12 research outputs found

    Analisis Pengaruh Citra, Kualitas Layanan Dan Kepuasan Terhadap Loyalitas Nasabah Bank Jateng (Studi Kasus Pada Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhamadiyah Surakarta)

    Get PDF
    Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji dan menganalisis pengaruh citra, kualitas pelayanan dan kepuasan konsumen terhadap loyalitas nasabah bank jateng di fakultas ekonomi dan bisnis. Metode yang digunakan untuk pengambilan sampel dalam penelitian ini mengunakan tehknik non random sampling, jenis data dan sumber data yang digunakan dalam penelitian ini mengunakan data primer yang didapat dari jawaban responden yang berupa pengisian kuisioner dan wawancara dari mahasiswa fakultas ekonomi dan bisnis sebanyak 100 responden. Hasil analisis diperoleh bahwa variabel kualitas layanan (X1) nilai lebih besar dari nilai (2,297 > 1,984). Variabel citra (X2) memiliki nilai lebih besar dari (2,757 > 1,984). Variabel kepuasan (X3) memiliki nilai lebih besar dari (4,718 > 1,984). Hasil analisis uji F di peroleh nilai sebesar 333.507 lebih besar dari F tabel (4.18) sebesar 2,6994. Nilai adjusted R Square sebesar 0,912 menunjukkan bahwa 91,2% nilai variabel dependen dapat dijelaskan oleh variabel independen dalam model, sedangkan sisanya dijelaskan oleh variabel lain diluar model. Dari hasil penelitian tersebut di ketahui bahwa citra, kualitas pelayanan, dan kepuasan konsumen mempunyai pengaruh positif terhadap loyalitas baik secara parsial atau secara besama-sama. Dari data penelitian tersebut dapat disimpulkan variabel Kepuasan nasabah merupakan variabel yang paling berpengaruh terhadap loyalitas nasabah ditunjukan dengan hasil uji t sebesar 4,718

    ANALISIS STRUKTUR MIKRO TERHADAP HASIL EKPERIMENTAL SAMBUNGAN LAS SMAW PADA BAJA KARBON ST 37

    Get PDF
    Welding is a process of joining two or more metals using thermal energy to melt them. The thermal processes of welded joints affect the phase change and the physical, microstructural, and mechanical properties of the weld. The purpose of the activity, to analyze the results of SMAW welded joints, parameters of current strength, and seam angle of the ST 37 carbon steel microstructure is a continuation of previous publication activities. Variation of the current strength of 90 A, 100 A, 110 A and seam angles of 600 and 700 with electrodes Ø2.6 mm and Ø3.2 mm. During the welding process, a series of thermal cycles of the weld metal and HAZ occur, from thermalization to maximum temperature and then undergoing a cooling process. The final composition of the weld metal, filler metal, and the condition of the air in the weld area are factors for the formation of the microstructure. Microstructures such as acicular ferrite can improve the mechanical properties of the weld metal. Visualization of the microstructure using an optical microscope during the metallographic inspection process was carried out by observing the grain size and phase formed on the base metal, heat-affected zone (HAZ), fusion line (FL), and weld metal (WL). The results showed that the weld metal (WM) with a series of experiments tended to have a larger acicular ferrite structure. The conclusion of the microstructural analysis is that the greater the current strength and seam angle, the more acicular ferrite structures are formed.Sambungan las merupakan proses penyambungan dua logam atau lebih menggunakan energi termal melelehkanya. Proses Termal sambungan las mempengaruhi perubahan fasa dan sifat fisik, struktur mikro serta mekanik las. Tujuan kegiatan, menganalisis hasil sambungan las SMAW, parameter kuat arus dan sudut kampuh las terhadap struktur mikro baja karbon ST 37 merupakan kelanjutan dari kegiatann publikasi sebelumnya. Variasi kuat arus 90 A, 100 A, 110 A dan sudut kampuh 600 dan 700 dengan elektroda Ø2,6 mm dan Ø3,2 mm. Ketika proses sambungan las, terjadi serangkaian siklus termal logam las dan HAZ, dari termalisasi hingga temperatur maksimum kemudian mengalami proses pendinginan. Komposisi akhir logam las, logam pengisi dan kondisi udara di daerah las merupakan faktor pembentukan struktur mikro. Struktur mikro seperti acicular ferrit dapat meningkatkan sifat mekanik logam las. Visualisasi struktur mikro menggunakan mikroskop optik pada proses pemeriksaan metalografi dilakukan pengamatan ukuran butir dan fasa yang terbentuk pada logam dasar, zona pengaruh panas (HAZ), fusi line (FL) dan logam las (WL). Hasil penelitian menunjukkan logam las (WM) dengan serangkaian eksperiman cenderung memiliki struktur acicular ferrit yang lebih besar.  Kesimpulan analisis struktur mikro semakin besar kuat arus dan sudut kampuh maka semakin banyak struktur acicular ferrit yang terbentuk

