10,555 research outputs found
ANALISIS PENGARUH PROMOSI DAN PHYSICAL EVIDENCE TERHADAP MINAT PENGUNJUNG PADA HOTEL GRAND ZURI PALEMBANG
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variabel Promosi dan variabel Physical Evidence terhadap variabel minat pengunjung pada Hotel Grand Zuri Palembang. Penelitian ini mengungkankan tiga Variabel, yaitu variabel dependen dan variable independen terhadap Minat pengunjung. Variabel dependen Promosi (X1) dan Physical Evidence (X2) sebagai variabel bebas (independen) dan Minat Pengunjung (Y) sebagai variabel terikat (dependen). Pendekatan penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan teknik analisis yaitu Regresi Linier Berganda dan menggunakan software SPSS version 20. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa secara parsial variabel Promosi (X1) memiliki Pengaruh yang lebih dominan yaitu sebesar 0.889, dibandingkan dengan variabel Physical Evidence (X2) yaitu sebesar 0,042. Sedangkan hasil pengaruh variabel secara simultan memiliki pengaruh yang signifikan dan di buktikan dengan nilai signifikan uji f sebesar 0,000. Nilai R2 pada penelitian ini sebesar 0,557 atau 55,7 %
A STUDY ON THE REGISTERS USED BY PHOTOGRAPHIC COMMUNITY OF MUHAMMADIYAH UNIVERSITY OF MALANG
Register is another factor in any study of language varieties. Registers are language varieties that are used by the people in particular settings and situations. In this study, the writer investigates the registers that are used by the photographic community of Muhammadiyah University of Malang and the registers that differ from lexical meaning. The investigation is done because the writer is interested in finding the registers used by the photographic community of Muhammadiyah University of Malang and the registers that differ from lexical meaning. The writer believes that some of photographic registers are different from lexical meaning. Besides, there are a few of researchers who have studied about registers, especially about photographic registers. This study is conducted to give contribution for English department, such as to enrich the knowledge of English department students about how sociolinguistic phenomena in photographic community environment, and to develop the ability of language and sociolinguistics among them. The researcher used a descriptive qualitative research design to describe and interpret the registers used by the photographic community of Muhammadiyah University of Malang and the registers that differs from lexical meaning. The subject of this study was a part of the photographic community of Muhammadiyah University of Malang. The informants taken from the photographic community were 12 persons. To collect the data, the writer used interview and observation. In the observation, the writer observed the dialogues among the photographers in Muhammadiyah University of Malang. Then, the writer conducted data triangulation in order to get the valid data. To analyze the data, the writer used several steps as follows: 1) Identifying the data of the photographic registers, 2) Analyzing the photographic registers based on their categories, 3) Comparing the photographic registers meaning with lexical meaning, 4) Arranging the data in the form of table, 5) Drawing conclusion based on the data. The result of this study shows that from 71 registers used by the photographic community, there are 49 registers that differ from lexical meaning and 18 registers are similar with their lexical meaning. Finally, the writer suggests that this study will encourage other researchers to conduct better researches, especially in Sociolinguistics subject
PERSEPSI SISWA TERHADAP PELAKSANAAN PEMBELAJARAN PRAKTEK MENJAHIT DI SMP MUHAMMADYAH 3 DEPOK YOGYAKARTA
Penelitian ini bertujuan untuk: 1) mengetahui persepsi siswa terhadap pelaksanaan pembelajaran praktek menjahitdi SMP Muhammadyah 3 Depok, 2) mengetahui persepsi siswa terhadap pelaksanaan pembelajaran praktek menjahit di SMP Muhammadyah 3 Depokditinjau dari tahap-tahap dalam pelaksanaan kegiatan pembelajaran yaitu: (a) persepsi siswa terhadap tahap perencanaan, (b) persepsi siswa terhadap tahap pelaksanaan dan (c) persepsi siswa terhadap tahap evaluasi.
