2 research outputs found

    Pengaruh Pgpr (Plant Growth Promoting Rhizobacteria) Dan Pupuk Kandang Kambing Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Kedelai (Glycine Max L.)

    Get PDF
    Kedelai (Glycine max L.) merupakan tanaman sumber protein yang mudah diperoleh dan memiliki kandungan protein yang tinggi. Kebutuhan kedelai di Indonesia pada tahun 2019 mencapai 2.967.695 ton tahun-1 , sedangkan produksi kedelai pada tahun 2019 sebesar 424.189 ton tahun-1 (Kementan, 2020). Penambahan pupuk kandang kambing dapat mengimbangi penggunaan pupuk anorganik. Salah satu upaya dalam memaksimalkan pupuk kandang kambing yang tidak cepat tersedia yaitu dengan menggunakan Plant Growth Promoting Rhizobacteria (PGPR) yang merupakan kelompok mikroorganisme tanah yang menguntungkan. Tujuan dari penelitian ini yaitu mempelajari interaksi antara konsentrasi PGPR dan dosis pupuk kandang kambing pada tanaman kedelai serta mendapatkan konsentrasi PGPR dan dosis pupuk kandang kambing yang tepat terhadap pertumbuhan dan hasil pada tanaman kedelai. Hipotesis dari penelitian ini yaitu terdapat interaksi dengan pemberian PGPR dan pupuk kandang kambing pada tanaman kedelai, pemberian PGPR pada level tertentu memberikan pengaruh nyata terhadap pertumbuhan dan hasil pada tanaman kedelai dan pemberian pupuk kandang kambing memberikan pengaruh nyata terhadap pertumbuhan dan hasil pada tanaman kedelai. Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan Juli hingga September 2023 di Kecamatan Junrejo, Kelurahan Dadaprejo, Kota Batu, Jawa Timur. Rancangan penelitian yang digunakan yaitu RAK faktorial yang terdiri dari 2 faktor. Faktor pertama yaitu konsentrasi PGPR diberikan sebanyak 3 kali yaitu pada 14, 28 dan 42 HST dengan konsentrasi 15 ml l-1 , konsentrasi 20 ml l-1 . Faktor kedua yaitu perlakuan pengaplikasian pupuk kandang kambing yang diberikan 1 kali pada saat pengolahan lahan dengan dosis 10 ton ha-1 , 15 ton ha-1 . Kedua faktor tersebut dikombinasikan sehingga diperoleh 9 kombinasi perlakuan dengan 3 kali ulangan sehingga didapatkan 27 unit percobaan. Setiap perlakuan terdiri dari 56 tanaman, sehingga total tanaman dalam percobaan sebanyak 1.512 tanaman. Variabel pengamatan yang diamati yaitu tinggi tanaman, jumlah daun, luas daun, umur berbunga, umur terbentuk polong, jumlah polong per tanaman, bobot polong per tanaman, bobot biji per tanaman, bobot kering tanaman dan hasil panen. Hasil data pengamatan dianalisis dengan menggunakan Analysis of Variance (ANOVA) atau uji F Hitung pada taraf 5%. Jika hasil analisis ragam menunjukkan adanya perbedaan nyata, maka dilakukan uji BNJ (Beda Nyata Jujur) dengan taraf 5% untuk mengetahui perbedaan antar perlakuan. Hasil analisis ragam menunjukkan bahwa tidak terdapat interaksi antara pemberian konsentrasi PGPR dan pupuk kandang kambing. Pengaplikasian konsentrasi PGPR 20 ml l-1 dapat meningkatkan variabel pertumbuhan tanaman kedelai mulai dari tinggi tanaman, jumlah daun, umur berbunga, umur terbentuk polong dan luas daun. Peningkatan pada variabel hasil meliputi jumlah polong per tanaman, bobot polong per tanaman, bobot kering total per tanaman dan bobot biji per tanaman. Pemberian dosis pupuk kandang kambing 15 ton ha-1 mampu meningkatkan variabel pertumbuhan tanaman kedelai diantaranya tinggi tanaman, jumlah daun dan luas daun. Peningkatan pada variabel hasil diantaranya yaitu jumlah polong per tanaman, bobot polong per tanaman, bobot kering total per tanaman dan bobot biji per tanaman

    Aplikasi PGPR (Plant Growth Promoting Rhizobacteria) dan Pupuk Kandang Kambing terhadap Pertumbuhan dan Hasil Kedelai (Glycine max L.)

    No full text
    Pupuk kandang dan Plant Growth Promoting Rhizobacteria (PGPR) merupakan sumber penyediaan nutrisi untuk mendukung produksi kedelai. Tujuan penelitian ini yaitu mempelajari interaksi serta konsentrasi PGPR dan dosis pupuk kandang kambing yang tepat terhadap pertumbuhan dan hasil kedelai. Penelitian dilaksanakan pada bulan Juli - September 2023 di Dadaprejo, Junrejo, Kota Batu. Adapun bahan yang digunakan yaitu kedelai varietas Grobogan, pupuk kandang kambing, Urea 75 kg ha-1, SP 36 100 kg ha-1 dan KCl 100 kg ha-1, PGPR, pestisida lamda sihalotrin. Penelitian ini merupakan percobaan faktorial dirancang dengan Rancangan Acak Kelompok (RAK) 2 faktor diulang sebanyak 3 kali. Faktor pertama konsentrasi PGPR  terdiri dari 3 taraf yaitu 0 ml l-1, 15 ml l-1, 20 ml l-1. Faktor kedua yaitu dosis pupuk kandang kambing terdiri dari 3 taraf: 0 ton ha-1, 10 ton ha-1, 15 ton ha-1. Variabel pengamatan: tinggi tanaman, jumlah, luas daun, umur berbunga, terbentuk polong, jumlah polong, bobot polong, biji, kering tanaman dan hasil panen. Data dianalisis menggunakan analisis ragam pada taraf 5%. Hasil berbeda nyata dilanjutkan uji lanjut BNJ 5%. Hasil penelitian menunjukkan tidak terdapat interaksi antara konsentrasi PGPR dan pupuk kandang kambing. Konsentrasi PGPR 20 ml l-1 dapat meningkatkan variabel pertumbuhan kedelai: tinggi tanaman, jumlah, luas daun, umur berbunga dan terbentuk polong. Peningkatan variabel hasil: jumlah polong, bobot polong, bobot kering total dan bobot biji per tanaman. Pemberian dosis pupuk kandang kambing 15 ton ha-1 mampu meningkatkan variabel pertumbuhan kedelai: tinggi tanaman, jumlah daun dan luas daun. Variabel hasil diantaranya: jumlah polong, bobot polong, bobot kering total dan bobot biji per tanaman
    corecore