33 research outputs found

    Folikel Antral Ovarium Pada Pemberian Antibodi Monoklonal Bovine Zona Pelusida 3 Sebagai Kandidat Imunokontrasepsi

    Get PDF
    Overpopulation is still an importance issue in developing countries such as Indonesia. On the other side of the contraceptive method that is currently relied upon to handle such problems have many deficiencies that promote efforts to suppress a population of less than optimal. Development of contraceptive methods such as the use of non-hormonal targets Monoclonal antibodies bovine imunokontrasepsi ZP3 as a candidate material needs to be done. This study aims to determine the effect of Mab-bZP3 as candidate materials immunokontrasepsi against ovarian histology, namely the number of antral follicles are normal and atretic. True experimental research was conducted on 36 animals model, there were consist of three control groups and three treatment groups, respectively were analyzed on day 5th, 10th, and 20th after the treatment. The control groups were given an injection of 50 mL of Phosphate Buffer Saline and the treatment groups were given an injection of Mab bZP3 50 mL. There was no significant evidence on discrepancy effect of Mab bZP3 toward average number of normal antral follicles (p-value 0.715) and atretic antral follicles (p-value 0.604). There was no significant evidence on discrepancy effect of Mab bZP3 toward average number of atretic antral follicles (p-value 0071) between the times observation on each of the control and treatment groups. However, There was significant evidence on discrepancy effect of Mab bZP3 toward average number of normal antral follicles (p-value 0.036) between the times observation on their respective control and treatment groups. The control group were examined on day 5th, the only significant different with the control group and the treatment group were examined on the 20th day. While the average number of normal antral follicles lowest for the control group were examined on day 20, but no significant evidence on discrepancyin the treatment groups were examined on the 20th day. These results indicate that Mab bZP3 as a candidate imunocontraceptive material has no effect on follicles development, in terms of the regulation of apoptosis and FSH receptors on the granulosa cells. Reversiblility of contraceptive methode, as demonstrated by evidance that no significant disperancy effect of Mab bZP3 toward average number of antral follicles between control and treatment groups on day 20th

    Pengetahuan Ibu Hamil Tentang Stimulasi Perkembangan Janin

    Full text link
    Di Indonesia sekitar 16% anak usia di bawah lima tahun mengalami gangguan perkembangan, diantaranya gangguan keterlambatan bicara dan gangguan perkembangan motorik. Salah satu faktor yang menyebabkan terjadinya gangguan perkembangan pada anak adalah kurangnya stimulasi perkembangan. Stimulasi perkembangan dapat dimulai sejak janin dalam kandungan. Ibu berperan penting dalam menstimulasi perkembangan janin secara optimal. Oleh karena itu, ibu harus mempunyai pengetahuan yang baik tentang pemberian stimulasi untuk perkembangannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pengetahuan ibu hamil tentang stimulasi perkembangan janin. Desain penelitian menggunakan metode Descriptive Corelative dengan pendekatan Cross Sectional. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 277 ibu hamil pada bulan Juli 2013 di Wilayah Kerja Puskesmas Bojong II Kabupaten Pekalongan. Teknik pengambilan sampel menggunakan Cluster Random Sampling, sebanyak 60 ibu hamil. Penelitian ini dilakukan pada tanggal 18-22 Juli 2013 di Wilayah Kerja Puskesmas Bojong II Kabupaten Pekalongan. Oleh karena itu diharapkan bidan dapat mensosialisasikan tentang cara menstimulasi perkembangan janin karena banyak manfaat yang dapat diperoleh bagi bayi setelah dilahirka