    EVALUASI KEKUATAN UJI TARIK PADA PROSES PENGELASAN BUSUR LISTRIK BEDA MATERIAL SPHC DAN S30-C

    Get PDF
    Paper ini membahas tentang pengaruh pengauh parameter pengelasan busur listrik (shielded metal arc welding-SMAW) terhadap kekuatan pengujian tensile strength. Proses pengelasan shielded metal arc welding merupakan salah satu teknik penyambungan logam yang banyak digunakan. Pada proses pengelasan, beerapa variable yang harus diperhatikan adalah penggunaan kuat arus pengelasan, voltase/tegangan dan diameter filler yang digunakan. Penelitian ini menggunakan metode ekperimental dengan menggunakan material baja carbon rendah SPHC dengan ketebalan 3.0 mm yang digabungkan dengan matrial S30-C. Peneitian dilakukan dengan menggunakan mesin las dengan input power 4.6 kVA. Hasil pengujian mengkonfirmasi bahwa nilai tensile strength tertinggi dicapai pada penyetingan parameter pengelasan kuat arus 135 A, tegangan/ voltase 8 volt dan diameter filler 3.2 mm didapatkan nilai tensile strength tertinggi yaitu 481.74 N/mm2. Sedangkan untuk nilai tensile strength terendah dicapai pada penyetingan pengelasan kuat arus 110 A, tegangan/ voltase 9 volt dan diameter filler 3.2 mm dengan nilai 232.21 N/mm2

    Pemakaian Peralatan K3 (Keselamatan Kesehatan Kerja) agar Tidak Terjadinya Kecelakaan Kerja

    Get PDF
    Karawang merupakan salah satu kota yang memiliki potensi bisnis dalam pemenuhan Industri. Beberapa permasalahan yang ada di wilayah ini yaitu masih sedikit gedung-gedung pencakar langit yang dimana hal-hal ini berperan sebagai monumen tonggak modernisasi peradaban serta berkegiatan dalam skala elit. Masyarakat yang ada di daerah ini terutama desa tegal sawah masih dalam kondisi yang perlu dibenahi secara edukasi. Edukasi yang diperlukan dalam hal ini yaitu bisa pelatihan maupun pendidikan secara softskill. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini yaitu dengan studi lapangan langsung (observasi) sehingga cara-cara yang digunakan baik dalam pengabdian dan lain sebagainya. Dengan mengacu kepada prinsip kesehatan dan keselamatan kerja. Pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan pada desa tegal sawah, karawang timur cukup berhasil meningkatkan perhatian masyarakat karena masyarakat yang awalnya tidak tahu menjadi tahu dalam melakukan kegiatan ini. Pengelasan merupakan dasar ketrampilan yang cukup penting dalam dunia teknik, sehingga hal inilah yang memicu pemangkasan pengangguran yang ada

    Studi Pengaruh Kecepatan dan Temperatur Fluida Kerja Pada Pompa Gerotor

    Get PDF
    Inovasi dan pengembangan perlengkapan riset harus dilakukan seiring dengan berkembangnya cabang penelitian, khususnya pada bidang rekayasa terkait dengan energi terbarukan. Pemanfaatan Concentrated Solar Power (CSP) sebagai penyedia panas harus dilengkapi dengan fluida pemindah panas untuk mendistribusikan energi termal dari sumber ke beban. Salah satu komponen terpenting adalah pompa alir yang digunakan untuk memindahkan fluida kerja. Karakteristik khusus dibutuhkan untuk pompa yang digunakan karena adanya tuntutan operasi temperatur yang tinggi dan fluida yang kental. Pompa trochoid atau gerotor pilihan tepat untuk diaplikasikan pada pompa fluida pemindah panas. Studi ini membahas hubungan antara kapasitas pemompaan terhadap temperatur dan kecepatan pompa. Melalui studi eksperimen, diperoleh bahwa kapasitas pemompaan dipengaruhi oleh temperatur dan kecepatan pompa. Pada kecepatan 750 RPM, kapasitas pemompaan berkisar antara 91–98 cc untuk rentang temperatur antara 30–100 °C. Kecepatan pompa yang lebih tinggi sebesar 1150 RPM, sehingga mampu menghasilkan kapasitas yang lebih tinggi sebesar 127–158 cc pada rentang temperatur yang sama

