33 research outputs found

    Pendampingan Manajemen Untuk Peningkatan Produkivitas UMKM Produsen Bawang Goreng Di Karangawen Demak

    Get PDF
    UMKM merupakan salah satu pilar dari perekonomian Indonesia yang dapat bertahan pada masa krisis moneter dan pandemic Covid 19. Namun, meski demikian masih terdapat UMKM yang belum berdaya saing. Hal ini dikarenakan salah satunya oleh tingkat produktivitas yang tidak terpenuhi, antara lain dipengaruhi oleh keterampilan tenaga kerja dan penggunaan alat tradisional atau manual. Mitra pengabdian ini berjumlah satu UMKM yang bernama UMKM Letisya Shop di Karangawen Demak Jateng, yang merupakan produsen bawang goreng dengan kendala yang sama, yaitu produktivitas yang tidak terpenuhi karena masih menggunakan alat pemotong bawang merah manual atau pisau, dan kendala pemasaran yang masih tradisional. Oleh karena itu tujuan dari pengabdian kepada masyarakat ini yaitu pendampingan manajemen pada proses produksi dan pemasaran. Metode yang digunakan dalam pengabdian kepada masyarakat ini menggunakan metode pendampingan dan pelatihan serta pendekatan ergonomi. Pendekatan pendampingan dan pelatihan digunakan dalam peningkatan produktivitas dan peningkatan penjualan. Pendekatan ergonomi digunakan untuk menilai postur atau posisi kerja karyawan pengiris bawang merah dan mendesain mesin pengiris bawang merah. Hasil Pendampingan manajemen dari tim Universitas Muria Kudus atas masalah tidak terpenuhinya produktivitas dan pemasaran Mitra tersebut diatas dilakukan dengan pemberian alat pengiris bawang yang ergonomis guna dapat memberikan kenyamanan bagi karyawan sehingga meningkatkan produksi jumlah bawang yang diiris dengan lebih rapi dan ketebalan yang presisi. Selain itu, pendampingan pemasaran dilakukan pada aspek digital marketing untuk memperluas jangkauan pemasarannya. Sehingga dengan jumlah konsumen yang lebih luas, maka produktivitas akan meningkat. Sebelum dilakukan pendampingan, pengirisan bawang masih manual dan cakupan pemasaran hanya di Demak. Setelah dilakukan pendampingan, Mitra menggunakan mesin pengiris sehingga lebih efisien dan lebih produktif. Mitra juga memiliki perluasan pasar hingga Semarang, Kudus, dan Pat

    Penyuluhan Penerapan Pencahayaan Secara Ergonomi pada Kantor Balaidesa Kaliwungu Kabupaten Kudus

    Get PDF
    Pencahayaan merupakan salah satu faktor yang dapat memberikan kenyamanan dalam ruang kerja. Pencahayaan yang kurang baik akan mengakibatkan mata mendapatkan visual yang kurang nyaman dalam bekerja. Hal inilah yang dirasakan mitra kami yaitu aparatur pemerintah desa Kaliwungu kecamatan Kaliwungu Kabupaten Kudus. Ruang kerja pada kantor balaidesa Kaliwungu belum memenuhi Standar pencahayaan ruang kerja sebesar 300-350 lux. Pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan dengan tujuan memberikan pengetahuan penerapan pencahayaan secara ergonomic pada ruang kerja pada mitra. Penerapan pencahayaan ruang kerja yang dilakukan sesuai SNI, maka dapat diartikan bahwa pencahayaan ruang kerja tersebut telah menerapkan aspek ergonomic. Metode yang digunakan dalam pengabdian kepada masyarakat ini berupa penyuluhan untuk memberikan pengetahuan terkait pencahayaan di ruang kerja. Adapun luaran dari Program pengabdian kepada masyarakat ini adalah bahwa peserta sangat antusias dan terbuka dengan pengetahun baru terkait pencahayaan pada ruang kerja. Dan luaran lainnya berupa modul langkah-langkah penerapan pencahayaan secara ergonomic pada ruang kerja Balaidesa Kaliwungu

    Penerapan Meja Putar Gerabah Elektrik Berbasis Ergonomi Pada UMKM Gerabah Ibu Tatik Jepara Untuk Meningkatkan Produktivitas

