529 research outputs found

    PERKAWINAN DI BAWAH UMUR DI MASA PANDEMI COVID 19

    Get PDF
     Perkawinan bagi manusia merupakan hal yang penting. Kematangan emosi merupakan salah satu aspek yang sangat penting untuk  menjaga kelangsungan perkawinan. Penentuan batas usia perlu dilakukan karena didalam perkawinan menghendaki kematangan psikologis. Usia perkawinan  yang terlalu muda dapat mengakibatkan meningkatnya kasus perceraian  karena kurangnya kesadaran untuk bertanggung jawab dalam kehidupan  berumah tangga.Di dalam  Undang Undang Nomor  1 tahun 1974 usia minimal untuk suatu pernikahan adalah 16 tahun untuk perempuan dan 19 tahun laki-laki, sedangkan untuk Undang-Undang Nomor 16 tahun 2019 usia minimal untuk suatu pernikahan adalah 19 tahun baik untuk perempuan maupun laki-laki. Permohonan dispensasi nikah untuk anak di bawah umur di Kabupaten Malang dari tahun ke tahun  mengalami peningkatan yang sangat tinggi. Sehubungan dengan hal tersebut, penulis cukup prihatin dengan kondisi keluarga-keluarga muda bangsa Indonesia. Sebab, sebetulnya merekalah yang nantinya akan melahirkan generasi-generasi yang cerdas dan berkualitas.Penelitian ini merupakan jenis penelitian yuridis normatif, untuk memperoleh dan mengumpulkan data kemudian dianalisis secara sistematis berdasarkan ilmu pengetahuan yang ada. Bahan hukum yang dikumpulkan antara lain, hukum acara peradilan agama terhadap putusan Pengadilan Agama Malang perihal penetapan harta bersama dalam perkara ijin poligami, buku-buku tentang hukum acara peradilan agama. Sumber bahan hukum yang digunakan penulis dalam penelitian ini adalah Putusan Pengadilan Agama Malang dalam perkara ijin poligami sebagai data primer.Kesimpulannya pembatasan usia perkawinan bagi warga Negara yang akan menikah pada prinsipnya dimaksudkan orang yang akan menikah diharapkan orang sudah memiliki kematangan berfikir, kematangan psikologis dan kekuatan fisik yang memadai. Perkawinan dibawah umur bagaimanapun juga akan menghadapi berbagai persoalan didalamnya. Penggunaan Ketentuan Pasal 6 UU RI No. 23 Tahun 2004 Sebagai Dasar Pertimbangan Hakim Pengadilan Agama Untuk Mengabulkan Cerai Gugat. Dalil terjadinya kekerasan dalam rumah tangga yang sebagaimana diatur Pasal 6 UU RI No. 23 tahun 2004 dapat diterima oleh majelis hakim dalam memutus perkara gugat cerai. Yang mana dalil tersebut dapat memperkuat dalil alasan perceraian yang sebagaimana diatur Pasal 19 huruf (d) dan/atau Pasal 19 huruf (f) PP RI No. 9 tahun 1975.Kata Kunci: Perkawinan di Bawah Umur, Pandemi Covid 19, Undang Undang Perkawinan Marriage for man is important. Emotional maturity is one of the very important aspects to maintain the continuity of marriage. Determination of age limit needs to be done because in marriage requires psychological maturity. An overly young marriage age can lead to an increase in divorce cases due to a lack of awareness to be responsible in married life.In Law No. 1 of 1974 the minimum age for a marriage is 16 years for women and 19 years for men, while for Law No. 16 of 2019 the minimum age for a marriage is 19 years for both women and men. The application for marriage dispensation for minors in Malang regency from year to year has increased very high. In connection with this, the author is quite concerned about the condition of young indonesian families. They are the ones who will give birth to intelligent and qualified generations.This research is a type of normative juridical research, to obtain and collect data and then systematically analyzed based on existing science. The legal materials collected include, among others, the law of religious justice proceedings against the decision of the Malang Religious Court concerning the determination of joint property in the case of polygamy permits, books on the law of religious justice events. The source of legal materials used by the authors in this study is the Malang Religious Court's Decision in the case of polygamy permits as primary data.In conclusion, the restriction of marriage age for citizens who will marry in principle is intended that the person who will marry is expected that people already have maturity of thinking, psychological maturity and adequate physical strength. Underage marriages will however face a variety of issues in it. The Use of Provisions article 6 of the Law of the Republic of Indonesia No. 23 of 2004 as the Basis for Consideration of Judges of religious courts to grant divorce. The evidence of domestic violence as stipulated in Article 6 of Law No. 23 of 2004 can be accepted by the panel of judges in deciding divorce proceedings. Which is the evidence that can strengthen the evidence of the reason for divorce as stipulated in Article 19 letter (d) and/or Article 19 letter (f) PP RI No. 9 of 1975. Keywords: Underage Marriage, Pandemic Covid 19, Marriage Ac

