267 research outputs found

    PENGGUNAAN MODEL COOPERATIVE LEARNING TIPE STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISION (STAD) DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMBUAT KALIMAT TUNGGAL PADA ANAK TUNARUNGU DI SD DEWI SARTIKA BANDUNG

    Get PDF
    Tunarungu mengalami hambatan dalam pendengaran, maka hal tersebut akan berdampak pada perkembangan bahasanya khususnya pembentukan bahasa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh model cooperative learning tipe student teams achievement division (STAD) dalam meningkatkan kemampuan membuat kalimat tunggal pada anak tunarungu. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan desain penelitian one - group pre test – post test. Pengolahan data dilakukan dengan uji Wilxocon. Sampel penelitian ini sebanyak 6 orang peserta didik tunarungu kelas V yang ada di SD Dewi Sartika Bandung. Hasil analisis data menggunakan uji Wilxocon, menunjukan bahwa model cooperative learning tipe student teams achievement division (STAD) dapat meningkatkan kemampuan membuat kalimat tunggal. Sehingga model pembelajaran ini dapat dipergunakan guru sebagai model pembelajaran alternatif guna meningkatkan kemampuan membuat kalimat tunggal. Dengan demikian hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini diterima. Penelitian ini baru meneliti pengaruh model pembelajaran yang diterapkan untuk mempengaruhi kemampuan membuat kalimat tunggal. Diharapkan penelitian selanjutnya tidak hanya meneliti pengaruh terhadap kemampuan membuat kalimat tunggal saja, akan tetapi dapat dikembangkan terhadap jenis kalimat lainnnya, atau diteruskan menjadi paragraf atau cerita yang utuh. Kata Kunci : Cooperative Learning, Student Teams Achievement Division (STAD), Kemampuan Membuat Kalimat Tunggal, Tunarungu

    Development of a Restructured Sweet Potato French Fries Type Product

    Get PDF
    The 17 accessions from UPM collection and 4 commercial cultivars exhibited wide variation in physical and chemical characteristics. Results found that white flesh colour sweet potato showed the lowest hardness and followed by orange, yellow and purple cultivars. Starch content of 17 accessions varied significantly and amylose content of purple group was higher than the others. Yellow flesh group contains the highest fructose followed by orange, white and purple. Gelatinization temperatures for white, yellow, orange and purple were 78, 77, 73, and 72 °C, while the peak viscosity varied from 443 to 621, 510 to 725, 380 to 419 and 691 to 711 BU, respectively. The 17 accessions and 4 cultivars of sweet potato studied exhibit great variation in physical and chemical characteristics. On the optimizing method for RSS processing, White cultivars was chosen as raw material, and processed using the combination of shapes, blanching methods and adding of sweet potato flour. Results showed that chips exhibited a proper shape for blanching compared with dice. Blanching in 1 % STP solution for 2 minutes significantly improved the quality of RSS such as firmness and dry matter content of dough, colour, fat and ash content, and texture. Mixing of 5 % sweet potato flour to the mashed sweet potato produced suitable conditions of the dough for further processing and generated RSS having uniform shape with an intermediate hardness, high lightness and low redness colouration and also the highest value of sensory preferences. Sweet potato cultivars significantly affected the chemical, physical properties and organoleptic characteristics of RSS. Moisture content of Orange fresh tuber was lower than White and Yellow cultivars, and it generated the lowest moisture content of mashed sweet potato, prefried sticks and fried sticks. White cultivar generated the RSS having yellow bright colour, highest value of firmness and low fat content, while Orange cultivar produced RSS with bright orange colour, medium firmness but high fat content. RSS made of both varieties were evaluated as acceptable by a sensory panel with sensory score above the average. Recommendation from this study illustrates that White and Orange cultivars can be used to make a convenient restructured product. On the final preparation of RSS, deep frying and heating in microwave oven was evaluated on the texture attributes and sensory preferences of the product. Results showed that the most suitable condition of producing RSS was by using deep frying for final preparation on RSS made from White and Orange commercial cultivars as raw material. RSS made from White cultivar had hard texture, bright yellow colour and slightly below like slightly, while Orange RSS had softer texture, bright orange colour and slight above like slightly. Deep frying is the preferred method for the final preparation of RSS. From these findings, one may recommend that RSS can be produced using White and Orange cultivars. The tubers are peeled, sliced into about 2.3 mm thickness and 25 mm width. Blanching was done by dipping the chip in 1 % (w/v) STP solution at about 100 °C for 2 minutes. The blanched materials were drained for about 3 minutes to remove excess water, and then mashed and CMC was added (0.3 %, w/w) as a binder. The mashed was mixed with 5 % sweet potato flour. Moulding could be done using simple extruder with 10 x 10 mm square holes. The sticks were then deep fried at 163 °C for 1 minute, packaged in plastic bags and frozen at -20 °C for storage purpose until final preparation. The RSS was prepared by deep frying in 175 °C for 2 minutes

