57 research outputs found

    ANALISIS KONDISI KETERGANTUNGAN IMPOR BERAS DI INDONESIA

    Get PDF
    Beras adalah salah satu dari komoditas pangan utama Indonesia. Pemenuhan kebutuhan beras merupakan tanggung jawab pemerintah, produksi beras Indonesia selalu lebih besar dibandingkan konsumsinya namun pemerintah selalu melakukan kebijakan impor beras, yang menyebabkan pemerintah terlalu bergantung pada kebijakan impor beras. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dan untuk menganalisis tingkat ketergantungan impor beras dengan menggunakan ISP, IDR dan SSR periode 1992-2017. Hasil penelitian menunjukkan tingkat ketergantungan impor beras di Indonesia yang ditunjukkan dengan nilai IDR rata-rata sebesar 3,5% pertahun, sedangkan nilai ISP indonesia rata-rata -0,9 pertahunnya yang mengindikasikan Indonesia berada pada tahap awal untuk produk beras sehingga daya saing produk beras Indonesia sangat lemah dan Indonesia merupakan negara pengimpor beras. Produksi beras Indonesia sudah cukup baik dilihat dari nilai SSR rata-rata sebesar 96,6% pertahun artinya hampir keseluruhan konsumsi beras di Indonesia dapat terpenuhi dengan produksi beras dalam neger

    Searching legal format: Reshaping the role of state and religion in Indonesia post-Suharto

    Get PDF
    This study showed the nexus between state and Nahdlatul Ulama (NU), being the mainstream Islamic group addressing political ideology beyond Pancasila. The transnational influence views religion as an ideology, not faith, resulting in the different nation’s elites response. Furthermore, the government failed to formalise the relationship by endorsing NU to take concrete measures in the area. This study demonstrated how Indonesian religious organisations could maintain stability. The post-Suharto era evinced the special relationship between the state and the largest Muslim organisation, helping the government to defuse militant doctrines. Furthermore, this study defied the secularisation theories to set aside the religion’s role in adapting national democracy or social development. The findings indicated that the compromising politicking religion could strengthen the national identity and ideology shield of external infiltration doctrine. Contribution: This article examines the problem of contemporary nationalism post-Suharto and the variety of potential disintegration. Indeed, the appearance of nationalist-based religious groups such as NU strengthens the nation’s integrity by building awareness of binding religion and nationalis

    PENGEMBANGAN MEDIA TANGGA PELANGI BERBASIS TEORI THORNDIKE TERHADAP PRESTASI BELAJAR SISWA DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA KELAS IV DI SDN 01 GELANGGANG

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan media tangga pelangi berbasis Thorndike matematika materi pengukuran satuan panjang di kelas IV SDN 01 Gelanggang yang valid, praktis dan efektif. Penelitian ini merupakan jenis penelitian R&D (Research and Development) dengan menggunakan model pengembangan ADDIE (Analysis/Analisis, Design/Desain, Development/Pengembangan, Implementation/Implementasi, dan  Evaluation/Evaluasi). Subjek penelitian ini adalah peserta didik kelas IV SDN 01 Gelanggang sebanyak 25 orang. Sedangkan, objek penelitian ini adalah media tangga pelangi berbasis Thorndike materi pengukuran satuan panjang. Instrumen penelitian yang digunakan yaitu lembar angket ahli media dan ahli materi untuk mengetahui kevalidan media tangga pelangi, angket respon guru dan respon siswa untuk mengetahui kepraktisan media tangga pelangi, tes untuk mengukur tingkat ketuntasan belajar klasikal siswa. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa media tangga pelangi berbasis Thorndike memperoleh persentase 86% dengan kriteria valid dari ahli media, persentase 88% dengan kriteria valid dari ahli materi, persentase 90% dengan kriteria sangat praktis dari respon siswa, persentase 93% dengan kriteria sangat praktis dari respon guru, dan persentase 88% dengan kriteria efektif dari hasil tes belajar siswa yang dihitung dengan ketuntasan belajar klasikal. Oleh karena itu, dapat disimpulkan berdasarkan hasil penelitian bahwa media tangga pelangi berbasis Thorndike materi pengukuran satuan panjang sudah layak dari aspek kevalidan, kepraktisan dan keefektifan untuk digunakan sebagai media pembelajaran di kelas IV SDN 01 Gelanggang

    Analysis Existing Conditions of Octopus (Octopus vulgaris) in Pandanan Beach, Malaka Village, North Lombok