    LAPORAN INDIVIDU PRAKTIK PENGALAMAN LAPANGAN (PPL) UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA LOKASI SMP N 2 Wonosari

    Get PDF
    Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) adalah langkah yang strategis untuk melengkapi kompetensi mahasiswa calon tenaga kependidikan. PPL mahasiswa dapat mendharmabaktikan ilmu akademisnya di lapangan. Dengan demikian mahasiswa dapat memberi dan menerima berbagai keilmuan yang dapat menghantarkan mahasiswa menjadi calon tenaga pendidik profesional. Peningkatan kualitas PPL terus dilakukan secara progresif sesuai dengan visi dan misi PPL dan PKL. Peningkatan kualitas secara linier dilaksanakan semenjak pembekalan, pengajaran mikro, supervisi klinis, monitoring, refleksi, dan evaluasi serta dilakukan penelitian dan pengembangan. Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) Universitas Negeri Yogyakarta merupakan salah satu mata kuliah di UNY yang harus ditempuh setiap mahasiswa UNY. Pelaksanaan program PPL dimulai dari tanggal 10 Agustus sampai tanggal 12 September 2015. Selama kegiatan, mahasiswa melaksanakan berbagai program yang bertujuan untuk mengoptimalkan potensi siswa yang ada di sekolah. Pada realisasinya kegiatan berjalan sesuai dengan target yang sudah direncanakan. Program yang diselenggarakan pada kegiatan PPL, disusun untuk meningkatkan potensi yang dimiliki oleh siswa yang terdiri dari praktik mengajar dan pengembangan kemampuan melalui ektrakurikuler. Selain itu juga pembuatan adminitrasi guru sebagai sarana untuk meningkatkan profesionalitas sebagai calon pendidik

    Pemanfaatan RFID Dalam Pembatasan Hak Akses Web Aplikasi Perpustakaan

    Get PDF
    Salah satu fasilitas SMK Negeri 2 Semarang yang berfungsi untuk mendukung proses kegiatan belajar mengajar antara peserta didik dan guru adalah Perpustakaan. Dalam pelaksanaannya, pemustaka (peserta didik dan guru) yang berkunjung ke perpustakaan masih menggunakan cara manual yaitu dengan mengisi buku tamu. Buku tamu yang sudah habis pasti perlu ruangan untuk menyimpannya karena perlu adanya pengarsipan setiap bulan. Hal ini sangat tidak efektif mengingat pekermbangan teknologi memberikan segala kemudahan untuk membantu pekerjaan manusia. Maka perlu adanya suatu aplikasi perpustakaan yang dapat menggantikan fungsi buku tamu agar lebih mudah dalam pembacaan data dan lebih aman dalam pengaksesannya.  Berdasarkan latar belakang tersebut, tujuan dari penelitian ini adalah untuk membuat sebuah aplikasi perpustakaan berupa teknologi RFID (Radio-Frequency Identification) untuk memberikan kemudahan dalam pengaksesan serta lebih terjamin keamanan datanya. Aplikasi ini menggunakan model Waterfall yang dibangun menggunakan PHP dan database My-SQL sebagai metode pengembangannya. Pada aplikasi web perpustakaan, implementasi pembagian hak akses dilakukan melalui RFID sehingga hanya pemegang kartu RFID yang memiliki hak akses untuk menampilkan halaman aplikasi. Adanya aplikasi ini diharapkan dapat memudahkan dalam pengelolaan pemustaka dalam melakukan pelayanan terhadap anggota perpustakaan.One of the facilities of SMK Negeri 2 Semarang functions to support the process of teaching and learning activities between students and teachers in the library. In practice, users (students and teachers) who visit the library still use the manual method, namely by filling in the guest book. A guest book that has run out will need room to store it because it needs filing every month. This is very ineffective considering the development of technology provides all the facilities to help human work. So it is necessary to have a library application that can replace the function of the guest book so that it is easier to read data and more secure in accessing it. Based on this background, the purpose of this study is to create a library application in the form of RFID (Radio-Frequency Identification) technology to provide easy access and to ensure data security. This application uses the Waterfall model which is built using PHP and the My-SQL database as a development method. In the library web application, the implementation of sharing access rights is carried out via RFID so that only the RFID cardholder has access rights to display application pages. The existence of this application is expected to facilitate the management of users in providing services to library members

    PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN DENGAN PENDEKATAN PROBLEM BASED LEARNING YANG MENGACU PADA LEARNING TRAJECTORY YANG BERORIENTASI PADA KEMAMPUAN PENALARAN MATEMATIS SISWA

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan perangkat pembelajaran berupa Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dan Lembar Kegiatan Siswa (LKS) dengan pendekatan problem based learning yang mengacu pada learning trajectory yang berorientasi pada kemampuan penalaran matematis siswa. Penelitian ini juga bertujuan untuk mengetahui kualitas perangkat pembelajaran yang dikembangkan dari aspek kevalidan, kepraktisan, dan keefektifan. Perangkat pembelajaran yang dikembangkan menekankan pada dugaan respon siswa dan alternatif respon guru sehingga dapat memfasilitasi kemampuan siswa yang beragam. Jenis penelitian ini adalah penelitian pengembangan dengan model pengembangan ADDIE yang terdiri dari Analysis, Design, Development, Implementation, dan Evaluation. Objek dalam penelitian ini adalah perangkat pembelajaran dengan pendekatan problem based learning yang mengacu pada learning trajectory. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini meliputi lembar penilaian perangkat pembelajaran untuk mengukur kevalidan, angket respon siswa dan angket respon guru untuk mengukur kepraktisan, serta tes kemampuan penalaran matematis untuk mengukur keefektifan perangkat pembelajaran yang dikembangkan. Hasil dari penelitian ini adalah RPP dan LKS dengan pendekatan problem based learning yang mengacu pada learning trajectory. Berdasarkan hasil penilaian kevalidan, RPP memenuhi kriteria sangat valid dengan perolehan skor 4,27 pada skala 5. Sedangkan LKS memenuhi kriteria valid dengan perolehan skor 4,05 pada skala 5. Berdasarkan hasil penilaian kepraktisan, perangkat pembelajaran memenuhi kriteria sangat praktis dengan perolehan skor angket respon siswa 3,38 pada skala 4 dan angket respon guru 3,73 pada skala 4. Berdasarkan penilaian keefektifan dari tes kemampuan penalaran matematis diperoleh nilai rata-rata kelas yaitu 88 dan siswa yang memperoleh nilai minimal pada kategori ‚Äúbaik‚ÄĚ sebesar 91%. Keefektifan perangkat pembelajaran pada kemampuan penalaran matematis didukung oleh one sample t-test dengan taraf signifikansi 0,05

    Optimasi Desain pada Dinding Furnace dengan Temperatur Kerja 1000 C

    Full text link
    The aims of this research is to study and analysis on furnace walls with variation of hot face lining material types, variation of refractory material types, and variation of thickness of insulating materials to outer wall temperature at furnace with working temperature 1000 oC. This research uses a variety of hot face lining material in the form of ceramic fiber blanket with CR1260, CR1400, and CR1430, variations of refractory material in the form of refractory brick with the type NJM-20, NJM-23, and NJM-26, and using ROCKWOOL as an insulating material with a thickness variation of 50 mm, 75 mm, 100 mm. This research was simulated using Steady State Thermal ANSYS Mechanical (ANSYS Multiphysic) software. The result of the research shows the difference of the outer wall temperature value of the furnace. The highest wall temperature is in interaction with the wall without insulation, hot face lining material using CR1260, and NJM-26 as refractory material is 75.211 oC. While the lowest wall temperature is in the interaction of 100 mm thick insulation, hot face lining material using CR1430, NJM-20 as refractory material is 46.682 oC

