42 research outputs found

    PENGARUH SELF-MYOFASCIAL RELEASE PADA OTOT SUBOCCIPITAL DAN PLANTAR FASCIA TERHADAP FLEKSIBILITAS OTOT HAMSTRING PADA DEWASA DAN LANSIA: METODE NARRATIVE REVIEW

    Get PDF
    Latar belakang: Semakin bertambahnya usia manusia, akan terjadi perubahan- perubahan terhadap kondisi fisik dan psikis. Baik dewasa maupun lansia sering kali mengalami penurunan kemampuan fungsional, salah satunya adalah fleksibilitas. Fleksibilitas adalah salah satu kemampuan fungsional yang sangat vital. Penurunan fleksibilitas dapat mengakibatkan berbagai masalah. Untuk mengatasi masalah tersebut terdapat intervensi yang mudah dilakukan yaitu SMFR pada otot suboccipital dan plantar fascia. Tujuan: Mengetahui pengaruh SMFR pada otot suboccipital dan plantar fascia terhadap fleksibilitas otot hamstring pada dewasa dan lansia. Metode Penelitian: Metode penelitian ini adalah narrative review. Pencarian jurnal dilakukan di portal jurnal online Google Scholar didapatkan 4 artikel, PubMed 9 artikel, PEDro 1 artikel dan Wiley 1 artikel. Kriteria inklusi dalam penelitian ini yaitu jurnal penelitian full text tentang fleksibilitas, intervensi SMFR pada otot suboccipital dan plantar fascia terhadap fleksibilitas otot hamstring pada dewasa dan lansia, jurnal dalam berbagai bahasa dengan responden dewasa maupun lansia, diterbitkan dalam 10 tahun terakhir. Hasil penelusuran jurnal didapatkan sebanyak 15 jurnal yang akan dilakukan review. Hasil Penelitian: Hasil review didapatkan faktor-faktor yang mempengaruhi fleksibilitas adalah struktur sendi dan jaringan tubuh, usia, jenis kelamin, dll. Terdapat 5 jurnal dengan intervensi SMFR pada plantar fascia dan 4 jurnal pada intervensi SMFR pada otot suboccipital yang memiliki pengaruh signifikan dalam meningkatkan fleksibilitas otot hamstring pada dewasa dan lansia Kesimpulan: SMFR pada otot suboccipital dan plantar fascia mempunyai pengaruh terhadap fleksibilitas otot hamstring pada dewasa dan lansia. Saran: Untuk peneliti selanjutnya agar lebih memperhatikan kriteria inklusi dan ekslusi serta memilah jurnal melalui critical appraisal terlebih dahulu

    Pengaruh latihan pilates terhadap keseimbangan lansia : narrative review

    Get PDF
    Latar Belakang: Gangguan keseimbangan postural merupakan hal yang sering terjadi pada lansia. Jika keseimbangan postural lansia tidak dikontrol, maka akan menyebabkan resiko jatuh. Di Indonesia prevalensi cidera jatuh pada penduduk diatas usia 55 tahun mencapai 49,4%, umur diatas 65 tahun keatas 67,1%. Tujuan: Tujuan narrative review ini adalah ini untuk mengetahui efektifitas latihan pilates terhadap peningkatan keseimbangan pada lansia. Metode: Metode penelitian yang digunakan yaitu narrative review dengan framework PICO (Pupulation, Intervention, comparison, Outcame). Mengidentifikasi artikel menggunakan database yang relevan (pubmed, pedro, Sciencedirect), kemudian memasukkan kedalam PRISMA flowchart, data hasil ulasan narasi, menyusun meringkas, dan melaporkan hasil. Hasil: Dari 53 artikel yang teridentifikasi, didapatkan 10 artikel yang sesuai dengan kriteria inklusi dan ekslusi, yaitu 10 artikel menyatakan bahwa Latihan pilates dapat mempengaruhi keseimbangan dilihat dari peningkatan keseimbangan. Dosis latihan pilates dilakukan dengan menggunakan alat dan tanpa alat. Hal tersebut dilakukan 1 kali seminggu selama 60 menit. Instrument dalam 6 artikel menggunakan instrument time up and go test (TUG) untuk mengukur keseimbangan statis dan dinamis, 2 artikel menggunakan instrument berg balance scale (BBS), dan 2 artikel menggunakan instrument time up and go test (TUG) dan berg balance scale (BBS). Kesimpulan: Latihan pilates berpengaruh dalam peningkatan keseimbangan pada lansia. Saran: peneliti selanjutnya diharapkan dapat memperdalam penelitian tentang pengaruh latihan pilates terhadap keseimbangan lansia. Karena masi banyak hal lainyang dapat mempengaruhi terkait pengaruh latihan pilates terhadap gangguan keseimbangan lansia seperti dosis yang tepat dan efektif, dan jenis latihan pilates yang digunakan

    PENGARUH PENAMBAHAN SLOW DEEP BREATHING PADA BRISK WALKING EXERCISE TERHADAP PENURUNAN TEKANAN DARAH PADA LANSIA HIPERTENSI DENGAN METODE NARRATIVE REVIEW