    Get PDF
    Octopus fishing activities are increasingly being carried out by local fishermen making the variety of catches uncontrollable. It is feared that this diversity of catches will affect the biological condition of the octopus, which will lead to a decrease in the catch of fishermen. This study aims to: (1) determine growth patterns, body shape, age group, condition factors, spawning/maturity fit and catchability in octopus fisheries management, (2) biological dimensions of octopus fisheries management, and (3) identify attributes / lever indicators to increase the index value and sustainability status of the biological dimensions of octopus fisheries management. The results showed that the growth patterns of octopuses landed on Pandanan Beach, North Lombok Regency, were negative allometric with a b value of 2.1600. Meanwhile, octopus body shape is in the less flattened category with a condition factor (K) value of 1.85, with 2 age groups, namely the first age group with a length range of 24 cm - 48 cm and the second age group with a length range of 49 cm - 68 cm. Meanwhile, the number of octopuses worth catching was 238 which weighed > 320 grams, and 2 octopuses that were not yet fit to catch weighed < 320 grams. The sustainability status of octopus management from the biological dimension obtained a value of 52.34% with a fairly sustainable status. The attributes that need priority attention are stock enrichment and range collapse. Changes to these two attributes will affect the increase or decrease in the value of the biological dimension sustainability index

    PERFORMANCE ANALYSIS USING BALANCE SCORECARD IN PT TELKOMSEL

    Get PDF
    This study aims to measure the performance of PT Telkomsel using the balance scorecard approach from a financial and non-financial perspective; customer perspective, internal business process perspective and, growth and learning perspective. This research is a descriptive study using a mixed method approach, namely a combination of qualitative and quantitative research combined with an explonatory design research model, the data sources of this study are primary data in the form of interviews with informants and questionnaires, and secondary data from literature, financial reports, as well as supporting data related to this research. The results showed a decrease in several financial posts due to changes in government regulations and price competition among telecommunications service providers. From the customer perspective, price product has become a complaint of several customers. From the perspective of internal business processes, it shows the fluctuating value of ARPU and operational costs due to these changes. Continuous training has become a complaint of some employees from a growth and learning perspective, but in general PT Telkomsel's performance with the balance scorecard as a performance measurement tool is already very good

    Perjanjian damai Helsinki: akhir konflik GAM dan Pemerintah Republik Indonesia 1976-2005

    Get PDF
    The founding of the Free Aceh Movement by Tengku Hasan Muhammad di Tiro resulted in three decades of conflict between Aceh and the Indonesian government. The conflict ended through a Peace Treaty. The purpose of this study is to find out how the conflict in Aceh can be resolved through a peace agreement. This study uses historical research methods which consist of four stages, namely, heuristics, verification, interpretation, and historiography. The results of the study concluded that the conflict in Aceh between the Government of Indonesia and the Free Aceh Movement was resolved through the Helsinki Peace Agreement on August 15, 2005. The contents of the Helsinki peace agreement are the Aceh government, human rights, amnesty and reintegration, security arrangements, and the establishment of the Aceh Monitoring Mission. Berdirinya Gerakan Aceh Merdeka oleh Tengku Hasan Muhammad di Tiro mengakibatkan konflik terjadi di Aceh dengan Pemerintah Indonesia selama tiga dekade. Konflik berakhir melalui Perjanjian Damai. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana konflik di Aceh dapat diselesaikan melalui perjanjian damai. Penelitian ini menggunakan metode penelitian sejarah yang terdiri empat tahap yaitu, heuristik, verifikasi, interpretasi, dan historiografi. Hasil penelitian disimpulkan bahwa, konflik di Aceh antara Pemerintah Indonesia dan Gerakan Aceh Merdeka diselesaikan melalui Perjanjian Damai Helsinki pada tanggal 15 Agustus 2005. Isi dari perjanjian damai Helsinki adalah pemerintahan Aceh, hak– hak asasi manusia, amnesti dan reintegrasi, pengaturan keamanan, dan pembentukan Aceh Monitoring Mission

    Social services in the fulfillment of rights for poor family children in Bisa school, Bintaro, Tangerang Selatan

    Get PDF
    BISA School is a non-formal educational institution under the auspices of the Hands for Others Foundation, which provides social services in a broad sense for children from low-income families in the Bintaro area, South Tangerang. This research aims to find out the programs and activities carried out by the BISA School in fulfilling children's rights. This study uses a descriptive qualitative approach. Data were obtained from primary and secondary data with data collection techniques by conducting interviews, observations, and documentation studies. Data analysis was carried out through data presentation, data reduction, and conclusion. The results of the study indicate that BISA School has several programs and activities that support the fulfillment of children's rights, including educational programs with teaching and learning activities for academic subjects.

    Pengaruh Komposisi Media Tanam dan Dosis Pupuk Kascing terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Sawi Hijau (Brassica juncea L.)