    Pengaruh Motivasi Kerja, Kepuasan Kerja, dan Komitmen Organisasional terhadap Kinerja Pegawai (Studi pada Pegawai Setda Kabupaten Pati)

    Full text link
    Penelitian dilakukan untuk menguji pengaruh variabel motivasi kerja (X1), kepuasan kerja (X2) dan komitmen organisasional (X3) terhadap kinerja pegawai (Y) dilingkungan Sekretariat Daerah Kabupaten Pati yang mencakup 9 bagian, dimana menurut data terakhir jumlah populasi sebanyak 312 orang. Sampel dilakukan secara Proporsional Random Sampling yaitu pengambilan sampel berdasarkan perbandingan. Peneliti memproporsionalkan jumlah populasi berdasarkan jumlah pegawai yang ada dimasing-masing Bagian dilingkungan Sekretariat Daerah Kabupaten Pati. Berdasarkan perhitungan dengan rumus Slovin jumlah sampel sebanyak 76 orang. Hasil pengujian hipotesis menunjukkan bahwa hipotesis (H1) yang menyatakan bahwa motivasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja dan hipotesis (H2) yang menyatakan bahwa kepuasan kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja serta hipotesis (H3) yang menyatakan komitmen organisasional berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja, diterima. Demikian juga hipotesis (H4) yang menyatakan bahwa motivasi, kepuasan, dan komitmen organisasional secara bersama-sama berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja, diterima. Hasil pengujian ini dapat dimaknai bahwa pegawai yang memiliki motivasi dan kepuasan kerja yang tinggi, maka akan cenderung mempunyai kinerja yang tinggi terhadap organisasi. Untuk mencapai kinerja yang tinggi, maka motivasi dan kepuasan kerja pegawai di Sekretariat Daerah Kabupaten Pati harus ditingkatkan

    Development Processing of Cassava Into Cassava Flour and Modified Cassava Flour in Lampung Province

    Full text link
    Fresh cassava rots are perishableif not treated immediately after harvest,because it has high of water content (65%). Processingof cassava into intermediate product such as flourcan be developed in the producing areas, because itis easily practiced by farmers with simple equipment.Flour can be further processed into a variety of foodproducts. Cassava flour processing technology is animprovement of cassava flour processing. Currently,modified cassava flour processing technologyhas beendeveloped by adding a starter during fermentation/immersion. This resulted in better quality of theflour, such as whiter colour, reduced spesific aromaof cassava, and the increase in peak viscosity. It canbe used as a substitute of wheat flour, rice flour orglutinous rice flour about 15–30%, for as cakes,muffins, and noodles. Application cassava flour, bothmodification and without modification is prospectiveto be developed in term of supporting food diversificationprogram in Lampung Province as a centerof cassava production in Indones

    Bentuk Dan Strategi Bertindak Tutur Komisif Jokowi Dalam Wacana Debat Capres 2014

