428 research outputs found
Meningkatkan Kemampuan Memahami Cerita Pada Pembelajaran Bahasa Indonesia Melalui Penerapan Metode CIRC (Cooperative Integrated Reading and Composition) Siswa Kelas IV SD Muhammadiyah 7 Surakarta Tahun Pelajaran 20011/2012
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan kemampuan memahami cerita melalui penerapan metode CIRC (Cooperative Integrated Reading and Composition) siswa kelas IV SD Muhammadiyah 7 Surakarta Tahun Pelajaran 2011/2012. Jenis penelitian pada penelitian ini adalah PTK (Penelitian Tindakan Kelas). Subyek penerima tindakan adalah siswa kelas IV SD Muhammadiyah 7 Surakarta yang berjumlah 18 siswa. Metode pengumpulan data dilakukan melalui observasi, dokumentasi, tes dan wawancara. Untuk menjamin validitas data, digunakan teknik triangulasi.
Teknik tiangulasi yang digunakan adalah triangulasi sumber dan metode. Teknik triangulasi sumber adalah teknik pengumpulan data yang berupa informasi dari guru, dan siswa tentang tindakan yang diterapkan. Triangulasi metode digunakan untuk mengumpulkan data dari hasil observasi, dokumen, tes dan wawancara. Teknik analisis data yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan analisis
interaktif yang terdiri dari reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan kemampuan memahami cerita dengan materi ringkasan cerita. Hal ini dapat dilihat dari tahap sebelum tindakan diperoleh rata-rata siswa adalah 60,5 dan jumlah siswa yang mencapai KKM adalah 8 siswa atau 44.44%. Pada siklus I rata-rata nilai meningkat menjadi 70,22 dan jumlah siswa yang mencapai KKM adalah 12 siswa atau 66.66%, dan pada siklus II rata-rata nilai meningkat menjadi 80,5 sedangkan jumlah siswa yang mencapai KKM adalah 16 siswa atau 88.89%. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penerapan metode pembelajaran CIRC (Cooperative Integrated Reading and Composition) dapat meningkatkan kemampuan memahami cerita pada pembelajaran Bahasa Indonesia dengan materi ringkasan cerita
PERSEPSI MASYARAKAT TERHADAP KEHIDUPAN ANAK PUNK DITINJAU DARI ASPEK SOSIAL DAN BUDAYA DI YOGYAKARTA (STUDI KASUS DI KOMUNITAS ANAK PUNK YOGYAKARTA)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi masyarakat terhadap kehidupan anak punk ditinjau dari aspek sosial dan budaya di Yogyakarta. Penelitian kualitatif ini dilaksanakan di Komunitas anak punk Yogyakarta kecamatan Wirobrajan, Yogyakarta. Subjek penelitian ini sebanyak enam orang yang terdiri dari tiga anak punk anggota komunitas anak punk Yogyakarta dan tiga masyarakat Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan teknik dokumentasi, wawancara dan observasi. Metode analisa data menggunakan deskriptif kualitatif dengan kajian naturalistik sehingga dapat menghasilkan kesimpulan berdasarkan dari data yang diperoleh. Keabsahan data ditempuh dengan strategi triangulasi data yaitu dengan membandingkan data yang diperoleh dengan data yang lainnya. Hasil penelitian menghasilkan simpulan bahwa persepsi masyarakat tentang kehidupan anak punk masih tergolong negatif hal ini disebabkan karena perilaku-perilaku anak punk yang bersifat negatif. Komunitas anak punk Yogyakarta mencoba mengubah persepsi masyarakat Yogyakarta mengenai kehidupan anak punk dengan melakukan kegiatan-kegiatan positif, tetapi karena banyak anggota komunitas anak punk Yogyakarta berperilaku negatif seperti mabuk-mabukan, ngelem, meminum obat-obatan, serta mengganggu kenyamanan masyarakat Yogyakarta dengan cara membuat kegaduhan bernyanyi dan meneriaki masyarakat yang lewat membuat persepsi negatif masyarakat itu sulit untuk dihilangkan.Secara aspek sosial dan budaya masyarakat, mendapat hasil bahwa punk merupakan sebuah aliran yang sangat bertolak belakang dengan sosial dan budaya Yogyakarta. Persepsi masyarakat ditinjau dengan sosial dan budaya Yogyakarta tentang kehidupan masyarakat jelas menyimpulkan persepsi negatif dari masyarakat Yogyakarta, karena aspek sosial dan budaya masyarakat penuh dengan adat istiadat serta tata krama bertolak belakang dengan punk penuh kebebasan
