31 research outputs found

    Nilai-nilai Kearifan Lokal Hukum Adat dalam Hukum Tanah Nasional

    Full text link
    Memperhatikan ketentuan Pasal 5 UUPA dan Penjelasan Umum angka III (1) UUPA dapat ditarik kesimpulan bahwa : Hukum Agraria yang berlaku atas bumi, air dan ruang angkasa ialah hukum adat, sepanjang tidak bertentangan dengan kepentingan nasional dan negara. Hukum Adat yang dijadikan Dasar Hukum Tanah Nasional adalah hukum aslinya golongan rakyat pribumi. Adapun nilai-nilai kearifan lokal hukum adat yang dijadikan dasar dalam pembangunan Hukum Tanah Nasional, meliputi : konsepsi hukum adat tentang tanah, asas-asas hukum adat atas tanah, dan lembaga-lembaga hukum adat yang berkaitan dengan perbuatan hukum di mana tanah sebagai obyeknya

    Skema Bonus Dewan Direksi dan Aktivitas Manajemen Laba (Penelitian pada Perusahaan Manufaktur di Bei)

    Full text link
    Kompensasi bagi manajer mencakup gaji, fasilitas, santunan purna jabatan, dan tantiem (bonus). Dari keempat jenis kompensasi, bonus (tantiem) merupakan hal yang paling menarik dibahas. Skema bonus dapat mendorong manajer memanipulasi laba untuk memaksimalkan penerimaan bonusnya. Data yang diperlukan adalah Laporan Keuangan Audited Perusahaan go publik tahun 2007 ?? 2009 yang diperoleh dari Pusat Data Referensi Pasar Uang dan Modal Bursa Efek Indonesia. Sampel dipilih dengan metode purposive sampling, terpilih sebanyak 64 Perusahaan manufaktur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara keseluruhan ada pengaruh positif dan signifikan dari skema bonus terhadap manajemen laba. Temuan ini menunjukkan bahwa direksi melakukan aktivitas manajemen laba untuk meningkatkan penerimaan bonus merek

    Pengaruh L-Sistein terhadap Efisiensi Transformasi Genetik Jagung (Zea Mays) Menggunakan Agrobacterium

    Full text link
    An efficient procedure of genetic transformation ultimately can accelerate the process of cultivar development of maize. The objective of this study was to evaluate the effect of L-cysteine added to co-cultivation medium on the efficiency of Agrobacterium-mediated transformation of two genotypes of maize. Explants of immature embryos were isolated from immature ears genotypes Hi-II and Tom Thumb harvested 11-13 days after pollination. Then explants were inoculated with Agrobacterium strain C58C1 carrying pPTN345 vector and cultured in co-cultivation medium for 2 days then on delay medium for 14 days, on selection medium for 4 x 14 days, on regeneration medium, and finally on germination medium. Co-cultivation media contained either 0 or 100 mg/L L-cysteine. Based on assay at 2 days after inoculation,the transient expression of GUS at scutelar side of explants co-cultivated on medium containing 100 mg/L cysteine was higher than that of the control (0 mg/L cysteine). Transient expression of GUS on the explants of Tom Thumb was higher than that of Hi-II. However, transgenic plants in this study were only produced from Hi-II explants co-cultivated in a medium amended with 100 mg/L L-cysteine. No transgenic plants was produced from explants of Tom Thumb due to low efficiency of induction of embriogenic calli. The efficiency of transformation using explants of Hi-II cocultivated in a medium amended with 100 mg/L L-cysteine was 4 independent transformants or transgenic plants out of 70 explants inoculated or 5.7%

    Analisis Efisiensi Pemberian Kredit Berdasar Segmen terhadap Pendapatan pada Pd Bpr Bkk Jepara Cabang Kedung

    Full text link
    Tujuan pertama penelitian adalah untuk menganalisis kontribusi pemberian kredit dan pendapatan berdasarkan segmen pasar yang terdiri dari segmen petani, pedagang dan pegawai. Tujuan kedua untuk mengetahui efisiensi relatif pemberian kredit terhadap pendapatan pada masing-masing segmen. Objek penelitian pada PD BPR BKK Jepara Cabang Kedung. Analisis dilakukan menggunakan data runtut waktu selama periode 2002 sampai 2007 dengan teknik analisis rasio. Data yang diperlukan adalah data sekunder yang diperoleh dari pihak BPR yang dikumpulkan dengan dokumentasi. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa kredit yang disalurkan dan pendapatan yang diperoleh memiliki trend yang meningkat. Peningkatan tersebut dipacu oleh segmen pegawai, sedangkan segmen petani dan pedagang cenderung menurun. Analisis efisiensi pada masing-masing segmen menunjukkan bahwa segmen yang efisien adalah segmen pegawai karena rasionya lebih dari satu, sedangkan segmen petani dan pedagang tidak efisien karena rasionya kurang dari satu

    Ipteks Bagi Masyarakat Desa Banyusidi untuk Pengentasan Kemiskinan 2 3 1 melalui Agribisnis Ayam Kampung

