49 research outputs found

    Pengaruh Tekanan dan Temperatur Pemanasan Awal Terhadap Perolehan Minyak Biji Karet dengan Metode Pengepresan Hidrolik (Hydraulic Pressing) (Effect of Pressure and Preheating Temperature on Rubber Seed Oil yield using Hydraulic Pressing Methode)

    Get PDF
    Rubber (Hevea brasiliensis Muell. Arg) is one of the important agricultural commodity for Indonesia and the International sphere. Indonesia is the largest producer of natural rubber in the world's second largest after Thailand, the rubber is one of many supporting the agricultural economy of the State. In addition to produc e latex, rubber plantations also produce rubber seed that has not been utilized optimally to see the high oil content in the flesh of rubber seed which is equal to 30% then the oil has the potential to be exploited. Along with the need for fuel, the use of rubber seed oil more and more scrutinized. Rubber seed oil extraction process can be done in two ways, among others, the pressing (pressing), and solvents (solvent). Two common ways is by mechanical pressing methods include hydraulic presses (hydraulic pressing) and pressing threaded (screw pressing). How hydraulic pressing need pre-treatment consisting of heating or tempering process. In this research study on the effect of preheating temperature and pressure pressing against the acquisition of rubber seed oil by hydraulic pressing method (Hydraulic pressing). Rubber seeds out of its skin and cleaned and then scaled down the size of rubber seed then heated with variable temperature 70oC, 80oC and 90oC then the rubber seed press pressed with variable pressure 1800 psi and 2000 psi. The results of this study obtained the largest percentage yield on variable preheating temperature 90° C with a pressure of 2000 psi press that is equal to 15.9%. Keywords : Rubber seed, Hydraulic pressing, Rubber seed oi

    PERBEDAAN PENGARUH LATIHAN SHOOTING AFTER A CENTERING PASS DAN LATIHAN SHOOTING AFTER A DRIBBLE TERHADAP PENINGKATAN HASIL SHOOTING PADA PEMAIN SEPAK BOLA USIA 12-13 TAHUN DI SSB SPULTURA KUDUS

    Get PDF
    Muhammad Khoirul Anwar “Perbedaan Pengaruh Latihan Shooting After a Centering Pass dan Latihan Shooting After a Dribble Terhadap Peningkatan Hasil Shooting Pada Pemain Sepak Bola Usia 12-13 Tahun di SSB Spultura Kudus”. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kelemahan shooting SSB Spultura Kudus Usia 12-13 Tahun. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kelemahan skoring SSB Spultura Kudus usia 12-13 tahun. Masih banyak pemain yang meleset ketika mengenai gawang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan pengaruh latihan shooting setelah centering pass versus shooting after dribbling terhadap peningkatan shot making pada pemain sepak bola usia 12-13 tahun yang bermain SSB Spultura Kudus.Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif, pengumpulan data menggunakan metode eksperimen dengan desain penelitian quasi eksperimen dengan two groups Pretest Posttest. Populasi penelitian ini adalah seluruh tim SSB Spultura Kudus yang berusia 12-13 tahun. Sampel penelitian ini terdiri dari 50 pemain SSB Spultura Kudus yang dibagi menjadi dua kelompok yaitu tembakan setelah operan centering dan tembakan setelah menggiring bola. Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini adalah purposive sampling.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa shooting setelah centering pass dan shooting setelah dribbling efektif. Uji hipotesis independent-samples t-test dilakukan untuk mengetahui perbedaan pengaruh latihan shooting setelah centering pass versus latihan shooting after dribbling terhadap peningkatan shooting pada pemain sepak bola usia 12-13 tahun yang bermain SSB Spultura Kudus. ) > ttabel(2.11991) dan Sig.(0.035) < (0,05), tidak ada perbedaan pengaruh latihan shooting setelah centering pass dengan latihan shooting setelah dribbling terhadap peningkatan shooting pada pemain sepak bola usia 12-13 di SSB Spultura Kudus. berarti ada. Kesimpulan dari penelitian ini adalah pada atlet SSB Spultura Kudus usia 12-13 tahun, latihan menembak setelah centering pass berpengaruh signifikan terhadap peningkatan skor shooting. Sebagai alternatif dari pelatih SSB Spultura Kudus, peneliti telah mengusulkan berbagai latihan Kata Kunci: Latihan Shooting After a Centering pass dan Shooting After a Dribble.

