828 research outputs found

    Analisa Pengaruh Beban Berlebih (Overload) Terhadap Umur Rencana Perkerasan Jalan Menggunakan Nottingham Design Method (Studi Kasus : Ruas Jalan Pantura)

    Get PDF
    Seiring dengan tingkat kepadatan lalu lintas yang melintas pada perkerasan jalan menyebabkan berbagai kendala, yaitu kerusakan pada bagian konstruksi jalan dan berkurangnya umur pelayanan, penyebab dari kerusakan itu adalah beban muatan kendaraan yang berlebih (overload). Berkaitan dengan hal tersebut dalam penelitian ini akan dibahas mengenai pengaruh beban berlebih (overload) dengan variasi beban yaitu, beban gandar standard 8,16 ton, 5%, 10%, 15% dan 20% lebih dari beban gandar standard, sehingga pengaruh beban belebih (overload) terhadap umur rencana perkerasan jalan dapat diketahui. Dalam perhitungan umur rencana perkerasan jalan pada penelitian ini, data-data pendukung seperti data lalu lintas harian rata-rata (LHR), data CBR, data temperature tahunan rata-rata, data geometrik jalan, dan lain sebagainya diperoleh dari Dinas Bina Marga Jawa Tengah. Data-data yang sudah terkumpul kemudian dianalisis menggunakan Nottingham Design Method untuk mencari nilai yang dibutuhkan sebagai input ke Program Bisar 3.0, kemudian menganalisis stress dan strain menggunakan Program Bisar 3.0 untuk kondisi fatigue (ԑt) dan deformasi (ԑz) yang dipakai untuk menghitung besarnya umur rencana perkerasan jalan. Berdasarkan hasil perhitungan dapat disimpulkan bahwa kelebihan beban kendaraan (overload) mempengaruhi pengurangan umur rencana perkerasan jalan. Pengurangan umur rencana untuk kondisi fatigue dan deformasi untuk beban 5%, 10%, 15% dan 20% lebih dari beban gandar standard masing-masing adalah 19,10%, 33,84%, 45,48%, 54,79%, dan 14,31%, 26,24%, 36,12%, 44,51%

    Analisis Its (Indirect Tensile Strength) Campuran Ac (Asphalt Concrete) Yang Dipadatkan Dengan Aprs (Alat Pemadat Roller Slab)

    Get PDF
    Proses pemadatan asphalt concrete di lapangan biasanya dilakukan dengan menggunakan alat tandem roller dan pneumatic roller yang prinsip kerjanya secara dinamis, yaitu dengan cara digilas, sedangkan proses pemadatan yang dilakukan di laboratorium masih menggunakan Marshall hammer yang prinsip kerjanya secara statis, yaitu ditumbuk secara vertikal. Alat Pemadat Roller Slab (APRS) yang telah dimanufaktur di Laboratorium Teknik Sipil UMS, didesain untuk menyesuaikan proses pemadatan yang ada di lapangan. Adapun penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik kekuatan tarik tak langsung material campuran AC (Asphalt Concrete) menggunakan spesimen yang dipadatkan dengan alat pemadat Roller Slab dan untuk mengetahui pengaruh jumlah lintasan terhadap nilai kekuatan tarik tak langsung. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode experiment dengan melakukan variasi jumlah lintasan dengan kepadatan yang diinginkan. Penelitian ini menggunakan 18 buah benda uji yang dipadatkan menggunakan Marshall hummer untuk mencari nilai kadar aspal optimum dengan 6 variasi kadar aspal yaitu: 4,5%; 5%; 5,5%; 6%; 6,5%; 7%; 7,5%; 8%; 8,5%; 9% (masing-masing variasi 3 sampel). Dari nilai kadar aspal optimum tersebut dibuatlah 3 sampel dengan nilai density 100%, 99%, dan 98% yang dipadatkan menggunakan Alat Pemadat Roller Slab (APRS) untuk mengetahui berapa jumlah lintasan dari pemadatan dengan Alat Pemadat Roller Slab (APRS). Setelah didapat jumlah lintasan, sampel lalu diambil benda ujinya menggunakan alat core drill. Penelitian ini menggunakan 3 buah sampel (masing-masing sampel 2 buah benda uji). Setelah didapat benda uji, barulah ditest menggunakan alat Indirect Tensile Strenght (ITS) dengan suhu ruangan ± 25oC. Berdasarkan hasil penelitian analisis ITS (Indirect Tensile Strenght) campuran AC (Asphalt Concrete)yang dipadatkan dengan Alat Pemadat Roller Slab (APRS) dapat disimpulkan bahwa, dengan nilai density marshall 100% diperoleh 55 jumlah lintasan, sedangkan nilai density marshall 99% diperoleh 40 jumlah lintasan dan nilai density marshall 98% diperoleh 25 jumlah lintasan, dari jumlah lintasan yang diperoleh dari 3 percobaan tersebut menunjukkan bahwa nilai kekuatan tarik tak langsung pada 55 lintasan sebesar 574,00 KPa, sedangkan pada 40 lintasan sebesar 464,42 KPa dan 25 lintasan sebesar 396,58 Kpa, dari hasil tersebut menunjukkan semakin banyak jumlah lintasan semakin besar pula nilai kekuatan tarik (tensile strenght)

