60 research outputs found

    Strategi Pengembangan Usaha Menggunakan Metode Quantitative Strategic Planning Matrix pada UMKM Mokey

    Get PDF
    The aim of this research is to identify an analysis of the internal and external conditions of Mokey MSMEs and to design the best alternative strategy proposal in order to increase sales and maintain the business being run using the SWOT (Strength, Weakness, Threat, Opportunity) matrix and the QSPM (Quantitative Strategic Planning Matrix) method. The research results showed that the position of MSME Mokey was categorized as high in utilizing internal and external conditions with a total of IFE 3.9 and EFE 3.8 and the results of analysis using the QSPM method showed that there were 7 strategies that MSME Mokey could use to increase sales and maintain the business

    Analysis of Productivity Measurement in CPO Production Using OMAX Method

    Get PDF
    The primary focus of this research revolves around the measurement of productivity and the factors that impact Crude Palm Oil (CPO) production which currently faces challenges in assessing whether existing productivity falls into the 'satisfactory' category. The contribution of this study is conducting a comprehensive productivity assessment, focusing on metrics and identifying the causes of productivity decline, especially potential points of failure. The measurement indicators use the Objective Matrix (OMAX) method which includes five ratios, including raw material utilization, energy consumption, labor efficiency, optimization of production targets, and production capacity utilization. The Analytical Hierarchy Process (AHP) is used to assign relative weight to factors that contribute to overall productivity. In addition, Failure Modes and Effects Analysis (FMEA) functions as a tool to determine the causes of decreased productivity by considering the potential for failure to occur. The research results show that productivity reached its highest point in March at 219.93% and the lowest in July at -67.33%. Based on the score assessment, this decline was mainly caused by the lack of optimal achievement of production targets, symbolized by a ratio of 4 to a score of 45. Potential causes for this ratio include non-compliance in selecting FFB that meets standards, and production standards that are too ambitious. targets, and mental and physical fatigue and stress. To improve overall performance, proposed improvements include the application of Internet of Things (IoT) technology, such as the use of sensors and automation systems in production processes, as well as investment in agricultural technology as a monitoring system. This increase is aimed at achieving higher production targets and overall efficiency

    Analisis Produktivitas Dalam Pembuatan Triplek di PT. Asia Forestama Raya Menggunakan Metode Objective Matrix (OMAX)

    Get PDF
    PT. Asia Forestama Raya merupakan salah satu perusahaan manufaktur yang bergerak dalam pembuatan triplek. Namun, dalam proses produksi terdapat masalah yaitu jumlah produk cacat yang tidak bisa digunakan kembali masih memiliki nilai yang besar, sehingga perusahaan mengalami kerugian untuk produk yang terbuang tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur produktivitas dalam pembuatan triplek di PT. Asia Forestama Raya dengan menggunakan metode Objective Matrix (OMAX). Data yang digunakan diambil selama 5 bulan mulai dari Januari sampai dengan Mei 2022.  Hasil pengukuran produktivitas menggunakan metode OMAX selama lima bulan tersebut tidak stabil, karena grafiknya naik turun. Setelah didapat nilai produktivitas, dilakukan evaluasi dan analisis dengan menggunakan fishbone diagram, dimana terdapat tiga faktor kriteria yang perlu di evaluasi, yaitu produk rusak, pembororosan listrik, dan absensi karyawa

    Pemilihan Supplier Battery Menggunakan Metode Fuzzy Analitycal Hierarchy Process (FAHP) (Studi Kasus: PT. XYZ)

    Get PDF
    Supplier merupakan mitra bisnis yang memiliki peran krusial dalam menjamin ketersediaan barang pasokan yang dibutuhkan oleh perusahaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Supplier battery terbaik dari beberapa Supplier yang bekerja sama dengan PT. XYZ menggunakan metode FAHP dan mengaplikasikan metode Fuzzy   AHP  dengan software expert choice 11 guna menghasilkan keputusan yang lebih akurat. Hasil penelitian menghasilkan proses perengkingan dengan menampilkan Supplier yang terpilih sebagai Supplier terbaik  dengan memperoleh nilai tertinggi. Supplier terbaik pertama Supplier 3 dengan bobot 36,9%. Nilai didapatkan melalui dengan tahapan metode Fuzzy  AHP/ FAHP dan didukung menggunakan software expert choice 11.   Kata Kunci : Fuzzy   AHP, Expert Choice, Pemilihan Supplier Terbai

    Perancangan Strategi Pemasaran Pada Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) Kerupuk Amplang Udang Kembar Menggunakan Metode SWOT Dan TOPSIS