    KONSEP PENGEMBANGAN INOVASI KERIPIK GADUNG, DALAM PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DI DESA TEGALLEGA, KECAMATAN CIAMPEL, KABUPATEN KARAWANG

    Get PDF
    Desa Tegallega merupakan salah satu desa yang ada di Kecamatan Ciampel, KabupatenKarawang, Provinsi Jawa barat, Indonesia. UMKM merupakan salah satu tonggakperekonomian masyarakat setempat. Meskipun pada kenyataannya sebagian besar usaha UMKMmasih berjalan ala kadarnya dan masih skala kecil, namun tidak dapat dipungkiri jika sektorUMKM ini sangat berperan bagi perekonomian masyarakat setempat. UMKM kripik gadung didesa Tegallega merupakan salah satu UMKM yang bisa meningkatkan perekonemianmasyarakat setempat. Proses pembuatan kripik gadung masih sangat tradisional sehinggamembutuhkan waktu sekitar 6 hari agar menghasilkan kripik gadung yang siap dipasarkan.Kegiatan yang akan dilakukan adalah pembinaan dan pembimbingan berupa memberikanpenyuluhan dalam setiap permasalahan yang ada, memberikan contoh Inovasi produk, dankemasan. Selanjutnya akan terus melakukan pendampingan untuk memfasilitasi semuakebutuhan mitra dalam pemberdayaan keripik gadung ini. Target Luaran lainnya adalahpeningkatan keberdayaan mitra sesuai permasalahan yang dihadapai oleh UMKM keripikGadung, yaitu pengetahuan, keterampilan dari mitra meningkat, begitu juga dengan Kualitasproduk, jumlah produk, kapasitas produksi, jumlah asset, jumlah omset, jumlah tenaga kerja, dankemampuan manajemen meningkat.Kata kunci : Desa tegallega, potensi desa, keripik gadungTegallega Village is one of the villages in Ciampel District, Karawang Regency, West JavaProvince, Indonesia. UMKM is one of the pillars of the local community's economy. Even thoughin fact most of the UMKM businesses are still running perfunctorily and are still on a small scale,it cannot be denied that the UMKM sector plays a very important role in the economy of the localcommunity. Gadung kripik UMKM in Tegallega village is one of the UMKM that can improve theeconomy of the local community. The process of making gadung chips is still very traditional, so ittakes about 6 days to produce gadung chips that are ready to be marketed. Activities that will becarried out are coaching and mentoring in the form of providing counseling on any existingproblems, providing examples of product innovation, and packaging. Furthermore, we willcontinue to provide assistance to facilitate all partners' needs in empowering these gadung chips.Another target output is increasing partner empowerment according to the problems faced byGadung chips UMKM, namely increased knowledge, skills from partners, as well as productquality, number of products, production capacity, number of assets, total turnover, number ofworkers, and increased management capabilitiesKeywords : Tegallega village, village potential, gadung chip

    Sistem Informasi Perpustakaan Menggunakan Metode Rocchio Relevance Feedback Berbasis Web

