87 research outputs found

    ANALISIS KEJADIAN GASTROENTERITIS DI MASA PANDEMI COVID-19 DAN KUALITAS HYGIENE SANITASI MAKANAN BERDASARKAN UJI BAKTERIOLOGIS PADA KARYAWAN PUSAT PERBELANJAAN

    Get PDF
    Latar Belakang: Pusat perbelanjaan sebagai salah satu sarana public tempat berkumpulnya masyarakat melakukan berbagai aktivitas dapat menjadi cluster penularan Covid-19. Selama masa pandemic SARS-CoV-2, sebagian besar perhatian kita tertuju kepada gejala-gejala penyakit gangguan pernapasan. Sedangkan kita tidak bisa menyampingkan gejala diare dan gangguan saluran pencernaan lainnya, misalnya gastroenteritis yang ditandai dengan adanya keluhan sindrome buang air besar. Metode penelitian ini adalah analitik dengan desain cross sectional. Subyek penelitian adalah 208 karyawan pada 5 mall di Palembang dan 12 rumah makan yang menjadi pilihan karyawan tersebut untuk makan siang. Hasil: Analisis data menunjukkan bahwa semakin tinggi skor penilaian hygeien sanitasi rumah makan, maka semakin rendah adanya keluhan irritable bowel syndrome (IBS). Angka IBS mengalami kenaikan pada rumah makan yang menyediakan ruang makan yang terbuka, terutama pada rumah makan yang berada pada tepi jalan dengan lalu lintas padat. (1568,4%). Kesimpulan menyatakan bahwa semakin rendah skor penilaian grade rumah makan, semakin tinggi angka kejadian penyakit bawaan makanan (gastroenteritis)

    Implementasi Kebijakan Pelayanan Antenatal Care (ANC) bagi Ibu Hamil pada Masa Pandemi COVID-19

    Get PDF
    This study aims to analyze the implementation of antenatal care service policies for pregnant women during the Covid-19 pandemic in Kepahiang Regency using Edward III's theory. This research method uses a qualitative descriptive design. The results showed that communication between health workers and pregnant women, husbands, or families in implementing antenatal care activities for pregnant women was relatively smooth. Human resources from health workers implementing antenatal care activities were available according to needs, disposition, and bureaucratic structure in service implementation. During the Covid-19 pandemic in Kepahiang Regency, antenatal care for pregnant women went well. In conclusion, in general, the performance of antenatal care service policies for pregnant women during the Covid-19 pandemic in the Kepahiang Regency went well.   Keywords: ANC, Covid-19, Pregnant Women, Polic

    IDENTIFIKASI SANITASI LINGKUNGAN DASAR RUMAH TANGGA MELALUI SURVEY DAN PENYULUHAN DI KAWASAN TAMBAK PERAIRAN SUNGAI MUSI KECAMATAN GANDUS

    Get PDF
    Improved sanitation is an effort to prevent disease and health problems from environmental risk factors to realize a healthy environmental quality from the physical, chemical, biological, and social aspects. One of the efforts that can be done, namely increasing access to clean water, sanitation facilities, and hygienic behavior (WASH), is a significant opportunity to improve public health and welfare by preventing the spread of disease and improving nutritional status. This service aims to identify environmental sanitation and efforts to improve public health status. The method used in this service was a survey and observation in 24 residents' houses, then continued with providing education and counseling about environmental health. The results of the service show that the characteristics of most residents' houses still need a ceiling. On average, respondents throw away their garbage and burn it, residents have trash cans, but they are temporary, and the conditions are not strong or tightly closed. Most respondents already have a latrine with a sitting latrine type, but the distance is less than 10 meters, and there is still a lack of clean water sources, so they do not meet the requirements. Almost half of the respondents stated that a family member had been sick in the past year with non-communicable disease. Respondents have implemented clean and healthy living behavior. However, some things need to be implemented optimally, such as the need for more eating vegetables and fruit and many family members still smoking. It is crucial to improve household basic environmental sanitation to improve the health status of the community.  ---  Peningkatan sanitasi merupakan upaya pencegahan penyakit dan atau gangguan kesehatan dari faktor risiko lingkungan untuk mewujudkan kualitas lingkungan yang sehat baik dari aspek fisik, kimia, biologi maupun social. Salah satu upaya yang dapat dilakukan yaitu meningkatkan akses ke air bersih, fasilitas sanitasi, dan perilaku higienis (WASH) merupakan peluang utama untuk meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan masyarakat dengan mencegah penyebaran penyakit dan meningkatkan status gizi. Tujuan pengabdian ini untuk mengidentifikasi sanitasi lingkungan dan upaya dalam peningkatan status kesehatan masyarakat. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini dilakukan survey dan observasi di 24 rumah warga kemudian dilanjutkan dengan pemberian edukasi dan penyuluhan tentang kesehatan lingkungan. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa karakteristik rumah warga mayoritas belum memiliki plafon. Rata-rata responden membuang sampahnya dan dibakar, warga memiliki tempat sampah namun tidak permanen dan kondisinya tidak kuat dan tidak tertutup rapat. Mayoritas responden telah memiliki jamban dengan jenis jamban duduk namun jaraknya < 10 meter serta masih minimnya sumber air bersih sehingga belum memenuhi syarat. Hampir separuh responden menyatakan bahwa terdapat anggota keluarga yang pernah sakit dalam satu tahun terakhir dengan jenis penyakit tidak menular. Responden telah menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat namun masih ada beberapa hal yang belum diterapkan secara maksimal seperti kurangnya makan sayur dan buah serta masih banyaknya anggota keluarga yang merokok. Penting untuk meningkatkan sanitasi lingkungan dasar rumah tangga untuk meningkatkan status kesehatan masyarakat

