119 research outputs found
Pengaruh Kompetensi, Independensi, Due Profesionalisme Care, Dan Pengalaman Kerja Terhadap Kualitas Audit (Studi Empiris KAP di Semarang)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kompetensi,
independensi, due profesionalisme care dan pengalaman kerja terhadap kualitas
audit. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh auditor dari tingkat patner,
manajer, audit in change, senior, dan yunior yang bekerja di KAP Di Semarang.
KAP yang di teliti jumlahnya enam terdiri dari KAP Kumahaladi & Sugeng
Pamudji, KAP Hananta Budianto & Rekan, KAP Idjang Soetikno, KAP Tahrir
Hidayat, KAP Yulianti, dan KAP Riza & Rekan.
Metode pengumpulan sampel menggunakan convenience sampling.
Pengujiannya menggunakan uji f dan uji t.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa koefisien determinasi diperoleh
nilai sebesar 0,605 yang berarti bahwa 60,5% kualitas audit dipengaruhi oleh
kompetensi, independensi, due profesionalisme care dan pengalaman kerja,
sisanya sebanyak 39,5% dipengaruhi oleh variabel diluar model. Hasil uji t
menunjukkan kompetensi, independensi, due profesionalisme care dan
pengalaman kerja berpengaruh signifikan terhadap kualitas audit.
Kata Kunci: kompetensi, independensi, due profesionalisme care, dan
pengalaman kerj
Kecernaan Nutrien dan Fermentabilitas Pakan Komplit dengan Level Ampas Tebu yang Berbeda secara In Vitro
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membandingkan formulasi pakankomplit dengan penggunaan ampas tebu sebagai sumber serat yang berbeda terhadapKecernaan Bahan Kering (KcBK), Kecernaan Bahan Organik (KcBO), produksivolatille fatty acids (VFA) dan produksi amonia (NH3) secara in vitro. Rancanganyang digunakan adalah rancangan acak lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 4ulangan yaitu R1 (Pakan komplit dengan kandungan ampas tebu 25%, R2 (Pakankomplit dengan kandungan ampas tebu 30%, R3 (Pakan komplit dengan kandunganampas tebu 35%) dan R4 (Pakan komplit dengan kandungan ampas tebu 40%). Hasilpenelitian menunjukkan bahwa pakan komplit dengan penggunaan level ampas tebu(25%, 30%, 35% dan 40%) secara in vitro memberikan pengaruh nyata (P<0,05)terhadap KcBK dan KcBO, tetapi tidak memberikan pengaruh yang berbeda nyataterhadap produksi VFA dan NH3. Rata-rata KcBK pada perlakuan R1, R2, R3 danR4 berturut-turut adalah 50,68; 49,46; 46,46 dan 45,62%. Rata-rata KcBO berturutturut56,06; 54,42; 51,76 dan 51,38%. Rata-rata VFA berturut-turut 154,50; 152,00;149,50 dan 143,25 mM. Rata-rata NH3 berturut-turut 3,99; 4,26; 4,08 dan 3,82 mM.Simpulan dari penelitian ini adalah semakin tinggi penggunaan level ampas tebudalam pakan komplit sebagai sumber serat, memberikan efek menurunkan kecernaanbaik BK, BO, VFA dan NH3. Pilihan terbaik dari keempat perlakuan yang diamatiadalah penggunaan ampas tebu sebagai sumber serat dalam pakan komplit sebanyak25%
POTENSI Immunostimulant DAUN SIRSAK SEBAGAI IMBUHAN RANSUM AYAM KAMPUNG SUPER
Tujuan penelitian adalah melihat potensi immunostimulant daun sirsak sebagai
imbuhan ransum pada ayam kampung super. Materi penelitian ayam kampung super umur
12 minggu sebanyak 64 ekor (48 ekor jantan dan 16 ekor betina ) dengan bobot 890 – 1372
g/ekor. Ransum dengan kandungan energi metabolis 2.762 kkal/kg dan protein kasar
23,59%. Program vaksinasi ND,cara tetes mata(umur 4 hr), air minum (umur 14 hr, 35 hr dan
90 hr). Perlakuan yang diberikan: T0 : Ransum basal (Kontrol), T1 : Ransum basal + 1% DS, T2
: Ransum basal + 2% DS, T3 : Ransum basal + 3% DS. (DS=daun sirsak). Rancangan Acak
Kelompok (RAK) dengan 4 perlakuan dan 4 kelompok. Variabel yang diamati : New Castle
Disease (ND), dan kadar serum glutamic ocaloacetic transaminase (SGOT) dan serum
glutamic pyruvic transaminase (SGPT).. Data dihitung dengan analisis ragam, apabila
terdapat perbedaan diuji lanjut dengan Uji Duncan Multiple Test (DMRT) pada taraf 5%
Hasil penelitian : perlakuan penambahan tepung daun sirsak 3% (T3) memberikan
pengaruh immunostimulant peningkatan titer ND (3,5) paling tinggi (P<0,05) dibandingkan
dengan penambahan daun sirsak 1% (T1=2,6) dan 2% (T2=2,9) maupun kontrol (T0=2,4).