    Studi pengaruh debit dan jumlah tingkat runner terhadap efisiensi turbin vorteks PLTPH

    No full text
    Data from the Central Statistics Agency for West Java Province in the 2023 figures show that the installed electric power in 2022 is 30,196.9 MVA. Based on data from the Indonesia Energy Transition Outlook 2023, West Java Province is in the lowest classification with a percentage of 7-23%. An increase in the number of pico-hydro power plants with a low-head operating system can increase the distribution of electricity supply. Budget allocations for research are available at Polban for internal lecturers, through this scheme, the research team plans to increase the power and efficiency of vortex turbines, the 2023 research output target, an efficiency of 30% from the previous research achievement in the 2022 study of 23.8%. Current studies are carried out with variations in discharge and the number of runner stages to increase the efficiency of vortex turbines. The experimental operation is based on SNI 8277:2016, variations in discharge from 7 to 10 l/s, and the application of one and two stage 630 turbine runners. In addition to variations in discharge, loading gradually until the runner rotation stops. The results of the experimental recording of the application of the one-level 630 runner, obtained the highest efficiency occurring at a discharge of 9 l/s with an efficiency of 37%, while the experimental application of the two-level runner 630 highest efficiency occurred at the application of a discharge of 8 l/s with an efficiency of 34%. The more the discharge is added the response efficiency does not always increase

    Analisis Sifat Mekanik Baja Karbon ST 37 Pada Variasi Kuat Arus dan Sudut Kampuh SMAW : Analisis Sifat Mekanik Baja Karbon ST 37 Pada Variasi Kuat Arus dan Sudut Kampuh SMAW

    No full text
    This study discusses the impact of variations in the seam angle of welded joints and welding parameters on the tensile strength and hardness testing of ST 37 carbon steel. The SMAW welding process is one of the metal connection techniques used in industry. The method of welding joints is carried out with variations in the seam angle of the welded joints 600 and 700, while variations in the current strength of the welded joints are 90A, 100A, and 110A. The experimental method used in this research is the steel base metal material ST 37, which has a thickness of 8 mm. The tensile strength test results have the highest value at the seam angle of 700 with a current strength of 110 A, namely 482.54 N/mm2. The lowest tensile strength test results were obtained with a tensile strength of 399.54 N/mm2 at a welded angle of 700 and a current strength of 90 A. The test specimen with a variation of the existing power of 110 A and a weld seam angle of 700 has the highest value in the hardness test with a 234 HV hardness

    An Analysis of the Springback Phenomenon of the Material Aluminum Alloy 6063-T5 With Punch Angle Variation

    No full text
    Springback is a phenomenon that frequently occurs in bending processes and is detrimental to the manufacturing industry. Typical disadvantages include the incompatibility of the product's final dimensions and the need for additional processing. Indeed, these must also incur additional expenses and result in the inefficient production process flow. Consequently, the analysis of springback is attracted to studies to obtain a bending product that meets expectations. This study examined the springback phenomena on 60 mm x 19 mm x 2 mm aluminium alloy 6063-T5 materials using V-bending processes and approximately 40°, 50°, and 60° punch angles. This study also utilized the die opening and bending force variables, 35 mm and 2500 N, respectively. It was anticipated that these procedures would produce a 6063-T5 aluminium alloy with a bending angle of approximately 90 degrees. The results indicate that the bending angles produced by these processes with the various punch angles are 91.50°, 91.42°, and 91.67°, respectively. It indicates that the excess bending angle was referred to as springback. Consequently, a bending angle of approximately 90° can be obtained on aluminium alloy 6063-T5 using V-bending processes with the set parameters of die opening in 35 mm and bending force in 2500 N, in addition to the punch angle that was reduced based on the known springback value. In addition, it is anticipated that this result will contribute to the development of the manufacturing industry, particularly the aluminium alloy 6063-T5 materials industry, or serve as a reference for other relevant studie
    corecore