    Get PDF
    Penelitian ini memiliki 3 tujuan, 1) Mendeskripsikan bentuk bertindak tutur komisif Jokowi dalam wacana debat Capres 2014, 2) Mendeskripsikan strategi bertindak tutur komisif Jokowi dalam wacana debat Capres 2014, dan 3) Mendeskripsikan teknik tindak tutur komisif Jokowi dalam wacana debat Capres 2014. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik Simak Bebas Libat Cakap (SBLC), teknik rekam, dan teknik catat. Data penelitian transkripsi kalimat atau frasa tuturan komisif Jokowi. Analisis data menggunakan metode padan ekstralingual. Hasil penelitian ada tiga hal, 1) Bentuk tindak tutur komisif ditemukan ada empat macam, a) komisif berniat sebanyak 7 tuturan, b) komisif berjanji sebanyak 25 tuturan, c) komisif menawarkan sebanyak 17 tuturan, dan komisif mengancam sebanyak 3 tuturan. 2) strategi tindak tutur komisif langsung sebanyak 26 tuturan yang terdiri dari: a) komisif berniat langsung dengan modus perintah sebanyak 3 tuturan, b) komisif berjanji langsung dengan modus perintah sebanyak 7 tuturan, dengan modus ajakan 1 tuturan, dengan modus permohonan sebanyak 1 tuturan, c) komisif menawarkan langsung dengan modus perintah sebanyak 6 tuturan, dengan modus ajakan sebanyak 5 tuturan, dan d) komisif mengancam dengan modus ajakan sebanyak 3 tuturan. 3) Teknik tindak tutur komisif literal sebanyak 33 dan tidak literal 2 tuturan yang terdiri: a) literal bentuk komisif berniat sebanyak 3 tuturan dan tidak literal sebanyak 2 tuturan, b) literal bentuk komisif berjanji sebanyak 18 tuturan, c) literal bentuk komisif menawarkan sebanyak 9 tuturan, dan d) literal bentuk komisf mengancam sebanyak 3 tutura

    Perencanaan Konstruksi Sumur Dalam di Kelurahan Ngadirgo, Kecamatan Mijen, Kota Semarang, Jawa Tengah

    Get PDF
    Kota Semarang sebagai ibukota Provinsi Jawa Tengah mengalami perkembangan yang cukup pesat dari tahun ke tahun. Perkembangan yang terjadi khususnya pada angka pertumbuhan penduduk. Pertumbuhan penduduk tersebut mengakibatkan peningkatan kebutuhan pokok manusia yaitu kebutuhan akan air bersih. Ketersediaan air di musim kemarau saat ini masih merupakan permasalahan yang belum seluruhnya dapat dipecahkan oleh pemerintah. Hal tersebut disebabkan oleh sumber air yang semakin langka akibat penggunaan air yang tidak terkontrol. Banyak masyarakat yang memanfaatkan airtanah untuk memenuhi kebutuhan sehari - hari. Pemanfaatan airtanah tersebut dapat dilakukan dengan cara membuat sumur gali, sumur dangkal maupun sumur dalam. Namun dalam pelaksanaannya, hasil yang didapat tidak selalu ideal dengan apa yang diharapkan, banyak masyarakat yang pada akhirnya tidak mendapatkan sumber air setelah melakukan penggalian ataupun pembuatan sumur airtanah. Keberadaan airtanah dapat diketahui melalui penyelidikan permukaan secara tidak langsung melalui pendugaan geofisika metode tahanan jenis (resistivitas). Setelah diketahui karakteristik hidrogeologi melalui nilai resistivitasnya, barulah dapat dilakukan konstruksi sumur. Penelitian ini dilakukan sebagai suatu upaya untuk memberikan gambaran mengenai perencanaan konstruksi sumur dalam yang baik sehingga airtanah setempat dapat dimanfaatkan secara maksimal dan terkontrol. Metodologi yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penyelidikan permukaan secara tidak langsung dengan pendugaan geofisika, yaitu metode geolistrik resistivitas atau metode tahanan jenis dengan konfigurasi Schlumberger dan pengolahan data melalui software IPI2Win untuk dapat menentukan konstruksi sumur dalam berikut rencana anggaran biayanya. Berdasarkan penelitian yang dilakukan meliputi penyelidikan geolistrik hingga analisis harga satuan pekerjaan konstruksi sumur dalam, terdapat 3 jenis litologi yang berbeda berdasarkan klasifikasi Dwiyanto, 2016 yaitu batupasir tuffan, batulempung, dan breksi vulkanik. Batupasir tuffan yang dinyatakan sebagai akuifer memiliki ketebalan sebesar 31,8 meter dan dapat diperkirakan kedalaman sumur yang akan dibuat hingga 100 meter. Berdasarkan analisis harga satuan hingga terbentuknya Rencana Anggaran Biaya dapat disimpulkan bahwa pembuatan konstruksi sumur dalam memakan biaya sebesar Rp 367.632.000,00 (Tiga Ratus Enam Puluh Tujuh Juta Enam Ratus Tiga Puluh Dua Ribu Rupiah) Kata Kunci : Konstruksi Sumur, Geolistrik, Biay