    TRANSFER BUDAYA DAN IDEOLOGIS DALAM TERJEMAHAN THE HOLY QORAN

    Get PDF
    This article aims to elaborate on the occurrence of cultural and ideological transfers from the translation of the interpretation of the Qur’an written by the Lahore Ahmadiyya figure, Maulana Mohammad Ali. The translation of the work of Tafsir Al-Qur’an is very much done from both Arabic and English Tafsir. The translation of The Holy Qur’an is the first translation of the Qur’anic interpretation carried out in Indonesia. HOS Tjokroaminoto as the translator of the work and part of the translation was published in 1928 with a preface from Haji Agus Salim. However, the translation project had to be stopped due to opposition from Muhammadiyah during the Sarekat Islam Congress in 1927. This translation was continued by A. Aziz and completed in 1939 but was not allowed to be published. Then in 1959 the Ministry of Religion of the Republic of Indonesia gave permission to publish a Javanese edition translated by R. Ng. H. Minhadjurrahman Djayasugita and Mufti Sharif. As for the Indonesian edition, it has just been published in its entirety from the translation of H.M Bachrun in 1978 from a revised edition which has been published several times until now.&nbsp

    ANALISIS KUALITAS PRODUKSI LIDI DENGAN MENGGUNAKA N METODE SQC (STATISTICAL QUALITY CONTROL)

    Get PDF
    Pengendalian kualitas didefinisikan sebagai metode dan tindakan operasional yang dilakukan. Untuk memenuhi standar kriteria kualitas. Semua proses produksi akan dilakukan pemantauan dan pemeriksaan sebagai bagian dari pengendalian mutu produk . UD Mitra bisnis&nbsp; merupakan salah salah satu unit dagang yang berdiri pada tahun 1994 yang bertempat di desa Makmur Dusun 5 Kecamatan Lima Pulah, Kab Batubara,Sumatra utara. UD Mitra bisnis merupakan usaha yang memperoduksi&nbsp; lidi,tujuan dari penelitian ini ialah untuk mengetahui kualitas produksi lidi dan sebagai bahan evaluasi bagi perusahaan dalam melakukan pengendalian kualtias , Dalam melakukan analisis kualitas terhadap produk Lidi peneliti menggunakan metode Statistical Quality Control (SQC) dengan menggunakan instrumen SQC yaitu Analisis Dengan Check Sheet, Histogram , Diagram Pareto, Diagram Sebab Akibat dan Peta Kendali P, Dari hasil pnelitian terhadap pengendalian kualitas dikatahui bahwa ditemuan produk defect berupa warna kurang bagus sebanyak 10.000 Kg dan Produk defect adanya sisa pelepah pada lidi sebesar 4.500 Kg sehingga dilakukan pengendalian kualitas menggunakan Statistical Quality Control (SQC) yang menyatakan bahwa kualitas produksi perlu dilakukan perbaikan karna produk Defect dalam keadaan tidak terkontro

    RELASI KUASA DALAM TERJEMAHAN THE MESSAGE OF THE QUR’AN: TAFSIR AL-QUR’AN BAGI ORANG-ORANG YANG BERPIKIR KARYA MUHAMMAD ASAD

