520 research outputs found
The effect of geometric structure on stiffness and damping factor of wood applicable to machine tool structure
Stiffness and vibration damping capability are important criteria in design of machine tool structure. In other sides, the weight of machine tool structure must be reduced to increase the handling capability. This paper presents an analysis of the effect of geometric structure on stiffness and vibration damping of wood structure. The stiffness was analysed using numerical method, so called finite element method (FEM), while the vibration damping capability was experimentally tested. Vibration testing was also performed to wood structures with sand powder filled into its rectangular hole to observe the its effect on damping factor. Simulation results show that the cross ribs structure yielded minimum mass reduction ratio compared to the three square holes as well as the single rectangular hole structures. While the vibration test results explained that the damping factor of Shorea laevis wood was higher than that Hevea braziiensis wood. The use of sand powder as vibrating mass in closed-box structure effectively increased the damping capability, for single rectangular hole structure the damping factor was increased from 0.048 to 0.07
Analisis Penurunan Efisiensi Motor Listrik Akibat Cacat Pada Bantalan
Motor listrik merupakan komponen vital di industri yang berfungsi sebagai penggerak untuk bermacam-macam mesin rotasi misalnya pompa, kompresor, blower dan fan. Luasnya penggunaan motor listrik di berbagai industri disebabkan kemampuan motor listrik yang sangat handal dalam menyediakan daya putar dengan berbagai pilihan daya disertai dengan efisiensi yang cukup bagus. Dalam pemakaiannya, motor listrik sering pula mengalami kegagalan baik yang disebabkan oleh faktor elektrik maupun mekanik. Menurut survey yang pernah dilakukan oleh International Electrical and Electronics Engineers (IEEE) pada 1141 buah motor, sebesar 44% kerusakan yang motor listrik disebabkan oleh faktor kerusakan bantalan (bearing). Penelitian ini bertujuan mengkaji pengaruh kerusakan bantalan terhadap penurunan efisiensi motor listrik. Ekperimen dilakukan dengan menguji motor listrik dalam kondisi bantalan normal, bantalan yang mengalami thermal aging dan bantalan dengan cacat pada cincin luar. Daya input ditentukan dengan parameter arus, voltase dan faktor daya yang diukur dengan power meter pada masing-masing fasa. Daya output ditentukan dengan prinsip dinamometer yang mengukur besar torsi pengereman. Parameter lain yang diukur adalah putaran motor serta parameter percepatan getaran sebagai indikator dari adanya cacat pada bantalan. Hasil penelitian ini menyatakan bahwa perjadi penurunan efisiensi motor listrik sebesar 1-2% dengan variasi beban yang dilakukan pada saat pengujian. Hubungan fitur getaran terhadap kondisi bantalan dan efisiensi motor listrik juga disajikan pada hasil dari penelitian ini
DIAGNOSA KERUSAKAN BEARING MENGGUNAKAN PRINCIPAL COMPONENT ANALYSIS (PCA) DAN NAÏVE BAYES CLASSIFIER
Penelitian ini membahas tentang penggunaan data mining untuk mendiagnosa kerusakan yang terjadi pada bearing. Bearing merupakan salah satu komponen penting dalam mesin-mesin industri. Bearing berfungsi untuk mengurangi gesekan pada mesin atau komponen-komponen yang bergerak dan saling menekan antara satu dengan yang lainnya. Diagnosis kerusakan ini dapat menghindari terjadinya kerugian dan kerusakan komponen lain pada suatu mesin. Tahapan penelitian dimulai dengan prapemrosesan data menggunakan transformasi wavelet diskret, esktraksi fitur, reduksi fitur menggunakan PCA (Principal Component Analysis) dan proses klasifikasi menggunakan metode klasifikasi Naïve Bayes. Naïve Bayes adalah metode klasifikasi yang berdasarkan probabilitas dan Teorema Bayesian. Hasil penggunaan metode ini menunjukkan bahwa klasifikasi Naïve Bayes memiliki performa yang cukup bagus terlihat dari akurasi yang dihasilkan dari setiap data yang diuji.
Kata kunci: Data mining, Diagnosa kerusakan, PCA, Klasifikasi Naïve Bayes
This research was discussed about the usage of data mining which addressed for bearing fault diagnosis. Bearing was one of the essential parts in industry machinery. Bearing was used to reduce machines frictions or could be a moving component which oppressed each other. This fault diagnosis can avoid loss and damage of other machines components. This research was started with data preprocessing using wavelet discrete transformation, feature extraction, feature reduction using Principal Component Analysis (PCA), and classification process using Naïve Bayes classifier methods. Naïve Bayes Classifier is a classification method which based on probability and Bayesian theorem. Output of these method shows that Naïve Bayes classification have a good performance which shown by a good accuracy in each data test.
