2 research outputs found

    IMPLEMENTASI ALGORITMA K-MEANS TERHADAP PENGELOMPOKAN KEPEMILIKAN AKTA KELAHIRAN DI JAWA BARAT

    Get PDF
    Akta kelahiran merupakan dokumen yang berisikan informasi tentang kelahiran bayi yang wajib dimiliki sebagai seorang warga negara, diharapkan kedepannya dapat digunakan untuk memperoleh pelayanan publik lainnya. Di Jawa Barat terdapat 18 kabupaten juga 9 kota. Adanya ketidaksesuaian antara jumlah kepemilikan akta kelahiran dan jumlah penduduk menjadi salah satu masalah yang terjadi pada Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui jumlah kepemilikan dokumen akta kelahiran di Jawa Barat berdasarkan kabupaten/kota sebagai acuan juga kajian bagi pemerintah untuk mengambil tindakan kedepannya. Pada penelitian ini, data diolah menggunakan algoritma K-Means Clustering. Metode yang digunakan adalah Knowledge Discovery in Database (KDD). Hasil dari penelitian menggunakan Rapid Miner dengan hasil perhitungan Davies Bouldin Index dan diperoleh nilai k yang optimum sebesar 3 (0.910). Cluster 0 adalah anggota dengan jumlah kepemilikan akta kelahiran yang rendah, Cluster 2 dengan jumlah kepemilikan akta kelahiran yang sedang dan Cluster 1 dengan jumlah tingkat kepemilikan akta kelahiran tinggi

    Efektivitas modifikasi kognitif perilaku untuk menurunkan kecemasan sosial pada remaja dengan Borderline Intellectual Functioning (BIF)

    Get PDF
    AbstractChildren with Borderline Intellectual Functioning (BIF) are prone to experiencing social anxiety caused by cognitive distortions. Psychological interventions that emphasize the conversion of cognitive is a cognitive-behavioral modification (CBM). Research on the application of CBM for children BIF has not been carried out. The aim of this study was to examine the effectiveness of CBM to reduce social anxiety on children with BIF. Social anxiety was measured by the Social Anxiety Scale for Adolescent (SAS-A). Data in this study also were obtained through observation and interviews with subjects and parents. This research using single subject A-B-A’ design and involve one subject, 13 years old female adolescent. This intervention conducted in 6 sessions with 90-120 minutes/session. Data on this study is analyzed by comparing SAS-A scores before and after the intervention. The result shows a change in social anxiety level on the subject. Therefore, Cognitive Behavior Modification is effective to reduce the level of social anxiety on an adolescent with BIF.Keywords: Borderline Intellectual Functioning; Cognitive Behavior Modification; Social anxiety AbstrakAnak dengan borderline intellectual functioning (BIF) rentan mengalami masalah kecemasan sosial yang disebabkan oleh distorsi kognitif. Intervensi psikologis yang bisa dilakukan adalah modifikasi kognitif-perilaku. Penelitian mengenai penerapan modifikasi kognitif-perilaku untuk anak dengan BIF belum banyak dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk melihat keefektifan Modifikasi Kognitif-Perilaku untuk menurunkan kecemasan sosial pada anak dengan BIF. Kecemasan sosial diukur menggunakan kuesioner Social Anxiety Scale for Adolescent (SAS-A). Data dalam penelitian ini juga diperoleh melalui observasi dan wawancara dengan subjek dan orang tua. Design penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah single subject A-B-A’ design, penelitian ini melibatkan satu subjek yaitu seorang remaja perempuan berusia 13 tahun. Terapi ini dilakukan dalam 6 sesi, dengan durasi 90-120 menit/sesi. Teknik analisis data dilakukan dengan membandingkan skor SAS-A sebelum dan sesudah intervensi. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya perubahan tingkat kecemasan sosial pada subjek. Dengan demikian, Modifikasi Kognitif-Perilaku terbukti efektif untuk menurunkan tingkat kecemasan sosial pada remaja dengan BIF.Kata Kunci: Borderline Intellectual Functioning; Kecemasan Sosial; Modifikasi Kognitif Perilak
    corecore