19 research outputs found

    PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN TEAMS GAMES TOURNAMENT UNTUK MENINGKATKAN PARTISIPASI DAN HASIL BELAJAR SISWA PADA PEMBELAJARAN IPA TENTANG STRUKTUR BUMI DAN MATAHARI

    Get PDF
    Latarbelakang dilakukan kegiatan penelitian pada kelas V SD Negeri Pereng karena pertisipasi belajar dan hasil belajar siswanya rendah. Selain dari pada itu teknik mengajar guru yang selalu diberikan begitu membosankan dan tidak menarik perhatian siswa untuk ikut andil dalam kegiatan proses belajar mengajar yang selama ini guru beri kepada siswa. Berangkat dari hal tersebut sebagai calon guru baiknya melakukan penelitian tindakan kelas, penelitian ini dilaksanakan pada mata pelajaran IPA tentang struktur bumi dan matahari dengan menerapkan model pembelajaran Team games Tournament (TGT) untuk meningkatkan partisipasi belajar dan hasil belajar siswa. Metode yang dipergunkan berasal dari kemmisand mctegart dengan teknik data yang dikumpulkan adalah observasi and wawancara. Kemudian dilaksanakan penelitian, dari sini mendapatkan hasil meningkatnya partisipasi belajar dan hasil belajar siswa saat silkus 1 sampai silkus 2 yang datanya sebesar 68% meningkat jadi 82% (partisipasi) dan rata – rata nilai dari 65 menjadi 73,07 serta presentase tuntas belajarnya sebesar 42,3% atau 11 orang meningkat jadi 88,5% atau 23 orang. Karena hasilnya telah diketahui secara garis luasnya dapat disimpulkan untuk mendapatkan peningkatan partisipasi belajar dan hasil belajar siswa guru dapat menerapkan model pembelajaran Team Games Tournament (TGT) saat mata pelajaran IPA tentang struktur bumi dan matahari akan dilaksanakan. Dan dapat menjadi rekomendasi bagi pihak sekolah dan guru

    Edukasi Pedoman Gizi Seimbang (PGS) melalui Media Sosial Dapat Meningkatkan Asupan Protein, Zat Besi, dan Vitamin C pada Remaja Putri

    Get PDF
    Anemia pada remaja dapat disebabkan pengetahuan remaja yang kurang tentang pangan sumber zat besi dan peran zat besi bagi remaja.Peningkatan pengetahuan melalui pendidikan gizi dapat memperbaiki perilaku remaja dalam mengkonsumsi pangan sesuai kebutuhannya. Fungsi media dalam pendidikan adalah sebagai alat peraga untuk menyampaikan informasi tentang kesehatan. Aplikasi WhatsApp merupakan aplikasi mobile terpopuler dengan pengguna terbanyak di Indonesia yaitu sekitar 35,8 juta pengguna. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh WhatsApp sebagai media Komunikasi, Informasi dan Edukasi Pedoman Gizi Seimbang terhadap peningkatan asupan protein, zat besi, dan vitamin C pada wanita usia subur di Kabupaten Kubu Raya. Penelitian menggunakan metode quasi eksperimental study dilakukan di SMA N 1 Rasau Jaya, Kabupaten Kubu Raya sebagai kelompok intervensi dan SMA N 1 Sei Kakap Kabupaten Kubu Raya sebagai kelompok kontrol dengan jumlah sampel 25 sampel untuk setiap kelompok yang diambil secara simple random sampling. Paparan yang diberikan kepada kelompok intervensi adalah edukasi Pedoman Gizi Seimbang melalui aplikasi WhatsApp pada smartphone selama satu bulan. Hasil penelitian diketahui bahwa WhatsApp sebagai media Komunikasi, Informasi dan Edukasi Pedoman Gizi Seimbang efektif meningkatkan asupan protein, zat besi dan vitamin C pada wanita usia subur di Kabupaten Kubu Raya, namun tidak signifikan pada peningkatan asupan protein dan zat besi

