13 research outputs found

    SIKAP BAHASA MAHASISWA KOTA BANDUNG TERHADAP ISTILAH BIDANG KOMPUTER BAHASA INDONESIA

    Get PDF
    Pesatnya perkembangan kebudayaan, ilmu, dan teknologi di dunia barat yang membawa pengaruh terhadap perubahan bahasa. Sebagai bahasa yang dinamis, bahasa Indonesia secara terbuka menerima beberapa kosa kata asing sebagai pemerkaya kosa kata bahasa Indonesia. Namun, jika pemakaian istilah asing tersebut dibiarkan maka akan menyebabkan pudarnya kebanggaan sebagian masyarakat Indonesia pada bahasa Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan sikap bahasa mahasiswa Kota Bandung terhadap istilah bidang komputer bahasa Indonesia sehingga diketahui keberterimaan dan kebermanfaatan istilah bidang komputer tersebut. Alasan dilakukannya penetian ini karena masih banyaknya mahasiswa yang menggunakan istilah asing dalam komunikasi lisan maupun tulisan padahal istilah tersebut sudah ada padanan dalam bahasa Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kuantitatif. Sumber data dalam penelitian ini adalah Panduan Pelaksanaan Pembakuan Instruksi Presiden Nomor 11 Tahun 2001 serta data yang dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner yang berisi 100 istilah bidang komputer. Data yang terkumpul dianalisis dengan skala sikap. Dari 100 istilah bidang komputer bahasa Indonesia, terdapat 87 istilah bidang komputer dengan proses penerjemahan langsung, 10 istilah bidang komputer yang melalui proses penyerapan dan 3 istilah yang melalui proses gabungan penerjemahan dan penyerapan. Persentase secara keseluruhan adalah sebanyak 2,85% mahasiswa sangat tidak setuju (STS) terhadap istilah bidang komputer bahasa Indonesia, 10,86% mahasiswa tidak setuju (TS) terhadap istilah bidang komputer bahasa Indonesia, 25, 17% mahasiswa netral (N), 43,59% mahasiswa setuju terhadap istilah bidang komputer bahasa Indonesia, dan 17,53% mahasiswa sangat setuju (SS) terhadap istilah bidang komputer bahasa Indonesia. Selain itu dari 100 istilah populer yang disebarkan melalui kuesioner, istilah yang sering digunakan adalah istilah asing, yakni sebanyak 84 istilah. Sedangkan untuk istilah bahasa Indonesia sebanyak 14 istilah. Dalam penelitian kali ini juga ditemukan sebanyak 2 istilah bersaing

    Manajemen Risiko Dan Analisis Safety System Pada ILC SLC PT. Semen Indonesia (Persero), Tbk. Pabrik Tuban Jawa Timur

    Get PDF
    In-Line Calciner (ILC) dan Separate-Line Calciner (SLC) adalah peralatan sistem prekalsiner yang terdapat pada hampir seluruh pemanas awal modern yang mempunyai dampak secara langsung terhadap konsumsi bahan bakar, emisi polutan dan kualitas akhir semen yang dihasilkan. Sistem ILC – SLC berperan sebagai sistem feeder bagi rotary kiln sehingga adanya bahaya dalam sistem ini dapat menyebabkan risiko utama berupa terhentinya proses produksi klinker dan meningkatkan kerugian perusahaan karena sebesar 60% proses kalsinasi berada di luar rotary kiln. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan identifikasi dan analisis bahaya pada sistem ILC – SLC sebagai salah satu langkah dalam proses manajemen risiko serta analisis safety system sebagai langkah pencegahan bahaya pada sistem ILC – SLC. Metode analisis HAZOP digunakan pada penelitian ini sebagai penentuan identifikasi bahaya dengan dua node atau titik studi yaitu ILC dan SLC yang terdiri dari lima titik pengukuran parameter. Guide words dan deviasi proses ditentukan berdasarkan control chart data operasional pada titik pengukuran. Kriteria likelihood dihitung berdasarkan data kegagalan operasional parameter selama 180 hari sedangkan penentuan consequences dilakukan berdasarkan kombinasi antara kriteria risiko yang ditimbulkan dengan kecenderungan proses pada control chart. Kriteria risiko didapatkan dengan mengalikan nilai likelihood dan consequences. Analisis safety system dilakukan dengan cara menghitung nilai SIL pada tiap node sebagai representasi dari performansi peralatan safety system pada sistem ILC – SLC. Berdasarkan hasil analisis, didapatkan tiga risiko dengan kriteria high dan satu risiko dengan kriteria extreme pada masing-masing node. Kerugian pada perusahaan disebabkan kegagalan pada node 1 dan node 2 berada pada level catastrophic dengan kerugian lebih dari 100 milyar rupiah. Tingkat SIL pada masing-masing node bernilai SIL 0 sehingga diperlukan beberapa langkah sebagai implementasi peningkatan performansi peralatan safety system dan menurunkan nilai risiko yang muncul ======================================================================================================================== In-Line Calciner (ILC) and Separate-Line Calciner (SLC) are the equipments of precalcinations process in mostly modern industrial cement kilns that have importance due to its impacts for fuel consumption, pollutant emission and final cement quality. This system is a feeder for rotary kiln process therefore any failures in this system will lead to stop the clinker production process and increase losses of the company since 60% of calcination process has done outside the rotary kiln. This research aims to identify and analyze hazard as step of risk management process also to prevent any hazard by analyze the safety system of ILC – SLC. HAZOP analysis method is used to identify hazard in two nodes that are ILC and SLC in which each of them consists of five parameter measurement points. Guide words and process deviation were determined based on control chart constructed from operational data of each measurement point. Likelihood criteria was calculated based on failures operational data during 180 days. Consequences were determined based on analysis combination of risk impacts with data tendency of the control chart. Risk criteria was produced by multiply criteria of likelihood and consequence. Safety system analysis is done by calculate SIL value in each node as a representative of safety system equipments of ILC – SLC system. Based on the result of analysis, there are three risks with high criteria and one risk with extreme criteria in each node. Company losses due to any failures in node 1 and 2 are in the catastrophic level which costs more than 100 billion rupiah. Each node has SIL level as SIL 0 which implies that it needs implementation steps to increase safety system equipments performance and reduce the risk value