Pengaruh Literasi Keuangan terhadap Pengelolaan Keuangan UMKM
Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan jenis penelitian deskriptif. dengan jumlah responden sebanyak 72 orang. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deksriptif dan analisis regresi linier sederhana. Berdasarkan hasil penelitian Literasi Keuangan berpengaruh terhadap PengelolaanKeuangan sebesar 32,4% sedangkan 67,6% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini. literasi keuangan pada UMKM anggota binaan KSU Misykat DPU DT di Bandung Raya termasuk dalam kategori rendah, Hal ini perlu ditingkatkannya pengetahuan mengenai keuangan agar membantu UMKM dalam mengelola keuangan. Rendahnya literasi keuangan UMKM pada penelitian ini dipengaruhi oleh beberapa hal yakni tingkat Pendidikan, Penerimaan Informasi mengenai keuangan, dan Usia dari pelaku UMKM
Ecological Study in Two Quarried Limestone Karst Hills in Bogor West Java: Vegetation Structure and Floristic Composition
Many species extinctions have probably gone unnoticed on limestone that was destroyed before they could be sampled. Unless biodiversity surveys are intensified, the true magnitude of extinctions will never be ascertained. The objectives of this study were to determine tree species composition of limestone hills in Nyungcung and Ciampea; to determine quantitatively the dominant and less dominant species and to quantify floristic structure of the two limestone hills. Value of richness (Menhinick) and evenness in Nyungcung were 3.28 and 0.826 whilst in Ciampea were 3.29 and 0.823, respectively. In term of diversity (Shannon Wiener), Nyungcung seems to be more diverse than Ciampea as indicated by the higher value of diversity index. Nyungcung has 3.225 of diversity (Shannon Wiener) index while Ciampea has 2.859. The floristic composition of two sites was significantly different and mostly comprised Moraceae, Rubiaceae, and Euphorbiaceae. However, the highest presence of species were Antidesma montanum (Euphorbiaceae) and Chrysophyllum lanceolatum (Sapotaceae), and Pandanus sp. (Pandanaceae) in Nyungcung, whereas in Ciampea, Harpullia arborea (Sapindaceae), Ophiorhhiza canescens (Rubiaceae), and Allophyllus cobbe (Sapindaceae). Macaranga rhizinoides, O. canescens, A. montanum, and Turpinia montana , respectively , gained the highest importance values
Konteks Epistemis Pada Wacana Grafiti Kaos “Joger” Bali Dan Implementasi Sebagai Materi Ajar Bahasa Indonesia Kelas XII
The purpose of this study there were four. (1) to analyze the context of epistemic contained in graffiti discourse shirts "Joger" Bali. (2) to analyze the topic of speech contained in the discourse graffiti shirts "Joger" Bali. (3) To analyze the function of humor found in the discourse of graffiti shirts "Joger" Bali. (4) Designing the implementation of the results of this study as teaching material at KD 3.6. Type of research is descriptive qualitative research. Data collection techniques in this study using techniques of documentation. The data analysis was conducted using the method of unified referential. The research found their epistemic context of political, economic epistemic context, the context of epistemic law, epistemic context of health, social epistemic community context, and