    FOLIKEL ANTRAL OVARIUM PADA PEMBERIAN ANTIBODI MONOKLONA BOVINE ZONA PELUSIDA SEBAGAI KANDIDAT IMUNOKONTRASEPSI

    Get PDF
    Kepadatan penduduk masih merupakan masalah yang penting bagi negara-negara bekembang seperti Indonesia. Di sisi lain penggunaan metode kontrasepsi yang saat ini diandalkan untuk menangani masalah tersebut memiliki bbeberapa kekurangan yang menyababkan upaya menekan jumlah penduduk kurang optimal. Pengembangan metode kontrasepsi dengan target non hormonal seperti penggunan Monoklonal antibodi bovine ZP3 sebagai kandidat bahan imunokontrasepsi perlu dilakukan. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh Mab-bZP3 sebagai kandidat bahan immunokontrasepsi terhadap histologi ovarium yaitu jumlah folikel antral yang normal dan atretik. Penelitian True experimental ini dilakukan terhadap 36 hewan coba yang terdiri dari tiga kelompok kontrol dan tiga kelompok perlakuan, masing-masing dianalisa pada hari ke-5, ke-10, dan ke-20 setelah perlakuan. Kelompok kontrol diberikan suntikan Phospat Buffer Saline 50 μl dan kelompok perlakuan diberi suntikan Mab bZP3 sebanyak 50 μl. Hasil penelitian menunjukkan bahwa  tidak terdapat perbedaan yang signifikan rata-rata jumlah folikel antral normal (p-value 0,715) maupun folikel antral atretik (p-value 0,604) antara kelompok kontrol dengan perlakuan. Tidak terdapat perbedaan yang signifikan (p-value 0.071) rata-rata jumlah folikel antral atretik antara waktu pemeriksaan pada masing-masing kelompok kontrol dan perlakuan. Namun, terdapat perbedaan yang signifikan (p-value 0.036) rata-rata jumlah folikel antral normal antar waktu pemeriksaan pada masing-masing kelompok kontrol dan perlakuan. Kelompok kontrol yang diperiksa pada hari ke-5, berbeda signifikan hanya dengan kelompok kontrol maupun kelompok perlakuan yang diperiksa pada hari ke-20. Sedangkan rata-rata jumlah folikel antral normal terendah terdapat pada kelompok kontrol yang diperiksa pada hari ke-20, namun tidak berbeda signifikan dengan kelompok perlakuan yang diperiksa pada hari ke-20. Hasil tersebut mengindikasikan bahwa Mab bZP3 sebagai kandidat bahan imunokontrasepsi tidak berpengaruh terhadap perkembangan folikel, dalam hal regulasi apoptosis dan fungsi reseptor FSH pada sel granulosa. Efek kontrseptif bersifat reversible, yang ditunjukkan dengan tidak adanya perbedaan yang signifikan jumlah folikel antral antara kelompok kontrolndan perlakuan pada hari ke-20

    Pengetahuan Ibu Hamil Yang Mengikuti Kelas Ibu Hamil Tentang Manajemen Nyeri Persalinan Non Farmakologi

    Full text link
    Persalinan seksio sesarea diseluruh dunia meningkat dengan pesat, sedangkan angka di Indonesia belum diketahui secara pasti. Dulu persalinan seksio sesarea dilakukan atas indikasi adanya komplikasi persalinan, sekarang banyak ibu memilih seksio sesarea untuk mendapatkan tanggal lahir yang cantik maupun untuk menghindari nyeri persalinan. Nyeri persalinan yang tidak ditangani mengakhibatkan nyeri semakin berat, takut, dan kecemasan yang memicu timbulnya stres, trauma dan persalinan lama. Pengetahuan ibu hamil yang baik mengenai manajemen nyeri persalinan mempengaruhi sikap ibu, menghasilkan perilaku positif untuk mengatasi nyeri persalinan dan menikmati secara alami proses persalinan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran pengetahuan ibu hamil yang mengikuti kelas ibu hamil tentang manajemen nyeri persalinan non farmakologi. Desain penelitian bersifat deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah ibu hamil yang mengikuti kelas ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Jenggot Kota Pekalongan dengan sampel sejumlah 43 responden. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah angket. Hasil penelitian menunjukkan ibu hamil yang mengikuti kelas ibu hamil lebih dari separuh (55,8%) berpengetahuan cukup mengenai manajemen nyeri non farmakologi. Saran bagi tenaga kesehatan hendaknya dalam mengadakan kelas ibu hamil tidak hanya tiga kali pertemuan, dan materi yang diberikan juga tidak terlalu banyak sehingga ibu hamil dapat menerima dan memahami materi yang diberikan

