3 research outputs found
Performa Rumput Laut Kappaphycus Alvarezii dari Maumere dan Tembalang pada Budidaya Sistem Longline
Rumput laut Kappaphycus alvarezii yang banyak dibudidayakan berasal dari Maumere dan Tembalang. Kappaphycus alvarezii memiliki nilai ekonomis tinggi karena kandungan karaginannya yang banyak digunakan untuk produk makanan, produk kosmetik, dan obat-obatan ini bertujuan untuk mengevaluasi perbedaan performa rumput laut tembalang dan maumere yang dipelihara dengan metode longline di laut. Penelitan dilakukan dengan membudidayakan rumput laut metode longline yaitu menggunakan tali ris sepanjang 50 m, masing-masing 2 tali untuk rumput laut maumere dan 2 tali untuk rumput laut tembalang kemudian dipelihara selama 45 hari. Selama pemeliharaan dilakukan pengontrolan setiap hari dan pengambil sampel untuk mengetahui performa rumput laut dilakukan setiap 15 hari sekaligus pengambilan sampel air untuk mengetahui kualitas air lokasi budidaya. Hasil evaluasi yang didapatkan menunjukkan bahwa performa rumput laut Maumere lebih tinggi dibandingkan dengan rumput laut dan Kualitas air tempat pemeliharaan rumput laut sesuai untuk kelangsungan hidup rumput laut
KUALITAS KARAGINAN RUMPUT LAUT Kappaphycus alvarezii ASAL MAUMERE DAN TEMBALANG PADA BUDIDAYA SISTEM LONGLINE
Permintaan rumput laut terus meningkat terutama rumpu laut Kappaphycus alvareziiyang merupakan penghasil karaginan dan paling banyak dibudidayakan di teluk gerupuk. Rumput laut Kappaphycus alvareziiyang banyak dibudidayakan berasal dari Maumere dan Tembalang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kualitas karaginan rumput laut asal tembalang dan maumere yang dipelihara dengan metode longlinedi laut. Penelitan dilakukan dengan membudidayakan rumput laut metode longline yaitu menggunakan tali ris sepanjang 50 m, masing-masing 2 tali untuk rumput laut maumere dan 2 tali untuk rumput laut tembalangkemudian dipelihara selama 45 hari. Selanjutnya rumput laut dipanen dan dibersihkan dari kotoran yang menempel, dikeringkan baru diekstraksi kemudian dianalisis kualitas karaginannya. Hasil penelitian yang didapatkan menunjukkan bahwa kekuatan gel dan abu tidak larut asam pada rumput laut maumere dan tembalang tidak berbeda nyata, sedangkan viskositas, kadar air, sulfat dan kadar abu pada karaginan rumput laut Maumere lebih tinggi dibandingkan rumput laut Tembalang.
Kata kunci : Kappaphycus alvarezii, Tembalang, Maumere, Karagina