    Tepung Kasava Modifikasi sebagai Bahan Substitusi Terigu Mendukung Diversifikasi Pangan

    Full text link
    Tepung kasava modifikasi (mocaf) potensial sebagai bahan substitusi tepung terigu dalam rangka mendukung diversifikasi pangan. Proses modifikasi pembuatan mocaf dengan fermentasi menggunakan inokulum bakteri asam laktat menyebabkan terjadinya Perubahan sifat fisikokimia dan amilografi serta sifat organoleptik tepung. Mocaf bersifat lebih mudah larut di dalam air, lebih mudah mengembang ketika dipanaskan karena viskositas puncaknya meningkat, tidak beraroma khas ubikayu, berwarna lebih cerah/putih, dan lebih lunak tekstur produknya bila dibandingkan dengan tepung ubikayu tanpa fermentasi dan terigu. Proporsi mocaf sebagai bahan substitusi terigu bervariasi antara 30 – 40 % pada produk roti, pastry dan mie, 50 – 100 % pada produk kue basah (cakes), kue kering (cookies), aneka produk gorengan dan jajanan basah/pasar. Harga mocaf di pasaran berkisar antara Rp. 4.100 - 5.000 per kg, relatif lebih murah dibandingkan dengan tepung terigu yang harganya berkisar antara Rp. 5.220 - 7.250 per kg. Usaha agroindustri mocaf dapat diterapkan dengan model kemitraan antara petani/kelompok tani sebagai produsen sawut kering dengan industri besar yang memproduksi tepung sekaligus memasarkan. Peningkatan produksi ubikayu diperlukan untuk mendukung ketersediaan bahan baku yang melalui adopsi varietas unggul berpotensi hasil dan kadar pati tinggi, teknologi budidaya yang tepat serta pengaturan waktu tanam dan panen. Kebijakan pemerintah yang berpihak kepada pengembangan industri tepung lokal untuk mengurangi impor terigu serta sosialisasi dan promosi produk olahan mocaf yang tidak kalah citra dan citarasanya dibanding 100 % terigu juga perlu diintensifkan untuk mempercepat adopsinya oleh industri dan masyarakat

    Peranan Keberadaan Bidan Dalam Rujukan Maternal

    Full text link
    Latar belakang: Program pembangunan kesehatan ibu di desa merupakan upaya untuk mendekatkan akses ibu pada pelayanan kesehatan sehingga diharapkan memperkecil terjadinya kematian ibu. Untuk memudahkan akses, penempatan tenaga bidan hingga ke desa merupakan hal yang penting untuk memberikan pertolongan persalinan normal dan rujukan yang diperlukan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peranan keberadaan bidan berdomisili di desa dalam melakukan rujukan komplikasi maternal melalui tempat kematian ibu sebagai ukuran kinerja rujukan. Metode: Diambil 3493 kematian ibu yang merupakan separuh dari populasi dalam Sensus Penduduk Tahun 2010 yang tersebar di seluruh Indonesia yang kemudian ditindak lanjuti dengan Studi Tindak Lanjut Kematian Maternal 2012 untuk menggali data pemanfaatan pelayanan kesehatan. Kemudian dianalisis regresi logistik multivariat untuk mengetahui peranan masing-masing faktor terhadap tempat kematian ibu. Hasil: analisis menemukan bahwa keberadaan bidan berdomisili di desa meningkatkan kemungkinan ibu meninggal di rumah sakit atau dapat mencegah kematian terjadi di rumah. Sedangkan faktor lain yang berperan yaitu anjuran merujuk dan akses. Kesimpulan: Kebijakan penempatan bidan berdomisili di desa dalam kasus rujukan maternal sangat penting dan perlu didukung oleh semua pihak
    corecore