    Media Whatsapp Berpengaruh Terhadap Pengetahuan Gizi Dan Kepatuhan Diet Pasien Diabetes Melitus Tipe 2

    Get PDF
    Penyakit diabetes melitusmerupakankumpulan gejala yang timbul pada seseorang yang ditandai denganmeningkatnyakadar glukosa darah akibat kekurangan insulin. Penggunaan aplikasi whatsapp groupsebagai sarana pemberian edukasi sangat bermanfaat dan membantu dalam proses berkomunikasi, memberi dan menerima informasi. Tujuan penelitian inin untuk menganalisis pengaruh edukasi menggunakan media Whatshapp terhadap pengetahuan dan kepatuhan diet pada pasien diabetes melitus tipe 2 di Klinik Edukasi Diabetes Melitus Terpadu RSUD Sultan Syarief Mohamad Alkadrie Kota Pontianak.Metode penelitian ini menggunakan metode penelitian preeksperimentaldenganone group pretest posttestuntuk melihat pengaruhedukasi menggunakan media whatsappterhadappengetahuan dan kepatuhan diet  pasien diabetes melitus tipe 2. Intervensi yang diberikan berupa poster dan teks penjelasan. Penelitian ini dilakukan pada bulan Juni – Juli 2021.Berdasarkan uji Wilcoxonuntuk pengetahuan gizi dengan p-value 0,000 yang artinya ada perbedaan pengetahuan gizi sebelum dan sesudah diberikan edukasi menggunakan media Whatsapp. Beradasarkan uji Paired t-test dengan p-value 0,000 yang artinya ada perbedaan kepatuhan diet sebelum dan sesudah diberikan edukasi menggunakan media Whatsapp.Kesimpulan: Terdapat perbedaan pengetahuan gizi dan kepatuhan diet sebelum dan sesudah diberikan edukasi menggunakan media whatsapppada pasien DM tipe 2 di RSUD Sultan Syarif Mohamad Alkadrie Kota Pontiana

    EFEKTIFITAS PENGGUNAAN MEDIA EDUKASI BUKU SAKU DAN LEAFLET TERHADAP PENGETAHUAN DAN KEPATUHAN DIET PASIEN RAWAT JALAN DIABETES MELITUS TIPE 2 DI PUSKESMAS

    Get PDF
    Educational activities is one strategy to the management of diabetes mellitus. Education is the activity of delivering health messages to groups or individuals in order to gain a better knowledge. The selected media is pocket books and leaflets, booklets chosen because it is simple, brief, and contains a lot of information. The purpose of this study to determine the effectiveness of the use of educational media pocket books and leaflets on knowledge and dietary compliance of outpatients with diabetes mellitus type 2 in the clinic. The research is a Quasi-Experiment with design used is Pretest-Posttest designnamely in the two groups conducted a pretest to determine the initial state before being given a different treatment, and both were also given the posttestusing the Wilcoxon test and Mann-Whitney test with a significance level of = 0.05. The results showed no significant differences in knowledge after being given nutrition education with media pocket books and leaflets p value. knowledge of 0,000 (Sig. <0.05), whereas the p values   obtained compliance. amounted to 0,641 (p. <0.05) showed no significant difference in adherence respondents after being given nutrition education with media pocket books and leaflets. It is concluded that there are differences in knowledge after being given nutrition education with media pocket books and leaflets. However there was no difference in compliance after being given nutrition education with media pocket books and leaflets

