52 research outputs found
DAMPAK LIMBAH RUMAH TANGGA TERHADAP EKOSISTEM LAUT BAGI MASYARAKAT DI PASIE NANTIGO KOTO TANGAH PADANG
Observasi awal lingkungan yang ada di daerah ini terlihat sampah yang bertebaran dan adanya bau yang tidak sedap, sebagian lagi ada yang membuang langsung limbahnya ke laut.Sehingga mengganggu ekosistem laut atau perairan. Penelitian ini sangat didukung oleh Bapak lurahmasyarakat setempat. Tujuan dari penelitian ini adalah menjelaskan bahaya limbah rumah tangga yang melebihi baku mutu yang ditetapkan oleh pemerintah terhadap ekosistem laut, serta akan berdampak juga terhadap pendapatan nelayan yang berkurang. Metode yang dilakukan adalah wawancara dengan masyarakat Pasie Nan Tigo. Hasil penelitian karena perairan yang tercemar sehingga ikan akan menjauh. Berkurangnya pendapatan nelayan nantinya akan mempengaruhi kesejahteraan masyarakat nelayan itu sendiri
DAMPAK BENCANA ALAM TERHADAP POTENSI EKONOMI INDONESIA
Abstrak
Different approach by evaluating the specific impact on the economy. Evaluation of economic impact of extreme natural events that provide a measure of the costs of the impact of extreme natural events to the public. The magnitude of natural disasters can be assessed physically, socially, or economically. Response to losses in action packed form of both structural and non-structural adjustment so expect such losses can be minimized level in anticipation or immediately
ANALISIS MULTIKRITERIA DAN REGRESI LOGISTIK TERHADAP KERAWANAN BANJIR DI KECAMATAN KOTO XI TARUSAN, KABUPATEN PESISIR SELATAN
The objectives of this research are: (1) Mapping flood vulnerability in Koto XI Tarusan Sub-district, Pesisir Selatan Regency. (2) To determine the most influential factors in determining the level of flood vulnerability in Koto XI Tarusan Sub-district, Pesisir Selatan Regency. This type of research is quantitative research with descriptive, and inferential approaches. Using a combined method consisting of three stages of analysis. Firstly, Analytic Hierarchy Process (AHP) was used to determine the priority importance of each parameter based on expert judgement. Second, Binary Logistic Regression was applied to build the most stable and significant statistical prediction model. Thirdly, bivariate analyses (Chi-Square Test and Independent Sample T-Test) were applied to test individual relationships between variables. The six main parameters were rainfall, elevation, slope, soil type, distance from river and land cover. Validation of the regression model was conducted with a train-test data split of 80%-20%. The results showed that (1) The results of the AHP method flood vulnerability mapping are classified into three levels of vulnerability, namely low with an area of 22,584.94 hectares (51%), medium with an area of 18,704.34 hectares (42%), and high with an area of 2,987.69 hectares (7%). Mapping binary logistic regression method classified into three levels of vulnerability, namely low with an area of 31,054.538 hectares (70%), moderate with an area of 2,644.558 hectares (6%), and high with an area of 10,649, 199 hectares (24%), concentrated along the alluvial plain of Tarusan watershed (2) Rainfall (priority, 0.38) and Elevation (priority, 0.23) are the most influential factors according to AHP. Binary logistic regression model of significant variables showed Distance from River (p = 0.002) and Slope (p = 0.015) as the best model with 100% validation accuracy. Bivariate analysis proved that the factors of soil type, land cover and elevation had very strong individual relationships (p < 0.05) with flood occurrence. In conclusion, triggering factors (hydrometeorology) and physical vulnerability (geomorphology and land cover) jointly determine the level of flood vulnerability
Spatial Thinking Analysis of Geographic Students Based on Lesson Study for Learning Community (Lslc) in Geographic Learning
