18 research outputs found
Evaluasi Ketahanan 4 (Empat) Varietas Tanaman Kentang (Solanum Tuberosum L.) di Dataran Medium dengan Pemberian Agen Hayati Pseudomonas Fluorescens
Tanaman kentang akan tumbuh baik dan produksi tinggi apabila ditanam pada keadaan lingkungan yang sesuai dengan syarat tumbuhnya contohnya suhu dan textur tanah yang gembur (Cahyono, 1996 ; Zulkarnain et al., 2005). Penelitian dilakukan untuk mengetahui pengaruh pemberian agen hayati Pseudomonas fluorescens pada pengendalian penyakit empat varietas tanaman kentang selain itu untuk menguji ketahanan empat varietas kentang di dataran medium. Hipotesis dari penelitian ialah perbedaan pengaruh agen hayati P. fluorescens dalam mengendalikan penyakit Ralstonia solanacearum pada keempat varietas tanaman kentang. Perbedaan adaptasi empat varietas tanaman kentang dan produktivitasnya yang ditanam pada dataran medium serta tanaman kentang yang diberi agen hayati P. fluorescens lebih tahan terhadap serangan penyakit khususnya R. solanacearum. Penelitian telah dilaksanakan di lahan pertanian yang berlokasi di Kecamatan Bumiaji Kota Batu 786 m dpl. Metode penelitian yang digunakan adalah Rancangan Petak Terbagi dengan delapan perlakuan dan tiga kali ulangan. Perlakuan terdiri dari H0V1 = DTO28 kontrol, H1V1 = DTO28 dengan P. fluorescens, H0V2 = Desiree kontrol, H1V2 = Desiree dengan P. fluorescens, H0V3 = Granola Lembang kontrol, H1V3 = Granola Lembang dengan P. fluorescens, H0V4 = Granola Kembang kontrol, H1V4 = Granola Kembang dengan P. fluorescens. Hasil penelitian menunjukkan tidak terjadi interaksi pada pemberian agen hayati maupun macam varietas. Perlakuan berbagai macam varietas menunjukkan tidak berbeda nyata
Pengaruh Perbedaan Waktu Aplikasi Dan Konsentrasi Giberelin (Ga3) Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Tanaman Cabai Besar (Capsicum Annuum L.)
Upaya peningkatan produksi cabai besar dapat dilakukan salah satunya dengan pemberian zat pengatur tumbuh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon tanaman cabai besar terhadap perbedaan waktu aplikasi dan konsentrasi giberelin (GA3) serta untuk memperoleh waktu aplikasi dan konsentrasi giberelin (GA3) yang tepat bagi pertumbuhan dan hasil tanaman cabai besar terutama dalam pengurangan jumlah biji.Penelitian dilaksa-nakan di Kebun Percobaan Jatikerto FP-UB, Desa Jatikerto, Kecamatan Kro-mengan, Kabupaten Malang pada bulan Mei – September 2013. Percobaan disusun menggunakan Rancangan Petak Terbagi (RPT) dengan 3 ulangan. Petak utama, waktu aplikasi GA3 terdiri dari 3 taraf, yaitu W1 : Aplikasi GA3 saat berbunga, W2 : Aplikasi GA3saat berbuah dan W3 : Aplikasi saat berbunga dan berbuah. Anak petak, konsentrasi GA3 terdiri dari 5 taraf, yaitu K0 : 0 ppm, K1 : 25 ppm, K2 : 50 ppm, K3 : 75 ppm, dan K4 : 100 ppm.Aplikasi GA3 pada saat berbunga maupun saat berbuah tidak menunjukkan perbedaan yang nyata seiring dengan penambahan konsentrasi GA3 yang diberikan.Aplikasi GA3 pada saat berbunga dan berbuah dengan konsentrasi 100 ppm menunjukkan persentase fruit set lebih tinggi dibanding-kan perlakuan kontrol. Waktu aplikasi GA3 pada saat awal berbuah dapat meningkatkan jumlah bunga dan panjang buah. Konsentrasi GA3 50 ppm maupun 100 ppm meningkatkan tinggi tanaman cabai. Aplikasi GA3 menurunkan bobot per buah, panjang buah, dan jumlah biji per buah
Pengaruh Pemberian Giberelin Terhadap Produktivitas Dua Varietas Tanaman Tomat (Lycopersicum Esculentum Mill.)
