69 research outputs found
Memotivasi Belajar Siswa SMK Dengan Penerapan Blended Learning Era Pandemic COVID-19
COVID-19 telah mengubah proses pembelajaran secara signifikan, karena sebagian lembaga pendidikan menerapkan secara online. Hal ini untuk memastikan keberlangsungan proses pembelajaran di sekolah. Banyak negara-negara yang mengambil keputusan untuk menutup sekolah dengan mengganti pembelajaran secara online. Hal ini dilakukan agar menghambat secara laju bertambahnya kasus postif covid-19. Beberapa Sekolah Menengah Kejuruan menerapka blended learning. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui motivasi siswa belajar dalam pembelajaran Gambar Teknik Mesin dengan penerapan blended learning. Metode dalam penelitian ini adalah deskriftif kuantitatif. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 70 siswa. Teknik analisisnya mengunakan anlisis deskriptif. Hasil penelitian: (1) Motivasi intrinsik siswa dalam mengikuti pembelajaran Gambar Teknik Mesin secara blended learning dalam ketegori tinggi yaitu sebesar 71,80 %; (2) Motivasi extrinsik siswa dalam mengikuti pembelajaran gambar teknik mesin secara blended learning dalam ketegori tinggi yaitu sebesar 57,75 %
Faktor Yang Mempengaruhi Penerapan K3 Di Bengkel Pemesinan
: This research aims to determine the effect of knowledge, attitude, school support, and facilities Occupational Safety and Health (OSH) to the application of K3. This research is quantitative research. A population of 716 and the sample amounted to 147 by proportional random sampling. Collecting data using tests, questionnaires and observations. Analysis of data using path analysis. The results showed: (1) knowledge of a significant effect on attitudes, (2) knowledge of a significant effect on the implementation of OSH, (3) OSH facilities significantly influence the implementation of OSH, and (4) the attitude significantly influence the implementation of OSH. Suggestion of this research, in order: (1) schools improve policy, funding, and resources, (2) teachers improve the learning process, and (3) students have a sense of responsibility towards the equipment OSH
Improving Students' Learning Outcomes in Public Vocational High School by Implementing Problem-Based Learning with Scientific Approach
This study explored the effect of combining a scientific approach with problem-based learning on enhancing students' critical thinking skills. The scientific approach sought to direct learners to understand various materials scientifically from multiple sources. The quantitative study in the experimental design used the nonrandomized control group treated with pre-test post-test design. This study had 48 students who separated into two groups. The experimental group used a problem-based learning and scientific approach (PBL-SA), whereas the control group used a traditional learning approach. According to the findings, the average post-test score for the traditional learning group was 33.33, whereas the average post-test score for the PBL-SA group was 65.42. The traditional learning group had low scores, whereas the average achievement of students in the PBL-SA group increased from 42.08 to 65.42, indicating an improvement. The PBL-SA group outperformed the traditional learning group on the Basic Mechanical Engineering Design with a statistically significant difference
Kontribusi Dukungan Orang Tua, Penguasaan Pengetahuan Dasar, Dan Motivasi Berprestasi Terhadap Pencapaian Kompetensi Kejuruan
Penelitian ini untuk mengetahui kontribusi dari variabel dukungan orang tua (X1), penguasaan pengetahuan dasar (X2), dan motivasi berprestasi (Y) terhadap pencapaian kompetensi kejuruan (Z).Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan analisis jalur.Subjek penelitiannya adalah peserta didik Program Keahlian Teknik Ototronik SMK Negeri 1 Singosari Malang.Instrumen yang digunakan berupa angket dan tes.Hasil penelitian menunjukkan bahwa kontribusi dukungan orang tua dan penguasaan pengetahuan dasar terhadap pencapaian kompetensi kejuruan secara langsung sebesar 22,27% dan 8,29%; dan secara tidak langsung atau terlebih dahulu melalui motivasi berprestasi sebesar 23% dan 15,76%
Sistem Manajemen Mutu Iso 9001:2008 Digital Berbasis Web Di Smk Widyagama Malang
