28 research outputs found
Analyze Capital Structure In Kamal Sharia Pawnloyers And Wonokromo Pawntown Case Study
This study aims to analyze the effect of the capital structure on PT. Pegadaian (Persero) tbk. It can determine where the capital is obtained by going directly to the field. This study uses qualitative methods with various other literature. The pledge is a right obtained by a creditor for a movable object, which is handed over to him by a debtor or by another person on his behalf, and which gives the debtor the authority to take payment of said item in priority over other creditors, except for the cost of auctioning the item and the costs incurred to salvage it. Based on the research described by the researchers, it can be concluded that the existing capital structure of the two pawnshops is either sharia or conventional. The capital structure owned by these two pawnshops is purely from the State. Because this pawnshop company is a State-Owned Enterprise (BUMN), all the principal capital comes from the State
IDENTIFIKASI PROFIL ASAM AMINO DAN LEMAK BLACK SOLDIER FLY LARVAE MENGGUNAKAN PAKAN BUNGKIL DAN SISA MAKANAN
As the world's largest palm oil producer, Indonesia has enormous potential for producing palm kernel expeller waste. Only 7% of Indonesia's palm kernel expeller (PKE) is processed into animal feed. It is necessary to utilize both wastes from palm oil processing and the workers' environment to support certification in palm oil plantations. This research aims to identify amino acid and lipid profile, total protein, fat, feeding rate, and survival rate BSFL using a palm kernel expeller for feed. The feed experiment in this research was PKE, fermented PKE, PKE with food waste, and fermented PKE with food waste as a control. The optimum result was fermented PKE with food waste with a protein total of 51.45%. Using BSFL for feed should have high protein content and low fat. The fat of BSFL fermented PKE with food waste is lower than BSFL with food waste. The feeding rate, survival rate, and BSFL mass are lower than BSFL with food waste. BSFL has the potential to reduce PKE waste and domestic food waste. The amino acid profile of BSFL PKE with household food waste consists of L-Glutamic Acid, L-Leucine, L-Arginine, L-Tyrosine, L-Valine, and L-Phenylalanine. L-Glutamic acid was the highest amino Acid in BSFL (36.396 g/kg). The type of amino Acid in BSFL is suitable for animal feed. The lipids in BSFL PKE with household food waste are lauric acid, oleic acid, unsaturated fat, monounsaturated fat, palmitic acid, myristic acid, and linoleic acid. The highest content of lipids is lauric acid (12.126%). The type of fat in BSFL can be used to produce biodiesel.
Keywords: black soldier fly larvae, palm kernel expeller, amino acid profile, fat profile, household food wast
IDENTIFIKASI PROFIL ASAM AMINO DAN LEMAK BLACK SOLDIER FLY LARVAE MENGGUNAKAN PAKAN BUNGKIL DAN SISA MAKANAN
As the world's largest palm oil producer, Indonesia has enormous potential for producing palm kernel expeller waste. Only 7% of Indonesia's palm kernel expeller (PKE) is processed into animal feed. It is necessary to utilize both wastes from palm oil processing and the workers' environment to support certification in palm oil plantations. This research aims to identify amino acid and lipid profile, total protein, fat, feeding rate, and survival rate BSFL using a palm kernel expeller for feed. The feed experiment in this research was PKE, fermented PKE, PKE with food waste, and fermented PKE with food waste as a control. The optimum result was fermented PKE with food waste with a protein total of 51.45%. Using BSFL for feed should have high protein content and low fat. The fat of BSFL fermented PKE with food waste is lower than BSFL with food waste. The feeding rate, survival rate, and BSFL mass are lower than BSFL with food waste. BSFL has the potential to reduce PKE waste and domestic food waste. The amino acid profile of BSFL PKE with household food waste consists of L-Glutamic Acid, L-Leucine, L-Arginine, L-Tyrosine, L-Valine, and L-Phenylalanine. L-Glutamic acid was the highest amino Acid in BSFL (36.396 g/kg). The type of amino Acid in BSFL is suitable for animal feed. The lipids in BSFL PKE with household food waste are lauric acid, oleic acid, unsaturated fat, monounsaturated fat, palmitic acid, myristic acid, and linoleic acid. The highest content of lipids is lauric acid (12.126%). The type of fat in BSFL can be used to produce biodiesel.