Keyword: Data mining, Fault diagnosis, PCA, Naïve Bayes classificatio
Diagnosa Kerusakan Roda Gigi Dengan Sinyal Getaran
Artikel ini membahas deteksi dan diagnosa kerusakan roda gigi dengan menggunakan sinyal getaran. Deteksi dan diagnosa kerusakan roda gigi dilakukan dengan memakai metode pendekatan waktu-frekuensi (time- frequency) dan analisis transformasi wavelet kontinyu (continuous wavelet transform) kemudian hasilnya dibandingkan dengan penggunaan metode analisis cepstrum. Studi eksperimen dilakukan dengan pengujian roda gigi pada kondisi normal, aus dan patah satu gigi. Sinyal getaran diakuisisi dari test-rig menggunakan tiga buah akselerometer, sedangkan data putaran poros diambil dengan sensor tachometer optik. Hasil eksperimen menunjukkan bahwa analisis sinyal domain frekuensi dengan fast-fourier transfiorm (FFT) kurang sensitif terhadap kondisi roda gigi aus maupun patah. Namun demikian, metode short-time fourier transform (STFT) dapat memonitor adanya kerusakan pada roda gigi. Metode transformasi wavelet terbukti cukup baik untuk mendeteksi adanya cacat atau kerusakan pada roda gigi. Pada penelitian ini, metode wavelet dilakukan pada sinyal getaran roda gigi yang sebelumnya sudah dilakukan proses time synchronous averaging (TSA)
IMPLEMENTASI METODE MULTI ATTRIBBUTE DECISION MAKING (MADM) DAN SIMPLE ADDITIVE WEIGHTING (SAW) DALAM PENDUKUNG KEPUTUSAN SELEKSI BEASISWA BANTUAN BIAYA PENDIDIKAN PPA ( BBP - PPA)
Beasiswa merupakan dukungan biaya yang diberikan kepada mahasiswa untuk mengikuti dan/atau menyelesaikan pendidikan tinggi berdasarkan pertimbangan utama prestasi atau keterbatasan ekononomi. Proses seleksi penentuan penerima beasiswa masih mengunakan skala prioritas sesuai buku pedoman umum beasiswa dan bantuan biaya pendidikan peningkatan prestasi akademik agar mendapatkan calon penerima beasiswa. Metode Multiple Attribute Decision Making (MADM) dan metode Simple Additive Weighting (SAW) dapat digunakan untuk pendukung keputusan. Implementasi Multiple Attribute Decision Making (MADM) digunakan untuk mencari alternatif dari sejumlah alternatif dengan kriteria-kriteria tertentu. selanjutnya dilakukan dengan mencari bobot untuk setiap attribute kemudian menghasilkan perangkingan untuk menentukan nilai alternatif terbaik dengan menggunakan metode Simple Additive Weighting (SAW). Dengan menggunakan sistem pendukung penerima beasiswa dapat membantu proses seleksi beasiswa dengan kriteria yang disyaratkan antara lain IPK, Prestasi mahasiswa, Jumlah anggota keluarga, Pendapatan Orang Tua, Status Pengajuan Beasiswa, dan Semester. Berdasarkan ujicoba sistem pendukung keputusan seleksi Beasiswa Bantuan Biaya Pendidikan PPA (BBP-PPA) yang dibuat dengan metode manual memiliki hubungan mendekati sempurna dari nilai koefisien korelasi Spearman yang diperoleh. Berdasarkan ujicoba tersebut dapat disimpulkan bahwa ada hubungan positif antara sistem yang dibuat dengan metode manual dalam proses seleksi calon penerima beasiswa.
Kata Kunci: MADM, SAW, Beasiswa, Seleksi, Spearman.
Scholarships are given financial support to students to follow and / or complete higher education based on the considerations or limitations ekononomi major achievement. The selection process of determining recipients still using a scale of priority according to the general guidelines book tuition assistance scholarships and academic achievement in order to get the scholarship recipients. Methods Multiple Attribute Decision Making (MADM) and Simple Additive weighting method (SAW) can be used for decision support. Implementation of Multiple Attribute Decision Making (MADM) is used to look for alternatives from a number of alternatives with certain criteria. then performed by searching the weights for each attribute and then generate rangkings to determine the best alternative by using Simple Additive weighting method (SAW). By using the support system the grantee can help the scholarship selection process with the required criteria include GPA, student achievement, number of family members, income Parent, Filing Status Scholarship, and Semester. Based on the test selection decision support system Education Costs Scholarship Assistance PPA (BBP-PPA) made with the manual method has a near-perfect correlation of Spearman correlation coefficient values were obtained. Based on these trials can be concluded that there is a positive relationship between the system created by manual methods in the selection process of the applicants.