    Get PDF
    Penjualanan pada UMKM Kerupuk Amplang Udang Kembar mengalami fluktuasi dan penjulanannya tidak mencapai target di tiap tahunnya, salah satu penyebab tidak tercapainya target penjualanan yaitu pemasaran yang di lakukan masih kurang maksimal dikarenakan usaha bisnis ini hanya mempromosikan produk dari mulut kemulut melalui teman, kerabat maupun keluarga. Maka dari itu, tujuan dari penelitian ini yaitu mengidentifikasi faktor internal dan eksternal yang mempengaruhi perusahaan dan memberi usulan strategi alternatif yang dapat di terapkan guna meningkatkan penjualanan pada UMKM Kerupuk Amplang Udang Kembar menggunakan metode SWOT dan TOPSIS. Hasil penelitian Matriks SWOT menunjukkan posisi kuadran matriks internal-eksternal yaitu berada pada kuadran I, ini berarti menunjukkan bahwa faktor internal perusahaan lebih kuat dari faktor eksternal yaitu dengan skor IFE sebesar 3,454 dan skor EFE sebesar 3,113. Oleh karena itu strategi yang diperlukan oleh UMKM Kerupuk Amplang Udang Kembar yaitu strategi tumbuh dan membangun yang artinya strategi untuk tumbuh kearah yang lebih baik dan mengembangkan usaha menjadi lebih baik lagi. Sedangkan hasil yang didapat pada penelitian Topsis menunjukkan bahwa strategi alternatif yang dapat di terapkan oleh UMKM Kerupuk Amplang Udang Kembar yaitu strategi alternatif 2 yaitu memanfaatkan kemajuan teknologi dengan memasarkan produk di media sosial dengan memilki nilai preferensi sebesar 0,7515. Kata Kunci: Strategi Pemasaran, UMKM, Matriks IE, SWOT, Topsi

    Strategi Pengembangan Usaha Menggunakan Metode Quantitative Strategic Planning Matrix Pada UMKM Mokey

    Get PDF
    The purpose of this study is to identify the analysis of the internal and external conditions of Mokey MSMEs and to design the best alternative strategy proposals to increase sales and maintain the business being run using the SWOT matrix (Strength, Weakness, Threat, Opportunity) and the QSPM method (Quantitative Strategic Planning Matrix). The results of the study showed that there are 7 (seven) strategies that Mokey MSMEs can use to increase sales and maintain the business

    Usulan Strategi Pengembangan UMKM Keripik Cabe Melur Menggunakan Metode Business Model Canvas

    Get PDF
    UMKM Keripik Cabe Melur is a business operating in the snack food sector located in Dumai City. UMKM Keripik Cabe Melur continues to develop in terms of equipment which now uses machines but in running its business it experiences problems with sales not reaching targets. This research aims to analyze the business model description and propose alternative strategies for developing UMKM Keripik Cabe Melur. This research uses the Business Model Canvas method and SWOT Analysis method which will provide strategy proposals starting with carrying out BMC analysis, IFE matrix, IFE Matrix, IE matrix, SWOT matrix analysis and eventually proposed a feasible BMC. Alternative strategies proposed are identifying most potential customer segments (need to reach online resellers), value propositions (increasing purchasing media on social media and e-commerce and being able to increase production according to demand), channels (marketing and promotion via social media, gift shops and e-commerce such as Tik Tok shop, Shopee, Lazada, Instagram and Facebook with special prices), key activities (Sales and promotions via social media and e-commerce with attractive posters), Key resources (requires a smartphone to support sales and promotions on social media and e-commerce), Key partners (cooperating with goods delivery services) and cost structure (incurring promotion and internet service costs).Keywords - Business Model Canvas Method, Development Strategy, Keripik Cabe, UMKM, SWOT Method

    Analisa Kinerja Sustainability Research and Education di Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

    Get PDF
    Penggunaan AC yang meningkat menyebabkan dampak efek rumah kaca terutama di negara tropis dan lahan hijau semakin berkurang. Pemerintah terus berupaya terutama mengajak perguruan tinggi dengan menerapkan program green campus. Kurangnya kepedulian dan kesadaran civitas akademik pada Fakultas Sains dan Teknologi UIN Suska Riau menjadi kendala dalam penerapan Green Campus. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa kinerja sustainability yang berfokus pada civitas akademik di research and education dengan pendekatan UI Green Metric World University Rangking. Hasil dari penilaian indikator menggunakan UI GreenMatric pada katogori research and education memperoleh nilai dari 460 dari 1.800 dengan akumulasi 25,5%. Rendahnya hasil nilai akhir di analisa menggunakan SWOT yang didapatkan hasil perlu adanya tim khusus dalam upaya penerapan Green Campus dan pendanaan yang masih terbatas

