73 research outputs found

    PENJADWALAN BATCH PADA FLOW SHOP DINAMIS UNTUK MEMINIMASI BIAYA PRODUKSI (Hasil Check Similarity)

    Get PDF

    PENJADWALAN BATCH PADA FLOW SHOP DINAMIS UNTUK MEMINIMASI BIAYA PRODUKSI

    Get PDF
    Keterbatasan sumber daya yang dimiliki untuk mengerjakan sejumlah tugas pada saat bersamaan memunculkan permasalahan pengambilan keputusan penyusunan jadwal produksi yaitu mengenai urutan pengerjaan tugas (sequencing) dan alokasi dari sumber daya yang akan digunakan. Permasalahan menjadi semakin kompleks manakala dihadapkan pada pencapaian kondisi ideal yaitu penyelesaian pekerjaan tepat pada saat due date. Pada kondisi nyata, sulit sekali untuk menghasilkan jadwal yang tepat waktu karena pekerjaan datang relatif bersamaan dalam jumlah yang banyak. Untuk memenuhi hal tersebut sistem manufaktur terpaksa menjadwalkan pemrosesan sejumlah pekerjaan lebih awal sehingga mendahului due date. Hal ini memunculkan konflik antara minimasi ongkos simpan yang akan mengakibatkan peningkatan ongkos setup, dan sebaliknya. Kedatangan pesanan baru juga menimbulkan konflik penerimaan atau penolakan atas kedatangan pesanan baru tersebut karena penerimaan berarti penyesuaian terhadap jadwal yang telah dibuat sedangkan penolakan berarti kehilangan kesempatan atas pekerjaan yang ditawarkan dimana kedua keputusan ini memuat konsekuensi biaya. Penelitian ini mencoba untuk mengakomodasi permasalahan penjadwalan pekerjaan yang dikelompokkan pengerjaannya ke dalam ukuran batch untuk meminimasi waktu setup dan menjawab permintaan konsumen yang variatif dengan mempertimbangkan kemungkinan kedatangan pekerjaan (job) baru. Kriteria performansi yang digunakan dalam penelitian ini adalah meminimasi total biaya produksi dimana sudah mempertimbangkan biaya-biaya yang berpotensi besar terhadap peningkatan biaya produksi baik pada saat persiapan, pengerjaan, maupun biaya yang muncul setelah produk selesai diproduksi. Keputusan penjadwalan berupa alokasi part pada sumber yang tersedia, pengelompokan part ke dalam batch, dan pengurutan batch yang dihasilkan, serta keputusan penerimaan atau penolakan pekerjaan. Pengujian numerik memperlihatkan bahwa model usulan mampu menyelesaikan permasalahan penjadwalan tersebut dan merupakan solusi yang optimal
    corecore