    Analisis Jenis, Jumlah dan Mutu Sarapan Pagi Siswa Sekolah Dasar

    Get PDF
    Abstract: Type Analysis, Number and Quality Breakfast of Children on Elementary School. The research objective is to analyze the full breakfast at the elementary school students in District Rasau Jaya covering aspects of the type, quantity and quality of the breakfast. This research is an analytic with Cross sectional study design. Subjects were students at SDN 1 Rasau Jaya aged 8-12 years, a large sample of 215 respondents. The results showed that as many as 98.6% of students breakfasts with ten types of food most consumed by children during breakfast ie eggs, white rice, fried rice, yellow rice, tempeh, bulb meatballs, dumplings, bread, sausages and porridge. While the five types of beverage most consumed by children during breakfast was tea, milk, juice, water, and syrup. 54% of the number of good energy, 51% protein and 68.4% fat in both categories. 61.9% carbohydrate intake is not good. The nutritional quality of food is quite good kid.Abstrak : Analisis Jenis, Jumlah Dan Mutu Sarapan Pagi Siswa Sekolah Dasar. Tujuan penelitian yaitu untuk menganalisis sarapan pagi pada siswa Sekolah Dasar di Kecamatan Rasau Jaya meliputi aspek jenis, jumlah dan mutu sarapan. Penelitian ini bersifat analitik dengan desain penelitian Cross sectional. Subjek penelitian adalah siswa SDN 1 Rasau Jaya usia 8-12 tahun, besar sampel penelitian sebanyak 215 responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 98,6 % siswa sarapan dengan sepuluh jenis makanan yang paling banyak dikonsumsi oleh anak selama sarapan yaitu telur ayam, nasi putih, nasi goreng, nasi kuning, tempe, pentol bakso, siomay, roti, sosis, dan bubur. Sedangkan lima jenis minuman yang paling banyak dikonsumsi oleh anak selama sarapan adalah teh, susu, air jeruk, air putih, dan sirup. Sebanyak 54% jumlah energi baik, protein 51 % dan lemak 68,4% pada kategori baik. 61,9% asupan karbohidrat tidak baik. Mutu gizi pangan anak tergolong baik

    Pemberian taburia (sprinkle) berpengaruh terhadap lama dan frekuensi diare akut anak

    Get PDF
    Background: Major causes of mortality in children are diarrhea and pneumonia (25.2% and 15.5%). “Five steps of diarrhea management” is an integrated approach in the management of diarrhea comprising the supplementation of oral rehydration, zinc within 10 days subsequently, breastfeeding and food, selective antibiotics and advice for the mother/family. Zinc supplementation combined with vitamin A and micronutrient on children with the diarrhea had been researchead that result can minimize morbidity, duration and frequency of diarrhea, and the incidence of recurrent diarrhea.Objective: To find out the effect of taburia supplementation (sprinkle) on duration and frequency of diarrhea.Method: The study was randomized controlled trial (RCT) with parallel design. Subject consisted of two groups, the first got therapy of taburia (sprinkle) 1 sachet/day and the second was the control group. Each group got standard diarrhea medication at the health center. Samples consisted of 30 children of 1-5 years old per group and they were obtained by using simple randomization technique. Statistical analysis was performed by using Chi-Square and t-test.Results: Duration of diarrhea of the experiment group was 33.25 ± 18.08 hours (95% CI: 26.49 - 40.00) and the control group was 43.7 ± 19.25 hours (95% CI: 36,50 - 50,89). Frequency of diarrhea of the experiment group was 4.93 ± 3.41 times/day (95% CI: 3,41-3,65) and the control group was 6.33 ± 3.20 times/day (95% CI: 5.13-7.53). The result of statistic test showed that there was effect of taburia supplementation to duration and frequency of diarrhea (p<0.05).Conclusion: Supplementation of taburia (sprinkle) in the standard therapy of diarrhea shortened the duration and minimized the frequency of diarrhea

    PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI PENGEMBANGAN YOGHURT BUAH LAKUM SEBAGAI ALTERNATIF MINUMAN FUNGSIONAL