    Get PDF
    Terjemahan Tafsir Al-Qur’an di Indonesia sangat banyak sekali, tetapi masih sedikit yang melakukan riset lebih jauh terkait penerjemahan karya-karya tersebut. Padahal ada banyak aspek yang perlu dilihat sebagai konteks buku-buku hasil terjemahan. Tujuan dari artikel ini adalah melakukan eksplorasi terhadap terjemahan dari karya tafsir The Message of The Qur’an: Tafsir Al-Qur’an bagi Orang-orang yang Berpikir karya Muhammad Asad yang publikasikan versi Bahasa Indonesianya oleh penerbit Mizan dari Bahasa Inggris. Hasil terjemahan ini melengkapi terjemahan-terjemahan karya tafsir yang berasal dari teks berbahasa Arab dan juga terjemahan Al-Qur’an ke bahasa daerah dan bahasa Indonesia. Teori yang digunakan dalam riset ini adalah relasi kuasa Michel Foucault untuk menganalisa kerja penerjemah dari obyek yang diterjemahkan. Hasil riset ini mendukung pendapat Fawcett bahwa penerjemah berkuasa melakukan sensor terhadap bahasa dan juga menguatkan temuan Riddel dan Rohmana bahwa penerjemahan dapat digunakan untuk tujuan membentuk konteks sosial tertentu. Hasil dari riset ini menunjukkan bahwa tim penerjemah berperan secara dominan penyajikan bahasa pilihan sebagai terjemahan yang dinilai tepat dari bahasa asli sambil menegaskan bahwa bahasa yang dipilih di satu sisi taat aturan dengan standar dari sumber asli, tetapi di sisi yang lain harus disesuaikan dengan bahasa populer di Indonesia agar bisa dipahami oleh pembaca Indonesia

    Coordination effectiveness at the Central One-Stop Integrated Service Center (PTSP) of Indonesian Investment Coordinating Board (BKPM)

    Get PDF
    A long history of public service in Indonesia, found its momentum in 2009 when the Government promulgated Law No. 25 of 2009 concerning public services. The strategy adopted to accelerate the improvement of the quality of public services is through the establishment of One-Stop Integrated Service center both at the Central and the Regional Government. In terms of strengthening the existence of PTSP, the Government has issued Presidential Regulation number 97 of 2014 concerning the Implementation of PTSP. The establishment of the Central PTSP is based on Presidential Instruction No. 4 of 2015. As a new institution consisting of many other institutions (Ministries and Institutions), the main problem and challenges simultaneously faced by PTSP are coordination. Therefore, this study will look at the actual conditions or capture the application of coordination in the Central PTSP, which includes,the form / model of delegation or delegation of authority, coordination patterns, factors that influence the implementation of coordination, coordination effectiveness and satisfactory level of society with the Central PTSP. This research method is descriptive using qualitative analysis techniques. Research underwent at Central PTSP of BKPM RI. The interviewee in this study was Chief of responsible for Central PTSP, Institutions and users. The output of this research is the paper of which are published in the National Journal of ISSN (open source journal system) and presented in National Seminar, as well providing a policy brief to the Head of BKPM. Based on observations and discussions with informants, the results show the following: there are 4 (four) models, namely a). Licensing and non-licensing which were fully delegated to BKPM (Central PTSP); b) The application is received by Liasion Offices of Ministries and Institution and then processed by coresponding staff placed at the Central PTSP, then submitted to BKPM for signature and publication. c) Liasion Offices of Ministries and Institution placed at BKPM and subsequently processed in the Ministry / Institution until signing, for then afterwards submitted to BKPM for publication. d) No process delegation, but to provide a place to receive the application file by LO at the Central PTSP, but the entire process is still carried out in the corresponding Ministry / Institution. While the coordination pattern that occurs in the Central PTSP, in accordance with the authority delegation model, namely there is the nature of submitting reports, carried out by Echelon I officials and echelon II officials with higher intensity. The third coordination pattern shows lower intensity and the last is more to the provision of facilities and practices. The most influential factor in the implementation of coordination at the Central PTSP was the commitment of the leaders. While the most perceived obstacle is still the high ego of Ministries and Institutions especially in the integration of the systems in each Ministries and Institutions into SPIPISE (Electronic based system of information and investment licensing) The effectiveness of coordination can be seen from the realization of investments, awards received by the Central PTSP and an increase in the ease of business index in Indonesia and the existance complaints’ management at the Central PTSP Center. Community satisfaction with the Central PTSP at 2015 was very good, but then found decrease in the level of satisfaction until the 2017 the index of society satisfaction was good. Until this research ends, the Central PTSP underwent a very fundamental change after the issuance of Government Regulation (PP) Number 24 of 2018 concerning Electronic based integrated Business Licensing Service since June 21, 2018. The suggestions that can be given are as follows; all stakeholders must seriously realize the objectives set out in the PP, especially in the establishment of the Online Single Submission (OSS) Institution and make the OSS Institute a center of excellence (exellent service). Providing assurance of certainty for all OSS Institution products can be received by all stakeholders from the Central, Provincial and District/City Government levels, law enforcement officers, and banking/financial institutions and the community. Ensuring that software and hardware can operate continuously 24 hours a day, 7 days a week without any doubt about the occurrence of disruptions caused by technical or nontechnical matters (electricity supply, lack of spare parts, existance of data server backup, hackers, etc.) The guarantee is in the form of strong and earnest commitment from the President, the Minister and the Officials related to the sustainability of the OSS Institution in the "Integrity Pact" signed jointly,including the arrangement of coordination authority