    Implementasi Filsafat Pendidikan Konstruktivisme terhadap Pembelajaran di Sekolah

    Get PDF
    Educational Philosophy Constructivism is a philosophy which assumes that the knowledge possessed by humans is the formation of humans themselves. Human knowledge can be formed through the environment, experience, phenomena, and also interactions with an object. By doing this, humans will gain knowledge so that it will be useful for their lives. It is very suitable for the philosophy of constructivism education to be used in learning in schools, because by using this philosophy, educators and students work together. The method used is the library method to obtain information and online class observations

    FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENDAPATAN USAHA TANI BAWANG DAUN (Allium fistulosum L) (STUDI KASUS DI KECAMATAN BERGAS KABUPATEN SEMARANG)

    Get PDF
    Spring onion was a type of food plant that has long been known and cultivated in developing countries. Bergas District, Semarang Regency, has an area that makes scallions a leading agricultural sector. This study aimed to determine the factors that affect the income of leek farming. The method of determining the location used was purposive with simple random sampling for Collecting samples. Data analysis using OLS with the Cobb Douglas function. The results showed that the factors of land area, labor, seeds, and manure had a significant effect on the income of leek farmers. More efforts are needed to innovate and have the courage to cultivate leeks not only with an intercropping system so that income from farming can be higher

    Penalaran Analogi Siswa SMA dalam Pengajuan Masalah Setelah Solusi

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penalaran analogi siswa SMA dalam pengajuan masalah setelah solusi. Subjek penelitian terdiri dari 3 siswa terpilih di kelas X SMAN 1 Gresik tahun ajaran 2020/2021 semester ganjil. Subjek dipilih berdasarkan kriteria kemiripan masalah yang diajukan dengan masalah sumber, yaitu: kemiripan permukaan (surface similarity) dan kemiripan struktur (structural similarity). Selanjutnya, dilakukan wawancara untuk menggali informasi mengenai penalaran analogi yang terlibat dalam pengajuan masalah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, dalam mengajukan masalah siswa cenderung mengadaptasi informasi di permukaan maupun struktur masalah sumber. Meskipun ketika mengadaptasi struktur masalah sumber, siswa cenderung memerlukan waktu yang lebih lama atau ia mengetahuinya secara tidak langsung saat memecahkan masalah sumber. Pada fase persiapan, siswa mampu memahami maksud masalah sumber dengan benar. Pada fase inkubasi, siswa cenderung mampu mengidentifikasi informasi di permukaan masalah sumber dengan benar. Sementara itu, struktur masalah sumber dapat diidentifikasi oleh siswa, hanya saja siswa memerlukan waktu yang lebih lama atau ia mengetahuinya secara tidak langsung ketika memecahkan masalah sumber. Pada fase iluminasi, siswa cenderung mengadaptasi informasi di permukaan masalah sumber secara langsung atau mengubah struktur menjadi lebih sederhana. Pada fase verifikasi, siswa cenderung memastikan kebenaran masalah yang diajukan dengan melihat masalah sumber dan pemecahan masalah yang diajukan. Keterampilan siswa dalam mengadaptasi informasi di permukaan maupun struktur masalah sumber mengindikasikan kemiripan masalah yang diajukan dengan masalah sumber, sehingga penalaran analogi membantu siswa dalam mengajuan masalah. Oleh karena itu, guru dapat melatihkan siswa untuk mengajukan masalah berbantuan penalaran analogi. Kata Kunci: Pengajuan Masalah, Penalaran Analogi, Kemiripan Permukaan, Kemiripan Struktural

    Cloning and Molecular Analysis of Hepatitis C Virus (HCV) 1a NS5B from HCV Isolated in Surakarta Indonesia

    Get PDF
    The hepatitis C virus (HCV) NS5B protein is known essential for virus replication and suggested play important role in therapy resistance mechanism. To predict and more understanding the molecular pattern of HCV 1a NS5B we cloned the NS5B gene of HCV 1a isolated in Central of Java Indonesia using stan-dard cloning procedure. The sequence results were then aligned with all of HCV 1a NS5B complete coding sequences reported in GenBank. In total, 397 se-quences were retrieved and aligned by ClustalW. We revealed the amino acid se-quence consensus of HCV NS5A gene. Overall, variations were found at aa 5, 11, 15, 33, 36, 37, 46, 47, 50, 55, 57, 59, 62, 63, 65, 66, 68, 71, 73, 77, 81, 82, 84-86, 90, 98, 101, 110, 113, 116, 117, 120, 124, 130, 134, 135, 144, 147-149, 151, 156, 162, 166, 173, 177-180, 184, 189, 198, 202, 206, 207, 209, 210, 212, 213, 231, 235, 238, 248, 251, 252, 254, 262, 267, 270, 273, 300, 307, 309, 310, 327, 330, 333, 334, 355, 374, 376, 377, 379, 389, 392, 400, 401, 402, 405, 412, 415, 421, 423-427, 431, 432, 434, 435, 437, 440, 451, 452, 454, 455, 459, 461, 464, 480, 487, 499, 506, 510, 512, 513,517, 520, 523, 531, 535, 540, 543, 544, 549, 552, 556, 564-566, 572, 574, 580, 581, 585, and 588. Amino acid variations may have relevant changes of physicochemical properties so that influence the repli-cation efficiency, therefore, the amino acid variations found in the present re-port need further study. Key words: HCV 1a, NS5