Spatial thinking in geography learning is very important to explain phenomena, find meaning, answers, and solutions about shape, size, orientation, location, direction, objects in certain spaces on the earth's surface. Therefore, geography students must be able to solve problems in their environment through spatial thinking. "Lesson Study for Learning Community" is considered one of the right approach to solve the problem. The research was conducted at the Department of Geography, FIS UNP in the January-June 2018 semester. The subjects of the study were geography students registered in 2016. The data collected through observation by 6 observers. Learning scenarios follow the steps of Lesson Study; "Plan", "Do" and "See". The data were analyzed by using data reduction, display and data verification techniques. The result of study show that students' spatial thinking skills based on "Lesson Study for Learning Community" can solve the problem of geography learning, both in asking, answering, discussing, and expressing opinions. Learning is more directed, fun, and collaborating between students, model lecturer, and observers
TINGKAT PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT MASYARAKAT DI PESISIR PANTAI SASAK PASAMAN BARAT
Penelitian ini bertujuan untuk melihat perilaku masyarakat dalam rangka hidup bersih dan sehat di Pesisir Pantai Sasak Pasaman Barat. Tidak dapat dipungkiri bahwa permasalahan kebersihan lingkungan merupakan hal utama. Agama juga sangat menganjurkan kita untuk hidup bersih, dengan pesan Kebersihan adalah Sebagian dari Iman. Pesan tersebut menuntut kita bersih lahir dan batin. Perilaku hidup bersih dan sehat untuk menciptakan suatu kondisi bagi perorangan, keluarga, kelompok dan masyarakat untuk meningkatkan pengetahuan, sikap dan perilaku, melalui binaan dan pemberdayaan masyarakat. Penelitian ini merupakan penelitian survei dengan pendekatan explanatory research. Alat pengumpul data yang digunakan dalam penelitian ini adalah angket. Pelaksanaan kegiatan ini direncanakan untuk 1 tahap yakni dilakukan pada tahun 2016 yang memetakan dan menganalisis tingkatan PHBS. Dari hasil penelitian diperoleh PHBS di Nagari Sasak Pasaman Barat pada umumnya termasuk kategori Sehat II yang terdiri dari Jorong Pondok, Pasa Lamo, Padang Jaya Maligi, Pantai Indah Maligi dan Padang Indah Maligi. Sedangkan Sehat III terdapat pada jorong Suka Jadi Maligi dan Suka Indah Maligi. Dalam penelitian ini tidak ditemukan Tidak Sehat, Sehat I dan Sehat IVPenelitian ini bertujuan untuk melihat perilaku masyarakat dalam rangka hidup bersih dan sehat di Pesisir Pantai Sasak Pasaman Barat. Tidak dapat dipungkiri bahwa permasalahan kebersihan lingkungan merupakan hal utama. Agama juga sangat menganjurkan kita untuk hidup bersih, dengan pesan Kebersihan adalah Sebagian dari Iman. Pesan tersebut menuntut kita bersih lahir dan batin. Perilaku hidup bersih dan sehat untuk menciptakan suatu kondisi bagi perorangan, keluarga, kelompok dan masyarakat untuk meningkatkan pengetahuan, sikap dan perilaku, melalui binaan dan pemberdayaan masyarakat. Penelitian ini merupakan penelitian survei dengan pendekatan explanatory research. Alat pengumpul data yang digunakan dalam penelitian ini adalah angket. Pelaksanaan kegiatan ini direncanakan untuk 1 tahap yakni dilakukan pada tahun 2016 yang memetakan dan menganalisis tingkatan PHBS. Dari hasil penelitian diperoleh PHBS di Nagari Sasak Pasaman Barat pada umumnya termasuk kategori Sehat II yang terdiri dari Jorong Pondok, Pasa Lamo, Padang Jaya Maligi, Pantai Indah Maligi dan Padang Indah Maligi. Sedangkan Sehat III terdapat pada jorong Suka Jadi Maligi dan Suka Indah Maligi. Dalam penelitian ini tidak ditemukan Tidak Sehat, Sehat I dan Sehat I
Pemetaan Habitat Bentik Berbasis Objek di Perairan Dangkal Kawasan Konservasi Perairan Daerah Kabupaten Agam
Penelitian ini bertujuan untuk (1) memetakan habitat bentik yang ada di Kawasan Konservasi Perairan Daerah (KKPD) Kabupaten Agam menggunakan metode Object Based Image Analyse (OBIA), dan (2) mengetahui apa saja jenis habitat bentik yang ada pada KKPD Kabupaten Agam. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan metode Analisis Berbasis Objek (OBIA) menggunakan Citra Sentinel 2A. Klasifikasi level 1 menghasilkan 4.898 segmen dan tiga zona habitat terdiri dari zona darat, perairan dangkal dan perairan dalam. Sedangkan level 2 menghasilkan 1.216 segmen dan empat kelas habitat bentik terdiri dari kelas karang (coral) 24,63 ha (56,17%), lamun (seagrass) 10,09 ha (23,01%), substrat pasir (sand) 4,82 ha (10,99%) dan pecahan karang (rubble) 4,31 ha (9,83%). Uji akurasi confussion matrix peta habitat bentik KKPD Kabupaten Agam sebesar 78,85% dengan nilai kappa 0,67. Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai acuan untuk perencanaan pengelolaan Habitat Bentik lebih lanjut dan berkelanjutan khusus nya di KKPD Kabupaten Agam.