    DISKURSUS DERADIKALISASI AGAMA: POLA RESISTENSI PESANTREN TERHADAP GERAKAN RADIKAL

    Get PDF
    Pesantren had a specific perspective related to religious radicalism and violence. The purpose of this study is to uncover the discourse of radicalism and de-radicalization in Pesantren Soko Tunggal Semarang. Applying the qualitative research, it was revealed that Pesantren Soko Tunggal against all forms of violence in the name of religion. According to Pesantren Soko Tunggal radical movements in the name of religion is a form of misunderstanding of the religion. Islamic radicalism is generally based on the Wahhabi’s understanding, so that attitudes and behavior are influenced by the teachings of Wahhabi. In the view of Wahabism heresy in religion is a form of desecration and denial that must be fought. Pesantren assumed that Pancasila and UUD 1945 is a form of actual enforcement of Islamic law due to Pesantren Soko Tunggal kept to preserve the values of moderatism and develop a peaceful multicultural life.***Pesantren memiliki perspektif tersendiri terhadap radikalisme agama dan ke­kerasan. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap wacana radikalisme dan deradikalisasi di Pesantren Soko Tunggal Semarang. Dengan menggunakan pen­dekatan kualitatif penelitian menunjukkan bahwa Pesantren Soko Tunggal me­nentang segala bentuk kekerasan atas nama agama. Dalam pandangan Pe­santren Soko Tunggal bahwa gerakan radikal atas nama agama merupakan bentuk ke­salah­­pahaman agama. Islam radikal umumnya didasarkan pada pe­mahaman Wahabi, sehingga sikap dan perilaku dipengaruhi oleh Wahabi. Menurut Wahabi, bid'ah dalam agama adalah bentuk penodaan dan penolakan yang harus diperangi. Pesantren menganggap bahwa Pancasila dan UUD 1945 merupakan bentuk penegakan hukum Islam yang aktual. Karena di Pesantren Soko Tunggal ini ingin mempertahankan nilai-nilai moderatisme dan me­ngembang­kan kehidupan multi­kultural yang damai

    Pengaruh Variasi Laju Aliran Gas Pada Pengelasan GTAW (Gas Tungsten Arc Welding) Pada Baja ST 42 Terhadap Cacat Las, Lebar HAZ Dan Kekerasan

