3 research outputs found
Peran Budaya Indonesia dalam Pembelajaran Matematika
Pendidikan memegang peranan penting karena pendidikan merupakan wahana untuk meningkatkan dan mengembangkan kualitas sumber daya manusia. matematika merupakan ilmu abstrak yang bersifat deduktif yang berkaitan tentang bilangan atau bahasa numerik yang menggunakan metode berpikir logis dalam mempelajari hubungan pola, bentuk, struktur dan ruang. Kebudayaan Indonesia adalah keseluruhan kebudayaan lokal yang ada disetiap daerah di Indonesia. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui peran budaya Indonesia dalam pembelajaran matematika dengan mengkaji hasil penelitian yang dilakukan peneliti di Indonesia. Adapun pengumpulan data pada penelitian ini yaitu mengumpulkan data dari berbagai sumber yang relevan seperti jurnal, skripsi, tesis dan artikel yang dipublikasi dalam jurnal ilmiah. Menurut kajian beberapa artikel dapat disimpulkan bahwa peran budaya Indonesia sangat berpengaruh dalam pembelajaran matematika
KEMAMPUAN LITERASI MATEMATIS SISWA DALAM MENYELESAIKAN SOAL BERBASIS SITUS JAMBANSARI
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan literasi matematis siswa dalam menyelesaikan soal berbasis Situs Jambansari. Penelitian ini menggunakan studi kasus dengan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VIII C SMP Negeri 1 Sukadana yang berjumlah 6 orang. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes kemampuan literasi matematis dan wawancara. Teknik analisis data deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan literasi matematis siswa dalam menyelesaikan soal berbasis Situs Jambansari kelas VIII C di SMP Negeri 1 Sukadana Tahun Pelajaran 2022/2023 yaitu: (1) Pada aspek pemahaman, siswa mampu memenuhi aspek tersebut karena siswa dapat memahami soal berdasarkan konsep. (2) Pada aspek penerapan, siswa mampu memenuhi aspek tersebut yaitu siswa yang dapat mempraktikkan berdasarkan konsep yang telah dipahami. Siswa kurang mampu memenuhi aspek tersebut yaitu siswa yang kurang mampu mempraktikkan berdasarkan konsep. (3) Pada aspek penalaran, siswa mampu memenuhi aspek tersebut yaitu siswa yang dapat berpikir secara logis. siswa kurang mampu memenuhi aspek tersebut yaitu siswa yang dalam menjawab soal terdapat kesalahan dalam proses pengerjaannya. (4) Pada aspek komunikasi, siswa mampu memenuhi aspek tersebut karena siswa dapat menjawab pertanyaan pada soal tersebut dan mampu menyebutkan informasi yang didapat pada soal dengan tepat serta mampu menjelaskan langkah pengerjaan yang digunakan