    ELIMINASI MALARIA DI BERBAGAI NEGARA: LITERATURE REVIEW

    Get PDF
    Pendahuluan: Malaria merupakan masalah kesehatan di seluruh dunia. Pada tahun 2020, hampir setengah dari populasi dunia berisiko terkena malaria. Melihat permasalahan tersebut maka peneliti tertarik untuk melakukan studi literatur review tentang ‚ÄúEliminasi Malaria di Berbagai Negara: Literature Review‚ÄĚ. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat Faktor apa saja yang berperan dalam program eliminasi malaria di berbagai negara. Metode : Penelitian ini adalah penelitian deskriptif observasional dengan memakai desain literature review. Dimana ulasan, rangkuman, dan pemikiran dari beberapa sumber pustaka dibahas sesuai topik yang ditentukan, rentang waktu artikel yang dipilih dalam studi ini adalah 9 tahun terakhir. Hasil dan Pembahasan : Artikel yang dipilih berdasarkan beberapa kriteria inklusi dan eksklusi yang ditetapkan oleh peneliti. Dari artikel yang telah ditetapkan peneliti mengenai eliminasi malaria di berbagai negara diperoleh 25 artikel yang digunakan dalam studi ini. Diantara 25 artikel tersebut diperoleh 12 artikel membahas mengenai pengendalian vektor, 9 artikel membahas surveilens malaria, 4 artikel membahas tentang pengobatan malaria. Kesimpulan : Studi lebih lanjut dibutuhkan guna memperoleh metode yang paling tepat dan efektif dalam mencapai eliminasi malaria di seluruh dunia

    ANALISA HUBUNGAN PENGARUH KOMPENSASI DAN MOTIVASI TENAGA KEPERAWATAN TERHADAP KINERJA PERAWAT DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH SUNGAI LILIN

    Get PDF
    Tujuan: Mengetahui hubungan faktor kompensasi dan motivasi tenaga keperawatan terhadap kinerja perawat di Rumah Sakit Umum Daerah Sungai Lilin.Metode: Metode penelitian menggunakan desain crossectional dengan sampel sebanyak 43 reponden yang merupakan perawat di RSUD Sungai Lilin. Data yang terkumpul dianalisis menggunakan uji chi-square.Hasil: Hasil penelitan diperoleh terdapat hubungan yang signifikan antara kompensasi dengan kinerja perawat (p-value = 0,028) dan terdapat hubungan yang signifikan antara motivasi dengan kinerja perawat (pvalue = 0,007). Kompensasi dan motivasi diperkirakan menjadi risiko terjadinya kinerja yang kurang baik pada perawat di RSUD Sungai lilin, berdasarkan hasil analisis diperoleh prevalence ratio sebesar 1,522 (95% CI: 1,041-2,224) artinya ketika seorang perawat mendapatkan kompensasi yang rendah makan berisiko 1,533kali untuk memiliki kinerja yang kurang baik, sedangkan untuk motivasi diperoleh prevalence ratio sebesar 1,744 (95% CI: 1,099-2,767), artinya ketika perawat mempunyai motivasi kerja yang rendah maka berisiko 1,744 kali untuk mempunyai kinerja yang kurang baik.Simpulan: Kinerja yang baik dapat membantu perawat untuk mencapai tujuan dengan lebih baik, sehingga adanya kompensasi yang tinggi dan motivasi yang tinggi diharapkan dapat meningkatkan kinerja perawat RSUD Sungai Lilin.Kata kunci: Kinerja, Kompensasi, Motivas