    Get PDF
    Sawi hijau (Brassica juncea L.) merupakan tanaman hortikultura yang memiliki peran sebagai sumber vitamin dan mineral. Permintaan masyarakat terhadap sawi hijau semakin meningkat setiap tahunnya. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik tahun 2015 produksi sayuran sawi di Indonesia dari tahun 2011 sampai 2013 mengalami kenaikan dari 580.969 ton menjadi 635.728 ton, namun tahun 2014 sampai 2015 telah mengalami mengalami penurunan dari 602.468 ton menjadi 580.51 ton. Data tersebut menunjukan bahwa terjadinya fluktuasi produksi sawi, bahkan telah mengalami penurunan pada tiga tahun terakhir. Berdasarkan data statistik pertanian secara nasional kemampuan produksi tanaman sawi Indonesia 8-10 ton/ha. Sawi hijau layak dikembangkan untuk memenuhi permintaan konsumen. Salah satu cara untuk meningkatkannya dengan menggunakan pupuk organik kascing dan menggunakan media tanam. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui komposisi media tanam yang tepat untuk pertumbuhan dan hasil tanaman sawi, (2) mengetahui dosis pupuk kascing yang terbaik agar diperoleh hasil tanaman sawi yang maksimal dan, (3) mengetahui kombinasi komposisi media tanam dan dosis pupuk kascing yang dapat meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman sawi. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juni sampai dengan Agustus 2019 di Screen House dan Laboratorium Agronomi Hortikultura Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman. Rancangan percobaan yang digunakan yaitu Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) dengan 2 faktor. Faktor pertama adalah komposisi media tanam, yaitu M1 = 50 % tanah + 25% pasir + 25% arang sekam, M2 = 25 % tanah + 50% pasir + 25% arang sekam, M3 = 25% tanah + 25% pasir + 50% arang sekam. Faktor kedua adalah dosis pupuk kascing yaitu, P0 : Kontrol (tanpa kascing), P1: 40 g/polybag, P2: 60 g/polybag, dan P3: 80 g/polybag masing - masing faktor dikombinasikan dan didapatkan 12 kombinasi perlakuan. Perlakuan diulang sebanyak 3 kali ulangan sehingga diperoleh 36 unit percobaan. Variabel yang diamati adalah tinggi tanaman (cm), jumlah daun (helai), lebar daun (cm), panjang daun (cm), kadar klorofil, bobot segar tanaman (g) dan bobot kering tanaman (g). Data yang diperoleh dianalisis dengan analisis varian. Apabila perlakuan berbeda nyata diuji lanjut dengan menggunakan DMRT pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan pemberian perlakuan dosis kascing 20 t/ha atau setara dengan 80 g/polybag memberikan dosis yang terbaik terhadap variabel tinggi tanaman sebesar 13,39 cm, lebar daun sebesar 4,43 cm, panjang daun sebesar 8,39 cm., dan bobot segar tanaman sebesar 5,40 g. Pemberian macam media tanam 50% tanah + 25% pasir + 25% arang sekam menghasilkan tinggi tanaman sebesar 13,87 cm, lebar daun sebesar 4,69 cm, panjang daun sebesar 8,72 cm, jumlah daun sebanyak 7,00 helai, kadar klorofil sebesar 9,47, bobot segar tanaman sebesar 5,10 g dan bobot kering tanaman sebesar 0,69 g serta tidak terdapat interaksi antara dosis kascing dan media tanam untuk meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman sawi

    PENGARUH PAJAK HOTEL DAN PAJAK RESTORAN TERHADAP PENDAPATAN ASLI DAERAH (PAD) PADA PEMERINTAH KOTA BANDUNG PERIODE 2013-2020

    Get PDF
    Penelitian ini menganalisis pengaruh Pajak Hotel dan Pajak Restoran terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) pada Pemerintah Kota Bandung Periode 2013-2020. Metode analisis yang digunakan adalah analisis regresi linear berganda, yaitu untuk mengetahui ada atau tidaknya pengaruh dua variabel atau lebih variabel bebas (X) terhadap variabel terikat yang kemudian dilakukan uji hipotesis t serta uji hipotesis F untuk mengetahui tingkat signifikansi pengaruhnya. Adapun populasi penelitian ini yaitu laporan keuangan Badan Pendapatan Daerah (BAPENDA) Kota Bandung dengan menggunakan teknik purposive sampling sehingga sampel yang digunakan adalah data dari laporan realisasi pajak hotel dan pajak restoran serta laporan realisasi pendapatan asli daerah kota bandung periode 2013-2020. Dimana hasil penelitian ini menunjukan bahwa secara parsial pajak hotel tidak terdapat pengaruh signifikan terhadap pendapatan asli daerah dimana hasil tersebut dibuktikan dengan hasil uji thitung lebih kecil dari ttabel (-0,631>2,571) dengan taraf signifikansi 0,556 lebih besar dari pada 0,05 (0,556>0,05) dan terdapat pengaruh yang signifikan antara pajak restoran terhadap pendapatan asli daerah ini dibuktikan dengan hasil uji t dimana thitung lebih besar dari pada ttabel (6,082>2,571) dengan taraf signifikansi 0,002 lebih kecil dari pada 0,05 (0,002<0,05). Dan hasil uji F menunjukan hasil Fhitung lebih besar dari Ftabel 22,471>5,79 dengan taraf signifikansi 0,003 lebih kecil dari 0,05 (0,003<0,05) berdasarkan hasil tersebut dapat diambil kesimpulan bahwa secara silmultan terdapat pengaruh yang signifikan antara pajak hotel dan pajak restoran terhadap pendapatan asli daerah kota Bandung periode  2013-202
    • …
    corecore