Keywords: black soldier fly larvae, palm kernel expeller, amino acid profile, fat profile, household food wast
Jenis-jenis Bakteri Rizosfer Kawasan Tanah Mangrove Avicennia di Kelurahan Terusan, Kecamatan Mempawah Hilir, Kalimantan Barat
Rhizosphere bacteria is one of organism types ultilized mangrove forest as one of media for proliferation activity. The rizosphere bacteria has significant contribution on mangrove forest chemically, physically and biologically. The aim of this study is to investigate the types of rhizosphere bacteria at Avicennia mangrove forest region located in Terusan Village, Mempawah Hilir sub-district, West Kalimantan. To collect sample of study, purposive sampling is applied. Bacteria isolation is conducted by using Nutrient Agar (NA) and Pour Plate method. The findings indicate that five genus of rhizosphere bacteria are found at Avicennia mangrove forest region located in Terusan village, Mempawah Hilir sub-district, West Kalimantan, specifically Acinetobacter, Bacillus, Pseudomonas, Serratia and Vibrio
Efektivitas Pembelajaran PKn di Sekolah Dasar Secara Daring
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa efektifkah pembelajaran PKn pada masa pandemi Covid-19 saat ini, yang dimana bisa kita ketahui bahwa semua proses pembelajaran dilakukan secara daring. Metode penelitaian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan membuat kuesioner berupa Google Form yang dibagikan kepada orang tua siswa dengan metode pengumpulan data menggunakan cara pengumpulan informasi yang ada di internet, seperti jurnal, artikel, dan makalah, serta melakukan penelitian secara langsung di Sekolah Dasar. Hasil yang didapt dari penelitian ini adalah dari 49 responden terdapat 65% orang tua siswa menjawab tidak efektif dan 35% orang tua menjawab efektif. Mereka mengaku bahwa para siswa kurang memahami pembelajaran secara daring. Saat dilakukan uji coba pembelajaran Pkn secara langsung di sekolah, terbukti bahwa siswa lebih mudah untuk memahami materi yang disampaikan guru. Dengan penelitian ini diharapkan para guru bisa menerapkan beberapa model pengajaran seperti, penggunaan model pembelajaran Blended Learning, Home Visit, dan menggunakan metode secara Resitasi, penggunaan Quizziz dan latihan/penugasan agar pembelajaran daring lebih efektif
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MEMBUAT BIOCHAR DAN KOMPOS DARI BIOMASSA TANAMAN PADI
Abstrak: Biomassa tanaman Padi manjadi masalah dalam sanitasi lahan rawa pasca panen, meskipun biomassa ini dapat digunakan untuk pembanah tanah dengan pemanfaatannya belum optimal. Kearifan lokal masyarakat suku Banjar yang sudah mulai ditinggalkan diduga menjadi penyebab masalah tersebut. Kearifan lokal ini mendorong penggunaan biomassa Padi secara optimal untuk membenahi tanah sub-optimal pada tanah-tanah di lahan rawa. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan tentang pembuatan biomassa Padi menjadi pembenah tanah dengan konsep kearifan lokal tajak-puntal-balik-hambur yang dikemas dalam teknologi sederhana berbentuk biochar dan kompos berbahan biomassa Padi. Metode yang digunakan pada kegiatan ini berupa pelatihan pada 36 orang masyarakat kecamatan Alalak yang pada akhir pelatihan dievaluasi pengetahuannya menggunakan formulir berisi pilihan ganda dengan pertanyaan sederhana terkait minat, kebermanfaatan dan materi pelatihan ini. Hasil menunjukkan bahwa 89% terbentuknya pemahaman baru tentang fungsi, cara pembuatan dan manfaat biochar dan kompos sehingga konsep kearifan lokal masyarakat Banjar tetap dilakukan dalam model yang baru. Pembuatan biochar dan kompos dapat mengurangi masalah sanitasi lahan pada lahan budidaya Padi dan menurunkan masalah tanah di lahan sub-optimal.Abstract: Paddy's biomass is a problem in post-harvest swampland sanitation. Even though this biomass can be used for various types of soil amendment, its utilization is not yet optimal. The local wisdom of the Banjarase that has begun to be abandoned is suspected to be the cause of the problem. This local