9 research outputs found
Review Proses Penyangraian Kopi dan Terbentuknya Akrilamida yang Berhubungan dengan Kesehatan
Makalah ini berisi tinjauan komprehensif terhadap literatur tentang proses penyangraian kopi dan pembentukan akrilamida sebagai hasil sampingan proses pengolahan biji kopi diterbitkan antara tahun 2008 hingga 2018. bagian besar penelitian bersifat empiris dan sebagian besar studi berfokus pada proses pengolahan kopi dan efek akrilamida pada kesehatan tubuh. Temuan penting lainnya, sebagian kajian menganggap bahwa kopi mampu meningkatkan kesehatan tubuh. Ulasan ini menyajikan pemahaman yang lebih baik tentang manfaat dan bahaya kopi serta pengaruh penyangraian terhadap mutu kopi yang dihasilkan. Tinjauan ini juga menyoroti tentang alat sangrai kopi yang relatif kurang dieksplorasi. Akademisi, peneliti dan kelompok tani dapat menggunakan hasil kajian ini sebagai pedoman dalam menyangrai kopi. Penyangraian dengan waktu dan suhu yang efektif dapat mengurangi pembentukan akrilamida pada kopi, namun perlu kajian literatur terbaru yang berkaitan dengan proses pengolahan kopi terutama pada proses penyangraian
Pengaruh Komposisi Arang Sekam Padi dan Arang Kulit Biji Jarak Pagar terhadap Mutu Briket Arang
Briket arang merupakan bahan bakar yang berasal dari biomassa. Biomassa yang digunakan dalam penelitian ini adalah sekam padi dan kulit biji jarak pagar dengan pemakaian perekat 5% dari berat arang. Briket arang adalah arang yang diolah lebih lanjut menjadi bentuk briket yang dapat digunakan untuk keperluan energi sehari-hari. Briket yang terbuat dari kulit biji jarak pagar lebih tinggi di dalam kerapatan dan keteguhan tekan, tetapi lebih rendah di dalam kadar air, karbon terikat dan nilai kalor. Sedangkan briket yang terbuat dari sekam padi memiliki nilai kalor yang cukup tinggi dan mudah terbakar, tetapi lebih rendah di dalam kerapatan dan keteguhan tekan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perbedaan tingkat perbandingan komposisi arang sekam padi dengan arang kulit biji jarak pagar terhadap mutu briket arang yang dihasilkan dan mendapatkan komposisi terbaik dalam pembuatan briket arang berdasarkan SNI 01/6235/2000 briket arang kayu. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 3 ulangan, dengan perlakuan tingkat perbandingan komposisi arang kulit biji jarak pagar dengan arang sekam padi sebanyak 30%:70%, 25%:75%, 20%:80%, dan 15%:85%. Masing-masing produk tersebut kemudian dilakukan analisa kimia dan fisik. Data hasil penelitian dianalisis menggunakan uji F kemudian dilanjutkan dengan uji Duncan's New Multiple Range Test (DNMRT) pada taraf nyata 5%. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa komposisi bahan pembuat briket arang memberikan pengaruh yang nyata terhadap kadar air, kadar abu, kualitas nilai kalor, volatile matter, fixed carbon, kerapatan dan kekuatan tekan serta laju pembakaran. Rata-rata nilai kadar abu, kualitas nilai kalor, volatile matter dan kerapatan belum memenuhi SNI 01-6235-2000 briket arang kayu. Sedangkan rata-rata nilai kadar air, fixed carbon, kekuatan tekan memenuhi SNI 01-6235-2000 briket arang kayu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa briket arang yang terbaik adalah pada perlakuan 30%:70% dengan nilai kalor 3906,27 kal/gram
Physicochemical Characteristics Analysis of Biomass and Calorie Values of Several Types of Bamboo in Typologies of Altitude in Different Growing Sites
Production Process and Quality Testing of Arabica Ground Coffee (Coffee Arabica L) Solok Regency, West Sumatera
One of the types of coffee cultivated in Solok Regency is Arabica Coffee (Coffea Arabica L). The quality of the coffee produced can be influenced by the proper harvesting and post-harvest process so as to produce ground coffee with good quality. This research is done by the method of observation, descriptive, and hedonic test. Ground coffee produced in Solok Regency has a semi-mechanical harvesting process while the post-harvest process begins with the release of the skin and meat of the fruit, subsequent drying, and release of the skin of horns, sorting and grading, roasted, milling and packaging. This research aims to study the processing and quality of Arabica Ground Coffee in Solok Regency
The Effect of Temperature and Roasting Duration on Physical Characteristics and Sensory Quality of Singgalang Arabica Coffee (Coffea Arabica) Agam Regency
The purpose of this study were to determine the effect of temperature and roasting duration on physical characteristics and quality of arabica coffee sensory,: find out the best temperature and roasting duration treatmen to physical characteristics and quality of arabica coffee sensory. This study used a factorial complete randomized design with two factors (200°C, 220°C and 240°C) and duration of roasting (12, 15, and 18 minutes). The variables observed in this study were rendemen (sucrose content of sugar cane crop or sample), water content, color value, acidity and sensory test of arabica coffee. The results showed that temperature and duration of roasting had effect on rendemen, water content, color value, acidity, flavor, taste and color of arabica coffee. The temperature of 220 ° C with 12 minutes of roasting is produceed the best physical characteristics and sensory quality of Singgalang arabica coffee, with 88.1% of rendemen, 1.23% of water content (bb), different color L (Lightness) 6,07, acidity 5.81, scent score 3.5), taste score value of 3.2, color score 3.6