the context of epistemic defense and security. The topics in the discourse graffiti shirt "Joger" Bali is a topic: public policy on the issue of political contention between the simple life and the spree Spree, adherence to the rules, the dangers of smoking, be natural in social life, the beauty of peace, balance ritual worship with worship work, and do not hate our fellow human beings. Functions of humor in discourse graffiti is as a means of criticism / social protest, means of communication, and entertainment facilities. The results of the research can be applied in the implementation as well as teaching materials Indonesian high school subjects at KD 3.6 and vocational learning at KD 3.3 contained on graffiti discourse shirts "Joger" Bali but rather enter into KD 3.3 CMS
Keywords: the context of epistemic discourse graffiti, shirts Joger Bali, implementation
Peningkatan Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika Dengan Model Pembelajaran Inquiry Learning Pada Siswa Kelas VII A Semester Genap SMP Negeri 2 Kartasura Tahun Ajaran 2014/2015
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan mendeskripsikan peningkatan
kemampuan pemecahan masalah matematika siswa dengan menerapkan model
pembelajaran Inquiry Learning. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas
atau Classroom Action Research (CAR). Subjek penelitian ini adalah guru
matematika kelas VII A dan siswa kelas VII A SMP Negeri 2 Kartasura semester
genap tahun pelajaran 2014/ 2015. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah
metode observasi, catatan lapangan,dokumentasi dan tes. Data dianalisis dengan
membandingkan hasil sebelum tindakan dan setelah tidakan. Validitas data yang
digunakan yaitu triangulasi teknik dan sumber. Hasil penelitian dengan menerapkan
model pembelajaran Inquiry Learning dapat meningkatkan kemampuan pemecahan
masalah matematika siswa kelas VII A SMP Negeri 2 Kartasura semester genap
tahun pelajaran 2014/ 2015. Peningkatan kemampuan pemecahan masalah
matematika, dilihat dari kemampuan siswa dalam (a) memahami masalah, dapat
mengidentifikasi unsur-unsur yang diketahui, yang ditanyakan dan kecukupan unsur
yang diperlukan dari kondisi awal sebelum tindakan 34,28%, siklus I 54,28% dan
siklus II 94,28%; (b) menerapkan penyelesaian yakni, menyusun model matematika,
menerapkan strategi untuk menyelesaikannya dari kondisi awal sebelum tindakan
28,57%, siklus I 40,00% dan siklus II 71,42 %; (c) menyelesaikan perencanaan dan
mengambil keputusan dari kondisi awal sebelum tindakan 20,00%, siklus I 25,71%
dan siklus II 60,00%
Perbaikan Promosi dan Marketing Taman Satwa Taru Jurug, Surakarta dengan Sistem Berbasis Jejaring Sosial Untuk Meningkatkan Jumlah Pengunjung Guna Menaikkan Taraf Ekonomi Masyarakat Sekitar
Taman satwa Taru Jurug merupakan salah satu tempat pariwisata yang
berada di kota Surakarta. Seiring dengan makin cepatnya modernisasi, Taman
yang pernah menjadi ikon bidang pariwisata Surakarta ini seakan-akan
menghilang terkikis jaman. Keadaan taman dan sistem pengelolaan yang tidak
sesuai lagi dengan kebutuhan masyarakat masa kini menyebabkan makin lama
Taman Jurug semakin sepi pengunjung. Hal ini diperparah pula dengan makin
apatisnya pemerintah Kota Surakarta sendiri terhadap perkembangan Taman
Jurug. Dengan jumlah pengunjung yang merosot dari tahun ke tahun, pengelola
pun kemudian tidak memiliki cukup pendanaan untuk memperbaiki dan
mengembangkan sarana prasarana di dalam Taman. Hewan-hewan yang
dilestarikan pun juga tidak dalam kondisi yang memadai. Apabila situasi yang
demikian ini terus berlangsung, bukan tidak mungkin, Taman ini akan akan tutup
dikemudian hari.