    LAYANAN KESEHATAN IBU HAMIL BERKSEINAMBUNGAN

    Get PDF
    Kehamilan adalah masa ketika ada berbagai perubahan. Perubahan-perubahan ini dapat terjadi secara fisiologis, tetapi mereka juga dapat menjadi potologis. Oleh karena itu, identifikasi faktor risiko selama kehamilan dan layanan berkelanjutan memainkan peran penting dalam mengurangi angka kematian ibu. Salah satu bentuk kerja sama lintas sektoral dari sektor pendidikan dan kesehatan adalah menjadi fasilitator yang diharapkan dapat mendorong agen perubahan dalam masyarakat, terutama dalam mengurangi angka kematian ibu. Tujuan: Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pemeriksaan dan pendidikan bagi wanita hamil tentang faktor risiko selama kehamilan dan persiapan persalinan untuk keberhasilan pemberian ASI eksklusif. Sasaran kegiatan adalah ibu hamil di Desa Pangkah Karangdadap Kecamatan Pekalongan. Manfaat yang diharapkan dari kegiatan ini adalah meningkatkan pengetahuan ibu hamil, terutama tentang faktor risiko dan persiapan persalinan untuk pemberian ASI eksklusif. Metode: Yang digunakan dalam kegiatan ini adalah pemeriksaan laboratorium, ceramah, dan diskusi. Pembicara dalam kegiatan ini adalah tim dosen STIKES Muhammadiyah Pekajangan dan Bidan di Desa Pangkah. Hasil: Kegiatan menunjukkan peserta aktif dalam kegiatan dan peningkatan pengetahuan tentang persiapan persalinan dan menyusui eksklusi

    FACTOR ANALYSIS OF INTRANATAL AND POSTNATAL TOWARD STUNTING

    Get PDF
    Multidimensional factors caused stunting and intervention, mostly focusing on the first 1000 days of life. Maternal factors consist of prenatal, intranatal, and postnatal factors. The purpose of this study was to determine the intranatal and postnatal factors influencing the incidence of stunting. The design of this research was descriptive-analytic with a retrospectives approach. This study's population was children aged 1-3 years old using random cluster sampling and obtained 35 respondents as case group and 35 respondents as the control group. This study shows that there were variables associated with stunting such as labour history with odds ratio 0.103 (p-value: 0.001; 95% CI: 0.030-0.350) and basic immunization history with odds ratio 5.785 (p-value: 0.022; 95% CI: 1.285-26.028). Based on the finding, comprehensive health care is needed in preventing stunting Keyword: Stunting, Intranatal, Postnatal, Labor history, Basic immunization histor

    Evaluasi Pencatatan & Pemanfaatan Buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) Oleh Bidan, Ibu dan Keluarga

    Get PDF
    AbstrakAngka Kematian Ibu (AKI) di Indonesia saat ini masih tinggi 359/100.KH. Pelayanan kesehatan antenatal di Fasilitas Kesehatan pemerintah maupun swasta dan praktik perorangan/kelompok perlu dilaksanakan secara komprehensif dan terpadu, mencakup upaya promotif, preventif, kuratif sekaligus rehabilitative. Salah satu instrument untuk menurunkan AKI/AKB adalah buku  Kesehatan Ibu dan Anak (KIA). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran pemanfaatan buku KIA oleh ibu dan keluarga di wilayah  kerja Dinas Kesehatan Kabupaten Pekalongan tahun 2016-2017. Jenis penelitian descriptive analytic dengan desain penelitian cross sectional.  Tehnik sampling dengan stratified random sampling dengan total sampel 63. Analisis  menggunakan analisis univariate. Hasil penelitian  ini menunjukkkan pemanfaatan buku KIA menunjukkan lebih dari separuh ibu kadang-kadang memanfaatkan buku KIA (58,7%) dan 33,3 % ibu dan keluarga embaca buku KIA bersama dengan Bidan.  Tenaga kesehatan agar selalu menggunkan buku KIA sebagai media edukasi sehingga ibu dan keluarga termotivasi  untuk memanfaatkan buku KIA secara lebih optimal.  Abstract.Mortality Mother Rate (MMR) in Indonesia in by 2012 is 359 / 100,000 KH. Antenatal health services in public and private health facilities and individual / group practices need to be implemented comprehensively and integrated, including promotive, preventive, curative and rehabilitative efforts. One of the instruments to decrease MMR/IMR is Maternal and Child Health Book (MCH/KIA book). The purpose of this research is to know the description of MCH book recording and utilization by health officer and family in the working area of Pekalongan Regency Health Office 2016-2017. The study design was cross sectional. Sampling  technique with stratified random sampling with total sample 63. Analysis using  univariate  analysis. The results of this study indicate that the use of MCH books shows that more than half of mothers sometimes use the MCH handbook (58.7%) and 33.3% of mothers and families read the MCH handbook along with the midwife. Health workers should always use the MCH book as an educational medium so that mothers and families are motivated to use the MCH handbook more optimally

