278 research outputs found

    Contextual Teaching and Learning Based on Islamic Religious Education and Its Impact on Praja Religious Behavior

    Get PDF
    Islamic religious education is not only focused on providing theoretical knowledge, but it should also ensure that the learning experiences of students are always related to current issues in their environment. The Contextual Teaching and Learning (CTL) based model of Islamic religious education establishes a connection between each lesson or topic and real-life situations, aiming to impact the religious beliefs of the students at the Institute of Home Affairs Administration in Jatinangor. This research adopts a qualitative approach with a descriptive method. Data collection techniques include observation, interviews, and documentation, while data analysis involves data collection, data presentation, and data processing. The results of this study indicate that the model of Islamic religious education at the Institute of Home Affairs Administration in Jatinangor can be divided into two important parts: Islamic religious education learning in accordance with the national curriculum conducted during classroom hours, and Islamic education and guidance provided by extracurricular units outside of classroom hours as local content

    The Influence of Remuneration, Work Ethic and Organizational Culture on Improving Human Resource Culture

    Get PDF
    This study aims to determine the effect of remuneration, work ethic, organizational culture and corporate image on improving the quality of Human Resources at the Office of the Ministry of Religion, South Tangerang. The method used is quantitative and the sampling method uses saturated samples from a total of 140 respondents. Data analysis used validity, reliability, classical hypothesis, regression, correlation coefficient analysis, certainty analysis, and hypothesis testing. Remuneration research results have a positive and significant effect on improving the quality of human resources, this is indicated by the value of t count > t table or (7.254 > 1.977) this is strengthened by a significance of 0.000 t table or (8.857 > 1.977) this is strengthened by a significance of 0.000 t table or (8,155 > 1.977) this is reinforced by a significance of 0.000 F table (47.619 > 2.670) and sig. < 0.05 (0.000 < 0.05) with an influence contribution of 51.2%

    PERSEPSI ORANG TUA TENTANG LITERASI DIGITAL (Studi Pada Masyarakat Pinggiran Kota Banjarmasin)

    Get PDF
    Media digital dapat diakses oleh siapa saja, dimana saja dan kapan saja. Dominan informasi melalui media digital mulai mengubah pengetahuan, sikap serta perilaku masyarakat dan hal ini juga tak luput menerpa pada masyarakat yang mendiami kawasan pinggiran Kota Banjarmasin, meskipun untuk wilayah Kalimantan secara umum akses dan penggunaan media digital tidaklah sebesar penggunaan di wilayah- wilayah lain di Indonesia. Khususnya pada wilayah pinggiran Kota Banjarmasin dengan kondisi penduduk dan tingkat pendidikan yang cenderung lebih rendah dibandingkan wilayah lain, akan tetapi memasuki tahun 2017 dalam akses media digital mulai menunjukkan kenaikan penggunaan yang ternyata lebih banyak digunakan dan diakses oleh anak-anaknya ketimbang orang tua mereka, sehingga literasi digital menjadi sesuatu yang perlu mendapat perhatian masyarakat terutama para orang tua. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi masyarakat pinggiran Kota Banjarmasin khususnya para orang tua tentang literasi digital. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan tipe penelitian deksriptif. Sampel yang ditetapkan sebanyak 348 responden dari populasi 296.780 responden. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner sebagai alat ukur utama dengan skala likert serta dianalisis dengan teknik statistik deskriptif  dan  bantuan pengolahan data menggunakan software SPSS 21.0 for windows. Hasil dari penelitian ini menunjukkan persepsi masyarakat pinggiran tentang literasi digital dilihat dari indikator kognitif dengan persentase sebesar 51,7%. Pada indikator afeksi dengan persentase sebesar 32,2%, dan indikator konasi dengan persentase sebesar 16,1%, sehingga secara keseluruhan persepsi masyarakat pinggiran Kota Banjarmasin terbesar hanya masih dalam tataran pada aspek kognitif awal dengan kategori sedang.

    PENGARUH KUALITAS LAYANAN DAN NILAI PASIEN TERHADAP KEPUASAN DAN LOYALITAS PASIEN DI RSUD DR. SOETOMO GRAHA AMERTA SURABAYA

    Get PDF
    This study aimed to investigate and analyze the influence of service quality and patient value on the patients’ satisfaction and loyalty of patients. The study applied causal relationship on variables of service quality, patient value, patient satisfaction, and patient loyalty. The population were all patients hospitalized at Dr. Soetomo Graha Amerta Hospital, Surabaya for at least three consecutive days without interruption. The samples were 125 in-patients who were taken with accidental sampling technique. The respondents who was paid by families or health insurance, who had worked, and who were at least 30 years, were interviewed directly or accompanied by families. The primary data was collected through questionnaires with a Likert scale score of 1-5 and processed with SPSS and AMOS version 20 in the form of structural equation model. In this study, five hypothesis were all accepted. The tests resulted positive and significant effects of (1) service quality on patient satisfaction, (2) patient value on patient satisfaction, (3) service quality on patient loyalty, (4) patient value on patient loyalty, and (5) patient satisfaction on patient loyalty at Dr. Soetomo Graha Amerta Hospital, Surabaya. Furthermore, this study concluded that the coefficient value of structural equation model that directly influenced patient satisfaction was service quality. Then, the patient loyalty had the highest impact on service quality. Keywords: service quality, patient value, patient satisfaction, and patient loyalt