wisdom encourages the optimal use of Paddy biomass to repair on swampy soils. This activity aims to increase knowledge on the manufacture to be soil amendment with the local wisdom concept as name tajak-puntal-balik-hambur which is packaged in a simple technology in the form of biochar and compost made from rice biomass. The method used in this activity was in the form of training for the community of Alalak sub-district as many as 36 people whose knowledge was evaluated using a form containing multiple choices with simple questions related to interest, usefulness, and training of this materials. The results of the activity show that 89% new understandings emerge on the function, manufacture and benefits of biochar and compost from rice biomass so that the concept of local wisdom Banjarase is still carried out in a new model. Making biochar and compost can reduce land sanitation problems in Paddy cultivation land and reduce soil problems in sub-optimal lan
PEMBERDAYAAN KELOMPOK SADAR WISATA (POKDARWIS) DALAM MENGEMBANGKAN EKOWISATA DESA GUNUNG REJO KECAMATAN WAY RATAI
Pengabdian ini bertujuan untuk memberikan pendampingan kepada anggota kelompok sadar wisata di Desa Gunung Rejo, Kecamatan Way Ratai mengenai pengelolaan ekowisata, yang meliputi konsep ekowisata, tata kelola, pemeliharaan fisik ekowisata, promosi dan analisis potensi sumberdaya masyarakat. Pengabdian ini diawali dengan analisis social yang kemudian dilanjutkan dengan metode Appreciative Inquiry yang meliputi tahap Discover, Dream, Design, dan Destiny. Sasaran kegiatan pengabdian ini adalah anggota kelompok sadar wisata (POKDARWIS) desa gunung rejo yang terlibat aktif dalam pengelolaan desa wisata. Kelompok Sadar Wisata diberi pelatihan, sosialisasi, pendampingan dan pemberdayaan mengenai pengelolaan ekowisata. Hasil pengabdian ini menunjukkan motivasi yang yang sangat baik dari kelompok sadar wisata dalam merencanakan pengelolaan ekowisata, mengembangkan ekowisata melalui pemenuhan sarana sesuai dengan kebutuhan, pemeliharaan asset wisata, dan promosi serta pemberdayaan ekonomi masyarakat sekitas tempat wisata
Pemberdayaan Ekonomi Kreatif Masyarakat Melalui Pengolahan Makanan Tradisional Kerupuk Dapros Di Desa Gunung Rejo
Ekonomi kreatif juga dapat dikatakan sebagai penciptaan nilai tambah yang berbasis ide yang lahir dari kreativitas sumber daya manusia dan berbasis pemanfaatan ilmu pengetahuan, termasuk warisan budaya dan teknologi. Desa Gunung Rejo, Dusun Kali Pasir memiliki pelaku usaha yang masih minim, rata-rata penduduk di sana hanya mengandalkan petani sebagai mata pencahariannya. Tujuan dari Pengabdian ini adalah mendampingi masyarakat di Desa Gunung Rejo dalam pengolahan makanan tradisional Kerupuk Dapros sebagai upaya meningkatkan ekonomi masyarakat. Pelaksanaan Pengabdian ini menggunakan metode ESD (Education for Sustainable Development). ESD adalah metode pembelajaran untuk mendukung pembangunan berkelanjutan, yaitu jenis pembelajaran yang memberikan kesadaran jiwa wirausaha yang inovatif fan kreatif. Program yang dilakukan meliputi: 1) Penyuluhan untuk meningkatkan jiwa wirausaha, 2) Pelatihan mengolah makanan tradisonal Kerupuk Dapros, 3) Pelatihan packaging/labeling sehingga kemasan menjadi lebih menarik dan memasarkan produk. Hasil kegiatan pengabdian ini adalah tumbuhnya kesadaran masyarakat desa Gunung Rejo berjiwa wirausaha yang mandiri
SOSIALISASI MENUMBUHKAN MINAT SISWA-SISWI AKAN INVESTASI JANGKA PANJANG DIERA MILINEAL 4.0 BIDANG PENDIDIKAN DI DESA WATES KECAMATAN WAY RATAI