    Full text link
    Tujuan dari Program IbM di desa Banyusidi adalah meningkatkan kesejahteraan Rumah Tangga Miskin (RTM) melalui USAha bisnisayam kampung secara semi intensif, dan peningkatan produktivitas ayam kampung melalui peningkatan manajemen produksi dan pemasaran. Program IbM di desa Banyusidi melibatkan dua kelompok mitra yaitu Kelompok Wanita Tani (KWT) Mekar Sari di Pedukuhan Nglarangan dan KWT Larasati di Pedukuhan Dayugo. Dua kelompok mitra ini sebagian adalah masyarakat yang dikategorikan kelompok Rumah Tangga Miskin (RTM). Metode yang digunakan adalah, pertama, metode pelatihan, yang ditujukan untuk memberikan motivasi USAha ayam kampung dan untuk meningkatkan pengetahuan mengenai pembibitan dan memelihara ayamkampung, sistem perkandangan, manajemen USAha praktis agribisnis ayam, upaya pencegahan penyakit dan vaksinasi pada ayam kampung, kedua metode babonisasi yang dilakukan dengan mendistribusikan ayam babon kepada anggota KWT terpilih dengan ketentuan masuk kategori RTM, bersemangat untuk memelihara ayam kampung dan sanggup mengembalikan 2 ekor/induk yang diterima dengan umur ayam yang samapada saat menerima pada satu tahun kemudian, ketiga,metode diskusi dan pendampingan. Hasil kegiatan IbM ini ditunjukkan oleh meningkatnya motivasi warga untuk menjalankan USAha bisnis ayam kampung sebagai upaya strategis untuk meningkatkan kesejahteraaan RTM di desa Banyusidi.Pelatihan yang telah dilakukan berhasil meningkatkan kualitas pengetahuan anggota KWT Larasati dan KWT Mekar Sari di desa Banyusidi untuk penanggulangan penyakit, cara pemeliharaan dan pemberian pakan, kemampuan melaksanakan vaksinasi secara berkala

    Keragaman Karakter Agronomi Klon-klon F1 Ubikayu (Manihot Esculenta Crantz) Keturunan Tetua Betina Uj-3, Cmm 25-27, dan Mentik Urang

    Full text link
    Penelitian bertujuan mengetahui keragaman karakter agronomi ubikayu (Manihot esculenta Crantz) klon-klon F1 keturunan tetua betina UJ-3, CMM 25 27, dan Mentik Urang. Genotipe yang dievaluasi meliputi berturut-turut 29, 40, dan 25 klon F1 keturunan tetua betina UJ-3, CMM 25-27, dan Mentik Urang. Klon-klon tersebut ditanam di Kelurahan Gedong Meneng, Kecamatan Rajabasa Kota Bandar Lampung, mulai bulan Juni 2011 sampai Maret 2012. Data dianalisis menggunakan statistika deskriptif untuk mengetahui nilai tengah, ragam, simpangan baku, dan dua kali simpangan baku. Hasil penelitian menunjukkan adanya keragaman warna pada variabel pucuk, tangkai atas, tangkai bawah, batang atas, batang bawah, kulit luar ubi (kecuali keturunan UJ 3), kulit dalam ubi (kecuali keturunan CMM 25-27 dan Mentik Urang), daging ubi (kecuali keturunan CMM 2527), jumlah lobus, dan cabang. Tingkat keragaman tinggi pada jumlah daun, panjang tangkai, panjang daun, tinggi tanaman, panjang ubi, bobot ubi, jumlah ubi (kecuali keturunan CMM 25-27), jumlah akar, bobot total dan indeks panen mengakibatkan seleksi menjadi lebih efektif. Sepuluh klon F1 hasil seleksi yaitu UJ-3-10, UJ-3-25, UJ-3-35, UJ-3-52, UJ-3-54, CMM 25-27-25, CMM 25-27-55, Mentik Urang 7, Mentik Urang 11, dan Mentik Urang 32

    Efikasi Herbisida Parakuat Diklorida terhadap Gulma Umum pada Tanaman Ubi Kayu (Manihot Esculenta Crantz.)

    Full text link
    Tanaman ubi kayu (Manihot esculenta Crantz.) merupakan tanaman pangan yang hasilnya dapat diolah menjadi bahan makanan pokok. Pemeliharaan menjadi hal yang penting untuk menjaga kualitas tanaman agar lebih baik. Gulma merupakan salah satu faktor yang dapat menurunkan kualitas dan kuantitas produksi akibat adanya kompetisi dalam penyerapan hara, air, cahaya dan ruang tumbuh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efikasi herbisida berbahan aktif parakuat diklorida dan dosis parakuat diklorida yang tepat dalam mengendalikan gulma pada tanaman ubi kayu. Penelitian dilakukan di Kebun Percobaan Natar, Lampung Selatan dan Laboratorium Ilmu Gulma Universitas Lampung. Penelitian dilakukan dalam Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 7 perlakuan dan 4 ulangan. Perlakuan yang diterapkan dalam penelitian ini meliputi dosis 414 g/ha, 552 g/ha, 690 g/ha, 828 g/ha, 966 g/ha, penyiangan mekanis dan kontrol (tanpa pengendalian gulma). Data yang diperoleh diuji Bartlett untuk homogenitas ragam dan Uji Tukey untuk menguji additivitas. Bila homogen, data dianalisis ragam. Bila uji F analisis ragam nyata, dilanjutkan dengan uji BNT 5% untuk pemisahan nilai tengah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahwa herbisida parakuat diklorida dengan dosis 414 g/ha-966 g/ha mampu menekan pertumbuhan gulma total ubi kayu sampai 8 minggu setelah aplikasi (MSA) serta mampu mengendalikan gulma golongan daun lebar Ipomoea triloba dan Richardia brasiliensis hingga 8 MSA serta gulma golongan rumput Digitaria ciliaris hingga 4 MSA namun demikian parakuat diklorida dosis 414 g/ha-966 g/ha tidak dapat mengendalikan gulma golongan rumputEchinochloa colonum dari 2 MSA hingga 8 MSA
    corecore