Kadar SGOT pada T0 (4 U/I), T1 (3,9 U/I), T2 (4,9 U/I) dan T4 (5,3 U/I), sedangkan SGPT pada
T0 (197,00 U/I), T1 (221,72 U/I), T2 (216,60 U/I) dan T3 (233,90 U/I) tidak menunjukkan
adanya perbedaan.
Simpulan, penambahan daun sirsak 3% dalam ransum ayam lokal super mampu
meningkatkan immunostimulant terhadap vaksinasi ND, dan tidak berdampak negatip
terhadap fungsi hati (SGOT dan SGPT
Kandungan Kolesterol, High Density Lipoprotein (HDL) Dan Low Density Lipopro-tein (LDL) Darah Burung Puyuh Dengan Pemberian Aditif Cair Buah Naga Merah
The study aims to determine, assess and evaluate the content of cholesterol, high density lipoprotein (HDL) and Low Density Lipoprotein (LDL) blood quail which were treated with liquid additive red dragon fruit. Materials used in the study were 200 female quails aged 14 days with an average weight of 13.61 ± 0.49 g. Ration composed by metabolizable energy content of ± 3000 kcal/kg and ± 20% of crude protein. The study consisted of 4 treatments and 5 replications. The treatments were (T0: without addition of liquid red dragon fruit (control); T1: addition of 5 ml liquid red dragon fruit twice a day; T2: addition of 5 ml liquid red dragon fruit once a day and T3: addition of 5 ml liquid red dragon fruit once in every two days). Blood sampling was performed in EDTA tube at the end of the study. Analysis of samples was carried out in health laboratory Semarang. The results were analyzed using analysis of variance (ANOVA). The study showed that the addition of liquid red dragon fruit additive had no significant effect (P> 0.05) on cholesterol, HDL and LDL of quil\u27s blood
Status Darah dan Titer Newcastle Disease pada Burung Puyuh Petelur yang Diberi Ransum Menggunakan Tepung Daun Orok-orok (Crotalaria USAramoensis) sebagai Sumber Protein
The experiment was carried out to study of adding orok-orok (Crotalariausaramoensis) leaf meal in quail diets with different level on hemoglobin, PVC,and ND titer of layer quail. The data were analyzed by a Completely RandomizedDesign and continued with Duncan's Multiple Range Test for differences. Theexperiment used 100 quail 7 weeks old which were randomly devided into 4groups and each group had repeated 5 times and each consisted of 5 quails. Thegroups were T0 (basal diet as a control), T1 (basal diet with 3% orok-orok leafmeal), T2 (basal diet with 6% orok-orok leaf meal), dan T3 (basal diet with 9%orok-orok leaf meal). Diets and water were offered ad libitum. Data werecollected during 35 days to obtain the data of total amount of protein intake,hemoglobin, and ND titer. PVC showed that there was no significant different(P>0,05). Conclusion of this research, orok-orok leaf meal can used quail layersdiet until 3%
Kecernaan Bahan Kering, Kecernaan Bahan Organik, Produksi Vfa dan Nh3 Pakan Komplit dengan Level Jerami Padi Berbeda secara In Vitro
Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh penggunaan level jerami padi berbeda dalam pakan komplit terhadap nilai kecernaan dan fermentabilitasnya. Penelitian dilakukan melalui 2 tahap yaitu penyusunan pakan serta analisis kecernaan dan fermentabilitasnya secara in vitro. Rancangan percobaan yang digunakan adalah rancangan acak lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan (P1, P2, P3 dan P4) dan 4 ulangan (U1, U2, U3 dan U4) yaitu P1 = Pakan komplit (25% jerami padi), P2 = Pakan komplit (30% jerami padi), P3 = Pakan komplit (35% jerami padi), P4 = Pakan komplit (40% jerami padi). Pakan pembanding disusun menggunakan sumber serat rumput gajah 70%. Parameter yang diamati meliputi KcBK, KcBO, produksi VFA dan NH3. Data yang diperoleh dianalisis berdasarkan analisis ragam, dan apabila perlakuan berpengaruh nyata dilanjutkan dengan uji wilayah ganda Duncan taraf 5% untuk menguji perbedaan antar perlakuan. Hasil penelitian menunjukan bahwa penggunaan level jerami padi berbeda dalam pakan komplit tidak berpengaruh nyata terhadap nilai KcBK, KcBO, produksi VFA dan NH3. Rata-rata KcBK pada perlakuan P1, P2, P3 dan P4 secara berturut-turut adalah 64,53; 63,36; 62,70 dan 60,93%, sedangkan rata-rata KcBO adalah 65,65; 65,14; 65,02 dan 62,92%. Rata-rata produksi VFA pada perlakuan P1, P2, P3 dan P4 secara berturut-turut adalah 122,50; 117,50; 112,50 dan 110,00 mM, sedangkan rata-rata produksi NH3 adalah 3,57; 3,55; 3,30 dan 3,27 mM. Rata-rata KcBK, KcBO, produksi VFA dan NH3 pakan pembanding secara berturut-turut adalah 64,70%; 55,87%; 116,25 mM dan 6,02 mM. Berdasarkan hasil penelitian mengenai KcBK, KcBO, produksi VFA dan NH3 pakan komplit dapat disimpulkan bahwa penggunaan jerami padi dengan level 25% mampu menggantikan pakan pembanding yang menggunakan rumput gajah sebagai sumber seratnya