Tomat merupakan komoditas hortikultura unggul, namun persentase fruit set seringkali rendah. Pemberian GA3 pada tomat dapat menimbulkan buah partenokarpi. Partenokarpi adalah mekanisme pembentukan buah tanpa melalui proses polinasi dan fertilisasi. Upaya pembentukan buah partenokarpi melalui induksi giberelin dimaksudkan untuk memperbaiki kualitas bentuk, ukuran buah besar, jumlah biji yang sedikit serta lebih stabil bentuk dan ukuran. Penelitian bertujuan untuk mengetahui pemberian giberelin (GA3) yang optimum sehingga berpengaruh terhadap produktivitas tanaman tomat dan kandungan biji dalam buah. Percobaan dilaksanakan pada bulan Juni sampai November 2013 di desa Sumberejo kecamatan Pare kabupaten Kediri. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Kelompok Faktorial dengan 8 perlakuan yang diulang 4 kali. Perlakuan tersebut terdiri dari pemberian konsentrasi GA3 dengan 4 taraf yaitu 0, 20,40 dan 60 ppm serta 2 varietas tomat yaitu Tymoty dan New Idaman. Data dianalisis menggunakan uji F dengan taraf 5%,apabila berbeda nyata antar perlakuan diuji dengan BNT 5%. Hasil penelitian ini menunjukkan interaksi yang nyata pada parameter bobot segar per tanaman, bobot segar per buah dan jumlah buah panen total. Pemberian konsentrasi 40 ppm pada Tymoty dan 60 ppm New Idaman memberikan pengaruh nyata karena dapat menambah bobot segar buah per tanaman, bobot segar buah dan jumlah buah panen total. Parameter jumlah biji menunjukkan konsentrasi GA3 40 ppm dapat menurunkan kandungan biji dalam buah sebesar 9,13 % dibandingkan perlakuan kontrol. New Idaman memiliki jumlah buah masak, buah jadi dan persentase fruit set lebih baik dibandingkan Tymoty
Pengaruh Beberapa Macam Kombinasi Pupuk Organik Dan Anorganik Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Tanaman Jagung Manis (Zea Mays Saccharata Sturt)
Tujuan dari penelitian ini ialah mempelajari pengaruh pemupukan pupuk anorganik dan pupuk organik terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman jagung manis dan mencari dosis dan jenis pupuk yang tepat untuk pertumbuhan dan hasil tanaman jagung manis. Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan Oktober hingga Desember 2011 di Desa Tegalweru, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai tertinggi pada komponen hasil terdapat pada perlakuan Urea 200 kg ha-1, KCl 50 kg ha-1, SP36 75 kg ha-1 (Kontrol) (P1) meskipun tidak berbeda nyata dengan perlakuan Urea 100 kg ha-1, KCl 25 kg ha-1, SP36 37,5 kg ha-1 + Pukan sapi 10 ton ha-1 (P5), Urea 100 kg ha-1, KCl 25 kg ha-1, SP36 37,5 kg ha-1 + Pukan sapi 20 ton ha-1 (P6), Urea 100 kg ha-1, KCl 25 kg ha-1, SP36 37,5 kg ha-1+ Kotoran sapi segar 1 l air/tanaman (P7), Urea 100 kg ha-1, KCl 25 kg ha-1, SP36 37,5 kg ha-1 + Kotoran sapi segar 2 l air/tanaman (P8) dan NPK (16-16-16) 100 kg ha-1.+ POC Nasa 2 ml/tanaman (P10). Nilai tertinggi pada kadar gula (o Brix) terdapat pada perlakuan NPK (16-16-16) 100 kg ha-1+ POC Nasa 1 ml/tanaman (P9) memiliki 16o Brix
Yield and Curcumin Content Stability of Five Ub Clones of Temulawak (Curcuma Xanthorriza Rox.)