Penelitian ini merupakan penelitian deskriptip. Variable dalam penelitian ini adalah pelaksanaan pembelajaran praktek menjahit. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswi kelas VIII di SMP MUHAMMADYAH 3 DEPOK yang mengikuti pelaksanaan pembelajaran praktek menjahitdengan jumlah 56 siswa.
Teknik pengambilan sampel dengan random sampling. Penentuan besarnya sampel menggunakan tabel kerjcie denagn taraf kesalahan 5% sehingga diperoleh 48 siswa. Instrument dalam penelitian ini menggunakan angket dengan skala
likert. Metode pengumpulan data dengan angket tertutup. Validitas instrument menggunakan validitas konstruk diujimenggunakan analisis butir dihitung dengan rumus korelasi Product moment yang menghasilkan 46 pernyataan valid dan 3 pernyataan gugur. Reliabilitas sebanyak 49 pernyataandihitung menggunakan rumus alpha cronbach dengan hasil 0,947. Teknik analisis data menggunakan deskriptif persentase.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: persepsi siswa terhadap pelaksanaan pembelajaran praktek menjahit di SMP MUHAMMADYAH 3 DEPOK termasuk pada kategori tinggi dengan mean 156,65 dan bila ditinjau dari persepsi siswa terhadap tahap perencanaan pembelajaran pada kategori tinggi
dengan mean 14,15, persepsi siswa terhadap tahap pelaksanaan pembelajaran kategori tinggi dengan mean 117,23, dan persepsi siswa terhadap tahap evaluasi pembelajaran berada pada kategori tinggi dengan mean25,27. Hal ini menunjukkan bahwa pelaksanaan pembelajaran praktek menjahit pelajaran
muatan lokal siswi kelas VIII SMP MUHAMMADYAH 3 DEPOK dilaksanakan dengan perencanaan yang baik
Pelatihan Pembuatan Lilin Aromaterapi sebagai Tambahan Keterampilan Andikpas di LPKA Kelas II Bandung
LPKA Kelas II Bandung merupakan lembaga pendidikan bagi anak yang berkonflik dengan hukum di daerah Provinsi Jawa Barat. Berbagai upaya pembinaan dilakukan LPKA berkerjasama dengan berbagai pihak salah satunya adalah Perguruan Tinggi sebagai tenaga pengajar kegiatan non-formal. Kegiatan pelatihan pembuatan lilin aromaterapi ditujukan untuk menambah keterampilan para peserta anak didik pemasyarakatan (andikpas) sebagai bekal keterampilan individu sehingga dapat digunakan kelak setelah kembali ke lingkungan masyarakat. Kegiatan diawali dengan trial pembuatan produk di laboratorium sebelum pelaksanaan pelatihan. Pelatihan disampaikan dalam bentuk presentasi dan dilanjutkan dengan praktik pembuatan lilin aromaterapi secara eksperimentatif dalam berbagai variasi bentuk. Produk berupa lilin aromaterapi yang berfungsi ganda, yaitu sebagai alat penerangan, media terapi dan penyegar ruangan. Kegiatan pelatihan membuat suatu produk yang memiliki nilai ekonomis tinggi melalui pembuatan lilin aromaterapi berbasis soy wax dalam wadah gelas dapat memiliki nilai jual yang tinggi. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa kegiatan pelatihan mampu memotivasi peserta andikpas untuk berwirausaha dan peserta antusias mengikuti selama kegiatan pelatihan berlangsung
Mengamati Bintang, Pengetahuan Merespon Bencana: Belajar dari Tuntunan Para Leluhur di Sinar Resmi Sukabumi
Agricultural practices must consider seasonal variations and natural conditions. Astronomy, which involves studying celestial movements, plays a crucial role in this regard. Individuals who possess the knowledge to decipher celestial motions have historically contributed to the advancement of civilizations worldwide. Consequently, the presence of astronomers specializing in astrology is essential. The global agricultural civilization experienced rapid growth before the emergence of the industrial civilization. In the current era of globalization, traditional agricultural systems based on astronomical observations are being abandoned. The adoption of foreign planting techniques has led to a neglect of the indigenous wisdom and knowledge passed down through generations. Over time, our