    Get PDF
    Masalah yang terjadi pada pengelasan GTAW (Gas Tungsten Arc Welding) adalah gas pelindung yang digunakan untuk melindungi busur dan logam cair dari kontaminasi oksigen dan nitrogen yang ada pada atmosfer.Jika laju aliran gas pelindung tidak tepat dalam las logam cair maka akan menghasilkan cacat las. Pada penelitian ini ,perlakuan yang diberikan oleh peneliti adalah pengelasan dengan variasi laju aliran gas. Pengelasan dilakukan dengan metode GTAW(Gas Tungsten Arc Welding) pada bahan baja ST 42 dengan filler ER 70S-6 dengan kampuh V tunggal 60°.Variasi laju aliran gas yang digunakan dalam penelitian ini adalah laju aliran gas 10 liter/menit, 15 liter/menit dan 20 liter/menit, kemudian diuji dengan menggunakan uji radiografi, makro etsa dan kekerasan . Pada hasil pengujian radiografi ,jenis cacat yang paling sedikit terdapat pada material hasil lasan dengan laju aliran gas 15 liter/menit yaitu cacat tungsten inclusion dan porosity dibanding laju aliran gas 10 liter/menit yaitu cacat porosity, incomplete fusion, undercut dan laju aliran gas 20 liter/menit yaitu cacat porosity, incomplete fusion, tungsten inclusion, undercut .Untuk hasil pengujian makro etsa didapat lebar HAZ terbesar terdapat pada hasil lasan laju aliran gas 20 liter/menit. Pada laju aliran gas 15 liter/menit mengalami penurunan lebar HAZ tetapi pada laju aliran 10 liter/menit mengalami kenaikan lebar HAZ. Pada hasil pengujian kekerasan pada laju aliran gas 10 liter/menit, 15 liter/menit dan 20 liter/menit cenderung mengalami kenaikan dari base metal sampai weld metal. Nilai kekerasan tertinggi terdapat pada laju aliran gas 20 liter/menit yaitu Base metal 76,479 HRB, HAZ 82,708 HRB, dan Weld metal 86,854 HRB. ===================================================================================================== Problems that occur in GTAW (Gas Tungsten Arc Welding) welding is a protective gas used to protect arc and liquid metal from the contamination of oxygen and nitrogen present in the atmosphere. If the flowrate of protective gas is not right in the welding of molten metal it will produce a weld defects. In this research, the treatment given by the researcher is welding with variety of gas flowrate. Welding is done by GTAW (Gas Tungsten Arc Welding) method on ST 42 steel material with ER 70S-6 filler with single V hem 60°. The variety of the gas flow rate used in this research is the gas flow rate of 10 liters / minute, 15 liters / minute and 20 liters / minute, then tested using radiographic tests, macro etching and hardness. In the radiographic test results, the least defective type found in welded material with gas flow rate of 15 liters / minute is tungsten inclusion defect and porosity compared to 10 liters / minutes gas flow rate is porosity defect, incomplete fusion, undercut and gas flow rate 20 liter / min that is porosity defect, incomplete fusion, tungsten inclusion, undercut. For macro etch test result obtained the largest width of HAZ is in result of welding gas flow rate 20 liter / minute. At a gas flow rate of 15 liters / min decreases the width of HAZ but at a flow rate of 10 liters / min increases HAZ width. In the results of hardness testing at gas flow rate 10 liters / minute, 15 liters / minute and 20 liters / min tends to increase from base metal to weld metal. The highest hardness value is at gas flow rate 20 liter / minute that is Base metal 76,479 HRB, HAZ 82,708 HRB, and Weld metal 86,854 HRB

    PERSPEKTIF ISLAM TERHADAP PEMERKOSAAN DALAM PERNIKAHAN

    Get PDF
    Paper ini bertujuan untuk menganalisis terjadinya marital rape atau pemerkosaan dalam pernikahan menurut pandangan Al-Qur’an. Istilah marital rape digunakan untuk suatu kejadian suami secara paksa melakukan hubungan seksual dengan istri. Disebut memaksa karena dalam melakukan hubungan seksual pada kondisi istri tidak menginginkannya. Kemudian istilah tersebut menjadi populer dalam studi Islam yang dibahas secara masif oleh kelompok progresif dengan mencarikan legitimasinya secara teologis. Paper ini ditulis menggunakan metode studi tafsir tematik Hasan Hanafi dengan menggunakan starting point dari peristiwa ke teks (minal waqi’ ila an-Nash). Kesimpulan dari paper ini adalah bahwa di dalam Islam, khususnya dalam Al-Qur’an tidak dikenal istilah yang berkaitan secara tersurat dengan marital rape. Justru dengan adanya pernikahan menandakan sahnya hubungan pergaulan antara laki-laki dan perempuan dengan cara yang makruf serta masing-masing berada dalam naungan hak pernikahan. Sehingga di dalam pernikahan hakikinya tidak ada gagasan mengenai pemerkosaan dalam pernikahan. Artikel ini sependapat dengan temuan Marlia dan Dzuhayatin yang menolak adanya bias tafsir terhadap ayat-ayat relasi antara suami dan istri yang tidak equal
    corecore