    PEMAKNAAN LIRIK LAGU “BELANJA TERUS SAMPAI MATI” (Studi Semiotik Lirik Lagu Efek Rumah Kaca Band Yang Berjudul “BELANJA TERUS SAMPAI MATI” )

    Get PDF
    Musik dapat diartikan sebagai suatu ungkapan yang berasal dari perasaan yang dituangkan dalam bentuk bunyi – bunyian atau suara. Musik merupakan hasil karya manusia yang menarik karena musik memegang peranan yang sangat banyak di berbagai bidang. Salah satu hal yan terpenting dalam sebuah musik adalah lirik lagunya, karena lirik lagu dalam musik yang sebagaimana dapat menjadi media komunikasi untuk mencerminkan realitas sosial yang beredar dalam masyarakat. Lirik lagu dapat pula sebagai sarana untuk sosialisasi karena mengandung informasi dan pesan, dan dapat pula sebagai pelestarian terhadap suatu sikap atau nilai. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimanakah pemaknaan lirik lagu “Belanja Terus Sampai Mati” pada album Efek Rumah Kacayang dipopulerkan oleh Efek Rumah Kaca band.. Teori yang digunakan adalah semiotica Ferdinand de Saussure. Saussure mendefinisikan tanda linguistik sebagai entitas dua sisi, yaitu penanda (signifier), yaitu aspek material dari sebuah tanda, sebagaimana kita menangkap bunyi saat orang berbicara, dan petanda (signified), merupakan aspek mental dari bahasa. Kerangka berfikir yang digunakan pada penelitian ini berdasarkan Frame of Reference (berdasarkan pengalaman) serta Field of Experience (latar belakang pengalaman). Metode semiotic dalam penelitian ini bersifat deskriptif kualitatif, yaitu sebuah metode yang lebih mudah menyesuaikan bila dalam penelitian ini kenyataan ganda, menyajikan secara langsung hubungan antara peneliti dengan objek penelitian, serta dapat menyesuaikan posisi peneliti terhadap pengaruh pola nilai yang di interpretasikan. Dalam hal ini, penekanan analisis lebih mengarah pada lirik lagu Belanja Terus Sampai Mati yang mengandung makna kritikan dan sindirian tentang perilaku konsumtif. Hasil yang diperoleh dari interpretasi lirik lagu Belanja Terus Sampai Mati adalah motivasi dan penggugah untuk tidak berperilaku konsumtif dan bergaya hidup boros, karena secara tidak sadar perilaku konsumtif memiliki efek jangka panjang dan akan membuat proses hidup menjadi sebuah tuntutan akan kesenangan dan kepuasan diri

    Pengaruh Beban Latihan-renang Tunggal Dan Berulang Yang Berlebihan Terhadap Gambaran Histopatologi Hepar Pada Tikus (Rattus Norvegicus) Jantan Galur Wistar

    Get PDF
    Latar Belakang: Latihan fisik merupakan pergerakan tubuh yang terstruktur dan dilakukan berulang-ulang, bertujuan untuk meningkatkan atau mempertahankan kebugaran fisik. Tetapi latihan fisik yang berlebihan dapat menyebabkan peningkatan stres oksidatif yang menyebabkan kerusakan sel di tubuh, termasuk hepatosit. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh beban latihan-renang tunggal dan berulang yang berlebihan terhadap gambaran histopatologi hepar pada tikus (Rattus norvegicus) jantan galur wistar. Metodologi: Penelitian ini merupakan eksperimental murni secara dengan rancangan acak lengkap posttest only control group design. Dua puluh tujuh tikus galur wistar dibagi menjadi tiga kelompok: kelompok kontrol, kelompok beban latihanrenang tunggal dan kelompok beban latihan-renang berulang. Latihanrenang tunggal diberikan selama satu hari dan latihan-renang berulang diberikan selama tujuh hari dengan durasi 45 menit per hari. Pada akhir perlakuan, organ hepar diambil untuk dianalisis secara histopatologi dengan pewarnaan hematoxylin-eosin. Rerata hasil perhitungan skoring kerusakan hepatosit kemudian dianalisis dengan One-way anova yang dilanjutkan dengan Post hoc LSD. Hasil: Analisis menunjukkan terdapat perbedaan yang bermakna rerata derajat kerusakan hepatosit antara kelompok perlakuan (p=0,000). Derajat kerusakan hepatosit tertinggi terdapat pada kelompok beban latihan-renang tunggal. Kesimpulan: Beban latihan-renang tunggal dan berulang yang berlebihan menyebabkan kerusakan hepatosit
    corecore