944 research outputs found

    Students' Ability and Thinking Profile in Solving Plane Problems by Provision of Scaffolding

    Full text link
    This study aims to reveal thinking profile and problem solving ability of mathematics department students of Universitas PGRI Semarang in solving plane problem by providing scaffolding. Type of this study is a qualitative research. The selection of research subject is based on students' ability, feedback from lecturers and fluency both in oral or writing. Data collection technique used is Think Aloud Method. The results of the study provide an overview that after being given scaffolding, students with intermediate level of mathematics have characteristics: using the assimilation thinking process in understanding the problem, using assimilation and accommodation in planning to solve the problem. The students with lower level of mathematics, they use assimilation thinking process in understanding the problems and planning the settlement whereas they are not able to use accommodation thinking process. Students' inability in accommodation thinking process causes they can not make solution planning correctly, solve the given problems and checking the solutions. The study shows the students experienced a lot of thinking process development since they have been able to use all of information for solving the problems. The number of the given scaffolding depends on individuals and the level of students' tinking ability

    Penerapan Perangkat Pembelajaran Berbasis Model Stad Bermedia Cd Interaktif pada Materi Geometri Bidang Datar

    Full text link
    Jurnal hasil penelitian ini berjudul ?óÔé¼?ôPenerapan Perangkat Pembelajaran berbasis Model STAD bermedia CD Interaktif pada Materi Geometri Bidang Datar?óÔé¼?Ø. Permasalahan yang muncul dalam penelitian ini adalah ?óÔé¼?ôApakah?é?á prestasi matematika siswa dengan pembelajaran?é?á model STAD bermedia CD Interaktif lebih baik daripada prestasi siswa dengan pembelajaran model STAD; Apakah prestasi matematika siswa yang memiliki persepsi tinggi lebih baik daripada siswa yang memiliki persepsi sedang atau rendah, dan prestasi matematika siswa yang memiliki persepsi sedang lebih baik daripada siswa yang memiliki persepsi rendah; Apakah perbedaan prestasi belajar matematika siswa dengan model STAD bermedia CD Interaktif dengan model STAD tergantung pada persepsi siswa?óÔé¼?Ø. Dari hasil penelitian disimpulkan bahwa tidak terdapat pengaruh yang signifikan antara model pembelajaran STAD dengan media CD interaktif dan STAD terhadap prestasi belajar. Terdapat perbedaan prestasi belajar siswa antara siswa yang mempunyai kategori persepsi tinggi, sedang dan rendah. Tidak terdapat interaksi yang signifikan antara penggunaan model pembelajaran dan kategori persepsi siswa kepada guru matematika. Hasil uji lanjut pasca anava menunjukkan bahwa prestasi matematika siswa yang memiliki persepsi tinggi lebih baik daripada prestasi matematika siswa yang memiliki persepsi sedang dan rendah, serta prestasi matematika siswa yang memiliki persepsi sedang lebih baik daripada prestasi matematika siswa yang memiliki persepsi rendah. Tidak ada interaksi artinya jika secara marginal/umum siswa yang memiliki kategori persepsi tinggi prestasi belajarnya lebih baik dari siswa yang memiliki kategori persepsi sedang, maka kalau ditinjau dari masing-masing model pembelajaran juga berlaku kesimpulan bahwa siswa yang memiliki kategori persepsi tinggi prestasi belajarnya lebih baik dari siswa yang memiliki kategori persepsi sedang