Pada dasarnya Taman Satwa Taru Jurug memiliki potensi yang besar
untuk dikembangkan. Namun permasalah yang dihadapi oleh pengelola Taman ini
kemudian menyebabkan pengembangan Taman menemui hambatan, salah satunya
adalah tidak adanya sistem marketing dan promosi yang baik. Pengadian
masyarakat ini nantinya akan membantu mencapai solusi dalam sistem marketing
dan promosi di Taman Jurug dengan tujuan peningkatan jumlah pengunjung
Taman. Diharapkan ketika Taman Jurug mengalami peningkatan pengunjung
maka pengelola Taman akan memiliki cukup pendanaan untuk memperbaiki
kondisi dalam Taman dan akhirnya roda perekonomian masyarakat yang
menggantungkan kehidupannya di Taman akan berjalan lebih baik
The Rhetorical Moves and Verb Tense in Research Article Abstracts
Abstract: This study aims to examine the rhetorical moves and explore the use of verb tense in research article abstracts This study employs corpus based approach using a corpus toolkit AntConc 3.2.4w. The subjects of this study are 29 research articles. The findings reveal that the preferred rhetorical moves of the abstracts are Move 2-purpose, Move 3-method, and Move 4-result. The use of present tense is dominant in all five moves. Additionally, past tense is mostly found in method move. In this case, the writers employ the preferred rhetorical move and different verb tense in each move to emphasize the writer’s objectiveness. Key Words: rhetorical move, verb tense, research article abstractsAbstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui rhetorical moves dan penggunaan kata kerja pada abstrak artikel penelitian. Penelitian ini merupakan penelitian korpus dengan menggunakan perangkat korpus bernama AntConc 3.2.4w. Subyek penelitian ini merupakan 29 artikel penelitian. Hasil dari penelitian tersebut menunjukkann bahwa penulis lebih memilih menggunakan Move 2-purpose, Move 3-method, dan Move 4-result dalam penulisan abstrak. Penggunakan kata kerja present merupakan kata kerja yang paling banyak dan sering digunakan pada kelima moves. Selain itu, kata kerja lampau merupakan kata kerja yang paling banyak digunakan dalam method move. Dalam hal ini, penulis menggunakan beberapa rhetorical move pilihan mereka dan juga kata kerja yang berbeda untuk menekankan keobjektifan mereka. Kata kunci: rhetorical move, kata kerja, abstrak artikel penelitia
PENGARUH KUALITAS PELAYANAN, RELIGIUSITAS, DAN KEPERCAYAAN TERHADAP MINAT MENABUNG MASYARAKAT DI BANK SYARIAH INDONESIA
Tujuan Penelitian dalam hal ini guna mengetahui pengaruh kualitas pelayanan, religiusitas, serta kepercayaan terhadap bagaimana minat dalam menabung masyarakat pada Bank Syariah Indonesia. Penelitian berikut memakai metodologi kuantitatif dimana metode ini mengacu pada paradigma positivis. Jenis dalam penelitian ini merupakan penelitian eksplanatori. Responden penelitian sebanyak 120 orang, populasi penelitian ini terdiri dari warga Kota Malang yang menjadi nasabah Bank Syariah Indonesia. Instrumen dalam penelitian kali ini dinyatakan valid serta reliabel dengan menggunakan pengujian validitas dan pengujian reliabilitas. Teknik dalam pengumpulan responden dengan menyebarkan kuesioner kepada responden, selanjutnya dianalisis dengan analisis regresi liear berganda menggunakan SPSS. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa pada saat yang sama, kualitas pelayanan, religiusitas serta kepercayaan secara signifikan mempengaruhi minat menabung. Secara parsial, persepsi kualitas pelayanan, religiusitas, serta kepercayaan secara signifikan mempengaruhi minat dalam menabung masyarakat
- …