    Analisis Fisik Kimia Perairan untuk Mendeteksi Kualitas Perairan Sungai Rambang Kabupaten Ogan Ilir Sumatra Selatan

    Get PDF
    Penelitian terhadap kualitas dan kondisi perairan Sungai Rambang Kabupaten Ogan Ilir telah dilakukan selama Juli - November 2012. Sampel air diambil di 5 lokasi dengan 3 titik yang masing-masing diulang sebanyak 3 kali. Penentuan lokasi sampel¬† berdasarkan metode Purposive Random Sampling. Analisis kualitas air dilakukan secara langsung di lapangan dan di Laboratorium¬† kimia FMIPA ¬†Universitas Sriwijaya. Hasil menunjukkan bahwa kondisi fisik-kimia Sungai Rambang termasuk dalam kategori baik.¬† Kisaran suhu cenderung sama dengan suhu udara sekitar perairan yaitu 26-31 ¬ļC, tingkat kecerahan 7-40 %, TSS 32-161 mg/L, TDS 41-278 mg/L, DHL 18-238 ¬ĶS/cm, kecepatan arus 6-13 cm/detik, DO 5,90-12,35 mg/L, BOD 0,47- 5,42 mg/L, COD ttd- 14,5 mg/L, pH 4,85-6,95, dan lemak 211-289 mg/L. Nilai-nilai parameter ini masih sesuai dengan standar Baku Mutu Air (BMA) perairan sungai tahun 2010. Kualitas fisik kimia perairan berpengaruh terhadap keanekaragaman jenis dan distribusi plankton. Curah hujan mempengaruhi kondisi perairan, dan mempengaruhi jumlah serta jenis plankton dalam perairan tersebut. Pada musim penghujan, indeks keanekaragaman spesies plankton cenderung rendah ¬†dibandingkan pada musim kemarau yaitu 1,22 ‚Äď 2,26, dengan Indeks keseragaman¬† antara 0,31- 0,58 yang berarti tidak ada dominansi suatu populasi plankton. Kehadiran dan keanekaragaman populasi plankton merupakan indikasi kualitas lingkungan perairan. Hasil uji parameter¬† fisik kimia perairan yang dilakukan menunjukkan bahwa kualitas perairan sungai Rambang masih layak untuk dimanfaatkan oleh masyarakat, namun tidak disarankan untuk digunakan sebagai sumber air minum

    Kualitas Hidup dan Kesiapsiagaan Bencana Gempa Bumi pada Masyarakat Pesisir Pantai Panjang Kelurahan Teluk Sepang

    Get PDF
    This study aims to analyze the community's quality of life and earthquake disaster preparedness in the Long Coastal Coast area, Teluk Sepang Village, Bengkulu. This research method uses an analytical observational study with a cross-sectional design. The results showed that 82 people (82%) had a good quality of life and 18 people (18%) of them had a poor quality of life, and most of the respondents, 68 people (68%), had good preparedness, and 32 people (32 %) had poor preparedness. The analysis results obtained significant results of quality of life with readiness (p = 0.001, OR 7.28). The multivariate test results showed that the quality of life was the most dominant factor associated with earthquake preparedness. In conclusion, there is a significant relationship between quality of life and preparedness for natural earthquake disasters in the Long Coastal area, Teluk Sepang Village, Bengkulu. Keywords: Earthquake Disaster Preparedness, Quality of Lif