    PENGARUH PENGGUNAAN SUMBER BELAJAR KONTEKSTUAL DALAM PELAJARAN IPS TERHADAP KETERAMPILAN BERPIKIR RASIONAL PESERTA DIDIK

    Get PDF
    Penelitan ini dilatarbelakangi dengan menggali sumber-sumber pembelajaran konstekstual dari kehidupan nyata sehari-hari dalam mengembangkan keterampilan berpikir rasional peserta didik. Berkaitan dengan konsep-konsep IPS dalam kehidupan nyata yang terjadi di masyarakat dan lingkungan sekitar peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk 1) mengetahui perbedaan kemampuan berpikir rasional yang menggunakan sumber belajar kontekstual pada pengukuran awal (pre-test) dengan pengukuran akhir (post test), 2) untuk mengetahui perbedaan kemampuan berpikir rasional yang menggunakan sumber belajar konvensional pada pengukuran awal (pre-test) dengan pengukuran akhir (post-test), 3) untuk mengetahui perbedaan yang signifikan keterampilan berpikir rasional pada kelas yang menggunakan sumber belajar kontekstual lebih tinggi dibandingkan dengan kelas yang menggunakan sumber belajar konvensional pada pengukuran akhir (post-test), dan 4) untuk mengetahui perbedaan yang signifikan pada kelas yang menggunakan sumber belajar kontekstual lebih tinggi dibandingkan dengan kelas yang menggunakan sumber belajar konvensional pada pengukuran nilai gain. Landasan teori pembelajaran kontektual penelitian ini adalah teori perkembangan dari Piaget, Free disvovery learning dari Brunner, teori meaningful dari Ausabuel, dan teori belajar Vygotsky. Pandangan pendekatan rational emotif dari Albert Ellis tentang membangun tingkah laku individu, serta pandangan dari G.R. Steele tentang berfikir rasional sebagai atribut psikologis seseorang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif, metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah quasi eksperiment atau eksperimen semu, dengan desain eksperimen Non equivalent Control Group Design. Penentuan sampel dilakukan dengan menggunakan sampel random sampling, dengan cara randomisasi (sampling) kelas dan dilakukan di kelas VIII SMPN 1 Luragung Kuningan.Teknik analisis data yang digunakan yaitu uji normalitas, uji homogenitas, uji gain serta pengujian hipotesis menggunakan satistik parametik dengan uji paired samples t Test dan independent-sample T test. Berdasarkan hasil uji hipotesis didapatkan hasil : 1) Dibandingkan antara sebelum dan setelah perlakuan, kemampuan berpikir rasional siswa sangat meningkat setelah mengikuti pembelajaran dengan sumber belajar kontekstual. 2) Dibandingkan antara sebelum dan setelah perlakuan, kemampuan berpikir rasional siswa meningkat setelah mengikuti pembelajaran dengan sumber belajar konvensional tetapi peningkatannya tidak signifikan. 3) Terdapat perbedaan peningkatan kemampuan berpikir rasional siswa antara siswa yang menggunakan sumber belajar kontekstual dibandingkan dengan siswa yang menggunakan sumber belajar konvensional. 4) Peningkatan kemampuan berpikir rasional siswa yang menggunakan sumber belajar kontekstual lebih baik dibandingkan dengan kelas yang menggunakan sumber belajar konvensional. Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat pengaruh penggunaan sumber belajar kontekstual dalam pelajaran IPS terhadap keterampilan berpikir rasional peserta didik. This research is based by exploring contextual learning resource in Social Studies class from real life in order to improve students’ rational thinking ability. The learning resource relates to the social studies concepts that happen in society.The objectives of this research are: 1. To know the difference between students’ rational thinking ability using contextual learning resource in pre-test and post-test, 2. To know the difference students’ rational thinking ability using conventional resource learning in pre-test and post-test, 3. To know significant differences in students’ rational thinking between students who use contextual learning resource and those who use conventional learning resource in post-test score, 4. To know significant differences in students’ rational thinking between students who use contextual learning resource and those who use conventional learning resource in gained score.The theoretical backgrounds of this research are Piaget’s theory, Free Discovery Learning from Brunner, meaningful theory from Ausubel, learning theory from Vygotsky, emotive rational from Albert Ellis about individual activity and G.R, Steele about rational thinking as personal psychology attributes. This research uses quantitative method by using quasi experimental research design with non-equivalent control group design. The sample is got by using random sampling technique. The writer uses the eight grade students of SMPN 1 Luragung. To analyze the data, the writer uses normality test, homogenity test, gain test and hypothesis test by parametric statistics with paired sample t-test and independent sample t-test.Based on the hypothesis test, it is known that: 1. There is progress on students’ rational thinking ability after studying by using contextual learning resource, 2. There is progress on students’ rational thinking ability after studying by using conventional learning resource, 3. There is significant differences between students who are taught by using conventional learning resource and those who are taught by using contextual learning resource, 4.Students’ rational thinking ability taught by using contextual learning resource is better than those who are taught by using conventional learning resource.The conclusion of this research is that contextual learning resource in Social Studies influences Students’ Rational Thinking Ability

    Pengembangan Perangkat Pembelajaran Mata Kuliah Kalkulus Lanjut 1 Dengan Scaffolding Berbasis Kemampuan Pemecahan Masalah