    Get PDF
    UMKM Gerabah Ibu Tatik di Mayong Jepara menghadapi kendala produktivitas akibat penggunaan meja putar gerabah manual yang menyebabkan ketidaknyamanan postur kerja dan hasil produksi yang kurang maksimal. Program Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan produktivitas dan kenyamanan kerja melalui penerapan meja putar gerabah elektrik berbasis ergonomi. Metode yang digunakan meliputi analisis situasi mitra, penyuluhan postur kerja dengan metode REBA, pelatihan penggunaan alat, serta evaluasi pre-test dan post-test. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan efisiensi produksi sebesar 33,41% dan produktivitas sebesar 49,79%. Meja putar gerabah elektrik ergonomis ini mampu mengurangi beban fisik, meningkatkan kenyamanan kerja, serta memberikan hasil produksi yang lebih meningkat. Intervensi ini tidak hanya meningkatkan aspek produksi, tetapi juga mendorong penerapan ergonomi secara praktis di lingkungan kerja UMKM. Temuan ini diharapkan menjadi model solusi pemberdayaan UMKM berbasis teknologi tepat guna dan dengan pendekatan ergonomi

    ANALYSIS OF ERGONOMIC LIGHTING IN THE ENGINEERING FACULTY WORKSPACE OF MURIA KUDUS UNIVERSITY

    Get PDF
    Lighting is an important factor in working comfort. A comfortable workspace must meet good lighting requirements by the lighting standards of a workplace. Visual comfort at work is the result of applying ergonomic aspects to workspace lighting. The purpose of this research is to analyze ergonomically lighting in the workspace of the engineering faculty of Muria Suci University. The method used in this research is descriptive quantitative. Where the data collection of light measurement in the workspace is carried out at the hour (09.00-14.00 WIB). Then the data is processed using surfer software version 10 to determine the distribution of lighting. Testing is done by comparing the standardization table of lighting intensity levels based on SNI 03-6575-2001 standards. Risk data the visual comfort of the lighting at work is analyzed in terms of the level of lighting risk. The results of this study indicate that quantitative exposure risk, all work spaces of the Faculty of Engineering, Muria Kudus University does not eligible SNI 03-6575-2001. Meanwhile, based on the risk of qualitative lighting, administrative workspaces that have a low risk of visual comfort and industrial engineering study program workspaces have a high risk of visual comfor

    Perbaikan Keseimbangan Lintasan Lini Produksi Dengan Metode Ranked Positional Weight (RPW) untuk Meningkatkan Efisiensi

    Get PDF
    XYZ is an electronics company that requires an efficient and timely production process to meet market demand. One way to increase production efficiency is to improve the production line. Currently the company is faced with production problems, namely the existence of unbalanced work groups which have a balance loss value of up to 61%. Therefore, this study tries to solve these problems using the RPW method. The RPW (Ranked Positional Weight) method is a track balancing method by establishing a work station based on the weight of each operation. Where the highest weight becomes the first order in the formation of work stations. From the results of calculations using the RPW, the number of work activity groupings is less, namely as many as 10 work stations. The work station generated using the RPW method has a track efficiency level of 96% with a balance delay value of 4%. This means that the grouping of proposed work activities has a more efficient trajectory balance than the previous grouping of work activities.

    ANALISA PERBANDINGAN PENJADWALAN PRODUKSI DENGAN METODE CDS (CAMPBELL DUDEK SMITH), EDD (EARLIEST DUE DATE) DAN FCFS (FIRST COME FIRST SERVE) PADA PT. SARI WARNA ASLI UNIT V

    Get PDF
    Scheduling is defined as the process of sequencing the manufacture of a product as a whole on several machines. All industries need proper scheduling to manage the allocation of resources so that the production system can run quickly and precisely as of it can produce optimal product. PT. Sari Warna Asli Unit V is one of the companies that implements a make to order production system with the FCFS system. Thus, scheduling the production process at this company is also known as job shop production scheduling. The methods used in this research are the CDS method, the EDD method and the FCFS method. The purpose of this research is to minimize the production time and determine the best method that can be applied to the company. The results of this research showed that the makespan obtained in the company's scheduling system with FCFS rules was 458 minutes, and the results of scheduling using the CDS method obtained a makespan value of 329 minutes, then the best production scheduling method that had the smallest makespan value was the CDS method