Sosialisasi adalah suatu proses kegiatan pembelajaran yang ada dilingkungan sosial guna menanamkan nilai-nilai dan tujuan yang diharapkan dalam anggota kelompok dan masyarakat. Metode yang dilakukan dalam penelitian ini adalah berbasis PAR (Participatory Action Resarch). PAR adalah suatu metode baru yang diterapkan, dimana mahasiswa berperan serta, saling memahami, menganalisa dan melakukan tindakan bersama-sama dengan masyarakat. Tujuan memberikan pemahaman agar siswa-siswi memiliki kesadaran untuk memanfaatkan teknologi sebagai alat untuk meningkatkan perekonomian baik disegala bidang akan investasi jangka panjang di era milenial 4.0 dibidang pendidikan di desa wates kecamatan way ratai. Pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan dalam bentuk pelatihan secara teoritik dan praktek penggunaan teknologi informatika (internet). Sasaran utama dalam kegiatan Pengabdian Masyarakat adalah anak muda terpelajar dan cepat akan perkembangan teknologi dibidang pendidikan yaitu 30 Siswa-siswi MA AL-ISLAM Desa Wates kecamatan Way Ratai. Pengabdian ini dilaksanakan 10 orang mahasiwa dari Fakultas Tarbiyah, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Fakultas Ushuluddin dan Dakwah dan Fakultas Syari’ah. Hasil pengabdian ini 1) Meningkatkan pemahaman siswa-siswi akan pentingnya teknologi diera milenial 4.0. 2) Meningkatkan keterampilan siswa-siswi sebagai sarana menumbuhkan minat siswa-siswi akan investasi jangka panjang diera milineal 4.0 bidang pendidikan. Dan 3) Memotivasi siswa-siswi yang tinggal desa wates kecamatam way ratai dalam upaya meningkatkan perekonomian desa dengan memanfaatkan media internet
Direct Experience with Cervical Cancer Patient, Husband Support, and Self-Perception as Determinant Factors of Women’s Desire to Take VIA Screening Test
Cervical cancer causes 10.3% women mortality in Indonesia. Visual Inspection of Acetic Acid (VIA) had been used for screening program since 2014, but only2.45% women took the test in 2015. In the place of this study, the coverage was at less than 1%. Previous studies revealed that psychosocial was animportant factor, but less studies analyzed the role of husband support and direct experience with cervical cancer patient. The aim of the study was to learncorrelation between direct experience with cervical cancer patient, husband support, self-perception and women’s desire to take VIA screening. Crosssectionalstudy was applied randomly on women aged 25-55 years old at four villages in Yogyakarta. All data were taken by questionnaire. Most of 188 respondentshad right perception of cervical cancer and the importance of VIA, but they did not receive adequate support from their husband. Few of them haddirect experience with cervical cancer patient. Statistical results showed that age, right perception and husband support were correlated with women’s desireto take VIA test (p value< 0.05), while direct experience with cervical cancer patient was not correlate. Women with right perception and husband support aremore willing to take VIA test.AbstrakKanker serviks menyebabkan 10.3% kematian pada perempuan di Indonesia. Inspeksi visual asam asetat (IVA) telah digunakan untuk program skrining sejaktahun 2014 tetapi hanya 2,45 % perempuan yang melakukan pemeriksaan pada tahun 2015. Di tempat penelitian, cakupan skrining metode IVA kurang dari1%. Penelitian sebelumnya menyebutkan faktor psikososial sebagai satu faktor penting, tetapi sedikit penelitian yang menganalisis peran dukungan suamidan pengalaman langsung dengan penderita kanker serviks. Penelitian ini bertujuan mempelajari hubungan antara pengalaman langsung dengan penderitakanker serviks, dukungan suami, persepsi diri dan keinginan perempuan melakukan skrining IVA. Penelitian potong lintang dilakukan secara acak padaperempuan berusia 25-55 tahun di empat kelurahan di Yogyakarta. Seluruh data dikumpulkan melalui kuesioner. Sebagian besar dari 188 responden memilikipersepsi yang benar mengenai kanker serviks dan pentingnya pemeriksaan IVA, tetapi mereka tidak menerima dukungan yang cukup dari suami. Sebagiankecil memiliki pengalaman langsung dengan penderita kanker serviks. Uji statistik menunjukkan bahwa usia, persepsi yang benar, dan dukungan suamiberhubungan dengan keinginan perempuan untuk melakukan skrining IVA (nilai p < 0.05), sedangkan pengalaman langsung dengan penderita kanker servikstidak berhubungan dengan keinginan melakukan skrining. Perempuan dengan persepsi yang benar dan dukungan suami lebih bersedia melakukan skriningIVA