Pemberian Orok - Orok (Crotalaria USAramoensis) pada Ransum Burung Puyuh Periode Layer terhadap Lemak Abdominal dan Lemak Telur
The research objective was to determine the extent of the effect of Crotalaria USAramoensis in the quail ration on abdominal and egg fat. The study was conducted on 18 November up to December 30, 2011 in Jamal Sari, District Mijen Semarang, Livestock and Food Science Laboratory of Nutritional Biochemistry Laboratory of the Faculty of Animal Husbandry and Agriculture, Diponegoro University, Semarang. The material used in this research were as many as 100 quail with 7-12 weeks of age, were given feed is concentrate, corn, fish meal, and Crotalaria USAramoensis (3%, 6%, 9%). The study design used was completely randomized design with 4 treatments and 5 replications, each replication consisted of five quail. T0 = ration without Crotalaria USAramoensis, T1 = ration with 3% Crotalaria USAramoensis, T2 = ration with 6% Crotalaria USAramoensis, T3 = ration with 9% Crotalaria USAramoensis. Parameters measured were ration consumption, egg production, abdominal fat, and egg fat. The data were statistically processed by analysis of the range and if there is a significant effect of treatment was continued multiple regions Duncan test at 5% level. The results showed that administration of Crotalaria USAramoensis (3%, 6%, 9%) in the quail ration layer period showed a significant effect on consumption, but had no effect on abdominal fat, egg fat, and egg production. The inference is that the provision of research Crotalaria USAramoensis for the purpose of egg quality (fat loss), which is best by giving 9%
MODEL SISTEM INFORMASI MANAJEMEN TERPADU UNTUK MENINGKATKAN MUTU LAYANAN PENDIDIKAN
Abstract: The purpose of this study is to describe the Integrated Management Information System Model, obstacles and strategies to overcome obstacles and to analyze their implementation in improving educational services in Vocational High Schools, Malang Regency. This study used a qualitative approach, data collection was carried out using interview, observation, and documentation techniques, the sampling method was purposive sampling, namely in three Vocational High Schools that had implemented an integrated management information system and research informants namely the principal, vice principal, head of governance business, teacher representatives and student representatives. The result of this research is an integrated management information system model in SMK Malang Regency using the Master-Web application which is implemented in the curriculum, student affairs, public relations, finance, workforce, and counseling sections. The information generated can be accessed by the principal and used as material for decision making to improve the quality of the school. The obstacles are some human resources who do not master IT, are not disciplined in inputting data, lack of care, lack of infrastructure, and weak system security. Keywords: Integrated management information system model; education services; SMK Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan Model Sistem Informasi Manajemen terpadu, hambatan dan strategi mengatasi hambatan serta menganalisis implementasinya dalam meningkatkan layanan pendidikan di Sekolah Menengah Kejuruan Kabupaten Malang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi, metode pengambilan sampel dengan purposive sampling, yaitu di tiga SMK yang telah mengimplementasikan sistem informasi manajemen terpadu dan informan penelitian yaitu kepala sekolah, wakil kepala sekolah, kepala tata usaha, perwakilan guru dan perwakilan siswa. Hasil penelitian adalah Model sistem informasi manajemen terpadu di SMK Kabupaten Malang menggunakan aplikasi Master-Web yang diimplementasikan di bagian kurikulum, kesiswaan, hubungan masyarakat, keuangan, ketenagaan, dan bimbingan konseling. Informasi yang dihasilkan dapat diakses oleh kepala sekolah dan digunakan sebagai bahan pengambilan keputusan untuk meningkatkan mutu sekolah. Hambatannya adalah beberapa SDM yang tidak menguasai IT, tidak disiplin dalam menginput data, kurang peduli, kurangnya sarana prasarana, dan lemahnya keamanan sistem. Kata kunci: Model sistem informasi manajemen terpadu; layanan pendidikan; SM
- …