    REVITALISASI KADER ASI DALAM PROGRAM PRANATAL UNTUK KEBERHASILAN MENYUSUI

    Get PDF
    Pemberian ASI Eksklusif di Indonesia belum optimal, masalah utama adalah masih rendah kesadaran masyarakat. Dukungan kader yang terlatih membantu dalam suksesnya kegiatan ASI ekslusif pada ibu. Kegiatan ini bertujuan untuk pemantapan kembali peran kader ASI dalam pendampingan kelas ibu hamil sehingga meningkatkan keberhasilan ASI Eksklusif. Program pengabdian kepada masyarakat ini menggunakan metode dan media berupa penyuluhan terstuktur, focus group discussion dan praktik teknik edukasi ASI Eksklusif, Teknik Menyusui, Teknik Memerah ASI dan ASI eksklusif pada ibu bekerja. Pelaksanaan kegiatan dilaksanakan pada 24 Kader ASI di 8 Desa wilayah kerja Puskesmas Kedungwuni II selama enam bulan. Hasil kegiatan adalah peningkatan pemahaman kader mengenai manajemen laktasi dengan nilai rata-rata pre test 90,5 dan post test 93,1. Pada saat pendampingan kader ASI dilakukan observasi kader saat pemberian edukasi pada ibu hamil mengenai persiapan laktasi dan didapatkan nilai rata-rata praktik dan pendampingan adalah 87,7 dan 85,5. Simpulan program revitalisasi kader ASI ditindaklanjuti dengan komitmen Puskesmas Kedungwuni II untuk melanjutkan kegiatan yang telah berjalan dengan pendampingan menyusui sejak ibu hamil sampai menyusui.Pemberian ASI Eksklusif di Indonesia belum optimal, masalah utama adalah masih rendah kesadaran masyarakat. Dukungan kader yang terlatih membantu dalam suksesnya kegiatan ASI ekslusif pada ibu. Kegiatan ini bertujuan untuk pemantapan kembali peran kader ASI dalam pendampingan kelas ibu hamil sehingga meningkatkan keberhasilan ASI Eksklusif. Program pengabdian kepada masyarakat ini menggunakan metode dan media berupa penyuluhan terstuktur, focus group discussion dan praktik teknik edukasi ASI Eksklusif, Teknik Menyusui, Teknik Memerah ASI dan ASI eksklusif pada ibu bekerja. Pelaksanaan kegiatan dilaksanakan pada 24 Kader ASI di 8 Desa wilayah kerja Puskesmas Kedungwuni II selama enam bulan. Hasil kegiatan adalah peningkatan pemahaman kader mengenai manajemen laktasi dengan nilai rata-rata pre test 90,5 dan post test 93,1. Pada saat pendampingan kader ASI dilakukan observasi kader saat pemberian edukasi pada ibu hamil mengenai persiapan laktasi dan didapatkan nilai rata-rata praktik dan pendampingan adalah 87,7 dan 85,5. Simpulan program revitalisasi kader ASI ditindaklanjuti dengan komitmen Puskesmas Kedungwuni II untuk melanjutkan kegiatan yang telah berjalan dengan pendampingan menyusui sejak ibu hamil sampai menyusui