    Get PDF
    Perpustakaan sekolah merupakan salah satu sarana penunjang dalam kegiatan belajar siswa. Dengan tersedianya perpustakaan, siswa-siswi dapat meningkatkan efektifitas dalam belajar melalui membaca buku yang tersedia di perpustakaan. SD Negri Batursari 5 Demak merupakan sekolah kejuruan yang berada di Demak Provinsi Jawa Tengah. SD Negri Batursari 5 Demak merupakan sekolah yang memiliki perpustakaan dengan buku yang cukup lengkap, namun perpustakaan ini masih memberlakukan pengolahan perpustakaan  secara  manual  sehingga  kurang  dapat  menunjang  efektifitas dalam mengelola data administrasi perpustakaan terutama dalam hal pencarian buku maupun data yang lain. Dari uraian permasalahan tersebut maka dibutuhkan sebuah sistem yang dapat menunjang efektifitas dalam mengelola perpustakaan. Sistem informasi tersebut dirancang berbasis web menggunakan framework Codeigniter dan database MySQL dengan pendekatan metode Rocchio Relevance Feedback dimana metode tersebut akan mempermudah dalam pencarian buku maupun data perpustakaan yang lain. Dengan metode tersebut kata kunci yang dimasukan kedalam form pencarian akan diolah melalui   empat   tahapan   yaitu   tokenizing,   filtering,   stemming,   dan   term weighting sehingga mendapatkan hasil pencarian yang paling relevan dengan kata kunci. Dengan adanya sistem informasi perpustakaan tersebut diharapkan mampu mempermudah dan menunjang efektifitas dalam mengelola perpustakaan di SD Negri Batursari 5 Demak The school  library is  one of  the supporting  facilities  in  student learning activities. With the availability of a library, students can increase their effectiveness in learning through reading the books in the library. Vocational High School of Batursari 5 Demak Vocational School is one of the vocational schools  ,  Central  Java  Province.  Vocational  High  School  of  Batursari  5. Demak is a school that has a library with complete books, but this library still applies manual library processing, so that it is less able to support effectiveness in managing library administrative data, especially in terms of searching for books and other data. According to the problem’s description, a system is required to facilitate the library’s management effectiveness. The information system is designed web-based using the Codeigniter framework and MYSQL database with the Rocchio Relevance Feedback method approach where the method will make it easier to search for books and other library data. With this method, the keywords entered into the search form will be processed through four stages, namely tokenizing, filtering, stemming, and term weighting so as to get the most search results relevant to keywords. With the library information system, expected to be able to facilitate and support the effectiveness in managing library at SD Negri Batursari 5 Demak

    Manajemen SLiMS Perpustakaan Universitas Semarang

    Get PDF
    Perpustakaan Universitas Semarang [USM] sebagai salah satu perpustakaan perguruan tinggi swasta di Indonesia selama ini telah melaksanakan tugas dalam kegiatan di perpustakaan, dalam kesehariannya perpustakaan USM memilih untuk menggunakan perangkat lunak free and open-source software (FOSS)  yang dapat digunakan untuk membangun sistem otomasi perpustakaan. Dalam 5 tahun terakhir aplikasi Senayan Library Management System (SliMS) terbukti mampu dalam meningkatkan mutu pelayanan, data menunjukkan adanya peningkatan dengan  melihat koleksi bahan perpustakaan rata-rata 5,18 persen pertahun. Sedangkan untuk data koleksi judul sebanyak 24.421 (jumlah 38.668 eksemplar). SliMS terbukti mampu menjadi solusi para pengelola perpustakaan dalam mengimplimentasikan sistem otomasi perpustakaan secara mandiri. Senayan Library Management System adalah pertangkat yang tidak membutuhkan dana besar tetapi cukup komplit dikarenakan selalu megembangkan sistemnya (upgrade) dengan menyesuaikan perkembangan zaman dan disesuaikan dengan kebutuhan para pustakawan.Libraries at the University of Semarang [USM] as one of the libraries of private universities in Indonesia have been carrying out tasks library activities, in their daily lives, the USM library chooses to use free open-source software (FOSS) which can be used to build library automation systems. In the last 5 years, the Senayan Library Management System (SliMS) application has been proven to be able to improve the quality of service, the data shows an increase by seeing the library material collection an average of 5.18 percent per year. Meanwhile, the title collection data were 24,421 (total 38,668 copies). SliMS is proven to be a solution for library managers in implementing the library automation system independently. Senayan Library Management System is a device that does not require large funds but is quite complete because it is always developing the system (upgrading) according to the times and adjusted to the needs of librariansKeywords: Senayan Library Management System (SliMS); Free Open Source Software (FOSS); Digital Librar

    Pengembangan Media Pembelajaran Menggunakan Camtasia Pada Kelompok Kerja Madrasah Ma’arif NU Demak