    Get PDF
    Buah lakum (Cayratia trifolia (L.) Domin) adalah   tumbuhan   yang   telah   dikenal   di Kalimantan Barat yang memiliki banyak potensi khususnya di bidang kesehatan maupun industri. Potensi ini ditunjang dari sisi kandungan buah- buahan yang merupakan sumber zat gizi seperti karbohidrat, protein, lemak, vitamin, dan mineral (Antarlina, 2009) Masyarakat etnis Melayu di Kecamatan Sungai Kunyit Kabupaten Mempawah telah melakukan pemanfaatan buah lakum sebagai pewarna alami dengan nilai indeks pemanfaatan khusus sebesar 0,030 yang berarti 3% pemanfaatan bagian buah adalah sebagai pewarna alami (Prasetyo, 2016).Saat ini Etnis Melayu di Kecamatan Sungai Kunyit telah mengkomersialkan produk olahan dari tumbuhan lakum seperti sirup, dodol dan selai. Aktivitas komersialisasi produk-produk olahan dari tumbuhan lakum biasanya dilakukan oleh ibu-ibu rumah tangga. Mereka melakukan aktivitas tersebut bertujuan untuk menambah dan menunjang pendapatan keluarga (Prasetyo, Linda, Mukarlina, 2015).Soyghurt merupakan produk fermentasi susu kedelai dengan menggunakan bakteri Streptococcus thermophilus dan Lactobacillus bulgaricus yang merupakan spesies mikroba yang esensial dan aktif dalam hubungan simbiotik serta telah umum dipakai dalam proses pembuatan yoghurt. Apabila dilihat dari segi gizinya, soygurt mengandung kadar protein yang lebih tinggi dari yogurt (Hanifah, 2016).Pemanfaatan buah lakum sebagai tambahan produk soyghurt menunjukkan bahwasanya produk tersebut dapat diterima baik secara organoleptik dan memiliki kandungan antioksidan yang tinggi. Sehingga soyghurt buah lakum dapat dimanfaatkan  sebagai salah satu minuman fungsional   yang   berfungsi   untuk   kesehatan.   Selain   itu   juga   dapat   mengembangkan pemanfaatan buah lakum lebih luas lagi selain produk sirup, dodol atau selai yang telah ada di wilayah Sungai Kunyit

    Pemberian Susu Kambing Prebiotik terhadap Kadar Hb pada Anak Stunting

    Get PDF
    Kalimantan Barat adalah provinsi di Indonesia yang memiliki masalah prevalensi stunting yang tinggi dibandingkan dengan prevalensi stunting nasional yaitu sebesar 29,8%. Kabupaten di Kalimantan Barat yang memiliki prevalensi kasus stunting yang tinggi pada tahun 2021 yaitu terdapat di Kabupaten Melawi sebesar 37,2% dan di Kabupaten Sintang sebesar 38,2%. Asupan protein menjadi faktor yang berhubungan dengan kejadian stunting. Asupan protein dapat diperoleh dari konsumsi susu setiap hari sebagai alternatif. Konsumsi jenis susu yang berasal dari hewani dapat diperoleh dari susu sapi dan susu kambing. Susu kambing lebih tidak menyebabkan alergi dan mudah dicerna dibandingkan dengan susu sapi. Susu kambing dengan penambahan probiotik pada kasus stunting dapat meningkatkan sintesis dan penyerapan mikronutrien, memediasi inflamasi, dan menyebabkan kenaikan atau penurunan berat badan, meningkatkan sensitivitas insulin, memengaruhi nafsu makan, dan meningkatkan penyerapan mineral. Jenis penelitian deskriptif analitik dengan pendekatan cohort study dimana penelitian akan dilakukan dengan membandingkan antara dua kelompok yaitu kelompok perlakuan dan kelompok control dengan rasio 1:1.  Tujuan untuk memantau perbedaan pertumbuhan anak stunting dengan asupan susu kambing dan susu kambing fortivikasi (susu kambing probiotik) di Kabupaten Kabupaten Melawi, Kalimantan Barat, yang akan dilaksanakan selama 90 hari dengan melakukan pemeriksaan darah lengkap, pemeriksaan kadar tiroid, dan kadar seng serta standar antropometri