    ANALISIS ASUPAN ZAT GIZI BATITA BERDASARKAN TINGKAT PENDIDIKAN, STATUS BEKERJA DAN PENGETAHUAN IBU

    Get PDF
    Background: Acute malnutrition could increase mortality and morbidity indirectly in infants and toddlers. The family socio-economic characteristics including the maternal education, nutritional knowledge, and family income, are related to the incidence of stunting.Objective: To determine the relationship between maternal education, working status and knowledge on dietary intake among toddlers under 3 years old.Methods: A correlative analytic study with cross-sectional design. The populations were mothers with toddlers under 3 years old. Sample size were 70 mothers which obtained with the cluster random sampling technique. Data collection were used questionnaire and calculated with 2005 Nutria survey and 14 levels.Results: There were no significant relationship between education level and working status on dietary intake of children under 3 years old (OR: 0,88; ᵖ-value: 0,855; CI: 0,136-4,136) and (OR: 1,29 ᵖ-value: 0,674; CI: 0.298-4.987). However, there were significant relationship between maternal knowledge and dietary intake of children under 3 years, especially related with energy and protein intake (OR: 2,14 ᵖ-value: 0,043; CI: 1,043-17,045). Conclusions: Maternal knowledge level are related to dietary intake among children under 3 years old, relared with energy and protein intake

    Progress of Labor Onset with Combination of Pregnancy Massage and Acupressure: Kemajuan Awal Persalinan dengan Kombinasi Pijat Kehamilan dan Akupresur

    Get PDF
    Abstract Objective: To investigate effectiveness of complementary therapy combination pregnancy massage and acupressure on the onset of labor in primigravida pregnant women. Methods: The population was pregnant women in all regions of Pekalongan Regency at more than 39 weeks' gestation, using random cluster sampling. Data collect use an observation sheet to measure the start time of labor and also check the implementation of massage and acupressure in pregnancy. Treatment was carried out every 2-3 days from 39 weeks of gestation until labor occurs. This study was quantitative quasi-experimental with control group design with a cohort approach. Results:   The results of the bivariate analysis showed that there were significant differences in the onset of childbirth in the intervention group with the control group (p-value; 0.003; CI -8.59 - (- 2.07)). It was concluded that complementary therapy combined therapy of pregnancy massage and acupressure could be used as an alternative therapy to prevent overdue pregnancy Conclusions:   These findings confirm that complementary therapy combination pregnancy massage and acupressure could faster the onset of labor. Keywords: acupressure, complementary therapy, onset  labor, pregnancy massage.   Abstrak Tujuan: Untuk mengetahui efektivitas terapi komplementer kombinasi pijat kehamilan dan akupresur pada permulaan persalinan pada ibu hamil primigravida. Metode: Populasi dalam penelitian ini adalah ibu hamil di seluruh wilayah Kabupaten Pekalongan dengan usia kehamilan lebih dari 39 minggu, dengan menggunakan sampel cluster random. Pengumpulan data menggunakan lembar observasi untuk mengukur waktu mulai persalinan serta memeriksa pelaksanaan pijat dan akupresur pada kehamilan. Pengobatan dilakukan setiap 2-3 hari dari usia kehamilan 39 minggu sampai terjadi persalinan. Penelitian ini merupakan penelitian kuasi eksperimental kuantitatif dengan desain kelompok kontrol dengan pendekatan kohort. Hasil: analisis bivariat menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan timbulnya persalinan pada kelompok intervensi dengan kelompok kontrol (p-value; 0,003; CI -8,59 - (- 2,07)). Disimpulkan bahwa terapi komplementer terapi kombinasi pijat kehamilan dan akupresur dapat digunakan sebagai terapi alternatif untuk mencegah terjadinya kehamilan terlambat. Kesimpulan: Temuan ini mengkonfirmasi bahwa terapi komplementer kombinasi pijat kehamilan dan akupresur dapat mempercepat terjadinya persalinan. Kata kunci: akupresur; awalan persalinan, pijat kehamilan ,terapi komplementer
    corecore