 
Analisis Pemetan Identifikasi Kondisi Kesehatan Tanaman Dan Produktifitas Tanaman Kelapa Sawit Di Setiap Afdeling Kebun 3 PT.JATIM Jaya Perkasa, Kabupaten Rokan Hilir
Penelitian ini Bertujuan: (1) Untuk mengetahui kondisi kesehatan tanaman kelapa sawit yang kekurangan nutrisi dengan memanfaatkan sistem informasi geografi dan penginderaan jauh. (2) Untuk menganalisis dan mengetahui hasil estimasi produktifitas tanaman kelapa sawit di kebun 3 PT.JJP. Dalam mengidentifikasi kondisi kesehatan tanaman kelapa sawit ini menggunakan metode Normalized Difference Vegetation Index (NDVI). NDVI merupakan perhitungan band merah dan band inframerah dekat pada citra satelit untuk mengetahui tingkat kehijuan tanaman dan tingkat kesehatan pada tanaman. NDVI memiliki rentang nilai -1 sampai 1, dengan asumsi semakin aktif proses fotosintesis pada tanaman maka nilai NDVI akan semakin tinggi, hal ini menunjukkan bahwa tanaman tersebut mampu untuk melakukan proses fotosintesis dengan baik yang berarti tanaman tersebut sehat. Nilai NDVI ini nantinya akan dibandingkan dengan data Leaf Sampling Unit (LSU) untuk melakukan uji akurasi interpretasi citra, lalu akan di analisis estimasi produktivitas tanaman kelapa sawit berdasarkan hasil NDVI. Hasil penelitian yaitu: (1) Hasil nilai NDVI kebun 3 PT.JJP memiliki rentan nilai -0,47 – 0,73. (2) Pengklasifikasian tingkat kesehatan terdapat 3 kelas tingkat kesehatan yaitu kelas tanaman tidak sehat seluas 52 ha dengan rentan nilai NDVI 0,11 – 0,22, kelas tanaman cukup sehat seluas 824 ha dengan rentan nilai 0,22 – 0,42, dan kelas tanaman sangan sehat seluas 1945 ha dengan rentan nilai NDVI 0,42 – 0,72, Kelas tingkat kesehatan ini sesuai dengan data LSU yang telah dianalisis kandungan nutrisi makronya (N, P, K, Mg). (3) Perhitungan estimasi produktifitas tanaman kelapa sawit kebun 3 menggunakan nilai NDVI pada bulan juli 2023 menunjukkan nilai rata – rata 2,56 Ton/Ha dengan hasil keseluruhan luas dari area tanaman yang telah menghasilkan yaitu 4.979 Ton dengan perbandingan hasil produktifitas tanaman kelapa sawit dari data perusahan yaitu 4.481 Ton
Analisis Pola Sebaran Minimarket Berdasarkan Karakteristik Lokasi di Kota Bukittinggi
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola sebaran minimarket di Kota Bukittinggi dan mengetahui karakteristik lokasi sebaran minimarket di Kota Bukittinggi. Penelitian ini menggunakan metode mix method dengan desain Sequential Explanatory dan analisis secara spasial yaitu sistem informasi geografis. Hasil analisis menunjukkan bahwa pola sebaran minimarket membentuk pola acak. Minimarket cenderung berlokasi di bagian utara Kota Bukittinggi yaitu Kecamatan Mandiangin Koto Selayan sebesar 56,76% yang merupakan kecamatan terluas terutama pada Kelurahan Campago Ipuh yaitu sebanyak 6 unit minimarket atau 16,21%. Lokasi minimarket berada pada fungsi jalan dengan tingkat aksesibilitas yang tinggi yaitu pada jalan kolektor sebesar 62,17% dan pada jaringan jalan yang dilalui oleh angkutan kota sebesar 91,89%. Faktor aksesibilitas menjadi pertimbangan yang paling penting dalam pemilihan lokasi minimarket sehingga terjadi overlapping jangkauan pelayanan minimarket dalam radius 100 meter dan 300 meter. Minimarket cenderung berlokasi pada wilayah dengan tingkat kepadatan penduduk yang tinggi yaitu sebesar 40,54%