ancestors’ local knowledge has gradually faded away. However, the indigenous people of Sinar Resmi, Sukabumi, continue to rely on star observations in their rice farming practices, particularly as a response to natural disasters. This study aims to demonstrate that rice farmers can effectively respond to natural disasters by observing the stars. It employs an oral tradition approach to describe the role of star observations in rice farming, focusing on case studies from the Sinar Resmi community in Sukabumi and other indigenous populations. The findings suggest that star observations in rice farming remain relevant for mitigating the risk of crop failure during natural disasters. The significance of astronomical observations and their inherent value lies in their ability to maintain order and stability in agrarian societies.Pertanian yang baik haruslah mempertimbangkan musim dan keadaan alam. Relasi yang kuat terkait hal itu adalah astronomi, mengamati pergerakan bintang. Peradaban tiap wilayah di dunia menjadi berkembang dengan bantuan orang-orang yang mampu memahami dan memaknai setiap pergerakan benda-benda langit. Artinya, keberadaan astronom sebagai orang yang menguasai perbintangan menjadi sangat penting. Peradaban agraris di seluruh dunia menjadi tumbuh pesat sebelum tergantikan oleh peradaban industri. Kini, era globalisasi, sistem pertanian dengan mengamati bintang mulai ditinggalkan. Sistem tanam pun mulai mengadopsi asing. Petani mulai mengesampingkan indegeneous knowledge. Kearifan lokal dari leluhur tergerus zaman. Namun, masyarakat adat Sinar Resmi, Sukabumi sampai dengan saat ini masih berpatokan pada peredaran bintang dalam pertanian padi terutama untuk merespon bencana. Tujuan penelitian ini mengungkapkan mengamati bintang dalam pertanian padi mampu merespon bencana. Dengan menggunakan pendekatan tradisi lisan studi ini menguraikan pengamatan bintang dalam pertanian padi, berbasis tradisi lisan, dalam menghadapi bencana. Studi kasus yang diangkat masyarakat adat Sinar Resmi, Sukabumi. Dapat disimpulkan bahwa mengamati bintang dalam pertanian padi dipandang masih relevan untuk merespon bencana sehingga risiko gagal panen dapat diminimalisir. Pengamatan dan perbendaharaan astronomi pun menjadi penting karena dapat mendukung tatanan masyarakat agraris
Mengamati Bintang, Pengetahuan Merespon Bencana: Belajar dari Tuntunan Para Leluhur di Sinar Resmi Sukabumi
Agricultural practices must consider seasonal variations and natural conditions. Astronomy, which involves studying celestial movements, plays a crucial role in this regard. Individuals who possess the knowledge to decipher celestial motions have historically contributed to the advancement of civilizations worldwide. Consequently, the presence of astronomers specializing in astrology is essential. The global agricultural civilization experienced rapid growth before the emergence of the industrial civilization. In the current era of globalization, traditional agricultural systems based on astronomical observations are being abandoned. The adoption of foreign planting techniques has led to a neglect of the indigenous wisdom and knowledge passed down through generations. Over time, our ancestors’ local knowledge has gradually faded away. However, the indigenous people of Sinar Resmi, Sukabumi, continue to rely on star observations in their rice farming practices, particularly as a response to natural disasters. This study aims to demonstrate that rice farmers can effectively respond to natural disasters by observing the stars. It employs an oral tradition approach to describe the role of star observations in rice farming, focusing on case studies from the Sinar Resmi community in Sukabumi and other indigenous populations. The findings suggest that star observations in rice farming remain relevant for mitigating the risk of crop failure during natural disasters. The