Interactions between genotype and environment is affect yield and curcumine content of temulawak (Curcuma xanthorrhiza Rox). The aims of the study was to determine stability of yield and curcumine content in diffrent enviromental condition. Field experiment was conducted during 12 month of year 2010, and Randomized block design with three replications was applied at four locations : Sragen, Malang, Pasuruan and Sumenep. The materials tested consists of five clones : UB1, UB2, UB3, UB4, UB5 included control ( Balitro clone). The results showed that the stability of the rhizome yield in each locations , achieved by UB3 and UB4 clones. The highest rhizome weight was obtained by UB2 at 34,63 t/ha, while the constant high curcumin content was obtained by UB4. Clones UB1 and UB5 suitable to be developed on marginal lands and clone UB2 adaptive on high fertility environment
Pertumbuhan Dan Produktivitas Sawi Pak Choy (Brasica Rapa L.) Pada Umur Transplanting Dan Pemberian Mulsa Organik
Potensi produksi tanaman pak choy belum optimal, rendahnya produksi pak choy dikarenakan pada teknik budidayanya petani cendrung tidak memperhatikan kondisi lingkungan mikro dan masih belum adanya standart transplanting yang tepat. Penelitian bertujuan untuk mendapatkan teknik budidaya pak choy dengan penggunaan mulsa dan saat transplanting yang tepat. Dilaksanakan pada bulan Mei - Juli 2013 di Desa Pandanrejo, Kecamatan Bumiaji - Batu. Penelitian menggunakan Ranca-ngan Acak Kelompok Faktorial (RAKF) dengan 16 perlakuan dan 3 kali ulangan. Perlakuan yang diberikan ialah pak choy tanpa mulsa dengan umur transplanting 5, 10, 15 dan 20 hss, pak choy dengan pemberian mulsa sekam dengan umur transplanting 5, 10, 15 dan 20 hss, pak choy dengan pemberian mulsa jerami dengan umur transplanting 5, 10, 15 dan 20 hss, pak choy dengan pemberian mulsa paitan dengan umur transplanting 5, 10, 15 dan 20 hss. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada interaksi antara mulsa organik dan umur transplanting pada pertumbuhan dan produktivitas pak choy. Pertumbuhan pak choy yang ditransplanting 20 hst lebih cepat dibandingkan 5 hst disemua variabel pertumbuhan
Pengaruh Pemberian Pgpr (Plant Growth Promoting Rhizobacteria) Pada Pertumbuhan Bud Chip Tebu (Saccharum Officinarum L.)
Produksi tebu nasional yang rendah dapat ditingkatkan dengan menggunakan teknik bud chip untuk mendapatkan bibit yang berkualitas. Teknik bud chip tebu mempunyai kendala pada daya perkecambahan yang rendah. Upaya untuk mengatasi rendahnya daya kecambah ialah melalui pemberian PGPR (Plant Growth Promoting Rhizobacteria) sebagai pemacu pertumbuhan. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan komposisi terbaik dari bakteri Pseudomonas fluorescens dan Bacillus subtilis pada PGPR yang dapat meningkatkan pertumbuhan bud chip tebu. Penelitian dilakukan pada bulan Januari hingga Mei 2015 di CV. Joyo Rosan, Gurah Kediri, Jawa Timur. Metode yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok dengan komposisi bakteri Pseudomonas fluorescens dan Bacillus subtilis yang berbeda sebagai faktor yang ingin diketahui pengaruhnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan PGPR sebagai zat pemacu tumbuh pada bud chip varietas PS 882 mampu mempercepat pertumbuhan tanaman