    ANALISIS FAKTOR IMPLEMENTASI KEBIJAKAN VAKSIN COVID-19 PADA ANAK- ANAK

    Get PDF
    Pendahuluan: Setelah wabah pandemi COVID-19 pada awal tahun 2020, upaya penelitian dan pengembangan terkait pencegahan efektif terhadap virus corona SARS-2 segera menghasilkan.Strategi vaksinasi COVID-19 terdiri dari pemberian vaksin secara bertahap kepada semua orang sesuai dengan tingkat risiko individu. Mulai 16 Desember 2021, vaksinasi di bawah program imunisasi nasional telah diperpanjang untuk anak usia 5 hingga 11 tahun, dan protokol merekomendasikan dua dosis vaksin BNT162b2 setiap 21 hari. Namun, orang tua semakin khawatir bahwa vaksin dapat membahayakan anak-anakmereka, terutama terkait dengan keamanan vaksin. Beberapa masalah keamanan vaksin terbatas pada wilayah tertentu Metode: Kajian ini merupakan format pencarian literature review yang memenuhi kriteria penulisan dengan menggunakan metode analisis yaitu: Komunikasi, sumber daya, organisasi dan birokrasi dalam memperkenalkan vaksinasi COVID-19 pada anak. Artikel yang terpilih diproses dengan memfilter database jurnal ilmiah nasional dan internasional seperti Google Scholar, PubMed, Sciencedirect dan Springlink kemudian diperiksa teks lengkapnya, terutama paragraf, dengan paparan yang berbeda. Hasil dan Pembahasan: Penelusuran  artikel menggunakan kata kunci, Hingga 74 artikel ditemukan yang cocok dengan kata kunci, dan artikel kemudian dipilih berdasarkan Kelengkapan dan tumpang tindih artikel di setiap artikel, menyisakan 24 artikel, kemudian artikel diseleksi kembali menggunakan kriteria inklusi, Sehingga terdapapat 10  artikel yang memenuhi kriteria penelitian. Kesimpulan: Berdasarkan hasil penelusuran jurnal dapat disimpulkan beberapa artikel yang menunjukkan bahwa implementasi kebijakan vaksinasi Covid-19 pada anak dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti: Komunikasi, sumber daya, disposisi dan birokrasi

    Nutrient Digestibility of Beef Cattle Ration with Total Mixed Fiber Amoniation (TMFA) as Basal Feed and Organic Mineral Supplementation by In Vitro

    Get PDF
    The research was aimed to obtain the level of organic minerals supplementation with Total mixed fiber Amoniation (TMFA) as basal feeding for the improvement of nutrient digestibility in rumen. Technique of research conducted by In Vitro technique. The method used in this research is a Completely Randomly Designed (CRD) with 4 treatments and 4 replications. P1: 60% amoniation TMF + 0 x Organic macro minerals (Ca, P, and S) NRC (2000) + 15% Swamp Legumes. P2: 60% ammonia TMF + 0.75 x Organic macro minerals (Ca, P, and S) NRC (2000) + 15% Swamp Legum, P3: 60% ammonia TMF + 1 x Organic macro minerals (Ca, P, and S) NRC (2000) + 15% Legum Swamp P4: 60% amoniation TMF + 1.5 x Organic macro minerals (Ca, P, and S) NRC (2000) + 15% Swamp Legum. Each treatment was added with an organic micro-mineral consisting of 40 ppm organic Zn, 10 ppm organic Cu, 0.10 ppm organic Se, and 0.30 ppm organic Cr. The parameters measured in the in-vitro technique were, measurement of nutrient digestibility which consists of dry matter and organic matter, crude protein, crude fiber, NDF and ADF. The results showed that organic mineral supplementation had significantly different effect (P <0.05) on nutrient digestibility (dry matter, organic matter, crude protein, crude fiber, ADF, NDF). The conclusion of this study was that organic mineral supplementation of Ca, P and S 1.5 times of requirement according to NRC (2000) gave the best results for in vitro nutrient beef digestion with Total mixed fiber ammoniation (TMFA) as basal feed and supplementation of l5% legume swamp (Kemon air).Keywords: Amoniation, total mixed fiber, organic mineral, nutrient digestibilit

    Analisis Pelaksanaan Program Pencegahan Stunting

    Get PDF
    This study aims to analyze the implementation of the stunting prevention program at the Air Beliti Health Center, Musi Rawas Regency. The research design used was a combination of quantitative and qualitative methods (mixed methods). The results showed that the most dominant respondent was female, namely 66.67%. Most of them are 21-30 years old, which is 46.67%, the most educated are D3/Diploma, which is 66.67%, and 40% of the work period is more than seven years. Factors related to the success of the stunting program at the Air Beliti Public Health Center, Musi Rawas Regency, are the characteristics of the institutional structure, network and communication variables, and community needs. At the same time, the factors that are not related to the success of the stunting program are organizational culture and external networks. The stunting prevention programs carried out by the Air Beliti Health Center include; 1) improving the nutritional quality of individuals, families, and communities; 2) taking joint actions or breakthroughs for stunting prevention, 3) carrying out health and nutrition education strategies through family independence; and make 1000 HPK moves. In conclusion, implementing the stunting prevention program at the Air Beliti Health Center, Musi Rawas Regency, in general, has gone well with positive community responses. Factors that can influence the success of the stunting program implementation are the characteristics of the agency structure, network and communication, and community needs. Keywords: Implementation, Prevention, Program, Stuntin
    • ‚Ķ
    corecore