    Full text link
    The aims of this research was to develop learning device of Advanced Calculus 1 subject with scaffolding-based problem-solving abilities that include syllabi, lesson plan, learning media, student worksheets and assessment, and determine the effectiveness of the implementation of scaffolding-based learning problem-solving abilities in the subject Advanced Calculus 1.This research was a Research and Development (R & D). Methods of data analysis done by using triangulation mix-design method by simultaneously analyze data from quantitative and qualitative data as well as data combined. The results showed that the development of the learning course Advanced Calculus 1 with scaffolding based problem solving ability using learning device development of Borg and Gall models which has been modified. Results of learning device development course Advanced Calculus 1 consists of a syllabi, lesson plan, student worksheet, observation sheets and feasible achievement test used. Furthermore limited trial obtained tvalue ?»Ôé¼?¢7,440 ?»Ôé¼?¥ttable ?»Ôé¼?¢1,645so H0 is rejected. This shows that the average learning outcomes with scaffolding better than conventional learning. ?é?

    Pelatihan dan Workshop Peningkatan Kompetensi Guru dalam Menyongsong Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (Pkb) Bagi Guru Madrasah Aliyyah Se-kota Semarang

    Get PDF
    PELATIHAN DAN WORKSHOP PENINGKATAN KOMPETENSI GURU DALAM MENYONGSONG PENGEMBANGAN KEPROFESIAN BERKELANJUTAN (PKB) BAGI GURU MADRASAH ALIYYAH SE-KOTA SEMARAN

    KEYAKINAN DIRI (SELF EFFICACY) SISWA BERKEBUTUHAN KHUSUS DALAM MENGENYAM PENDIDIKAN DI SEKOLAH INKLUSI

    Get PDF
    The aim of this study is (1) to determine the students self efficacies with Special Needs in inclusive schools; (2) to find out what are the factors that must be considered in improving self-confidence (Self Efficacy) in special needs students in inclusive school. This research using qualitative descriptive analysis. The data collected by techniques such as triangulation. Triangulation means of data collection techniques are combining of various data collection techniques and sources of existing data that includes observation, interviews, and documentation. While the steps of data analysis in this study include data collection, data reduction, data presentation, and conclusion. The results of this research is Self-confidence (self-efficacy) of students with special needs in SD Negeri Karanganyar quite good. Only 4 aspects of the 10 aspects of self-confidence (self-efficacy) of students with special needs that need to be improved. While the six other aspects are good. All six aspects of self-confidence of students with special needs that need to be maintained is the aspect of the perception of students with special needs will be its ability, readiness in learning, attitudes or reactions to novelty, diligent efforts in completing the task, the ability to produce work (productivity), and the ability to self-regulate. While these four aspects are still lacking is knowledge of learning, mastery of skills in certain competencies, creative ability to solve problems (inguenity), and the ability to face the threat (threat). Factors to consider in improving self-confidence (self-efficacy) students with disabilities in inclusive schools is the availability of space assessment, special assistant teacher availability, systems management class inclusion, and skills of classroom teachers to guide and direct students with special needs in an effort to optimize their potential

    Proses Berpikir Siswa Kelas IX Sekolah Menengah Pertama Yang Berkemampuan Matematika Tinggi Dalam Memecahkan Masalah Matematika

    Get PDF
    This study aim to describe the students\u27 thinking process of 9th grade of Junior High School has a high mathematics capability in solving the mathematics problem based on Polya rule.This study is qualitative descriptive research. The criteria of subject selection included the students\u27 has a high mathematics capability and communication fluency both spoken and written. The data collection was done using written test and task-based interview techniques. Data analysis done based on written test data and task-based interview techniques data. And then it has been done the method triangulation to get valid subject data. Finally, the result of description thinking process as follows: students with high mathematics capability, in understanding problem using assimilation thinking process, make a plan using assimilation and accommodation thinking process. Assimilation thinking process can be identified when the students can mention the prerequisite material, can directly relate the sides kite (BF = FG) and can directly develop problem solving plan. Meanwhile, accommodation thinking process can be seen when the students drew an auxiliary line from E to the right thereby intersecting with CD line (the intersection was labeled H point), so devided trapezoid AEDG become right triangle EHG and rectangle AEHD. In carrying out a plan and in looking back at the completed solution, the students used assimilation thinking process

    Pemanfaatan Masjid Sebagai Pusat Pendidikan Islam Non Formal (Studi Kasus Di Masjid Al-Muhajirin Sumber Banjarsari Surakarta Tahun 2012)