significance of astronomical observations and their inherent value lies in their ability to maintain order and stability in agrarian societies.Pertanian yang baik haruslah mempertimbangkan musim dan keadaan alam. Relasi yang kuat terkait hal itu adalah astronomi, mengamati pergerakan bintang. Peradaban tiap wilayah di dunia menjadi berkembang dengan bantuan orang-orang yang mampu memahami dan memaknai setiap pergerakan benda-benda langit. Artinya, keberadaan astronom sebagai orang yang menguasai perbintangan menjadi sangat penting. Peradaban agraris di seluruh dunia menjadi tumbuh pesat sebelum tergantikan oleh peradaban industri. Kini, era globalisasi, sistem pertanian dengan mengamati bintang mulai ditinggalkan. Sistem tanam pun mulai mengadopsi asing. Petani mulai mengesampingkan indegeneous knowledge. Kearifan lokal dari leluhur tergerus zaman. Namun, masyarakat adat Sinar Resmi, Sukabumi sampai dengan saat ini masih berpatokan pada peredaran bintang dalam pertanian padi terutama untuk merespon bencana. Tujuan penelitian ini mengungkapkan mengamati bintang dalam pertanian padi mampu merespon bencana. Dengan menggunakan pendekatan tradisi lisan studi ini menguraikan pengamatan bintang dalam pertanian padi, berbasis tradisi lisan, dalam menghadapi bencana. Studi kasus yang diangkat masyarakat adat Sinar Resmi, Sukabumi. Dapat disimpulkan bahwa mengamati bintang dalam pertanian padi dipandang masih relevan untuk merespon bencana sehingga risiko gagal panen dapat diminimalisir. Pengamatan dan perbendaharaan astronomi pun menjadi penting karena dapat mendukung tatanan masyarakat agraris
The Effect of Psychosocial Stress on the Incidence of Hypertension in Rural and Urban Communities
The prevalence of hypertension in Indonesia increased to 34.1% in 2018. Hypertension incidence was higher in rural than urban. Psychosocial stress was hypertension risk factors. Individuals with psychosocial stress 3 times at risk get hypertension. The purpose was to determine effect of psychosocial stress on hypertension in rural and urban communities. A cross sectional study design with secondary data IFLS 5 in 2014. Sample was respondents of IFLS 5 who ≥15 years old and had blood pressure measurement data. The sample size was 10.008 in rural and 16,057 urban. Data analysis use complex sample as secondary data analysis technique by considering weighting when analyzing data. The results showed the hypertension was 29.7% in rural and 31.3% in urban. In rural, psychosocial stress increases the risk of hypertension after being controlled for age, sex, education, economic, marital status and BMI (PR = 1,108; 95% CI = 1,016-1,209). In urban, psychosocial stress increases the risk of hypertension after being controlled by age, sex, education, economic, marital status, BMI and tobacco consumption (PR=1,174; 95% CI=1,032-1,335). Psychosocial stress was a risk factor for hypertension. The importance of providing hypertension prevention education such as stress management techniques to prevent hypertension in integrated assistance post (Posbindu)
VISUALISASI RANGKIANG DALAM PENCIPTAAN SELENDANG DENGAN TEKNIK BATIK DAN SULAMAN
The purpose of creating this artwork is to visualize rangkiang with Minangkabau motifs on shawls using batik and embroidery techniques. The method used in making this shawl goes through the stages of preparation, elaboration, synthesis, concept realization and completion. The results achieved in the creation of this embroidery work are the shawls entitled motif rangkiang jo motif itiak pulang patang, motif rangkiang jo motif aka cino, motif rangkiang jo motif rantiang babungo, motif rangkiang jo motif kaluak paku, motif rangkiang jo motif siriah gadang, motif rangkiang jo motif padi, motif rangkiang jo motif rantiang babungo.Adanya tujuan penciptaan karya seni ini adalah untuk memvisualkan rangkiang dengan motif Minangkabau pada kain selendang dengan teknik batik dan sulam. Metode yang digunakan dalam penciptaan selendang ini melalui tahap persiapan, elaborasi, sintesis, realisasi konsep dan penyelesaian. Hasil yang dicapai dalam penciptaan karya seni sulaman ini yaitu berjudul motif rangkiang jo motif itiak pulang patang, motif rangkiang jo motif aka cino, motif rangkiang jo motif rantiang babungo, motif rangkiang jo motif kaluak paku, motif rangkiang jo motif siriah gadang, motif rangkiang jo motif padi, motif rangkiang jo motif rantiang babungo
