in dense settlements like urban kampung, community scale GI emerges as an alternative solution to the lack of space for GI development. From the 23 cases analysed, GI is mostly intended to function as a mean for environmental conservation and to promote food security
    corecore