    Get PDF
    Masjid adalah tempat ibadah kaum muslimin yang memiliki peran strategis untuk kemajuan peradaban ummat Islam. Dalam perjalanan sejarahnya, masjid telah mengalami perkembangan yang pesat, baik dalam bentuk bangunan maupun fungsi dan perannya. Hampir dapat dikatakan, di mana ada komunitas muslim di situ ada masjid. Umat Islam tidak bisa lepas dari masjid. Di samping menjadi tempat beribadah, masjid telah menjadi sarana berkumpul, menuntut ilmu, bertukar pengalaman, pusat da’wah dan lain sebagainya. Memakmurkan masjid dengan cara menjadikan masjid sebagai pusat pendidikan Islam adalah sebagaimana menfungsikan masjid pada masa Rasulullah, yaitu juga untuk mendidik generasi-generasi Islam. Masjid Al-Muhajirin adalah salah satu masjid yang terletak di desa Sumber Banjarsari Surakarta. Masjid ini berada di tengah-tengah masyarakat yang mayoritas beragama Islam. Dengan begitu tidak menutup kemungkinan bahwa Masjid Al-Muhajirin bisa menjadi sarana terwujudnya pendidikan Islam di daerah tersebut. Karena pendidikan yang ada di masjid bukanlah pendidikan formal, maka pendidikannya disebut pendidikan non formal. Berdasarkan latar belakang tersebut, maka permasalahan yang diangkat dalam penelitian ini adalah bagaimana pemanfaatan Masjid Al-Muhajirin Sumber Banjarsari Surakarta sebagai pusat pendidikan Islam non formal. Oleh karena itu, tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan pemanfaatan Masjid Al-Muhajirin sebagai pusat pendidikan Islam non formal. Jenis penelitian ini termasuk penelitian lapangan. Pengumpulan data menggunakan metode wawancara (interview), observasi (pengamatan), dan dokumentasi. Dalam analisis data menggunakan deskriptif kualitatif yang meliputi proses editing, coding, dan conclution, yaitu data-data yang terkumpul diperiksa, dikelompokkan, kemudian ditarik kesimpulan. Hasil dari penelitian ini adalah Pemanfaatan Masjid Al-Muhajirin Sumber Banjarsari Surakarta sebagai pusat pendidikan Islam non formal belum optimal. Ta’mir Masjid Al-Muhajirin telah berusaha mengfungsikan masjid sebagaimana mestinya, yaitu disamping sebagai tempat ibadah, tempat pembinaan jama’ah, sarana dakwah, dan kaderisasi umat. Bentuk-bentuk kegiatan pendidikannya adalah TPA (Taman Pendidikan Al-Qur’an), kuliah shubuh, dan pengajian-pengajian. Hal demikian menunjukkan bahwa Masjid Al-Muhajirin telah menempatkan fungsinya sebagai tempat untuk menuntut ilmu meskipun dengan waktu yang terbatas

    Pengaruh Metode Latihanlay Up Menggunakan Rintangan Dan Tidak Menggunakan Rintangan Terhadap Hasil Lay Up Dalam Permainan Bola Basket Siswa

    Full text link
    Masalah yang menjadi latar belakang penelitian ini adalah 1). Dalam memberikan latihan lay up guru masih monoton dalam menggunakan metode latihan. 2). Siswa kurang antusias dalam menerima materi latihan lay up. 3). Pembelajaran menjadi membosan karena metode latihan yang diterapkan oleh guru monoton. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen Populasi dalam penelitian ini adalah siswa SMPN 1 Cigugur Kabupaten Kuningan yang tergabung dalam unit kegiatan ekstrakurikuler bola basket yang berjumlah 20 orang. Hasil dari penelitian ini yaitu : 1). Metode latihan lay up dengan menggunakan rintangan berpengaruh terhadap peningkatan hasil lay up dalam permainan bola basket siswa peserta ekstrakurikuler SMP Negeri 1 Salem secara signifikan. 2). Metode latihan lay up tanpa menggunakan rintangan berpengaruh terhadap peningkatan hasil lay up dalam permainan bola basket siswa peserta ekstrakurikuler SMP Negeri 1 Salem secara signifikan. 3). Metode latihan tanpa menggunakan rintangan lebih berpengaruh secara signifikan terhadap peningkatan hasil lay up dalam permainan bola basket siswa peserta ekstrakurikuler SMP Negeri 1 Salem secara signifikan
    corecore