The problems that often occur in the current ISO document control and distribution. Those problems can be solved by changing the conventional management into digital management through information technology which is able to distribute infornasi fast, accurate and real-time. This study aims to determine the level of use, efficiency, effectiveness, and satisfaction of users of the product to be developed. These results indicate that the products have been developed to improve the efficiency and effectiveness of the performance of teachers who served as a principal management ISO, and can be used as a solution to get the ISO quality management is more reliable in the era of digitalization. This is evidenced from the results of the field trials showed that the perpetrators of the management is satisfied by giving a value of 97.92% when using a product that has been developed.Permasalahan yang sering terjadi pada ISO yakni saat pengendalian dan pendistribusian dokumen. Permasalahan tersebut dapat diatasi dengan mengubah manajemen konvensional menjadi manajemen digital dengan memanfaatkan teknologi informasi yang mampu medistribusikan infornasi secara cepat, akurat dan realtime. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat penggunaan, efisiensi, efektivitas, dan kepuasan pengguna terhadap produk yang akan dikembangkan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa produk yang telah dikembangkan dapat meningkatkan efisiensi dan efektivitas kinerja guru yang menjabat sebagai pelaku manajemen ISO, serta dapat digunakan sebagai solusi untuk menuju manajemen mutu ISO yang lebih handal di era digitalisasi. Hal ini dibuktikan dari hasil ujicoba dilapangan menunjukkan bahwa para pelaku manajemen merasa puas dengan memberikan nilai sebesar 97,92% saat menggunakan produk yang telah dikembangkan
Kontribusi Kemandirian Belajar dan Keterampilan Sosial terhadap Pencapaian Kompetensi Kejuruan Siswa Paket Keahlian Teknik Permesinan di Kota Makassar
This aim of this research is to determine the contribution of self-regulated learning and social skills towards the achievement of vocational competence of vocational students packages machining engineering expertise in the city of Makassar. Type and data analysis of this study are included in the quantitative approach. The samples used as many as 150 students in class XI. Data collection techniques for the variable self-regulated learning and social skills using questionnaires while variable vocational competency achievement using tests and documentation. Data analysis included descriptive and regression. The results showed: (1) self-regulated learning contributes to the achievement of vocational competence of 7,67%; (2) social skills contribute to the achievement of vocational competence of 4,28%; and (3) contribution of self-regulated learning and social skills of students simultaneously towards the achievement of vocational competence of 40,5%.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar kontribusi kemandirian belajar dan keterampilan sosial terhadap pencapaian kompetensi kejuruan siswa SMK paket keahlian teknik permesinan di kota Makassar. Jenis dan data analisis penelitian ini termasuk dalam penelitian kuantitatif. Jumlah sampel yang digunakan sebanyak 150 siswa pada kelas XI. Teknik pengumpulan data untuk variabel kemandirian belajar dan keterampilan sosial menggunakan angket, sedangkan variabel pencapaian kompetensi kejuruan menggunakan tes dan dokumentasi. Analisis data meliputi deskriptif dan regresi. Hasil penelitian menunjukkan: (1) kontribusi kemandiran belajar terhadap pencapaian kompetensi kejuruan sebesar 7,67%; (2) kontribusi keterampilan sosial terhadap pencapaian kompetensi kejuruan sebesar 4,28%; (3) kontribusi kemandirian belajar dan keterampilan sosial siswa secara simultan terhadap pencapaian kompetensi kejuruan sebesar 40,5%
PENINGKATAN KUALITAS DAN KUANTITAS PRODUKSI INDUSTRI KECIL PANGAN BERBASIS UBI JALAR DI KOTA WISATA BATU
Abstrak. Pengabdian kemitraan masyarakat ini bertujuan untuk: (1) membuat dan mendesiminasikan unit mesin pencuci bahan baku (ubi jalar), yang diharapkan membantu mengatasi permasalahan proses produksi di industry kerajinan Carang mas Novita guna meningkatkan produksi industri; (2) melakukan pendampingan terhadap industry mitra dalam proses pengolahan bahan baku ubi jalar; (3) melakukan usaha-usaha agar terealisasinya manajemen administrasi usaha berbasis yang sesuai denga prinsip-prinsip manajemen yang benar; (4)meningkatan kualitas dan kuantitas produk berbasis potensi unggulan di Desa Rejoso, Kecamatan Junrejo, Kota Batu, Jawa Timur. Tujuan tersebut yaitu menjawab permasalahan yang dihadapi oleh mitra yaitu pada proses produksi dan manajemen keuangan. Pada proses produksi, pencucian bahan baku masih manual dan belum ada sentuhan teknologi dalam produksinya, selain itu, manajemen keuangan belum mengikuti prinsip-prinsip manajemen keuangan yang benar. Hasil pada kegiatan ini meliputi: (1) desiminasi mesin pencuci ubi jalar kepada mitra; (2) produk carang mas lebih memiliki nilai jual lebih tinggi; dan (3) ketrampilan dan pemahaman masyarakat meningkat.Kata Kunci: produksi industry, ubi jalar, kota wisata, kualitas produksi, peningkatan usaha
- …