    ERGONOMIC REDESIGN OF ABLUTION AREA IN MOSQUE USING AN ANTHROPOMETRIC APPROACH AND DESIGN THINKING METHOD

    Get PDF
    A mosque is required to have an ablution area, one of which is the Baitus Sholihin Mosque in Demak Regency. Muslims who use ablution facilities complain that the faucet is too low, especially for the elderly. So, it can cause fatigue in the waist and legs. This can be overcome by redesigning the ablution area using anthropometric approaches and design thinking methods. Anthropometric approaches are used to ergonomically design ablution area. Then the design thinking method is used to find out the needs of ablution place users with three stages. The first is Inspiration with the distribution of needs questionnaires. The second is the Idea of redesigning using normality tests, diversity tests, adequacy tests, and percentile calculations. Then the third is Implementation by redesigning the ablution area. So that it produces 8 dimensions, including the height of the faucet measuring 119 cm, the distance between the faucets 80 cm, the rack of goods (l = 25 cm, t = 158 cm), the width of the gutter 40 cm, the sewer divider (l = 9 cm, t = 21 cm), the iron grille (slope 30◦ with a net distance of 6 cm), the handrail (d = 5.3 cm, t = 129 cm), and the ceramic size of 25 cm x 25 cm. After that, a perception test was carried out with the Wilcoxon signed ranks test approach, resulting in increased comfort compared to the design of the previous ablution area

    Analisis Postur Kerja Pelukis Masker Di UMKM Ar- Oemy Collection Dengan Metode REBA

    Get PDF
    Dimasa pandemi covid ini, demand produk masker sangat meningkat sebagai upaya pencegahan dengan penerapan protocol kesahatan. Hal ini juga berdampak bagi para UMKM pengrajin masker yang mengalami kenaikan permintaan produknya. Salah satu UMKM pengrajin masker yang mengalami peningkatan permintaan produk masker adalah Ar-Oermy collection Kudus. Proses pembuatan masker pada UMKM Ar-Oermy collection Kudus dilakukan dengan finishing melukis pada maskernya. Ditinjau dari aspek ergonomi, postur kerja pelukis pada UMKM tersebut sangat tidak ergonomis. Sehingga dapat mengakibatkan keluhan pada otot dan produktivitasnya, metode yang dilakukan pada penelitian ini adalah kuantatif. Data yang diambil dalam penelitian ini adalah data ukuran postur kerja pelukis pada saat melakukan pekerjaannya melukis pada masker. Kemudian data tersebut dianalisa dengan REBA menggunakan software ergofellow untuk menentukan risiko postur kerjanya. Hasil dari penelitian ini didapat skor analisis REBA sebesar 11, yang mempunyai arti memiliki risiko tinggi, yaitu perlu tindakan peruabahan secepatnya pada postur kerjanya. Adapun potensi risiko kuantitatif pada postur kerja pelukis masker berapa pada level tinggi sekali

    Analisis Paparan Panas Terhadap Beban Mental Pekerja Bagian Produksi Dengan Metode National Aeronatics And Space Administration Task Load Index (NASA TLX)

    Get PDF
    Lingkungan kerja yang baik dapat mempengaruhi kinerja pekerja. Salah satu yang mempengaruhi kinerja adalah suhu ruangan yang harus sesuai dengan Nialai Ambang Batas (NAB) sebesar 18–28℃. Suhu ruang produksi pada toko roti Gembong Gedhe melebihi NAB yaitu sebesar 29,3℃. Oleh karena itu perlu di lakukan analisis pengaruh paparan temperature terhadap beban mental pekerja Metode yang di lakukan dalam menyelesaikan permasalahan pada toko roti Gembong Gedhe yaitu dengan menggunakan metode NASA-TLX. Dengan harapan dapat analisis beban mental pekerja dari paparan panas dengan menggunakan software surfer 11. Berdasarkan hasil analisis data dengan uji Chie-square di dapatkan nilai p-value 0,0594 pada variabel KW, nilai p-value 0,997 pada vaiabel P, dan nilai p-value 0,997 pada variabel TU. Sehingga terdapat variabel Kebutuhan Waktu (KW),Performansi (P), dan Tingkat Usaha (TU) berpengaruh terhadap beban kerja mental. Kata kunci: Beban Kerja Mental, Software Surfer 11, NASA-TL
    corecore