ANALISIS KUALITAS AIR DAN ESTIMASI POTENSI BEBAN PENCEMARAN PADA SUNGAI BATANG ARAU, KOTA PADANG
The objectives of this study are: (1) Analyse water quality and determine the status of water quality in the Batang Arau River, Padang City by considering several physical (temperature, TDS, TSS,), chemical (BOD, COD, DO, total phosphate (T-Phosphate), pH, nitrate (NO3-N), ammonia (NH3-N) and biological (fecal coliform) parameters. (2) Estimating the potential pollution load of Batang Arau River from domestic, industrial and agricultural sectors.
This type of research is descriptive quantitative. There are 2 methods used in this research, in analysing water quality and identifying water quality status using the STORET method. Meanwhile, to estimate the potential pollution load in Batang Arau River, this research uses an indirect calculation by calculating the potential pollution load sourced from the 2017 Citarum River Pollution Load Capacity and Allocation book. Determination of sample points using purposive sampling technique with a total of 5 sample points spread from upstream to downstream.
The results showed that (1) Based on the analysis results, 7 out of 11 water quality parameters experienced problems including temperature, TDS, BOD, COD, DO, T-Phosphate and Ammonia. The quality status of the Batang Arau River at sample points 1 and 2 is still categorised as meeting quality standards, sample 3 is classified as mildly polluted, samples 4 and 5 are categorised as heavily polluted. (2) The highest potential pollution load in the Batang Arau River is caused by the domestic sector, followed by the industrial and agricultural sectors. The ability to accommodate the pollution load in the Batang Arau River is influenced by the amount of river water discharge and water quality, high water discharge accelerates the process of dissolving pollutants in water through the process of self purification
STUDI KARAKTERISTIK FISIK KAWASAN KONSERVASI PENYU KOTA PARIAMAN
ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik fisik kawasan konservasi penyu pada habitat alami penyu di Pulau Kasiak dan pada habitat buatan di Pusat Penangkaran Penyu. Penelitian berlangsung pada bulan Januari-April 2014. Hasil Penelitian yaitu: (1) Pulau Kasiak memiliki topografi yang landai disukai penyu untuk naik dan bertelur. Material sedimen yang bertekstur kasar baik untuk penetasan telur. Temperatur pasir sarang yang bernilai rata-rata 28,2ºC sudah mendekati suhu yang sesuai untuk menghasilkan jenis kelamin tukik yang seimbang. Kondisi perairan Pulau Kasiak tergolong baik sebagai habitat penyu. (2) Pusat Penangkaran Penyu memiliki karakteristik yang hampir mendekati habitat alami penyu. Temperatur pasir pada media inkubasi tidak semuanya sesuai dengan temperatur di habitat alami penyu dan temperatur yang baik untuk penetasan penyu. Media yang baik untuk inkubasi telur adalah drum plastik dan stereofoam dengan temperatur rata-rata 28,8°C dan 29,2°C. Kondisi air yang digunakan untuk perawatan tukik dan penyu dewasa berbeda dengan Perairan di Pulau Kasiak karena memiliki salinitas yang lebih rendah
- …