Keywords : MADM , SAW , Scholarships, Selection , Spearman
Visualization of Simultaneous Localization and Mapping using SVG
Robotic system often use simultaneous localization and mapping method in their operations. Most of the calculation stored as a nested array with multiple level and dimension. SLAM data contains robot movement, object detection and relation between them. This system visualize SLAM data into a map containing robot historical position,object position and relation between object and robot that show detections line from each robot position. The visualized so human eye can understand it. This paper describes the process of movement and detection data composition and conversion to prepare the information required to build a map. The map composed by plotting every movements and detections into polar coordinate area. The map stored into a database for flexible future usage. Commonly used web based interface chosen to display the map via web browser. The map generated by server side scripts that transform polar data into full map
Simulation of Automated Irrigation ON-OFF Controller Based on Evapotranspiration Analysis
Climate change tends to be extreme that have a negative impact on the productivity of agriculture business. An automated system is one attempt to solve the problem. This paper presents the development of ON-OFF controller on automated irrigation system based on evapotranspiration analysis. The input data included: temperature, heat radiation, wind speed and air pressure were used to calculate evapotranspiration using revised Penman Mointeith equation. Furthermore the output of such equation was used for input data of ON-OFF controller end then it was compared with a reference of soil moisture data. The use of ON-OFF controler, a reference of soil moisture is approximated by triangular signal, in which the deviation error can be decreased by reducing discretization sampling time. Sampling time of 0.5 second and 0.005 second yielded the deviation error of 30.5% and 11,1%, respectively
Pengaruh Aspek Desain Leadscrew Sebagai Komponen Mekanisme Gerak Modular Terhadap Surface Finish Produk Pemotongan
Leadscrew merupakan salah satu komponen gerak dalam mekanisme gerak sumbu mesin perkakas yang berfungsi untuk mengubah putaran motor menjadi gerak linier sistem mover. Paper ini membahas pengaruh aspek desain diameter minor leadscrew, arah gerakan mover dan posisi mover dalam mekanisme gerak modular terhadap kondisi permukaan produk pemotongan. Mekanisme sumbu gerak disusun dari dua batang baja silindris berdiamater 25 mm sebagai slideway dengan sistem mover yang menggunakan ball bearing. Leadscrew menggunakan ulir segitiga yang umum di pasaran. Sistem bantalan leadscrew menggunakan double taper bearing yang disusun secara fixed-free. Uji pemotongan dilakukan dengan mekanisme sumbu gerak tunggal yang dibautkan pada meja mesin milling konvensional. Gerakan pemakanan dilakukan secara independen dengan stepping motor, sedangkan gerak pemotongan dihasilkan oleh putaran spindel mesin milling. Benda kerja berupa bahan paduan aluminium (duralumin) dengan kecepatan potong konstan, yaitu 20 m/menit, kedalaman potong 0,7 mm dan kecepatan makan 60 mm/menit. Proses pemotongan dilakukan dalam kondisi kering tanpa cairan pendingin. Hasil pengujian pemotongan menunjukkan bahwa diameter minor leadscrew berpengaruh Pada saat pemotongan, arah putaran leadscrew menentukan kondisi pembebanan aksial leadscrew yang berupa tekan atau tarik. Hasil pengujian menunjukkan bahwa pembebanan tekan pada leadscrew menghasilkan kondisi permukaan yang lebih kasar dibandingkan hasil pembebanan tarik leadscrew
Magnetic Modeling of the Diwak-Derekan Geothermal Area with Extension to Bawen, Central Java
In an effort to further advance understanding of Diwak-Derekan geothermal system, a second period of geomagnetic survey of the area including Kaliulo hot spring, Jatikurung hot spring and Kendalisodo geothermal hot spring has been carried out. The magnetic residual anomalies have been reproduced especially on the southern part of the study area. 3D magnetic analysis and interpretation of geological data acquired and collected in the field. Based on magnetic field anomaly and the field geological data, a speculation shows that magnetization intensity assumed for the existence of a cooling magma intrusion is suggested at the southern part of the study area, that is located at Sajen Village
- …