    Analisis Sustainable Campus Berdasarkan Kriteria Setting dan Infrastructure (SI)

    Get PDF
    Pemanansan global menyebabkan kondisi bumi yang semakin mengkhawatirkan akibat dari panas yang berlebihan. Langkah antisipasi yang dapat dilakukan adalah dengan menerapkan konsep keberlanjutan di berbagai sektor termasuk Perguruan Tinggi. Kampus UIN Suska Riau merupakan salah satu Perguruan Tinggi terbesar di Propinsi Riau yang terletak di Kota Pekanbaru. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pembangunan keberlanjutan di kampus UIN Suska Riau dengan menggunakan pendekatan UI GreenMatric. Penelitian ini fokus pada kriteria Setting and Infrastructure (SI) yang terdiri dari 11 indikator. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa skor yang didapatkan adalah 425 (28,33%). Ini artinya masih kurang 1.075 (71,66%) dari target 1.500 yang harus dicapai. Penyebab dari perolehan nilai yang jauh dari target ini adalah banyaknya Setting and Infrastructure yang masih belum menerapkan sustainability karena keterbatasan anggaran

    Mereduksi Waste pada Konstruksi Pembangunan Fasilitas Gedung di Universitas Riau dengan Konsep Lean Construction Studi Kasus : PT. Brantas Abipraya

    Get PDF
    PT.Brantas Abipraya melaksanakan proyek pembangunan fasilitas gedung di Universitas Riau merupakan proyek yang bertujuan untuk penambahan gedung fakultas terbaru yaitu Ilmu Kesehatan, Gedung Perpustakaan, Laboratorium Terintegrasi, serta gedung-gedung lainnya. Proyek ini dikerjakan oleh tiga kontraktor BUMN salah satunya PT. Brantas Abipraya. Nama proyek pembangunan fasilitas gedung di Universitas Riau yaitu pekerjaan pembangunan fisik CRW-01 PIU ADB UNRI LOAN ADB 3749-INO (Gedung Perkuliahan Terpadu, Gedung Laboratorium Terpadu, Gedung Utama Ilmu Kesehatan, Gedung Serbaguna Universitas Riau). Lokasi proyek berada di lingkungan kampus Universitas Riau Pekanbaru terletak di kawasan kampus Binawidya Universitas Riau jalan H.R. Soebrantas KM. 12,5 Simpang Baru, Tampan, Pekanbaru. Pemberi tugas yaitu Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Universitas Riau.  Jangka waktu pelaksanaan pekerjaan yaitu 426 (empat ratus dua puluh enam) hari kalender sejak Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK). Kemudian jangka waktu pemeliharaan yaitu 360 (tiga ratus enam puluh) hari sejak Berita Acara Serah Terima Pertama (BAST 1). Adapun nilai kontrak dengan nominal Rp. 212.000.000.000,00 (dua ratus dua belas milyar rupiah) Exclude PPN, sumber dana berasal  dari ADB UNRI LOAN ADB 3749-INO. Jenis kontrak yaitu harga satuan/Unit Price. Dengan sistem pembayaran uang muka 15%;Termin Milestone per 5%. Keterlambatan suatu proyek konstruksi dapat terjadi akibat tidak produktifnya setiap elemen-elemen yang terlibat didalam proyek tersebut. Keterlambatan dapat perdampak pada terjadinya pemborosan (waste). Waste mengakibatkan terjadinya kerugian biaya pada suatu proyek konstruksi. Perbaikan dengan metode Lean Construction dilakukan dalam penelitian ini. Waste yang terjadi di identifikasi dengan metode WAM (Waste Assessment Model). Berdasarkan hasil identifikasi didapatkan waste yang muncul yaitu waste defect sebesar 19,46%, waste inventory sebesar 20,27%, waste motion 15,31%, waste overproduction sebesar 14,65, waste waiting 11,24%, waste transportation 11.08% dan design and service 3,15%. Kerugian biaya akibat waste tersebut adalah sebesar Rp. 9.052.400.000. Faktor yang menyebabkan terjadinya waste tersebut adalah lingkungan yaitu cuaca yang tidak dapat diprediksi, terjadi kerusakan pada mesin, keterlambatan ketersediaan material, penyimpanan material yang tidak pada tempatnya, serta pekerja yang tidak ahli
    corecore