    Get PDF
    Latar belakang: Jumlah penduduk lansia yang setiap tahun terus meningkat dan seiring bertambahnya waktu menjadi perhatian dalam bidang kesehatan karena lansia cenderung mudah terjangkit penyakit tidak menular karena proses degeneratif yang dialaminya. Secara global penyakit tidak menular penyebab kematian nomor satu setiap tahunnya adalah penyakir kardiovaskuler mengalami penurunan fungsi yang mengakibatkan timbulnya masalah kesehatan salah satunya penurunan fungsi sistem kardiovaskular yang dapat menyebabkan hipertensi. Hipertensi pada lansia meningkatkan resiko penyakit jantung, stroke dan kematian. Untuk mencegah terjadinya resiko tersebut terdapat intervensi slow deep breathing dan brisk walking exercise. Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh penambahan slow deep breathing dan brisk walking exercise terhadap penurunan tekanan darah lansia. Metode Penelitian: Metode penelitian ini adalah penelitian narrative review. Pencarian jurnal dilakukan di portal jurnal online seperti Google Scholar, PubMed, ScienceDirect. Kriteria inklusi dalam penelitian ini yaitu jurnal penelitian full text tentang tekanan darah, intervensi slow deep breathing dan brisk walking exercise untuk menurunkan tekanan darah pada lansia, jurnal dalam bahasa Inggris dan responden lansia baik laki-laki maupun perempuan, diterbitkan dalm 10 tahun terakhir. Hasil penelusuran jurnal didapatkan sebanyak 10 jurnal yang akan dilakukan review dalam penelitian ini. Hasil Penelitian: Terdapat 5 jurnal dengan intervensi slow deep breathing dan 3 jurnal dengan intervensi brisk walking exercise yang memiliki pengaruh signifikan terhadap penurunan tekanan darah pada lansia. Terdapat perbedaan pengaruh slow deep breathing dan brisk walking exercise dibuktikan dengan slow deep breathing lebih unggul sebagai intervensi yaitu sebanyak 5 jurnal menyatakan pengaruh yang signifikan. Kesimpulan: slow deep breathing dan brisk walking exercise sama-sama mempunyai pengaruh untuk menurunkan tekanan darah pada lansia dan terdapat perbedaan pengaruh antara slow deep breathing dan brisk walking exercise. Saran: slow deep breathing dan brisk walking exercise dapat digunakan sebagai intervensi dalam upaya menurunkan tekanan darah pada lansia

    Pengaruh ultrasound dan nerve gliding exercise terhadap penurunan nyeri pada carpal tunnel syndrome : narrative review

    Get PDF
    Latar Belakang: Carpal Tunnel Syndrome (CTS) merupakan salah satu penyakit akibat kerja. CTS disebabkan adanya disfungsi dari saraf medianus yang terjadi karena peningkatan tekanan di dalam terowongan karpal. Carpal Tunnel Syndrome (CTS) dapat mengenai usia pertengahan, wanita lebih sering dari pada pria, biasanya pada tangan yang dominan dan prevalensi meningkat pada ibu hamil. Gejala yang dirasakan seperti: nyeri, parestesia, mati rasa atau sensasi seperti tertusuk-tusuk dan dapat membuat otot tangan dan jari-jari tangan menjadi lemah. Akibat otot tangan menjadi lemah akan dapat mengakibatkan beberapa hal berikut: pasien mengeluhkan jari-jarinya menjadi kurang terampil misalnya saat memungut benda?benda kecil, sering menjatuhkan barang, sulit untuk menggerakan motorik halus, seperti mengancing baju. dan biasanya di ibu jari telunjuk, jari tengah serta bagian radial-radial jari manis. Tujuan: Untuk mengetahui adanya pengaruh dari ultrasound dan nerve gliding exercise terhadap peningkatan kemampuan fungsional pada penderita carpal tannuel syndrome. Metode penelitian: Metode penelitian adalah penelitian narrative review. Pencarian jurnal dilakukan di jurnal online seperti Google Scholar, Since Direct, dan Pubmed. Hasil penelusuran didapatkan sebanyak 15 artikel yang sesuai dengan kriteria inklusi. Hasil penelitian: Hasil review jurnal yang didapatkan bahwa ada peningkatan kemampuan fungsional akibat carpal tunnel syndrome. Kesimpulan: Terdapat adanya pengaruh ultrasound dan nerve gliding exercise terhadap kemampuan fungsional pada penderita carpal tunnel syndrome. Saran: Kombinasi ultrasound dan nerve gliding exercise dapat dijadikan referensi untuk meningkatkan kemampuan fungsional dan penurunan skala nyeri pada carpal tunnel syndrom

    Narrative Review : Pengaruh Pemberian Sit-Up Exercise dan Bicycle Crunch Exerciseuntuk Penurunan Lingkar Perut

    Get PDF
    Latar Belakang : Lingkar perut merupakan metode yang digunakan untuk menentukan obesitas sentral. Wanita dinyatakan mengalamai obesitas sentral apabila lingkar perut menunjukkan >80 cmdan laki-laki >90 cmberdasarkan kriteria WHO untuk orang dewasa Asia. Obesitas sentral merupakan keadaan kelebihan lemak yang terakumulasi di daerah abdomen. Obesitas sentral dapat berdampak buruk pada kesehatan dan meningkatnya resiko kematian. Tujuan :Untuk mengetahui pengaruh Sit Up exercise dan Bicycle Crunch exercise untuk penurunan lingkar perut dengan metode narrative review. Metode :Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah narrative reviewdengan mengumpulkan 10 jurnal yang sesuai kriteria inklusi dan eklusi. Hasil :Dari 10 jurnal dengan metode narrative reviewada 7jurnal menyatakan bahwa sit upefektif dan 3jurnal menyatakan bahwa bicycle crunchExercise efektif dalam menurunkan lingkar perut. Kesimpulan: Ada pengaruh sit up exercise dan bicycle crunch exercise dalam menurunkan lingkar perut
    corecore