Rancang Bangun Website TK-SD Pada Fluency Kids Di Kota Pagar Alam
The purpose of this study is the Build website at SMP Negeri 3 Kota Pagar Alam in order to help users get information about the activities of student learning, teaching, school achievement, teachers and students. With her website at SMP Negeri 3 Kota Pagar Alam is expected to provide fast, precise and accurate for those in need. Currently in SMP Negeri 3 Kota Pagar Alam despite the availability of the Internet however, the unavailability of a website to facilitate the search of information about SMP Negeri 3 Kota Pagar Alam. Systems Development Method used method of Web Engineering with stage-phases: Custumer Communication, Planning, Modeling, Contruction and Deployment. Design using UML and Programming using PHP. The results of the research available Fluency Kids Website Pagar Alam Alam can be accessed by the user wanted to know information Kids Fluency Pagar Alam.Tujuan dari penelitian ini adalah Membangun website pada SMP Negeri 3 Kota Pagar Alam guna membantu user mendapatkan informasi tentang kegiatan siswa belajar, mengajar, prestasi sekolah, guru dan siswa. Dengan di buatnya website SMP Negeri 3 Kota Pagar Alam di harapkan dapat memberikan informasi yang cepat, tepat dan akurat bagi pihak yang membutuhkan. Saat ini di SMP Negeri 3 Kota Pagar Alam walaupun sudah tersedianya jaringan internetakan tetapi, belum tersedianya website yang dapat mempermudah pencarian informasi tentang SMP Negeri 3 Kota Pagar Alam. Metode Pengembangan Sistem yang digunakan adalah metode Web Engineering dengan tahap-tahapan : Custumer Communication, Planning, Modeling, Contruction dan Deployment. Perancangan menggunakan UML dan Pemrograman menggunakan PHP. Hasil dari penelitian tersedianyaWebsiteFluency Kids Kota Pagar Alam Alam ini dapat di akses oleh user yang ingin mengetahui informasiFluency Kids Kota Pagar Alam
The Effect of Psychosocial Stress on the Incidence of Hypertension in Rural and Urban Communities
The prevalence of hypertension in Indonesia increased to 34.1% in 2018. Hypertension incidence was higher in rural than urban. Psychosocial stress was hypertension risk factors. Individuals with psychosocial stress 3 times at risk get hypertension. The purpose was to determine effect of psychosocial stress on hypertension in rural and urban communities. A cross sectional study design with secondary data IFLS 5 in 2014. Sample was respondents of IFLS 5 who ≥15 years old and had blood pressure measurement data. The sample size was 10.008 in rural and 16,057 urban. Data analysis use complex sample as secondary data analysis technique by considering weighting when analyzing data. The results showed the hypertension was 29.7% in rural and 31.3% in urban. In rural, psychosocial stress increases the risk of hypertension after being controlled for age, sex, education, economic, marital status and BMI (PR = 1,108; 95% CI = 1,016-1,209). In urban, psychosocial stress increases the risk of hypertension after being controlled by age, sex, education, economic, marital status, BMI and tobacco consumption (PR=1,174; 95% CI=1,032-1,335). Psychosocial stress was a risk factor for hypertension. The importance of providing hypertension prevention education such as stress management techniques to prevent hypertension in integrated assistance post (Posbindu)
- …