    BILINGUALISME DALAM INTERAKSI PEMBELAJARAN DI MADRASAH TSANAWIYAH PONDOK PESANTREN DARUSSALAM KECAMATAN MEMPAWAH HILIR

    Get PDF
    ABSTRACTThis study aims to describe the conversations of ustazah and students in learninginteractions at Pondok Pesantren Darussalam sub-district Mempawah Hilir. Theproblem in this study discusses the factors of bilingualism, when a bilingual santriwatiuses two languages alternately and the implications of drama text in the conversationsof ustazah and santriwati in Indonesian language learning. The method used in thisresearch is descriptive method, with the technique of engaging free listeningproficiently, the technique of recording, and the technique of note taking and the form ofthis research using qualitative. Sources of data in this study were students and ustazahin learning interactions at the Pondok Pesantren Darussalam. Based on the results ofthe data in this study, there are 13 data on bilingualism conversations in learninginteractions and 5 factors that cause bilingualism in learning interactions. This researchis related to the 2013 Curriculum in Indonesian Language Subjects in SMP class VIIIsemester 2 which is suggested as a lesson plan (RPP) for teaching and learningactivities in schools.Keywords: bilingualism (sociolinguistics), Arabic, regional languages, bilingualism,and Darussalam Islamic Boarding School

    ANALISIS KETERAMPILAN MENULIS INFORMASI PADA SOAL EVALUASI TEMA 6 SUBTEMA 2 PB 1 SEMESTER 2 SDN SENDANGMULYO 02 SEMARANG

    Get PDF
    Latar belakang penelitian difokuskan pada analisis keterampilan menulis ringkasan informasi pada soal evaluasi, dimana siswa belum mampu menulis ringkasan yang benar. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis dan mendeskripsikan keterampilan menulis ringkasan informasi pada soal evaluasi di kelas III. Manfaat penelitian ini adalah menambah  informasi dan pengetahuan mengenai analisis kemampuan ringkasan, meningkatkan keterampilan menulis ringkasan pada kelas 3 sekolah dasar. Pendekatan yang digunakan pada penelitian ini adalah pendekatan kualitatif. Populasi penelitian adalah kelas 3. Subjek penelitian adalah 5 siswa. Dengan instrumen penelitian yang digunakan wawancara siswa dan test pada soal evaluasi. Dari hasil yang di dapat 3 siswa yang mampu menulis ringkasan informasi dan 2 siswa yang belum mampu menulis ringkasan. Dengan begitu kelas III C SDN Sendangmulyo 02 Semarang sudah mampu menulis ringkasan. Saran yang dapat di sampaikan Guru di harapkan terus menggali kemampuan keterampilan menulis siswa agar dapat mengembangkan ide dan gagasanya

