73 research outputs found
PENJADWALAN BATCH PADA FLOW SHOP DINAMIS UNTUK MEMINIMASI BIAYA PRODUKSI (Hasil Check Similarity)
The Economic Potential Analysis of Nata de Pina Production Using Pineapple Skin Waste to Develop Product Variants of Pineapple Food Industry in Riau Province (Hasil Check Similarity)
EVALUASI PELAKSANAAN PROGRAM KESELAMATAN KERJA KARYAWAN BAGIAN PRODUKSI DI PT. P & P BANGKINANG CABANG BANGKINANG (Hasil Check Similarity)
Halal Assurance System for Leather Industry in Indonesia: Future Research Directions (Hasil Check Similarity)
Usulan Penjadwalan Job Machine Seri Menggunakan Metode Campbell Dudek Smith (CDS) Untuk Meminimasi Makespan di UD. Wira Vulkanisir (Hasil Check Similarity)
RANCANGAN STRATEGI PEMASARAN MENGGUNAKAN METODE AHP DAN MARKETING MIX (Studi Kasus PT. XXX Pekanbaru) (Hasil Check Similarity)
Penjadwalan Produksi High Mix Low Volume Menggunakan Algoritma Non Delay untuk Meningkatkan Target Produksi di PT. X (Hasil Check Similarity)
PENJADWALAN BATCH PADA FLOW SHOP DINAMIS UNTUK MEMINIMASI BIAYA PRODUKSI
Keterbatasan sumber daya yang dimiliki untuk mengerjakan sejumlah tugas pada saat bersamaan
memunculkan permasalahan pengambilan keputusan penyusunan jadwal produksi yaitu mengenai
urutan pengerjaan tugas (sequencing) dan alokasi dari sumber daya yang akan digunakan.
Permasalahan menjadi semakin kompleks manakala dihadapkan pada pencapaian kondisi ideal yaitu
penyelesaian pekerjaan tepat pada saat due date. Pada kondisi nyata, sulit sekali untuk menghasilkan
jadwal yang tepat waktu karena pekerjaan datang relatif bersamaan dalam jumlah yang banyak.
Untuk memenuhi hal tersebut sistem manufaktur terpaksa menjadwalkan pemrosesan sejumlah
pekerjaan lebih awal sehingga mendahului due date. Hal ini memunculkan konflik antara minimasi
ongkos simpan yang akan mengakibatkan peningkatan ongkos setup, dan sebaliknya. Kedatangan
pesanan baru juga menimbulkan konflik penerimaan atau penolakan atas kedatangan pesanan baru
tersebut karena penerimaan berarti penyesuaian terhadap jadwal yang telah dibuat sedangkan
penolakan berarti kehilangan kesempatan atas pekerjaan yang ditawarkan dimana kedua keputusan
ini memuat konsekuensi biaya. Penelitian ini mencoba untuk mengakomodasi permasalahan
penjadwalan pekerjaan yang dikelompokkan pengerjaannya ke dalam ukuran batch untuk
meminimasi waktu setup dan menjawab permintaan konsumen yang variatif dengan
mempertimbangkan kemungkinan kedatangan pekerjaan (job) baru. Kriteria performansi yang
digunakan dalam penelitian ini adalah meminimasi total biaya produksi dimana sudah
mempertimbangkan biaya-biaya yang berpotensi besar terhadap peningkatan biaya produksi baik
pada saat persiapan, pengerjaan, maupun biaya yang muncul setelah produk selesai diproduksi.
Keputusan penjadwalan berupa alokasi part pada sumber yang tersedia, pengelompokan part ke
dalam batch, dan pengurutan batch yang dihasilkan, serta keputusan penerimaan atau penolakan
pekerjaan. Pengujian numerik memperlihatkan bahwa model usulan mampu menyelesaikan
permasalahan penjadwalan tersebut dan merupakan solusi yang optimal
Restrukturisasi Instruksi Kerja Pada Stasiun Kerja Mesin Chain saw dan Rotary Menggunakan Flowchart di PT.PEBPI Unit Pabrik (Hasil Check Similarity)
Analisis PIECES dan Pengaruh Perancangan Website Fikri Karya Gemilang Terhadap Sistem Promosi Menggunakan Model Waterfall
- …