    AN OVERVIEW OF THE DETERMINANTS OF NUTRITIONAL STATUS OF ADOLESCENT GIRLS IN TELOK PAKEDAI KUBU RAYA SUB-DISTRICT, WEST KALIMANTAN

    Get PDF
    One of the efforts to reduce stunting in children under five is to pay attention to nutrition problems in adolescents. This is important considering that nutrition problems in adolescents have many determinants. The main problems in the form of diet and infection still do not get a clear picture. Especially in geographically isolated areas. The purpose of this study was to determine the description of nutritional status and determinant factors associated with the nutritional status of adolescents in Telok Pakdai District, Kubu Raya Regency. This type of research is crossectional, which is a study in which data collection is done at one time. The population in this study were all adolescent girls. The sample in this study were all adolescent girls from 10 villages in Telok Pakedai District. Data analysis shows that there is a relationship between diet and knowledge of nutritional status, but there is no relationship between history of infectious diseases and nutritional status in adolescent girls in Telok Pakedai District

    “Selamatkan luwak!”: edukasi animal welfare bagi pelaku bisnis kopi luwak

    Get PDF
    Luwak (Paradoxurus hermaphroditus) merupakan satwa yang digunakan untuk produksi kopi luwak. Nilai ekonomi kopi luwak yang tinggi, menyebabkan bisnis dibidang produksi kopi luwak mulai banyak diminati. Namun, tata cara produksi kopi luwak menggunakan luwak yang ditangkarkan dalam bisnis ini belum mempunyai Standard Operational Procedure yang memperhatikan aspek animal welfare. Selain itu, pemahaman pelaku bisnis kopi luwak mengenai konsep animal welfare masih rendah. Sebagai upaya peningkatan pemahaman tersebut, diperlukan edukasi mengenai konsep animal welfare dan adanya SOP penangkaran luwak. Edukasi animal welfare ini dilaksanakan di CV. Three Mountain Coffee Pengalengan Bandung dengan masyarakat sasaran yakni peternak plasma yang berjumlah 15 orang. Edukasi animal welfare dilakukan melalui program What about luwak, Sayangi Luwak, Ingat K3, Manage Your Action, dan Praktik Lapang. Perubahan peternak plasma secara kognitif `setelah pelaksanaan program yakni terjadinya peningkatan pemahaman yang dilihat dari hasil pre test dan post test, secara afektif yakni adanya keterampilan peternak plasma dalam membersihkan kandang, pengaturan pola pakan, dan penggunaan alat kesehatan dan keselamatan kerja, sedangkan secara psikomotorik yakni adanya jadwal pemberian pakan, pembersihan kandang, dan penggunan alat K3. Sebagai upaya penetapan SOP tata cara produksi dan pengawasan tata cara produksi kopi luwak di Indonesia, Tim PKMM Selamatkan Luwak bekerjasama dengan Direktorat Jenderal Pengolahan dan Pemasaran Hasil Pertanian Kementerian Pertanian RI. Perluasan program juga dilakukan melalui kuliah umum tentang pentingnya penerapan animal welfare dalam penangkaran luwak yang dilakukan bersama Himpunan Profesi Satwaliar Fakultas Kedokteran Hewan dan Himpunan Mahasiswa Konservasi Fakultas Kehutanan. Keberlanjutan program bagi peternak plasma melalui penerapan konsep animal welfare dalam penangkaran mereka dengan adanya pengaturan pola pakan, sistem perkandangan yang lebih higienis, manajemen kesehatan, dan penggunaan alat K3, bagi pemerintah melalui penyempurnaan SOP penangkaran luwak untuk dilampirkan pada SK Menteri Pertanian, dan bagi mahasiswa melalui penyusunan program magang himpunan profesi mahasiswa di penangkaran luwak.Dikt
    corecore