    Get PDF
    Kegiatan pengabdian ini melatih guru-guru di KKM Ma’Arif NU Demak dalam membuat video pembelajaran dengan memanfaatkan Aplikasi Camtasia Studio, adapun khalayak sasaran dalam kegiatan ini adalah guru-guru KKM Ma’Arif NU.  Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kemampuan guru dalam membuat media pembelajaran yang menarik dan selanjutnya dapat dapat diterapkan dalam kegiatan pembelajaran pada lingkungan Kelompok Kerja Madrasah (KKM) Ma’Arif NU Demak, secara khusus yang ingin dicapai adalah peningkatan kreatifitas guru dalam merancang dan menggunakan media pembelajaran video sehingga pembelajaran di sekolah khususnya selama pandemic covid-19 akan lebih menarik. Metode yang digunakan dalam pelaksanaan kegiatan pengabdian ini berupa metode pelatihan dan diskusi. Hasil yang diperoleh dari kegiatan ini adalah peningkatan kemampuan peserta yang ditunjukkan dengan peningkatan hasil kuisioner sebesar 92% pada evaluasi post test, artinya adalah bahwa peserta PkM telah memahami materi peningkatan kompetensi digital dengan menggunakan Camtasia sebagai media pembelajaran. Dengan peningkatan kompetensi digital tersebut maka diharapkan para guru Madrasah Aliyah (MA) NU di KKM Ma’Arif NU Kabupaten Demak dapat meningkatkan kualitas pembelajaran menggunakan aplikasi Camtasia

    ANALISIS PROSES PRODUKSI KERIPIK GADUNG UNTUK MENINGKATKAN HASIL PRODUKSI DI DESA TEGALLEGA , KECAMATAN CIAMPEL, KABUPATEN KARAWANG

    Get PDF
    Desa Tegallega merupakan salah satu desa yang berada di Kecamatan Ciampel Kabupaten Karawang JawaBarat. Penduduk Desa Tegallega mayoritas bergerak di bidang Pertanian dan Perkebunan. Desa Tegallegaterdapat banyak tanaman umbi umbian, salah satunya adalah gadung. Gadung merupakan sejenis umbi umbianyang tumbuh liar dihutan, pekarangan, maupun perkebunan. Pengolahan gadung menjadi kripik gadung masihdilakukan secara tradisional. Hal ini salah satu penyebab kurang berkembangnya UMKM kripik gadung didesa Tegallega. Penggunaan alat bantu produksi berupa alat potong gadung diharapkan akan meningkatanproduktifitas kripik gadung yang lebih berkualitas. Penelitian ini dilakukan di Desa Tegallega, KecamatanCiampel, Kabupaten Karawang dengan menggunakan metode survey dan wawancara kepada para respondenyang ada di desa tersebut. Data yang digunakan terdiri dari data primer dan data sekunder. Data primermerupakan data yang dikumpulkan melalui wawancara dan observasi langsung di lapangan dengan respondenyang terkait UMKM kripik gadung. Metode analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif kualitatif danAnalisis SWOT untuk mengetahui posisi peternakan dan alternative strategiyang diperlukan. Data yang sudahterkumpul selanjutnya digunakan matriks Quantitative Strategic Planning (QSP) untuk mengetahui prioritasstrategi yang dapat diterapkan dalam pengembangan UMKM kripik gadung di desa Tegallega, KecamatanCiampel, Kabupaten Karawang. Hasil penelitian menunjukan penggunaan alat tambahan produksi seperti alatpotong gadung dan alat pengering gadung akan meningkatkan produktifitas kripik gadung.Kata kunci: kripik gadung, potensi desa,desa tegallega Tegallega Village is one of the villages located in Ciampel District, Karawang Regency, West Java. Themajority of Tegallega villagers are engaged in agriculture and plantations. Tegallega village has many tuberplants, one of which is gadung. Gadung is a type of tuber that grows wild in forests, yards and plantations. Theprocessing of gadung into gadung chips is still done traditionally. This is one of the reasons for theunderdevelopment of UMKM gadung chips in Tegallega village. The use of production aids in the form ofgadung cutting tools is expected to increase the productivity of higher quality gadung chips. This research wasconducted in Tegallega Village, Ciampel District, Karawang Regency using survey methods and interviews withrespondents in the village. The data used consists of primary data and secondary data. Primary data is datacollected through interviews and direct observation in the field with respondents related to UMKM kripikgadung. The analysis method used is descriptive qualitative analysis and SWOT analysis to determine theposition of the farm and the required alternative strategies. The data that has been collected is then used theQuantitative Strategic Planning (QSP) matrix to determine the priority strategies that can be applied in thedevelopment of Gadung Chips UMKM in Tegallega Village, Ciampel District, Karawang Regency. The resultsshowed that the use of additional production tools such as gadung cutters and gadung dryers would increase theproductivity of gadung chips.Keyword : Gadung chips, village potential, Tegallega villag
    • ‚Ķ
    corecore