55 research outputs found
Karakterisasi Impedansi Komposit Isotropik Pani/Bam Pada Pelapisan Double Layer Sebagai Radar Absorbing Material (RAM)
Karakterisasi impedansi komposit isotropik PANi/BAM pada pelapisan double layer sebagai Radar Absorbing Material (RAM) telah berhasil dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi nilai impedansi serta mengetahui kemampuan penyerapan gelombang mikro yang dihasilkan dari pelapisan double layer komposit PANi/BAM. BAM (BaFe11.7Zn03O19) berhasil disintesis dengan metode kopresipitasi dan sintesis PANi dilakukan dengan metode polimerisasi in situ. Identifikasi fasa BAM dan PANi dilakukan dengan menggunakan XRD, sedangkan sifat kemagnetan material magnetik BAM diidentifikasi dengan menggunakan VSM dan diperoleh medan koersivitas sebesar 0,043 T. Karakterisasi impedansi dan kemampuan penyerapan terhadap gelombang mikro dilakukan dengan menggunakan VNA pada frekuensi X-Band. Berdasarkan hasil pengujian VNA, dihasilkan nilai impedansi dan rugi refleksi (RL) maksimum dari pelapisan P-PB, PB-P, B-PB serta PB-B berturut-turut yaitu 406,142 Ω, 478,438 Ω, 612,564 Ω serta 632,216 Ω dan -49,57 dB, -31,30 dB, -22,41 dB dan -22,07 dB. Pelapisan double layer komposit PANi/BAM sangat efektif diterapkan sebagai RAM pada rentang frekuensi X-Band, karena material komposit PANi/BAM dapat meningkatkan kemampuan penyerapan serta memperlebar pita penyerapan
Kajian Pola Sebaran Padatan Tersuspensi Dan Unsur Logam Berat Di Teluk Ujung Batu, Jepara
Teluk Ujung Batu terletak di Kecamatan Jepara, dan lokasinya sangat strategis karena berdekatan dengan Pelabuhan Kartini serta merupakan daerah perkotaan yang padat penduduk. Aktivitas masyarakat di daratan serta lalu lintas kapal di pelabuhan dapat menyebabkan timbulnya pencemaran laut yang berasal dari buangan limbah industri dan limbah kapal berupa pencemaran logam berat, serta dapat meningkatkan konsentrasi sebaran polutan padatantersuspensi yang dipengaruhi oleh pola arus di perairan setempat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola sebaran padatantersuspensi dan unsur logam berat di perairan Teluk Ujung Batu, Jepara. Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 9–20 Februari 2014. Materi yang digunakan berupa sampel air laut, serta parameter pendukung berupa arus laut dan kualitas perairan. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah metode deskriptif dan penentuan titik sampling menggunakan purposive sampling method. Analisis data untuk sebaran padatantersuspensi, kekeruhan, dan logam berat Cd, Pb, dan Zn menggunakan ArcGIS 10.1 dan untuk pola arus menggunakan model ADCIRC. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh bahwa nilai konsentrasi padatantersuspensi tertinggi terdapat di muara sungai dengan nilai 21 mg/l dan nilai kekeruhan dengan nilai 51,9 mg/l. Sedangkan hasil tertinggi konsentrasi logam berat kadmium (Cd) dengan nilai 0,066 mg/l, timbal (Pb) dengan nilai 0,520 mg/l dan seng (Zn) dengan nilai 0,37 mg/l. Berdasarkan hasil yang didapat, bahwa pola sebaran padatantersuspensi menumpuk di daerah muara sungai karena terbawa arus yang bergerak pada saat surut yaitu dari daratan dan semakin berkurang saat menuju laut karena pergerakan arus yang menyebar. Hal ini sesuai dengan sumber padatantersuspensi yang berasal dari aliran sungai serta material darat. Sedangkan pola sebaran logam berat cenderung menyebar di perairan lepas namun masih berdekatan dengan daratan. Hal ini didukung dari sumber logam berat yang berasal dari limbah industri di darat yang dibuang ke laut serta dari bahan bakar minyak kapal yang melewati daerah tersebut
Struktur Komunitas Fitoplankton Di Perairan Morosari Kecamatan Sayung Kabupaten Demak
Morosari waters located in Sayung District, Demak Regency is waters area where there is a mixture of land and sea water. Settlement activity, aquaculture, industrial land and existing at the entry and exit activities of fishing boats around the estuary can contribute to the dynamics of water quality fluctuations and productivity. The dynamics of water quality that occur greatly affect community structure and distribution of phytoplankton in the waters. The results of this study showed 28 genera for the vertical method, while for the method of horizontally obtained 31 genera. Average abundance obtained by the observation station was 1087.09 cells/l with vertical method, while for the horizontal method obtained 884.69 cells/l. While the abundances obtained by times of sampling average of 1087.09 cells/l for the vertical method, while for the horizontal method was 831.38 cells/l. Index phytoplankton diversity showed medium and obtained the average gain by the station is 2.02 for method of vertical and horizontally method to obtain 1.85. While based on the sampling time obtained an average of 2.09 for the vertical method, and for the horizontal method is 1.58. Uniformity index indicates the type of high uniformity and obtained the average by the station is 0.68 for the vertical method, while the horizontal method is obtained 0.4. While the sampling time is obtained based average of 0.64 for the vertical method, while for the horizontal method is 0.51. Dominance index obtained average based on the observation station is 0.3 for the vertical method, while the horizontal method obtained 0.6. While the sampling time is obtained based on an average of 0.35 for the vertical method, where for the horizontal method is 0.48 which indicates there is no dominating genus
Struktur Komunitas Zooplankton Di Perairan Morosari, Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak
Morosari waters is an area with high dynamics due to rob or high tide phenomenon, which affects the community structure of zooplankton in the waters. The purpose of this study was to investigate community structure of Zooplankton around Morosari waters, Sayung District, Demak Regency. This research was conducted in the Morosari waters, Sayung District, Demak Regency. This study uses an exploratory method with data collection methods using the Sample Survey Method. Three location were stablished for this research namely Location 1 is a Morosari river estuary area, Location 2 is an area of aquaculture, Location 3 is a Pandansari river estuary area. Samples were taken 5 times, during early July to early October 2011 using a planktonnet with 45 μm mesh size, sampling was done vertical sampling and horizontal sampling. The results of this study showed 41 genera for the vertical, and 45 genera for the horizontally. Average abundance obtained by the observation station was 18,40 ind/l for the vertical, and 4,80 ind/l for the horizontal. Index zooplankton diversity showed medium and obtained the average gain by the station is 2,44 for the vertical and 2,59 for the horizontally. Uniformity index indicates the type of high uniformity and obtained the average by the station is 0,87 for the vertical, and 0,80 for the horizontal. Dominance index obtained average based on the observation station is 0,12 for the vertical, and 0,31 for the horizontal
Aktivitas Antioksidan Dan Identifikasi Golongan Senyawa Aktif Ekstrak Kasar Mikroalga Chlorella Vulgaris Yang Dikultivasi Berdasarkan Sumber Cahaya Yang Berbeda
Chlorella vulgaris termasuk salah satu jenis fitoplankton dalam kelas Chlorophyceae (alga hijau) yang dapat dimanfaatkan sebagai suplemen maupun sumber obat alami yang berpotensi sebagai antioksidan. Untuk memaksimalkan pertumbuhan dan senyawa bioaktif C.vulgaris yang dapat menghasilkan biomassa dan metabolit sekunder yang memiliki aktivitas antioksidan membutuhkan sumber cahaya buatan terbaik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas antioksidan dan golongan senyawa aktif ekstrak kasar mikroalga C.vulgaris yang dikultivasi pada sumber cahaya yang berbeda. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimental, sedangkan rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap Faktorial terdiri atas 6 perlakuan dan 3 kali ulangan. Perlakuannya adalah sumber cahaya neon (32 watt) yang ditambahkan dengan LED Merah, LED Hijau dan LED Biru masing-masing 16 watt dengan KAI C.vulgaris yang dikultivasi yaitu 10x104 sel/ml dan 100x104 sel/ml. Hasil penelitian menunjukan penggunaan sumber cahaya neon yang ditambahkan LED berwarna merah, hijau dan biru dengan kepadatan awal inokulum 100x104 sel/ml memperoleh hasil pertumbuhan C.vulgaris tertinggi pada sumber cahaya LED merah sebesar 2057,7x104sel/ml. Sedangkan sumber cahaya neon yang ditambahkan LED biru menghasilkan aktivitas antioksidan terbaik dengan nilai IC50 38,900 (antioksidan sangat kuat) dan memiliki komponen bioaktif alkaloid, steroid, saponin, flavonoid dan kuinon
Yodisasi Garam Rakyat dengan Sistem Screw Injection
Retno Hartati, Edy Supriyo, Muhammad Zainuri, in this paper explain that many salt industry is currently undergoing a inefficiencies process in the production system. Declining quality of salt from the salt ponds and lack of homogeneity in the iodine content of salt briquettes and much KIO3 wasted. So it is necessary to increase the iodine levels in salt. This activity aims to design, create and test a iodized salt machine with a capacity of 1-2 tons per hour and perform quality control on products. Community service activities have been successfully implemented by creating iodized salt machine. The process is done by means of iodized salt machine in the salt product becomes higher and meet ISO standards, in which prior to iodized salt machine the content of KIO3 is 0 ppm and become 50 ppm after using KIO3
Distribusi Material Padatan Tersuspensi Di Perairan Bengkulu
Penyebaran material sedimen yang masuk ke laut dari muara sungai di tentukan oleh debit aliran sungai, volume muatan sedimen, kondisi arus, gelombang dan pasang-surut. Hal yang menjadi permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimana distribusi material padatan tersuspensi (MPT) dari muara Sungai Bengkulu menuju Perairan Bengkulu. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pola sebaran material padatan tersuspensi dari muara Sungai Bengkulu menuju Perairan Bengkulu pada bulan Juni 2013. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus denganpendekatanstudikasus, dimana penentuan lokasi pengambilan sampel sedimen menggunakan metode sampling purposive. Penelitian ini dilakukan 2 tahap, pengamatandan pengukuran di lapangan, dan proses analisa di laboratorium. Pengamatandanpengukuran di Perairan Bengkulu terbagidalam 18 stasiun. Data primer yang diukur meliputi titik koordinat, kedalaman dan muatan padatan tersuspensi (MPT). Sedangkan data sekunder meliputi, arus, dan gelombang. Sampel sedimen tersuspensi (MPT) dianalisis di Laboratorium Geologi Laut LIPI (Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia).Sebaran MPT memiliki nilai konsentrasi tinggi di Muara sungai, karena muara sungai membawa material sedimen dari darat, sehingga nilai konsentrasi yang berada di muara sungai lebih tinggi dibandingkan yang berada di laut. Pola penyebaran MPT dari Muara sungai yang tinggi dan terlihat relatif sama menuju perairan Bengkulu, karena arus yang terjadi mempunyai gerakan yang sama sehingga sebaran MPT pada Stasiun 1 – Stasiun 15 relatif sama
- …