    Sikap Peserta Didik terhadap Penggunaan Metode Ceramah pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam di Kelas VIII SMPN 3 Baubau

    Get PDF
    Hasil penelitian ini menunjukan bahwa metode ceramah pada saat pemberian materi inti, guru mengalami kesulitan dalam mengukur pemahaman peserta didik tentang materi yang diceramahkan. Peserta didik cenderung bersifat pasif dan sering keliru dalam menanggapi penjelasan dari guru. Hal tersebut disebabkan oleh banyaknya materi pembelajaran yang disampaikan, akan tetapi waktu yang dibutuhkan sangat singkat. Metode ini menimbulkan kesan pemaksaan terhadap kemampuan peserta didik. Oleh karena itu, guru selalu menyisipkan materi tentang kisah-kisah nabi, atau ayat-ayat al-Quran sehingga peserta didik termotivasi untuk mendengarkan pelajaran Pendidikan Agama Islam. Sikap peserta didik dalam menerima pembelajaran secara umum telah menunjukan antusias yang tinggi, hal ini dapat dilihat dari perhatian peserta didik pada saat proses pembelajaran di dalam kelas, mereka menyimak dengan baik materi yang disampaikan oleh guru. Metode ceramah digunakan pula pada awal pembelajaran, karena metode tersebut sangat efektif, terutama mata pelajaran Pendidikan Agama Islam. Kelebihan metode ceramah adalah sangat praktis, karena tidak perlu menyiapkan banyak bahan, jumlah peserta yang banyak tidak menjadi permasalahan, karena peserta didik mudah dijangkau walaupun dengan waktu yang singkat. Sedangkan kekurangan metode ini adalah peserta didik terlihat pasif, sehingga guru sulit mendeteksi kemampuan dan pemahaman peserta didik tentang materi yang diajarkan

    Pembelajaran pendidikan agama Islam berbasis Contextual Teaching and Learning dan dampaknya terhadap perilaku keberagamaan Praja : Penelitian di Institut Pemerintahan Dalam Negeri Jatinangor, Sumedang

    Get PDF
    Pembelajaran PAI tidak hanya difokuskan pada pemberian pembekalan kemampuan pengetahuan yang bersifat teoritis saja, seharusnya pengalaman belajar yang dimiliki peserta didik itu senantiasa terkait dengan permasalahan aktual yang terjadi di lingkungannya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi; 1) Model pembelajaran PAI di Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Jatinangor; 2) Implementasi Contextual Teaching and Learning (CTL) dalam pembelajaran PAI di IPDN Jatinangor 3) Dampak penggunaan Contextual Teaching and Learning (CTL) terhadap perilaku keberagamaan praja di IPDN Jatinangor; 4) Faktor pendukung dan penghambat dalam pelaksanaan pembelajaran PAI berbasis Contextual Teaching and Learning (CTL) di IPDN Jatinangor. Model pembelajaran PAI berbasis Contextual Teaching and Learning (CTL) adalah keterkaitan setiap materi atau topik pembelajaran dengan kehidupan nyata dan bermuara kepada dampaknya bagi keberagamaan praja IPDN Jatinangor. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data berdasarkan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Sedangkan teknik analisis data menggunakan pengumpulan data, penyajian data, dan pengolahan data. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa; Pertama, Model pembelajaran PAI di Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Jatinangor pada prinsipnya terbagi dalam dua bagian penting; 1) pembelajaran PAI sesuai dengan kurikulum nasional yang diselenggarakan pada jam pelajaran di kelas; 2) pembelajaran dan pembinaan agama Islam yang diselenggarakan oleh unit pendidikan bagian ekstrakurikuler di luar jam pelajaran kelas sebagai muatan lokal; Kedua, Implementasi Contextual Teacing and Learning (CTL) dalam pembelajaran PAI di IPDN Jatinangor yaitu; tujuan, program, proses, dan evaluasi; Ketiga, Dampak penggunaan Contextual Teacing and Learning (CTL) terhadap perilaku keberagamaan praja di IPDN Jatinangor yaitu religius, disiplin, jujur, bertanggung jawab, dan sikap peduli; Keempat, Faktor pendukung dan penghambat dalam pelaksanaan pembelajran PAI berbasis Contextual Teacing and Learning (CTL) dalam meningkatkan perilaku keberagamaan praja; a. Faktor pendukung; 1) praja dalam mengikuti kegiatan perkuliahan cukup tinggi; 2) dukungan lembaga yang selalu peduli dan terbuka; 3) kegiatan belajar mengajar saat pandemi Covid-19 di IPDN dilaksanakan secara luring dan daring; 4) lembaga memfasilitasi setiap kegiatan keagamaan; b. Faktor penghambat; 1) terbatasnya jam pelajaran PAI yang hanya dua jam setiap minggu; 2) sebagian dosen yang belum mengerti pelaksanaan pendekatan Contextual Teaching and Learning (CTL) dengan baik; 3) beragamnya kemampuan praja; 4) fasilitas sarana dan prasarana kurang maksimal