    UPAYA MEMBANGUN LITERASI DIGITAL PADA MASYARAKAT DI ERA KEBEBASAN INFORMASI

    Get PDF
    Keberadaan media digital yang bisa dimanfaat untuk media komunikasi membantu berbagai usaha untuk menyebarluaskan merk ataupun produk yang mereka tawarkan. Begitu juga dengan pengaruh media baru untuk komunikasi yang memberikan pengaruh terhadap gaya hidup masyarakat. Jika dibandingkan dengan media konvensional seperti surat kabar, radio dan TV, keberadaan media digital mampu memudahkan masyarakat untuk memperoleh informasi terbaru dan terkini dalam waktu yang singkat bahkah dalam hitungan menit. Di era kebebasan informasi saat ini, diyakini oleh masyarkat bahwa semua orang bebas untuk menyampaikan informasi apapun, bahkan termasuk informasi yang bisa merugikan orang lain. Meskipun demikian tidak sedikit dari masyarakat Indonesia yang seutuhnya siap untuk menggunakan media digital dengan baik, yang dibukti dari banyaknya berita hoaks ataupun konten-konten negative yang tersebar di media social dan aplikasi messenger. Kondisi tersebut juga sering kali terjadi di lingkungan warga RW 11 Kelurahan Karang Asem Barat Citeureup, khususnya di RT 04 dan RT 02 yang mana penulis menyaksikan sendiri bahwa masih banyak masyarakat yang secara sadar menyebarkan berita ataupun konten-konten yang sifatnya negative salah satunya yang pesan yang bernada SARA.Oleh karena itu penulis dan tim merasa perlu untuk bekerja sama dengan Ketua RT 02 dan RT 04 selaku mitra dalam kegiatan pengabdian kepada masyarkat ini untuk memberikan sosialisasi untuk meningkatkan literasi digital masyarakat di era kebebasan informasi ini. Sosialisasi yang diberikan melalui pertemuan yang akan dihadiri oleh oleh warga dan juga menghadirkan narasumber yang berkompeten terkait komunikasi digital, hoaks dan regulasi yang sudah diterapkan oleh pemerintah

    Hubungan Minat Belajar dengan Gaya Belajar VAK (Visual, Auditori Dan Kinestetik) Siswa

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk: 1) mendeskripsikan minat belajar siswa; 2) mendeskripsikan gaya belajar siswa; 3) menganalisis hubungan minat belajar siswa dengan gaya belajar siswa. Penelitian ini ialah penelitian kuantitatif jenis korelasional, metode asosiatif. Penelitian ini dilakukan di MI Unggulan Ushuluddin Singkawang. Sampel pada penelitian ini ialah kelas 5D yang jumlahnya 29 siswa. Teknik dan instrumen pengumpulan data yang digunakan yaitu angket. Hasil penelitian menunjukkan bahwasanya (1 Minat belajar pada siswa tergolong tinggi dengan rata-rata keseluruhan 70,86%; (2) Gaya belajar siswa didominasi pada gaya belajar visual (3) Adanya hubungan yang signifikan antara minat belajar dengan gaya belajar siswa kelas V di MI Unggulan Ushuluddin Singkawang dengan t hitung = 1,099 ˃ t tabel = 2,045 dengan signifikansi sebesar 5% yang artinya Ha diterim

    DAMPAK SIGNIFIKANSI PENINGKATAN KAPASITAS PENGELOLAAN TAMBAHAN MODAL DANA UEP (USAHA EKONOMI PRODUKTIF) PADA PENINGKATAN KEBERDAYAAN USAHA MIKRO PEREMPUAN DI KECAMATAN KOTA SUMENEP

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak signifikansi (pentingnya) aspek peningkatan kapasitas pengelolaan tambahan modal pada tingkat keberdayaan usaha ekonomi mikro di Kecamatan Kota Sumenep. Kemiskinan yang terjadi di negara berkembang merupakan suatu masalah yang sulit untuk dipecahkan. Upaya pemberdayaan yang dilakukan harus benar-benar berorientasi kepada manusia sebagai pusat dari pemberdayaan tersebut. Upaya pemberdayaan ini dilakukan sebagai salah satu langkah dalam proses pembangunan ekonomi. Salah satunya adalah melalui usaha ekonomi mikro. Hal ini perlu dilakukan mengingat sebagian besar dari mereka berada dalam garis kemiskinan. Terbatasnya modal dan akses untuk mendapatkannya merupakan masalah yang harus dapat diatasi. Kehadiran pemerintah melalui progam yang dikeluarkan dan juga lembaga keuangan mikro yang beorientasi untuk mengatasi masalah ini menjadi angin segar bagi pelaku usaha ekonomi mikro agar tetap menjalankan usahanya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Dari hasil penelitian yang diperoleh menunjukkan bahwa, tambahan modal yang seharusnya dikelola untuk permodalan usaha namun dialokasikan untuk kebutuhan lain diluar aspek modal usaha itu sendiri. Hal ini terjadi karena pelaku usaha mikro di Kecamatan Kota Sumenep tidak dapat memprediksi kebutuhan lain yang juga harus dipenuhinya. Hal ini wajar terjadi mengingat kondisi ekonomi sebagian besar dari mereka yang masih tergolong lemah
    corecore