    PENGARUH KINERJA POLRI DAN PELAYANAN TERHADAP KEPUASAN MASYARAKAT PADA SIM SATLANTAS POLRES TANGGAMUS

    Get PDF
    Polres Tanggamus merupakan salah satu bentuk pelayanan publik yang berada di kalangan masyarakat untuk menjaga keamanan dan memenuhi kebutuhan masyarakat. Kebutuhan masyarakat itupun meliputi pelaporan tindak kriminal dan proses pembuatan surat izin terkhusus pembuatan SIM (Surat izin mengemudi) dan yang berkaitan dengan pihak kepolisian. Untuk itu Polres Tanggamus dituntut untuk memberikan kinerja yang berintegritas dan pelayanan yang profesional sebagai bentuk keberhasilan negara dalam menyelenggarakan sistem pemerintahan. Kata Kunci : kinerja polri, pelayanan, kepuasan masyaraka

    AKUNTABILITAS PENGELOLAAN ANGGARAN BADAN PENYELENGGARA PEMILU AD HOC PADA PEMILIHAN UMUM SERENTAK 2019 (Studi di Kabupaten Tanjung Jabung Barat)

    Get PDF
    Persoalan uang dalam pemilu menjadi isu yang krusial, karena terwujudnya pemilu yang berintegritas salah satunya ditentukan oleh transparansi dan akuntabilitas keuangan pemilu. Beberapa kajian menemukan bahwa dalam pemilu-pemilu yang sudah diselenggarakan di Indonesia belum menerapkan prinsip transparansi dan akuntabilitas secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis akuntabilitas pengelolaan anggaran Pemilu Serentak 2019 oleh BPP Ad Hoc di Kabupaten Tanjung Jabung Barat. Penelitian ini bersifat deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Untuk menganalisis data dilakukan dengan menggunakan konsep akuntabilitas yang dikemukakan Koppell (2005) yang terdiri dari lima dimensi, yakni transparansi (transparency), liabilitas (liability), kontrol (controllability), responsibilitas (responsibility), dan responsivitas (responsiveness). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada implementasi transparansi meskipun aktivitas pengelolaan anggaran oleh BPP Ad Hoc telah dilaksanakan secara terbuka, tetapi informasi yang disajikan dalam laporan pertanggungjawaban anggaran belum sepenuhnya lengkap dan akurat. Pada implementasi responsibilitas ditemukan banyaknya laporan pertanggungjawaban penggunaan anggaran yang tidak disampaikan dengan tepat waktu. Sedangkan pada implementasi responsivitas, terdapat ketidak-akuratan data/informasi yang disajikan BPP Ad Hoc terkait permintaan/kebutuhan KPU, dan kelalaian BPP Ad Hoc pada tugas yang harus ditindaklajuti terkait pengelolaan anggaran. Dengan demikian, implementasi transparansi, responsibilitas dan responsivitas belum sepenuhnya optimal. Hal iniimerupakan konsekuensi dari kompetensi sumberdaya manusia yang belum merata, terbatasnya pelatihan terkait pengelolaan keuangan pemilu, kondisi geografis yang beragam dan kompleksitas pemilu serentak. Lemahnya implementasi ketiga dimensi akuntabilitas di atas tidak terlepas dari implementasi kontrol yang belum sepenuhnya berhasil; dan tidak optimalnya implementasi liabilitas karena tidak adanya pemberian reward dan penerapan punishment yang dilematis. Untuk itu diperlukan adanya peningkatan kompetensi SDM, peninjauan kembali beban kerja, dan penambahan anggaran transportasi BPP Ad Hoc secara proporsional. Kata kunci: BPP Ad Hoc, transparasi, liabilitas, kontrol, responsibilitas, responsivita

    Analysis of regional government financial performance and impact on welfare society

    Get PDF
    This study aims to determine and analyze the influence of local government financial performance consisting of variables of regional independence, effectiveness of regional finances, regional revenue growth, and the suitability of regional spending on welfare society. The study was conducted in 13 regencies/cities in South Kalimantan Province using secondary data from 2013-2017. The study was conducted using 65 data, which were analyzed using multiple linear regression analysis. The results of the study provide empirical evidence that only the regional independence variable has a significant influence on the welfare society in all regencies/cities in South Kalimantan Province
    • …
    corecore